NovelToon NovelToon
Wasiat Gila Asisten Suamiku

Wasiat Gila Asisten Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.

"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"

Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.

"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"

Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.

Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Aku, aku benar-benar tidak?" ucap nya sambil menatap sang dokter penuh harap.

"Ya, selama ini kau sehat dan kau juga tergolong wanita yang subur serta mudah mendapatkan keturunan, tapi maaf Lilian, aku harus mengatakan hal pahit itu Alen, dia tidak bisa punya anak, sampai kapan pun," jelas sang dokter dengan wajah sedih.

Lilian yang mendengar itu segera membuka kertas milik Alen, dia pun terkejut dengan hasil tes tersebut, ternyata dugaannya selama ini benar, di antara mereka yang bermasalah adalah Alen, bukan dirinya.

"Kalau begitu, aku permisi," sang dokter menepuk pundak Lilian pelan dan kemudian kembali masuk kedalam ruang kerja nya.

"Sudah kuduga, selama ini aku lah yang menerima cacian makian di keluarga Bayron karena mereka selalu mengira akulah yang mandul, ternyata semua ini bukan salahku," lirih Lilian merasa sangat sakit hati karena selama ini dia menanggung semua kesalahan yang tidak ada di dirinya itu sendirian, sedangkan yang sebenarnya mandul hidup bahagia di puja-puji.

"Cih, setelah kalian semua tau ini, aku yakin tidak ada lagi yang bisa membuat kalian sangat bangga dengan mas Alen," ucap Lilian dengan sorot mata penuh dendam.

Dia menyembunyikan hasil tes tersebut ke dalam tasnya.

Sementara itu ...

"Pasien terlalu banyak kehilangan darah, dia butuh donor darah secepatnya, tapi stok darah A+ di rumah sakit sudah habis," ucap salah satu suster yang mendampingi dokter di dalam ruangan di mana Tasya sedang di tangani.

"Apa? Bagaimana bisa? Maksud ku bagaimana bisa menemukan pendonor secepat mungkin," ucap Alen yang tau kalau di antara ibu Sinta dan dirinya tidak ada yang memiliki golongan darah tersebut.

"Alen, apa kau lupa, darah Lilian, dia juga A+," ucap Bu Sinta tanpa pikir panjang.

"Tapi bu, dia tidak akan bersedia," ucap Alen tau betul bagaimana Lilian sekarang.

"Coba saja, kalau tidak mau paksa dia seret saja, ini demi nyawa Tasya dan bayinya, apa kau mau melihat mereka berdua mati? Ingat Alen kau berhutang budi kepada Tian," ucap Sinta lagi sambil mengguncang tubuh Alen.

Mendengar itu, Alen pun segera berlari menghampiri Lilian yang pada saat itu hendak pergi dari rumah sakit tersebut setelah mengurus biaya administrasi atas konsultasi nya barusan.

"Lilian tunggu," ucap Alen sambil memegang erat pergelangan tangan Lilian.

"Ada apa?" tanya Lilian sedikit kaget karena ia di sergap secara tiba-tiba.

"Tasya kehilangan banyak darah, dia membutuhkan pendonor," ucap Alen lagi.

"Lalu apa hubungannya dengan ku?" tanya Lilian.

"Stok darah di rumah sakit sedang kosong, dia memiliki golongan darah yang sama dengan mu, ayo ikut aku untuk berikan beberapa kantong darah mu untuk nya," ucap Alen yang hendak menyeret Lilian dari sana.

"Lepaskan!" ucap Lilian seketika menepis tangan Alen.

"Apa kau gila? Kondisi ku sekarang juga tidak cukup stabil, mendonorkan darah untuk nya? Sebaiknya kau cari orang lain saja," ucap Lilian menolak keras permintaan tersebut.

"Sudah tidak punya banyak waktu, ayolah jangan egois, Tian menyelamatkan nyawaku, anggap saja kau membantuku balas budi, ayo cepat," ucap Alen lagi.

Kali ini Lilian tidak bisa menolak, dia di tarik paksa oleh Alen untuk melakukan transfusi darah kepada Tasya.

Tiga puluh menit kemudian.

Lilian keluar dari ruang rawat dengan tubuh yang tampak pucat dan sangat lemah.

"Aku akan membalas kalian semua, lihat saja nanti, aku akan mengambil kembali setiap tetes darah yang hari ini telah kalian ambil dari tubuhku," gumam Lilian sambil berjalan meninggalkan rumah sakit tersebut dengan sempoyongan.

Sakit hati yang di rasakan Lilian saat ini berubah menjadi segumpal dendam yang akan dia tuntut di kemudian hari.

Sore harinya ...

