NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 14

Aluna membersihkan kotak bekalnya yang sudah tidak berisi lagi karena makanannya sudah dilahap habis oleh suaminya.

sedangkan Aryan hanya menatap Aluna terdiam, memperhatikan setiap gerak-geriknya.

Aluna yang merasa dilirik pun menatap wajah suaminya yang menatap dirinya sayu dan sendu.

"mas, karena makanannya sudah selesai sepertinya aku akan pulang setelah ini"

Aluna terus menatap wajah Aryan yang entah kenapa malah menatapnya sayu dan kedua bola matanya terlihat ingin sekali terpejam.

Aluna yang melihat itu justru khawatir dengan kondisi suaminya. takut suaminya ini kenapa-napa setelah memakan makanannya tadi.

"mas kamu enggak ke-" ucapan Aluna terhenti seketika saat tubuh besar suaminya tidak sengaja menabrak dan menindih tubuh kecilnya.

Hingga tubuh Aluna terlentang di atas sofa dengan posisi Aryan yang sepertinya tertidur di atas tubuhnya.

Aluna tentu terkejut dengan keadaan seperti ini.

dia menatap ke langit-langit ruangan itu dengan pandangan tidak percaya

lalu Aluna menatap wajah suaminya yang tertidur di atas tubuhnya, dengan begitu lelapnya.

"mas, enghh... berat mas" Aluna berusaha membangunkan tubuh suaminya, tapi usahanya itu sia-sia karena ternyata suaminya tidak bangun-bangun sama sekali

Aluna hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti ini. dia mengelus rambut suaminya pelan agar suaminya dapat tertidur dengan nyenyak.

lama-kelamaan entah kenapa mata Aluna juga terasa berat. hingga akhirnya Aluna pun memejamkan kedua matanya dan ikut tertidur dengan posisi suaminya yang masih tertidur di atas tubuhnya.

Pukul 20.00 malam

"enghh" lenguh Aryan membuka kedua matanya

dia menatap sekeliling ruangannya. ternyata hari sudah malam, tapi entah kenapa rasanya dia sangat malas sekali untuk bangun dari tidurnya.

rasanya sangat nyaman sekali. dengan mata yang mengerjap berkali-kali, dia pun mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang ternyata tertidur di hadapannya.

Aryan memperhatikan wajah itu. wajah yang sangat polos dan lembut. yang perpaduan antara cantik dan manis dan tiba-tiba saja membuat jantungnya mendadak berdetak tak karuan tidak seperti biasanya.

"hmm... enghh" lenguh Aluna dan membuka matanya perlahan, menatap wajah suaminya yang ternyata sudah menatapnya sedari tadi.

yang hidung mereka hampir saja menempel satu sama lain.

Aryan terus menatap wajah Aluna, tanpa berkedip sedikitpun. hingga sebuah panggilan dari Aluna menghentikan acara melihatnya itu.

"mas.... bagaimana kalo kita pulang sekarang? hari juga udah malam" ucap Aluna lirih.

"Ah, kau benar" Aryan pun bangun dari posisi tidurnya dan duduk di sofa, disusul oleh Aluna yang juga ikut duduk di sampingnya.

keduanya sempat terdiam sesaat. hanya menyisakan suara detakan jam yang terus berputar.

"mas-"

"maaf" ucap Aryan menundukkan kepalanya.

Aluna yang mendengar permintaan maaf dari suaminya menoleh ke arahnya dengan kening berkerut bingung.

untuk apa mas Aryan meminta maaf? emang mas Aryan ada salah kah? batin Aluna bertanya-tanya

"aku minta maaf sudah tidur di atas tubuhmu tadi"

"mas-"

"aku tahu perbuatanku tadi salah. seharusnya aku tidak melakukan hal seperti itu. aku benar-benar minta maaf, Aluna" Aryan terus menundukkan kepalanya sembari mengucapkan kata maaf tanpa menoleh sedikitpun ke arah Aluna.

"aku benar-benar menyes-"

belum Aryan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang halus dan lembut memegang kedua pipinya dan memaksanya menatap ke arah Aluna.

"mas. kamu ngomong apaan sih? aku nggak paham loh" tanya Aluna menatap wajah Aryan dengan penuh perhatian.

"A-aku minta maaf karena sudah tidur di atas tubuhmu tadi" jawab Aryan lirih

Aluna tersenyum penuh arti, menatap wajah tegas suaminya yang hari ini sungguh sangat berbeda dari sebelumnya. bahkan Aryan sendiri tidak menyadari perubahannya.

