NovelToon NovelToon
PRIMUS ARISTOKRAT

PRIMUS ARISTOKRAT

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:359
Nilai: 5
Nama Author: elzio_yanuar

PRIMUS ARISTOKRAT
Dikhianati tunangan.
Diremehkan keluarga.
Bahkan dibunuh demi harta warisan.
Semua orang mengira hidup Primus Valerian Aristokrat telah berakhir.
Mereka salah.
saat kembali dari ambang kematian, Primus membawa kemampuan yang membuat seluruh dunia terkejut.
Bisnis? Tak ada yang bisa mengalahkannya.
Bela diri? Musuh-musuhnya tumbang dalam hitungan detik.
Strategi? Bahkan para konglomerat dan bangsawan tua dipermainkan olehnya.
Ketika identitas aslinya perlahan terungkap, para petinggi dunia mulai gemetar.
Karena pria yang dulu mereka hina ternyata adalah kunci menuju kekayaan, kekuasaan, dan rahasia terbesar keluarga Aristokrat.
Mereka pernah menginjaknya saat jatuh.
Kini giliran Primus berdiri di puncak dan menentukan nasib mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elzio_yanuar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa nama

Perpustakaan keluarga Aristokrat selalu menjadi tempat favorit Primus sejak kecil. Saat anggota keluarga lain sibuk menghadiri pesta mewah, belajar etika bangsawan yang kaku, atau saling menjatuhkan demi mencari perhatian para tetua, Primus justru lebih sering menghabiskan waktu di ruangan sunyi ini. Tempat yang tenang, jauh dari kebisingan intrik, dan terbebas dari segala bentuk kepura-puraan yang memuakkan.

Namun, atmosfer malam ini terasa sangat berbeda. Primus masih berdiri mematung di depan meja baca tua berbahan kayu ek, jemarinya memegang selembar surat misterius yang baru saja ia temukan. Sorot matanya yang dingin kembali membaca baris kalimat yang tertulis di sana.

Jika kau ingin mengetahui kebenaran tentang keluargamu, datanglah sendirian.

Tidak ada nada ancaman yang tersurat, tidak ada juga penjelasan panjang lebar yang menyertainya. Surat itu hanya menyantumkan sebuah titik koordinat alamat di pinggiran kota, dan sebuah nama yang terdengar asing sekaligus aneh di telinganya.

Penjaga Cincin Aristokrat.

Cincin Aristokrat, gumam Primus pelan dengan suara yang nyaris tenggelam dalam keheningan malam. Nama itu tidak pernah sekali pun muncul dalam lembaran sejarah keluarga yang pernah ia pelajari. Padahal, sejak kecil ia sudah melahap hampir seluruh arsip rahasia klan, namun tidak pernah ada satu pun catatan resmi yang membahas tentang entitas bernama Cincin Aristokrat.

Satu hal yang paling mengusik rasa penasarannya adalah bagaimana bisa surat ini berada di sini. Jika ini hanya sebuah lelucon iseng, rasanya mustahil. Perpustakaan pribadi ini memiliki sistem keamanan tingkat tinggi dengan akses yang sangat terbatas, hanya segelintir orang dari garis keturunan utama yang bisa melangkah masuk tanpa memicu alarm.

Primus melipat kembali surat tersebut dengan gerakan tenang, lalu menyimpannya di balik saku jas. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil tindakan atau langsung mendatangi alamat tersebut malam ini. Orang yang bergerak impulsif karena rasa penasaran biasanya akan mati lebih cepat, setidaknya begitulah prinsip yang selalu diajarkan oleh mendiang kakeknya dulu.

---

Keesokan paginya, suasana di dalam mansion Aristokrat kembali berdenyut ramai. Para pelayan sibuk lalu-lalang membersihkan koridor, deretan mobil mewah keluar masuk melewati gerbang utama, dan aktivitas bisnis dari keluarga besar ini kembali berjalan seperti biasa seolah tidak pernah terjadi ketegangan apa pun sebelumnya.

Primus sedang duduk santai menikmati sarapan paginya di balkon kamar yang menghadap langsung ke arah lanskap kota, ketika ponsel di atas meja kayu di sampingnya bergetar pelan. Nama yang muncul di layar digital itu sempat membuatnya sedikit terkejut.

Marcus Hayden, Direktur Cabang Timur.

Selamat pagi, Marcus, sapa Primus begitu menggeser tombol hijau di layarnya.

Suara dari seberang saluran telepon terdengar sangat bersemangat, kontras dengan ketenangan Primus. Pagi, Tuan Muda. Saya membawa kabar yang sangat baik untuk Anda hari ini.

Primus mengangkat sebelah alisnya. Jarang sekali seorang Marcus Hayden yang biasanya kaku dan penuh perhitungan bisa terdengar seantusias ini di telepon. Kabar baik apa?