Tasya kini telah sadar dan kondisinya sedikit lemah karena terlalu banyak kehilangan darah.

"Aku dimana?" lirih nya sambil melihat sekeliling.

"Kau di rumah sakit, Tasya sebenarnya apa yang sudah kau coba lakukan? Kenapa kau melukai dirimu sendiri?" tanya Alen sambil memegang tangan Tasya dan duduk di samping ranjang nya.

"Aku, aku minta maaf, aku tiba-tiba kembali mengingat mas Tian, aku merindukan nya dan aku memutuskan untuk pergi menyusulnya membawa anakku," ucap Tasya dengan air mata yang menetes membasahi pipinya.

"Astaga kau ini kenapa? Jangan pernah melakukan hal itu lagi di kemudian hari, di sini ada aku, Raya dan Alen, aku tidak boleh gelap mata," ucap Bu Sinta tampak sangat perhatian.

"Bibi, maafkan aku, Raya aku juga minta maaf membuat kalian khawatir," ucap Tasya lagi.

"Kak Tasya sudah jangan banyak bicara kau masih sakit," ucap Raya menenangkan.

"Tidak apa-apa, jangan khawatir, kondisinya sudah stabil, dia bisa pulang hari ini juga yang terluka hanya tangan nya, dia juga sudah menerima darah jadi sebaiknya kalian tenang," ucap sang dokter yang merawat Tasya.

Ya, sebenarnya kondisi Tasya tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi suster yang bersamanya itu adalah teman masa SMA nya Tasya, dia tau banyak tentang kehidupan Tasya, karena sebelumnya mereka sempat bertemu di luar kota di tempat Alen melakukan perjalanan bisnis. Semua ini adalah akal-akalan mereka berdua agar Lilian tersiksa.

Seharian penuh Alen dan keluarga nya merawat dan menjaga Tasya di rumah sakit sampai membawanya pulang ke rumah.

Malam harinya.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Mas Alen, apa kau ada di dalam?" ucap Tasya yang saat ini berdiri di depan kamar Alen sambil mengetuk pintu kamar tersebut.

"Ya, ada apa? Silahkan masuk," ucap Alen mengenali suara Tasya.

Tasya yang mendengar itu segera membuka pintu dan melangkah kan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Mas Alen, apa kau sedang sibuk?" tanya Tasya dengan lembut.

"Tidak ada, apa ada yang bisa aku bantu? Kenapa kau tidak beristirahat? Bukan kah pergelangan tangan mu masih sakit?" tanya Alen terlihat sangat perhatian.

"Ah aku melupakan sesuatu, tadi pagi seseorang dari perusahaan mengantar dokumen ini, dia bilang meminta mu untuk menandatangani nya," ucap Tasya sambil memberikan dokumen itu kepada Alen.

"Astaga, hanya karena ini saja, bukan kah besok juga bisa?" ucap Alen sambil menerima dokumen tersebut.

"Aku tau, tapi sepertinya ini sangat penting, langsung tanda tangan saja, setelah itu aku bantu kamu mengirimkan nya kembali ke perusahaan," ucap Tasya sambil tersenyum.

"Oh astaga, kau ini benar-benar mempedulikan pekerjaan ku mesti sedang sakit, baiklah, cuma tanda tangan kan? Aku akan menandatangani nya sekarang," ucap Alen tampa rasa curiga dia juga langsung menandatangani surat tersebut tanpa membacanya.

"Aku sudah terbiasa membantu Tian sebelumnya, jadi ini juga menjadi kebiasaan ku di sini sekarang membantu mu," ucap Tasya lagi yang kemudian kembali menerima dokumen tersebut. "Kalau aku permisi," ia membawa dokumen itu dan kemudian berlalu pergi dari ruangan Alen.

"Andai saja Lilian seperti Tasya, aku pasti akan sangat senang," ucap Alen sambil memikirkan perubahan sikap Lilian sekarang.

Sementara itu, Tasya yang sudah berhasil dengan misinya kini bergegas menuju kamar Lilian.

Bersambung....

