NovelToon NovelToon
Bayangan Penguasa

Bayangan Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama sepuluh tahun, Bumi diinvasi oleh monster dari "Gerbang Dimensi" (Gates). Han Do-Yoon adalah seorang Hunter Peringkat-F yang bertahan hidup sebagai kuli panggul di dalam Dungeon. Pada Hari Kiamat, saat "Dewa Luar" (Outer Gods) menghancurkan pertahanan terakhir umat manusia, Do-Yoon mengorbankan dirinya untuk melindungi artefak kuno.
​Alih-alih mati, ia terbangun sepuluh tahun di masa lalu—tepat di hari di mana sistem kebangkitan pertama kali turun ke Bumi. Namun kali ini, ia tidak membangkitkan kelas biasa. Ia mendapatkan kelas tersembunyi berperingkat Myth: Pewaris Ketiadaan. Dengan pengetahuan masa depan dan sistem absolut di tangannya, Do-Yoon bersumpah untuk mengubah nasib dunia dan membantai para Dewa yang mempermainkan umat manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Murka Dewa Busuk

​Pilar cahaya keemasan yang menandai kemenangan mereka memudar perlahan, digantikan oleh langit yang masih berwarna merah legam. Sisa-sisa debu Titan Pembusuk perlahan tertiup angin, menyisakan keheningan yang menyesakkan di kompleks Rumah Tahanan Seoul.

​Namun, kedamaian itu hanyalah ilusi.

​Tiba-tiba, langit di atas penjara bergejolak. Awan merah yang tadinya statis kini berputar membentuk pusaran raksasa tepat di atas kubah pelindung Serikat Ketiadaan. Sinar petir berwarna ungu—warna yang sama dengan racun sang Panglima—menyambar-nyambar dengan brutal, menghantam perisai pelindung yang didirikan Sistem di sekeliling wilayah tersebut.

​[Peringatan!]

[Rasi Bintang 'Penguasa Wabah' menggunakan otoritasnya untuk memberikan 'Kutukan Langit' pada wilayah Anda!]

[Tanah di Zona Strategis D-34 akan mulai terkontaminasi secara permanen setiap hari!]

​"Sial," umpat Do-Yoon, matanya menatap langit dengan tajam. "Dia tidak hanya menyerang secara fisik, dia mencoba membusukkan fondasi wilayahku."

​Di sekeliling lapangan, para tahanan dan pekerja mulai berteriak. Tanah yang tadinya padat kini mulai mengeluarkan uap beracun berwarna ungu. Rumput-rumput yang tumbuh di celah aspal seketika layu dan menghitam.

​Kang Tae-Ho melangkah maju, perisainya bergetar hebat. "Ketua! Tanahnya mulai mencair! Jika ini terus berlanjut, fondasi barikade kita akan runtuh dalam hitungan jam!"

​Do-Yoon tidak menjawab. Ia berjalan menuju pusat lapangan, menancapkan Bilah Penebas Malam ke tanah. Energi Kehampaan yang pekat mulai mengalir keluar dari pedangnya, meresap ke dalam bumi.

​"Keahlian: Pemurnian Void," bisik Do-Yoon.

​Aliran energi hitam itu menyebar ke seluruh penjuru penjara, bersinggungan dengan uap beracun dari kutukan sang Dewa. Di tempat-tempat di mana energi Do-Yoon bersentuhan dengan racun, tanah yang tadi menghitam kembali berubah menjadi warna normal. Itu adalah pertarungan sihir tingkat tinggi: antara kutukan seorang Dewa dan energi kehampaan milik Do-Yoon.

​Namun, ia tahu ini hanya tindakan sementara. Jika ia tidak memotong akses koneksi kutukan tersebut, energinya sendiri akan habis terkuras.

​"Min-Soo!" teriak Do-Yoon.

​"Ya, Ketua?"

​"Gunakan Inti sihir dari Titan Pembusuk tadi. Pasang ke pusat kendali Tesla Coil utama. Ubah frekuensinya menjadi frekuensi resonansi Vakum!"

