NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Karina masih berdiri terpaku di atas panggung. Begitu pun dengan Adrian. Pria itu masih berdiri di sampingnya, seolah menunggu suasana kembali terkendali sebelum melanjutkan acara.

Adrian menatap wartawan yang tadi mengajukan pertanyaan tersebut.

“Apa ada pertanyaan lain yang lebih mengarah pada produk? Itu akan lebih saya dahulukan dibanding pertanyaan di luar konteks peluncuran produk.”

Mendengar jawaban itu, hati Karina sedikit lebih tenang.

Sejak tadi kedua tangannya saling menggenggam semakin erat. Ia berusaha mempertahankan senyumnya, tetapi bibirnya bergetar. Sebenarnya ia ingin menjawab, namun tenggorokannya seakan terkunci.

Di sampingnya, Adrian berdiri dengan wajah dingin.

“Ada lagi pertanyaan lain?” sahut Adrian lain

Nada suaranya terdengar tegas.

Beberapa tamu langsung terdiam. Para wartawan yang sebelumnya begitu bersemangat mulai saling berpandangan. Tidak ada yang langsung mengangkat tangan.

Karina menundukkan wajah, Dadanya terasa sesak, tapi dirinya tidak bisa menahan kegundahan hati nya yang berusahan merendahkan dirinya seketika dia mencoba berbicara

"Pak Adrian apakah anda tidak merasa malu dengan model anda yang hanya seorang pelayan?" sahut Karina dengan suara lembut, sempat membuat Adrian menoleh kearahnya memandang wajahnya beberapa detik, entah apa yang ada dipikiran pria itu saat matanya bertemu langsung dengan Karina,

seketika itu Adrian kembali berbicara.

“Mahardika Group memilih seseorang berdasarkan kemampuan dan kerja keras nya, siapa pun bisa menjadi bagian dari Mahardika Group asal memiliki kemauan kuat dan mau bekerja keras." jawab Adrian tegas, membuat Ayah nya tersenyum bangga melihatnya berdiri mengantikan nya, dengan rasa marah didalam hati nya yang mungkin disebabkan karna Karina yang berada disampingnya, namun ia mampu menahan diri demi kepentingan bersama.

Karina perlahan mengangkat wajah.

Ia tidak menyangka Adrian akan mengatakan hal itu.

Untuk sesaat, ada rasa lega yang menyusup ke dalam dadanya.

Namun, perasaan itu tidak bertahan lama.

Adrian melanjutkan dengan nada yang tetap tenang.

“Meski begitu, setiap orang yang membawa nama perusahaan tentu harus mampu mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan kepadanya.”

Senyum Karina kembali membeku.

Kalimat itu terdengar seperti pembelaan sekaligus peringatan.

Ia tidak tahu harus menganggap Adrian sedang membelanya atau justru mengingatkannya bahwa posisinya saat ini sangat mudah dipertanyakan.

Jawabanya sekaligus mengakhiri acara peresmian produk barunya, ia bersama karina dan rekan lainya yang terlibat kini turun dari podium,

Karina menelan ludah.

Jari-jarinya kembali meremas satu sama lain.

Ia mulai merasa bahwa setiap kalimat Adrian seperti memiliki dua sisi.

Di depan publik, pria itu memberikan kesempatan kepadanya untuk tetap berdiri di atas panggung.

Namun di balik kata-katanya, Karina merasakan sebuah pesan yang sangat jelas.

Jangan membuat kesalahan.

Jangan mempermalukan perusahaan.

Dan jangan membuatnya menyesal telah memilihmu.

Pembawa acara segera mengambil alih suasana.

“Baik, karena sesi tanya jawab mengenai produk sudah selesai, kita akan melanjutkan acara dengan sesi foto bersama.”

Tepuk tangan kembali terdengar, lampu kamera mulai berkilatan. Karina berusaha tersenyum ketika berdiri di samping Adrian. Mereka tampak seperti pasangan profesional yang sempurna di hadapan para tamu. Tidak seorang pun tahu bahwa di balik senyum itu, hati Karina sedang berantakan.

Setelah acara selesai Karina, menghilang entah kemana, saat semua saling bersalaman, ia memilih menyendiri disebuh ruangan kecil tak jauh dari tempat acara, sesekali Mata Adrian mencari sosok Karina dikerumunan banyak orang, namun ia tak menemukanya,

"Tom..dimana Karina?" tanya nya pada sang Asisten

Tomy juga baru menyadari Karina tidak terlihat diantara kerumunan orang yang saling berfoto dan bersalaman, Tomy mencari ke seluruh ruangan, namun tak menemukanya, Adrian yang merasa penasaran kini berusaha mencarinya juga, saat Adrian melewati ruang kecil itu biasanya digunakan untuk istirahat, ia membuka nya , disana sepasang mata langsung melihat nya kaget dan tidak menyangka kalau Karina berada diruangan itu

"Pak Adrian....?" sahut Karina kaget

"Sedang apa kamu disini?, kau sedang bersembunyi?, atau kamu memang tidak mau bertanggung jawab dengan hasil kerja mu?"