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Kar Genjreng
karena Kakak mau ketemu dengan Ryan kah 🤣 yang di kira bencis padahal pria tulen dan pria sejati apa akan di jodohkan dengan Lilian kah ehhh kakak nya baik banget padahal kecelakaan juga karena mencarinya tetapi iklas toh masih bisa bertemu dan masih bisa berjalan ya walaupun dengan bantuan kursi roda,,, tetapi sang Kakak kliatan bahagia sekali berbeda satu atap lagi dengan gadis kecilnya,,,bukan gadis maaf tapi Jendes elegan,,👍👍🤣🤣
Author Nadia🪷: anu kak, siapa pulak Rian?
total 1 replies
Soraya
typo thor lanjut
Kar Genjreng
biar merasakan badai tornado nmelanra rumah dan seisinya,,hari ini bisa makan apa atau beli. tetapi besok kelaparan. di
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
Kar Genjreng
banget penisirin🤣 apa coba apakah mata mata Keren Erlan itu tunggu. berapa lama lagi nih ,,, semoga besok update deh kalau entar mlam besok ngerek bendera jadi ga sempat baca haha Mak mak mau balap karung 🤩🤭
Kar Genjreng
setelah tiada. biarlah menyesal,,,karin dan Julian temannya.liliane. tadinya kan bertiga kalau ga salah lupa ingat,,,ga skip bacanya cum lupa,,,ini Valen dan keluarga nya bersepekulasi burung tentang lilian. tau kalian ,Lilian bukan yatim piatu,,, tetapi ayahnya sultan tu. ge mana seandainya tau,,,dan kalian tidak paham selama dua ni kalian hidup uang dari lilian,,dan tunggu waktu bom meledak dahsyat,,,nah nanti kalian tau siapa itu lilian Tasya impianmu kocar kacir,,, bermimpi jadi wanita tajir melintir ga tau keluar Valen elit,,, ekonomi sulit,,,, OK lanjut dong Kak Nad. Doble update dong bonus gitu,,,
Kar Genjreng
tasya senang karena akan menjadi nyonya valen yang katanya tajir,,,, ternyata elit ekonomi sulit karena sudah semua di tarik kembali oleh lilian🤣 nikmati saja yaaaaa,,,😩😩😩 betapa bahagia nya,,, sekarang Lilian sudah kembali kepada orang tua nya yang tajir melintir good looking good rekening,,, keren to
👍👍👍👍
Kar Genjreng
Lilian bisa tidur nyenyak tanpa hambatan tanpa perintah dari ipar suami dan mertua,,,, semuanya dilayani di rumah orang tua nya,,,,di lain tempat ya tempat mantan mertua Liliana lagi heboh kehidupan nya susah pelayanan tidak ada menanti pun sudah ga punya ada si pELaKoR 🤣nah 👍👍 nikmatilah
Kar Genjreng
ini belum update Kak Nad
Author Nadia🪷: aku baru aja update bab 17 tapi masih di review, maaf ya, soalnya aku gak ada tabungan bab jadi nya kalian harus menunggu, beberapa hari aku sibuk ada acara keluarga jadi tabungan bab nya sudah habis 🙏😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ada rahasia besar mungkin yang akan di bicarakan bersama putranya,,, terpenting kedua Anaknya sudah berkumpul jadi mudah untuk mengeksekusi para penghianat,,,Valen siap siap lah bersama keluarganya bahkan sang pELaKoR,,,
Kar Genjreng
🤣Tasya menang mendapatkan aren tetapi kebahagiaan nya tidak akan lama. karena sudah bisa di pastikan perusahaan nya akan mengalami kismin,,,
mama
kelamaan kurang sat set..
Author Nadia🪷: maaf kak ini novel bukan cerpen
total 1 replies
Kar Genjreng
pokonya sekarang nikmati apa yang ada di depan mata kalian semua,,,karena setelah Lilian pergi barulah terasa ternyata semuanya. yi di nikmati adalah hasil jerih payahnya Lilian,,,dan paling bikin terkejut lagi nanti semua aset ny menghilang,,,,😈😈
Soraya
lanjut
Kar Genjreng
berati Alen yang mondal mandul,,,nah kebetulan pulang dan pergi lah tanda tangan. saja berkasnya kasi Alen lngsung biar terkejut 🥺🥺🏃🏃🏃🏃
Soraya
lanjut thor
Kar Genjreng
silahkan berteduh di istana yang tak lama lagi akan runtuh raya saat ulang sudah tidak mengalir lagi,, itulah ya Alen di pungut di junjung tinggi malah lupa ingat selalu beda istri beda rezeki,, coba saja bercerai dengan Lilian dan nikahilah si pELaKoR langsung bangkrut,😭
Kar Genjreng
yahhh satu bab saja yang,,, double update dong bikin TREMOSI Alen itu dan Tasya sedang merasakan kemenangan nya belum tau dari mana sumber kekayaan yang kalian nikmati,,, setelah Lilian pergi kalian akan menjadi gembel semua aset di tarik oleh orang tua Lilian bodoh di piara,,merasa paling hebat mengambil wanita jalang berkedok hamil tanpa ayah ya sudah nikmati selagi ada kesempatan ya,,,dan siapa menabur dan siapa menuai,,
Kar Genjreng
ko double up si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!