Bahkan bisa dibilang ini sangat baik, Tuan Muda, Marcus menjeda kalimatnya sejenak, menahan napas sebelum melanjutkan. Sejak Anda memerintahkan audit dan evaluasi total terhadap seluruh kontrak logistik kemarin, tim kami berhasil mengendus adanya kebocoran dana yang sangat masif. Jumlahnya fantastis, lebih dari dua belas juta dolar.

Primus tidak menunjukkan reaksi terkejut yang berlebihan, ekspresi wajahnya tetap datar karena ia sudah menduga adanya permainan kotor di sektor tersebut. Namun, ia harus mengakui kalau nominal yang disebutkan Marcus memang cukup besar untuk ukuran Cabang Timur. Dua belas juta?

Dan itu baru hitungan sementara dari sektor logistik utama yang berhasil kami lacak, Tuan Muda, jawab Marcus di seberang sana. Saat ini kami masih terus menyisir transaksi di divisi lain, dan saya yakin jumlahnya akan terus bertambah.

Primus menyunggingkan senyum kecil yang misterius. Bagus, setidaknya investasi kepercayaannya pada Marcus mulai membuahkan hasil. Teruskan penyelidikan kalian, tapi ingat, jangan membuat keributan yang tidak perlu di kantor pusat untuk saat ini.

Saya sangat mengerti, Tuan Muda, balas Marcus patuh sebelum akhirnya sambungan telepon itu terputus.

Primus kembali menatap hamparan gedung pencakar langit dari balkon kamarnya sembari menikmati embusan angin pagi yang sejuk. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, ia bisa merasakan sedikit ketenangan di tengah badai kompetisi yang sedang berlangsung.

Namun, momen tenang itu tidak bertahan lama karena beberapa menit kemudian, suara ketukan yang ritmis terdengar dari balik pintu kamarnya.

Tok, tok, tok.

Masuk, titah Primus tanpa menoleh.

Pintu kayu besar itu terbuka, menampilkan sosok Leonard, kepala pelayan senior yang sudah mengabdi pada keluarga ini selama puluhan tahun. Seperti biasa, penampilan pria tua itu selalu tampak rapi dan formal dengan setelan jas hitamnya yang tanpa cela.

Tuan Muda Primus, sapa Leonard sambil membungkuk hormat.

Ada apa, Paman Leonard?

Leonard melangkah mendekat, lalu mengulurkan sebuah amplop putih tebal ke arah Primus.

Lagi? Primus terkekeh pelan. Baru semalam ia mendapatkan surat misterius tanpa pengirim di perpustakaan, dan sekarang sebuah surat baru sudah mendarat lagi di mejanya.

Leonard ikut tersenyum tipis, memahami maksud sarkasme tuannya. Surat yang satu ini sifatnya resmi, Tuan Muda.Primus menerima amplop tersebut, merobek segelnya, dan langsung membaca lembaran

kertas di dalamnya.

Ternyata itu adalah sebuah undangan rapat darurat, namun skalanya bukan lagi internal keluarga, melainkan rapat umum pemegang saham untuk seluruh Cabang Timur yang dijadwalkan besok pagi.

Primus membaca setiap baris kalimat dalam undangan itu hingga selesai, lalu menghela napas pendek. Akhirnya, tikus-tikus itu mulai panik dan bergerak juga.

Leonard mengangguk setuju dengan analisis Primus. Tampaknya ada beberapa pihak di dewan direksi yang merasa sangat terganggu dengan pergerakan audit internal yang sedang Anda lakukan, Tuan Muda.

Tentu saja mereka terganggu, Paman, balas Primus dengan nada santai seraya meletakkan kembali kertas undangan itu ke meja. Orang-orang yang terbiasa kenyang karena mencuri uang, pasti akan langsung menggeliat kepanasan begitu piring makannya mulai diusik.

Leonard sempat tertawa kecil mendengar perumpamaan itu, namun beberapa detik kemudian, raut wajah pria tua itu berubah menjadi sangat serius. Sorot matanya memancarkan kecemasan yang mendalam. Tuan Muda Primus.

Hm?

Tolong tetaplah berhati-hati, ucap Leonard dengan suara yang agak ditekan.

Primus menoleh sepenuhnya, menatap kepala pelayannya dengan tatapan menyelidik. Kenapa akhir-akhir ini semua orang yang kutemui selalu mengucapkan kalimat peringatan yang sama?

Leonard menyunggingkan senyum pahit, matanya menerawang menatap lantai balkon. Karena saya sudah berada di mansion ini cukup lama untuk melihat bagaimana keluarga ini bekerja, Tuan Muda. Saya tahu persis apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang di dalam klan ini ketika posisi mereka mulai terancam.

Bersambung..

1
Toto Maki
sejauh ini alurnya bagus g muter" lanjut kembangkn lgi aku follow
yanuar saputra: terimakaaih kak atas saran nya, salam hangat☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!