"mas ngomong apaan sih, aku nggak masalah kok kalo kamu nyaman kayak tadi. malahan aku senang kalo kamu bisa tidur nyenyak kayak tadi"

"aku juga tahu mas, akhir-akhir ini kamu jarang tidur kan. bahkan untuk jam makan kamu aja kamu sering lewatin karena terlalu fokus sama kerjaan kamu"

"aku juga tahu beberapa hari ini kamu sering lembur kan? pulang aja kadang jam 03.00 dini hari atau jam 04.00 dini hari. tidur kamu aja pasti kurang, mas" ucap Aluna sambil mengelus surai rambut Aryan dengan lembut.

dan untuk kali ini Aryan tidak marah sama sekali akan sikap Aluna padanya. malahan dia sangat suka dengan usapan lembut dari Aluna kepadanya.

"malahan tadi aku senang banget loh mas. kalo kamu bisa tidur nyenyak kayak tadi, mas. lihat kantung mata kamu aja udah hitam gini karena kurang tidur kan. jadi mas nggak perlu minta maaf soal tadi. aku nggak masalah kok" senyum Aluna menatap wajah sayu suaminya yang ada di depannya ini.

dan entah kenapa melihat senyuman manis Aluna, pikiran Aryan yang selama ini banyak diisi oleh tulisan-tulisan dari berkas-berkasnya kini sejenak hal itu langsung hilang. semua itu luntur setelah melihat senyuman Aluna yanh sangat menenangkan itu.

Bahkan bukan cuma pikirannya, hatinya juga ikut tenang setelah melihat senyuman Aluna.

ada apa ini? kenapa setelah aku melihat senyumannya tadi, hatiku mendadak tenang seperti ini batin Aryan.

"mas"

"Ah iya, kenapa"

"kita pulang yuk. hari juga udah malam. kamu juga pasti mau istirahat kan?" tanya Aluna menatap wajah tegas suaminya.

Aryan menganggukkan kepalanya, lalu berdiri dari duduknya. diikuti oleh Aluna, keduanya berjalan menuju parkiran mobil.

"kau mau kemana?" tanya Aryan saat melihat Aluna yang sepertinya ingin pergi setelah memainkan ponselnya sebentar.

"A-aku mau nunggu taksi, mas. tadi aku udah pesan taksinya, jadi aku bakal nunggu di sana" tunjuk Aluna ke arah gerbang untuk menunggu taksinya datang.

Aluna baru saja akan melangkahkan kakinya sebelum sebuah tangan kekar mencekal lengannya. hal itu sontak membuat dirinya menolehkan kepalanya, menatap wajah suaminya yang menatapnya datar.

"pulang bersamaku" ucapnya dingin

"Tapi-"

"hari sudah larut. jadi kemungkinan taksi pasti tidak ada jadwal jam kerja semalam ini" ucap Aryan

Aluna menatap jam di tangannya. ternyata sudah menunjukkan pukul 23.30 dengan berat hati, Aluna pun mengiyakan ajakan suaminya untuk pulang bersama.

sepanjang perjalanan, keadaan di dalam mobil sangatlah sunyi dan senyap. Aryan terus fokus menyetir, menatap jalanan tanpa melirik sedikitpun ke arah Aluna.

dan Aluna hanya menatap ke arah jendela mobil, memperhatikan gedung-gedung dan beberapa pengendara mobil juga motor yang masih berkendara. sepertinya mereka juga habis pulang dari kerja.

sesampainya di mansion, Aluna dan Aryan langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri masing-masing.

waktu mau tidur, Aryan yang biasanya langsung tertidur ketika bertemu dengan kasur, kini dia hanya menatap ke arah Aluna yang sedang mempersiapkan kasur tipisnya di lantai untuk tidur.

entahlah kenapa, Aryan sangat ingin tidur bersama Aluna. setelah tertidur di kantor tadi. Aryan sangat ingin sekali untuk tidur bersamanya. tapi karena gengsinya yang setinggi gunung Fuji, akhirnya dia hanya memendam keinginannya itu.

sedangkan Aluna sudah tertidur lebih dulu di kasur tipisnya.

"ehem.... A-Aluna" ucap Aryan dingin.

"iya mas" Aluna menolehkan kepalanya menatap wajah suaminya

Aryan terdiam sesaat.

"iya, mas. ada apa? apa mas perlu sesuatu?" tanya Aluna yang sudah duduk menghadap suaminya

"ehem, tidak ada. aku hanya ingin memanggilmu tadi. kalo begitu, selamat tidur" ucap Aryan dingin lalu kembali tertidur di kasurnya dengan menyelimuti seluruh tubuhnya

aneh batin Aluna heran

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!