Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 : Kepercayaan 2
Wajah Kasim Liu yang tadinya penuh dengan arogansi kini sepucat kain kafan. Tangannya yang memegang gulungan kertas itu gemetar hebat hingga lembaran sutra tipis tersebut hampir koyak di antara jemarinya. Di bawah temaram cahaya obor yang menari-nari ditiup angin malam, butiran keringat dingin bercucuran di dahi keriputnya.
"Ini...ini fitnah!" teriak Kasim Liu dengan suara parau yang mendadak kehilangan wibawanya. Ia mendongak, menatap tajam ke arah Mo Jue dan Su Yinyin secara bergantian. "Dokumen ini palsu! Pangeran Kedua sengaja memalsukan bukti untuk menjatuhkan nama baik Permaisuri!"
Mo Jue mendengus dingin. Suara dengusan itu terdengar seperti embusan angin dari dasar jurang maut yang langsung menciutkan nyali seluruh prajurit kekaisaran di belakang Kasim Liu.
"Memalsukan?" Mo Jue melangkah maju satu langkah, menatap rendah sang kasim agung dari atas kuda-kuda tegapnya. "Segel giok emas berukir naga milik dewan kekaisaran dan tanda tangan pribadi di setiap lembar transaksi ini diukir menggunakan teknik khusus keluarga kekaisaran. Apakah kau ingin aku memanggil tabib istana untuk memeriksa keaslian cap darah di dokumen ini di hadapan Kaisar besok pagi?"
Mendengar kata-kata Kaisar, Kasim Liu langsung jatuh berlutut di atas tanah batu. Lututnya melemas seketika. Ia tahu persis, jika dokumen itu sampai ke tangan Kaisar, bukan hanya nyawanya yang melayang, tetapi seluruh faksi Permaisuri akan terguncang hebat.
"Ampuni hamba, Yang Mulia... Hamba hanya menjalankan perintah..." Kasim Liu merengek pelan sambil bersujud di tanah, mencoba mencari jalan keluar di ujung tanduk.
Su Yinyin melangkah mendekat, melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum tipis. Sorot matanya memancarkan ketajaman yang membuat Kasim Liu tidak berani mengangkat wajahnya.
"Menjalankan perintah siapa, Kasim Liu?" tanya Su Yinyin dengan suara lembut namun menusuk tulang. "Permaisuri? Atau ada orang lain di balik tirai istana dalam yang selama ini menikmati hasil dari permainan kotor kalian?"
Kasim Liu terdiam, bibirnya bergetar hebat tanpa mampu merangkai kata-kata pembelaan lagi. Ia terjebak dalam perangkap yang mereka buat sendiri.
Mo Jue melambaikan tangannya sekilas tanpa membuang waktu. "Bawa dia pergi. Jebloskan ke sel bawah tanah bersama Kasim Gui. Pastikan tidak ada satu pun orang dari istana utama yang bisa mendekatinya sampai aku sendiri yang memutuskan hukumannya."
"Baik, Yang Mulia!" seru dua pengawal pribadi Mo Jue serempak. Mereka langsung mencengkeram kedua bahu Kasim Liu dan menyeret pria tua itu menjauh dari halaman paviliun. Ratapan ketakutan Kasim Liu perlahan memudar seiring dengan derap langkah pasukan yang membawanya pergi ke kegelapan penjara bawah tanah.
Suasana di halaman depan Kediaman Pangeran Kedua kembali hening. Prajurit kekaisaran yang tadinya datang untuk mengepung kini membubarkan diri dalam ketegangan yang pekat.
Mo Jue membalikkan tubuhnya, menatap wanita yang berdiri di sampingnya. Di bawah cahaya obor yang tersisa, manik mata kelam pangeran itu tampak memantulkan bayangan Su Yinyin dengan tatapan yang jauh berbeda dari sebelumnya—tidak ada lagi rasa curiga yang pekat, melainkan rasa kagum dan ketertarikan yang mulai berakar dalam.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +15 menjadi -28!]
[Catatan: Target sepenuhnya mengakui kemampuan strategis Host dan mulai membuka sisi emosionalnya.]
Su Yinyin mengembuskan napas lega, merasakan beban berat di pundaknya sedikit terangkat. Ia menoleh ke arah Mo Jue, lalu tersenyum lebar tanpa beban.
"Bagaimana, Yang Mulia?" tanya Su Yinyin dengan nada jenaka, sengaja mencairkan suasana yang kaku. "Pion bodoh dari klan Su ini ternyata tidak terlalu merepotkan untuk dijadikan sekutu, bukan?"
Mo Jue tertegun sejenak melihat senyuman itu. Untuk pertama kalinya, sudut bibir pangeran es batu itu terangkat membentuk senyuman tulus yang begitu memukau, membuat malam dingin di istana seolah mendadak menghangat.
"Kau memang bukan lagi Su Yinyin yang dulu," bisik Mo Jue pelan, mengulurkan tangan untuk merapikan sehelai rambut Su Yinyin yang tertiup angin. Manik mata mereka saling menatap."Dan mulai sekarang, tidak ada seorang pun di istana ini yang bisa menyentuhmu."
Ya itu lebih baik, semoga kau juga tidak menyentuhku, jadi ketika tingkat kesukaanmu mencapai positif seratus, aku bisa kembali ke dunia ku. Pikir Su Yinyin yakin.
[Ding!]
[Nona sepertinya Anda salah paham]
Su Yinyin yang sedang tukar pandang dengan Mo Jue tidak melihat bahkan mendengarkan ucapan sistem.
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