NovelToon NovelToon
Terjerat Hati Adik Ipar

Terjerat Hati Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Thanaya Radiva dikira menikah adalah akhir dari kesepiannya. Arkan lelaki yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya setiap malam, selalu membuatnya bahagia.

Tapi setelah menikah, malam pertamanya jadi malam terakhir Arkan menyentuhnya. Akhir dari sikap hangatnya, semuanya telah berubah.

Sampai Naya tau, Mertuanya yang ternyata bermuka dua dan kehadiran Bara, adik Arkan, jadi bumerang dalam rumah tangganya. Bara lelaki dingin berhati hangat, siswa populer di sekolahnya dulu, menyimpan sejuta rahasia yang Naya ingin bongkar. Semakin Naya tahu, semakin ia terjebak dalam hati Bara.

Akankah Naya terus terjerat dalam cinta yang salah dengan adik iparnya? Atau ia akan mengakhiri jeratan itu demi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14- Suara Hati Yang Terucap

-Surabaya, Hotel A.

Tugas selesai. Map dan berkas berserakan di atas meja. Arkan berdiri, merapikan kemeja. Ia menatap Dewi yang sedang merapikan berkas-berkasnya.

Satu bulan ia ijin cuti dan kerja online, dan lima harinya ia bolos kerja. Lima hari tanpa kabar jelas ke kantor. Satu bulan Lima hari meninggalkan Naya di rumah bersama Bara dan ibunya.

“Aku harus jelasin ke HRD besok, Dew. Aku—”

Belum selesai, Dewi sudah melangkah maju dan memeluknya dari depan. Kedua tangannya melingkar di pinggang Arkan, wajahnya menempel di dada lelaki itu.

Kata-kata Arkan macet di tenggorokan.

Pelukan itu terlalu familiar, terlalu hangat, seperti jebakan yang sudah lama menunggu. Bau parfum Dewi langsung mengisi paru-parunya, menghapus semua alasan yang tadi mau ia ucapkan.

Arkan diam. Tangannya menggantung di udara selama satu detik, sebelum akhirnya perlahan turun dan membalas pelukan itu.

Di atas meja, ponselnya bergetar pelan. Nama Naya muncul di layar. Tapi Arkan tidak menoleh.

Ia sudah berkemas, sengaja tidak memberi kabar kepada Naya karena ingin memberi kejutan, ia pulang dua hari lebih awal setelah sebelumnya berkata seminggu lagi akan pulang.

Arkan tak sadar kalau Naya telah menelponnya beberapa kali, karena ponselnya ia letakkan jauh dari tempatnya berdiri.

"Apa bisa kita pulang sekarang?" tanya Arkan kepada Dewi yang tampak masih sibuk merapikan baju-bajunya kedalam koper.

Dewi langsung berhenti berkemas, ia melihat kearah Arkan. "Udah kangen sama Naya?"

Arkan beralih, memijat pelipisnya sebentar. Lalu kembali menatap Dewi yang sedari tadi masih terpaku melihat dirinya. "Dew, Naya istri aku, tentu aja aku kangen sama dia"

Dewi bangkit dari duduknya, ia berdiri tepat didepan Arkan, dekat, hanya sejengkal jarak mereka. "Tentu, aku tau kalau kamu bantu aku cuma sebagi senior dan junior" Ujar Dewi sambil menepuk bahu Arkan pelan. "Tapi, tak ada senior yang sampai rela cuti demi juniornya" ujar Dewi lirih sambil menarik kerah Arkan mendekati wajahnya.

Arkan langsung melepaskan tangan Dewi. Ia mundur memberi jarak, "Aku akan naik kereta saja" ujar Arkan lalu keluar dari kamar hotel Dewi.

Dewi metanatap pintu kamarnya ditutup dengan keras oleh Arkan, tangan kanannya mengepal keras.

......................

Pagi di kediaman Ibu Desy dengan matahari yang belum terlalu tinggi. Naya sudah bangun sejak subuh. Kini ia melepas apronnya di dapur. Sisa tepung masih menempel di pipinya. Ia baru saja selesai mengukus roti buat sarapan.

Suara langkah kaki membuat Naya menoleh.

Bara muncul dari balik pintu kamarnya. Wajahnya masih khas bangun tidur. Ia mengusap matanya yang buram sambil berjalan ke arah dapur.

Begitu sadar ada Bara, Naya langsung bergerak. Ia buru-buru meninggalkan dapur dan naik ke kamar. Rasa canggung sejak kejadian semalam masih menempel di kulitnya. Ia harus memberi jarak. Kalau tidak, mereka bisa melewati batas yang tidak boleh disentuh.

Bara berhenti di tengah lorong. Matanya mengikuti langkah Naya yang cepat menaiki anak tangga. Ia melihat sampai pintu kamar Naya tertutup.