​Min-Soo yang mengerti maksud Do-Yoon segera berlari menuju menara pusat. Ia membongkar casing mesin tersebut dan memasukkan inti sihir yang menyala ungu redup itu ke dalam slot utama.

​ZZZZTTTT—!

​Tesla Coil itu meraung. Listrik biru yang tadinya menjadi ungu kini berubah menjadi warna hitam pekat yang berpijar. Kilatan listrik itu tidak lagi menyambar tanah, melainkan ditembakkan langsung ke arah pusaran awan ungu di langit.

​BOOM!

​Kilatan listrik hampa itu menghantam pusaran awan. Suara jeritan kesakitan dari dimensi yang jauh terdengar. Awan ungu itu terkoyak dan perlahan memudar, dipaksa kembali ke dalam dimensi asal oleh frekuensi kehampaan yang diciptakan mesin Min-Soo.

​[Kutukan telah dipatahkan oleh resonansi Ketiadaan.]

[Rasi Bintang 'Penguasa Wabah' menarik diri sementara, terkejut oleh perlawanan Anda.]

​Do-Yoon menarik napas lega. Ia mencabut pedangnya dari tanah. Tubuhnya sedikit gemetar—penggunaan Pemurnian Void tadi hampir menguras seluruh cadangan Energi Sihirnya.

​"Bagus," guman Do-Yoon, menatap tangannya.

​Saat itulah, layar hologram raksasa di langit yang menampilkan Papan Peringkat Global bergetar hebat. Nama di urutan pertama—yang tadinya disembunyikan—mendadak muncul dengan huruf-huruf emas yang bersinar menyilaukan.

​[Papan Peringkat Regional: Korea Selatan]

Han Do-Yoon - Tingkat 29

[Disembunyikan] - Tingkat 19

Hwang Dong-Su - Tingkat 17

​"Kenapa namaku muncul?" Do-Yoon mengerutkan kening. "Bukankah aku memilih untuk menyembunyikannya?"

​[Perhatian!]

[Karena Anda telah memenangkan pertempuran melawan entitas Tingkat B- Minus dan berhasil menangkis kutukan dari Rasi Bintang tingkat tinggi, Sistem Pusat secara otomatis membuka identitas Anda sebagai pengakuan atas 'Pencapaian Luar Biasa'.]

​Seketika, seluruh Korea—bahkan dunia—kini tahu siapa pemilik Serikat Ketiadaan. Han Do-Yoon. Pria yang tingkatnya mencapai 29 saat yang lain bahkan belum menyentuh angka 20.

​"Sekarang," Do-Yoon menatap lurus ke arah para anggota serikatnya yang menatap langit dengan mulut ternganga, "seluruh serikat besar di Korea akan menjadikan kita target nomor satu mereka."

​"Ketua," Baek Hyun-Woo melangkah maju, memutar busurnya dengan senyum yang tidak bisa diartikan. "Sepertinya kita baru saja mengundang badai yang jauh lebih besar daripada sekadar monster."

​"Biar mereka datang," Do-Yoon menyarungkan pedangnya, matanya menatap tajam ke kejauhan. "Papan peringkat ini hanyalah daftar orang-orang yang harus kulewati untuk mencapai puncak."

​Di kejauhan, dari arah kota Seoul yang penuh dengan gedung pencakar langit, Do-Yoon bisa melihat puluhan pilar cahaya merah muncul. Itu bukan monster. Itu adalah sinyal dari serikat-serikat lain yang baru saja bangkit, yang kini melihat nama 'Han Do-Yoon' sebagai musuh yang harus disingkirkan sebelum ia menjadi terlalu kuat.

​"Mulai hari ini," Do-Yoon berbalik menghadap pasukannya. "Kita tidak lagi hanya berburu monster. Kita akan berburu mereka yang berani mencoba mengusik wilayah kita."

​Dan di balik awan yang mulai kembali cerah, mata para Rasi Bintang kini terpaku pada satu nama.

1
Alia Chans
Hadir kak 💪


jangan lupa hadir juga 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!