NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Papa kok gak pake baju?" Tanya Fathan dengan polos karena melihat sang ayah yang hanya berbalut handuk

"Papa habis mandi" Ujar Rizal lalu meraih pakaiannya yang telah Hanna siapkan "Nyebelin banget"

"Papa kayak marah?" Fathan menatap polos pada sang ibu

"Mana ada papa marah" Fathan memeluk sang ibu dan Hanna membalasnya

"Kamu itu sudah besar Fathan, harusnya jangan manja seperti ini lagi sama Mama" Rizal melepas pelukan sang putra dari Hanna

"Mas"

"Aku kan masih kecil, lagian aku udah lama gak tidur sama Mama" Fathan kembali berbalik dan memeluk Hanna membuat Rizal mendengus

Pria tampan itu lalu berbaring disamping putranya, memperbaiki selimut yang menutupi tubuh dua orang kesayangannya itu

Rizal mengecup Fathan dan Hanna secara bergantian lalu ikut memejamkan mata. Sejak tadi Rizal tidak bisa terlelap

Keinginan yang tertunda karena kedatangan Fathan, sejak tadi menggangunya. Ia memastikan jika Hanna telah terlelap lalu dengan perlahan turun dari tempat tidur

Rizal membuka pintu dengan sangat perlahan, setelah memastikan Hanna tidak bangun barulah ia meninggalkan kamar

Tujuannya jelas adalah kamar Arum, sejak tadi ia gelisah karena permainannya yang tidak tuntas bersama Hanna

Rizal mengetuk, sepertinya Arum memang telah menunggu kedatangannya karena wanita itu sudah menyambutnya dengan senyuman manis

Arum mundur, setelah Rizal masuk wanita cantik itu lalu menutup rapat pintu "Kamu kesini?"

"Aku butuh kamu"

Mengerti, Arum sudah merendahkan tubuhnya dengan berjongkok didepan Rizal. Pria itu reflek memejamkan matanya saat Arum memulai aksinya

Mereka selesai saat hari hampir pagi, mungkin sekitar pukul tiga. Rizal mengecup bahu polos Arum yang sudah sangat lelah

"Terima kasih"

"Aku memang sengaja melakukannya"

Rizal mengerutkan keningnya "Maksud kamu?"

"Aku sudah bilang kalau kamu tidak boleh menyentuh mbak Hanna lagi, tapi kamu hampir melanggar" Arum terlihat kesal

"Kamu tau"

"Iya, dan aku yang menyuruh Fathan untuk kekamar kalian" Rizal hanya bisa menghela napasnya

Bagaimana ia bisa menahan diri jika Hanna terlihat begitu menggoda. Biarlah dia melakukan ini dulu, setelah ini juga Arum akan meninggalkan rumah dan dirinya bisa puas dengan memiliki dua wanita

***

"Mas, kamu nemenin aku kan hari ini?" Tanya Hanna pada sang suami

"Memangnya ada apa hari ini?"

"Kamu gimana sih mas, hari ini kan aku periksa kandungan" Wajah Hanna terlihat masam

Astaga, bagaimana Rizal bisa melupakan hari penting ini. Selama ini Rizal menjadikan jadwal periksa Kandungan Hanna sebagai hari yang penting

"Maafkan mas sayang, mas beneran lupa! Maaf yaa" Rizal mendekat pada sang istri yang terlihat merajuk

"Kok bisa lupa sih?"

"Iya, akhir-akhir ini mas memang banyak pekerjaan. Maaf yaa" Rizal sudah memeluk tubuh istrinya

"Ya udah, tapi mas bakal nemenin kan?"

"Iya dong, mas mau lihat princess ini! Bagaimana bisa dia membuat Mama nya terlihat semakin seksi" Rizal berbisik diakhir kalimatnya membuat Hanna tersipu

"Udah ah, Mas siap-siap sana!" Rizal mengangguk, Hari ini ia akan mengajukan cuti demi untuk menemani istrinya

Pasangan suami istri itu menuju rumah sakit tempat dimana selama ini Hanna melakukan pemeriksaan

"Selamat pagi pak, Bu" Sapa seorang dokter wanita berusia sekitar empat puluh tahunan

"Selamat pagi dokter"

Hanna berbaring diatas ranjang dengan dokter yang mulai menempelkan sebuah benda diatas perut buncitnya

