Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Bangkai Ayam
Baru beberapa saat selesai dan bu Wati baru saja akan mengembalikan sapu dan pengki tiba - tiba ada suara dari luar rumah .
" Kulo nuwun ... " .
" Siapa ya pak ? " . Tanya bu Wati pelan mendekat pada pak Soni .
Pak Soni hanya mengendikkan bahu karena pak Soni juga tidak tahu .
" Biar bapak yang lihat bu " .
Pak Soni ke depan , tidak dengar percakapan selain hanya suara pak Soni saja yang mengucapkan terima kasih .
Kemudian terdengar langkah kaki pak Soni berjalan masuk dan menenteng kantong kresek .
" Siapa pak ? " .
" Tukang sayur bu , katanya dapat titipan dari seorang nenek untuk di berikan kepada kita " .
" Apa rumah ini ada tetangga nya ya pak ? " .
" Kalau mas tukang sayur tadi sih bilang nya rumah nya di ujung jalan depan itu bu " .
" Memang nya apa itu pak isi nya ? " .
Pak Soni memberikan kantong kresek yang di pegang nya pada bu Wati dan langsung di buka nya .
" MasyaAllah pak , ini sih sayuran , ada bayam sama ikan " .
" Alhamdulillah bu ada rezeki tidak terduga " .
" Bentar pak , ibu mau naruh sapu sama pengki dulu " .
Sementara bu Wati berjalan ke samping rumah , pak Soni tetap berada di dalam mengelap barang - barang yang tinggal beberapa belum di letakkan pada tempat nya .
" Pak , apa kita jadi berangkat sekarang ? " .
" Iya bu " .
" Gimana kita mau ke desa Rejo Sari kalau kita di beri ikan mentah gini pak , apa ndak busuk kalau kita bawa di perjalanan ? " .
Pak Soni menoleh seolah baru teringat kalau baru saja mendapat ikan mentah dari seseorang .
" Astaghfirullah !! " . Bu Wati memekik terkejut dan tersentak mundur .
" Ada apa bu ? " . Pak Soni bergegas mendekati bu Wati dan merengkuh bahu nya .
" Apa tadi ada yang masuk ke rumah ini selain kita pak ? " .
" Kenapa bu ? " .
" Itu sayur sama ikan nya kenapa jadi ayam .. " . Bu Wati merasa mual tiba - tiba .
" Nggak ada siapa - siapa bu selain kita " .
" Bapak lihat sendiri itu " . Bu Wati menunjuk kantong kresek yang tadi di letakkan di atas meja kecil .
" Astaghfirullah , kenapa sayur sama ikan nya malah jadi ayam busuk yang banyak ulat nya begini ya bu " .
" Rumah ini berhantu pak " . Bisik bu Wati .
" Sebetul nya wajar saja bu kalau ada sosok lain sebab sudah di biarin kosong sangat lama " .
" Terus bagaimana ini pak ? " .
" Sebaik nya kita segera meninggalkan rumah ini bu " .
" Pak Soni mengambil tas yang ada di dalam kamar kemudian menggandeng bu Wati untuk meninggalkan rumah itu " .
" BUMM !! " .
Pintu menutup sendiri dengan sangat kencang . Pak Soni memperhatikan ke sekeliling kalau saja ada orang lain atau bahkan sosok yang mengawasi mereka .
Akan tetapi tidak ada siapapun , akhir nya pak Soni berusaha membuka pintu akan tetapi sampai satu jam lama nya pintu itu tidak mau terbuka .
" Baiklah kami akan merawat rumah ini tapi tolong jangan pernah mengganggu ataupun menyakiti aku dan istri ku ! " . Pak Soni entah dapat ide darimana tiba - tiba saja berkata demikian .
Ucapan pak Soni membuahkan hasil , di saat itu juga pintu terbuka dengan sendiri nya seolah menyetujui yang diucapkan pak Soni baru saja .
" Pak , kenapa bapak berkata seperti itu ? " . Bu Wati masih bergetar dengan kesanggupan pak Soni .
" Nggak apa - apa bu , kita akan merawat rumah ini , siapa tahu pemilik nya menginginkan rumah ini ada yang merawat nya " .