"Aa...., Tidak Pak Adrian...saya hanya?" belum sempat menyelsaikan omongan nya adrian menyuruh nya untuk keluar, dan tanpa Karina duga tanganya menarik tangan karina hingga Karina berjalan mengikutinya keluar dari ruangan kecil itu.

“Kalau setiap kali ada masalah kamu memilih bersembunyi, bagaimana kamu akan menghadapi masalah yang lebih besar?” kata Adrian sambil terus berjalan keluar menarik tangan Karina, dan sentuhan itu membuat jantung Karina berdegup jauh lebih cepat, entah kenapa, telapak tangan pria itu terasa hangat, dan membuat hati Karina seperti disulut kembang api, Ia berusaha menarik tangannya perlahan, tetapi Adrian justru menggenggamnya sedikit lebih erat. Karina tidak bisa membayangkan rasa bahagia dalam hati nya, "apakah Adrian sudah mulai menyukai ku." guman Karina dalam hati. Mereka akhirnya sampai ditempat Acara tadi, Adrian langsung melepaskan tangan Karina, tidak ada seorang pun tau tentang kejadian yang membuat darah Karina seperti mengalir begitu cepat.

"Tom..., sapa nya "Siapkan Karina untuk acara nanti malam dirumah, "Jangan sampai ada pertanyaa Karina yang membuat produk ku jelek." kata Adrian sambil pergi begitu saja meninggalkan Karina bersama Tomy, karina hanya terdiam terpaku tak tau perasaan apa yang dialaminya hari ini

"Ok mba Karina, kita akan pergi dan kita lihat bagaimana mba Karina malam nanti, saya akan buat semua terpukau melihat mba Karina." kata Tomy dengan semangat nya membuat karina pun merasa terhipnotis untuk tampil memukau.

Suasana malam ini di rumah Adrian sudah dipenuhi para tamu yang datang, pak surya terlihat menyapa beberapa kolega nya, sementara Adrian sibuk dengan beberapa tamu undangan, Tampak Katrin bersama Ayahnya baru saja turun dari mobilnya, katrin tampak terlihat jelas melihat kesegala ruangan mencari sosok seorang yang kini menjadi incaran nya,

"Adrian semoga pruduk mu itu sukses dipasaran."sapa ayah katrin pada Adrian kemudian langsung masuk bergabung dengan pak surya dan para Kolega lain nya, sementara katrin masih berdiri bersama Adrian

"Dimana wanita itu." tanya katrin penasaran

"Siapa yang kau maksud?"

"Wanita yang kau jadikan cover produk baru mu."

"Entahlah Tomy membawa nya, sebentar lagi juga datang." sahut Adrian.

Tak lama sebuah mobil berhenti, Karina turun dari mobil dan langsung melihat Adrian sedang bersama dengan katrin, melihat itu Karina mencoba menghindar dan berusaha memilih jalan masuk lain, namun dihadang oleh Tomy

"loh...mba Karina mau kemana, lewat sini." sahut tomy sambil menunjukan jalan untuk Karina

Mendengar itu Adrian yang berada tidak jauh dari pintu utama langsung menoleh ke arah Karina, demikian juga dengan Katrin yang memandangnya dengan tatapan sinis, Karina berusaha tidak peduli.

Ia berjalan perlahan menuju tempat Adrian berdiri bersama Karin seolah dirinya telah belajar banyak Karina seperti seorang yang telah pandai dalam bersosialisasi dengan acara pesta seperti ini

Adrian sempat terpaku beberapa detik lalu berusaha biasa saja.

"Katrin kau bisa ajarkan padanya etika jamuan makan malam, agar dia bisa seperti dirimu." kata Adrian kemudian meninggalkan karina bersama katrin

Katrin tertawa kecil

"Menarik juga."

Karina membeku ia menatap Adrian yang pergi begitu saja, dan katrin merasa kali ini keberuntungan kembali berpihak padanya, dengan menyerahkan Karina pada Katrin Adrian tidak akan pernah tau kalau dibalik itu semua tersembunyi rencana besar Katrin untuk menjauhkan dirinya dengan Karina.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!