Lelaki itu mengusap kasar rambutnya, lalu berbalik masuk lagi ke kamarnya. Pagi itu rasanya pengap. Apalagi sejak ia mengatakan perasaannya semalam. Tidak ada lagi rahasia yang ia simpan. Mungkin mulai sekarang Naya akan terus menghindar, terus memberi jarak.

Jam tujuh tepat, suara rem taksi terdengar di depan gerbang. Arkan keluar dari mobil dan menarik kopernya masuk ke halaman rumah. Tidak ada yang tau ia pulang hari itu

Arkan membuka pintu rumah. Langkahnya terhenti. Tidak ada pelayan yang menyambut. Ia menarik kopernya melewati ruang tengah, matanya menyapu seisi ruangan yang sudah lebih dari sebulan ia tinggalkan.

Di ruang makan, semuanya diam. Hanya ada suara garpu menyentuh piring pelan. Sampai suara roda koper memecah sunyi.

Arkan.

Naya langsung bangkit. Ia tidak peduli dengan yang lain. Ia berjalan cepat ke ruang tengah. Di depan kursinya, Bara hanya bisa melihat punggung Naya yang menjauh. Selera makannya hilang. Ia meletakkan garpu di sisi piring.

Di ruang tengah, Naya melihat Arkan. Suaminya pulang setelah sebulan meninggalkan dirinya di rumah ini. Naya langsung memeluk Arkan erat. Senyum yang sudah lama retak di wajahnya akhirnya muncul lagi.

Dari belakang, Ibu Desy dan Bara mendekat.

“Syukurlah nak, kamu udah pulang,” ucap Ibu Desy.

Naya melepaskan pelukannya. Giliran Bara yang memeluk Arkan.

“Gimana Mas, lancar kerjaannya?” tanya Bara setelah melepas pelukan.

Arkan tidak langsung menjawab. Ada jeda beberapa detik. Entah apa yang lewat di kepalanya saat itu.

“Lancar,” ujarnya singkat.

“Yasudah, naik gih istirahat dulu. Naya, bawa Arkan ke atas,” titah Ibu Desy.

Di dalam kamar, Arkan melempar kopernya asal. Tasnya ikut terhempas ke lantai. Ia langsung merebahkan diri di atas kasur empuk, lalu memejamkan mata perlahan.

Naya masih berdiri. Ia tidak duduk di sisi ranjang. Ia menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua yang sudah lama ia pendam. Seakan semuanya mau meledak saat itu juga.

“Mas, apa aku boleh tanya?”

Suaranya memecah keheningan.

Arkan hanya berdehem pelan. Matanya masih terpejam. Badannya terlentang, kaki menjulur ke lantai.

“Apa kamu beneran urus kerjaan pas di luar kota?” Naya bertanya hati-hati. Satu pertanyaan itu sudah terlalu lama menggema di kepalanya.

Arkan membuka matanya cepat, seperti bola matanya mau lepas. Ia langsung bangkit duduk di sisi ranjang.

“Nay, kamu gak percaya sama suamimu sendiri?”

Rahangnya mengeras. Urat di lehernya ikut menegang. “Suamimu capek habis pulang kerja di luar kota. Bukannya dipijitin, malah dicurigain.”

Suaranya naik. Wajahnya menegang. Untuk pertama kali, Naya melihat Arkan semarah itu.

“A..aku cuma pengen—”

“Pengen apa, Nay? Aku capek. Aku pengen istirahat.”

Arkan kini sudah berdiri tepat di depan Naya. Tanpa aba-aba, ia mendorong tubuh Naya keluar dari kamar. “Aku pengen sendirian dulu. Kamu terlalu berisik!”

Pintu kamar dibanting keras oleh Arkan. Suaranya menghantam telinga Naya sampai ia terperanjat.

Naya menyender di sebelah pintu yang tertutup dari dalam. Ia menghela napas berat. Dadanya terasa sesak, seperti diremas dari dalam. Pandangannya perlahan turun ke bawah.

Tepat di lantai bawah, Bara berdiri menghadap ke arahnya. Manik mata mereka bertemu dalam keadaan paling memalukan.

1
azzura faradiva
terlalu berbelit²,tinggal bilang aku ga jadi nikah aja kok susah....🙄
azzura faradiva
dasar si Arkan bunglon semoga saja pasangan gila itu mendapatkan karma,mereka tertawa bahagia diatas penderitaan dan luka hati si naya
azzura faradiva
seharusnya Naya menghilang dan pergi yg jauh,biar ga pernah bertemu lagi dgn kluarga gila itu lagi
azzura faradiva
pergi aja, ngapain juga masih bertahan di rumah syetan itu.udah di tindas harga diri di injak² masih aja mau di jadikan budak🙄
azzura faradiva
lagian jadi perempuan ga ada harga dirinya sama sekali,udah tau di budakin dan di khianati masih saja bertahan tinggal disitu
Raden Saleh
💪 semangat terus berupaya, karena cinta tak selalu mulus, dan perlu di perjuangkan. 👍
senjani jingga: benar sekali😁💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!