Rizal melihat semuanya, disana ada putrinya yang sebentar lagi akan hadir diantara mereka

Bahkan cairan bening sudah luruh saat Rizal mendengar detak jantung bayinya. Membuat Hanna terharu

"Mas"

Pria tampan itu menggeleng "Mas terharu sayang, dia putri kita"

Hanna tersenyum, setelah selesai Rizal lalu membantu Hanna untuk turun dengan memegangi nya

Dokter juga mengatakan tentang kondisi Hanna yang tekanan darahnya sedikit tinggi. Wanita hamil ini tidak bisa mengalami stress dan ini adalah tugas Rizal sebagai suami

Setelah meninggalkan rumah sakit, Rizal diam saja, ia pandangi hasil cetak USG dengan perasaan haru

Terbesit keinginan untuk mengakhiri hubungan gelapnya dengan Arum, ia ingin membina rumah tangga yang bahagia bersama istri serta anak-anaknya

Jika hubungan ini terus berlanjut maka cepat atau lambat Hanna akan mengetahuinya, ia tidak ingin kehilangan Hanna tidak akan pernah

"Mas" Tegur Hanna karena suaminya itu diam saja "Ada apa?"

"Enggak sayang, mas cuma gak sabar mau lihat dia lahir" Ujarnya seraya mengusap perut buncit istrinya itu

"Sabar mas! Tinggal dua Minggu lagi dan kita akan bertemu dia" Rizal mengangguk

"Tapi kamu harus ingat pesan dokter untuk tidak stress!" Rizal mengingatkan

"Selama kamu tidak bikin ulah, aku pasti gak akan stress"

Rizal diam, keselamatan istri serta calon buah hati mereka tergantung pada dirinya. Tidak, ia tidak akan bisa kehilangan Hanna

"Aku bercanda mas, kamu gak mungkin selingkuh kan?" Hanna tersenyum dan Rizal membalasnya dengan senyum terpaksa

"Aku mau ke salon, mas mau kerja kan?" Rizal mengangguk sebagai jawabannya

"Iya, mas mau ngecek proyek. Tadinya mau cuti tapi kayaknya gak bisa" Ujar Rizal dan istrinya itu mengangguk

"Ya udah, anter aku ke salon! Terus mas bisa pergi. Aku akan pulang pake taksi online aja" Hanna tersenyum

"Gak apa-apa emangnya?" Rizal merasa khawatir "Mas bisa jemput kalau urusan kamu di salon udah selesai!"

"Gak perlu mas, mas bisa kerja aku gak apa-apa kok"

"Ya udah, tapi harus hati-hati! Kalau ada apa-apa langsung telepon mas"

Hanna mengangguk "Iya mas"

Rizal mengantarkan Hanna hingga ke salon langganan. Disana Hanna sudah janjian bersama para sahabatnya

"Mas pergi dulu! Pokoknya harus hati-hati!"

"Iya mas! Bawel ah" Hanna mencium punggung tangan sang suami lalu Rizal membubuhkan kecupan mesra di kening

Hanna masuk, dimana sudah ada para sahabatnya yang telah memulai perawatan kecantikan

"Hay, maaf yaa aku telat. Tadi periksa Kandungan dulu soalnya" Hanna duduk ditempatnya

"Duuh Bumil, bentar lagi lahiran yaa!" Tangan Jessica terulur mengusap perut buncit sahabatnya itu

"Iya, padahal udah yang kedua. Tapi aku masih deg-degan aja" Hanna terkekeh

"Kamu periksa kandungan sama siapa, Han?" Tanya Nindy yang tengah melakukan nail art

"Sama mas Rizal, tapi dia langsung balik kerja lagi"

"Kamu gak punya kecurigaan apapun sama Rizal?" Hanna mengernyit, apa maksud dari pertanyaan Nindy ini

"Maksud kamu?"

"Waktu itu aku gak sengaja ngeliat suami kamu di cafe sama perempuan"

Hanna terdiam, hatinya jelas menolak apa yang Nindy ucapkan. Suaminya tidak akan pernah melakukan itu karena Rizal begitu mencintainya

"Maksud kamu apa?"

"Rizal ada di cafe sama perempuan! Aku gak tau perempuan itu siapa" Nindy mengatakan dengan penuh keyakinan

Ia tidak ingin sahabatnya berada ditangan pria seperti Rizal yang tukang selingkuh itu

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!