NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Yang Bodoh

Di kediaman keluarga Munic di Kota Laviata, suasana pagi yang biasanya tenang kini berubah menjadi medan pertempuran yang menegangkan. Lukas Munic berjalan mondar-mandi di dalam ruang kerja pribadinya dengan rahang yang mengatup rapat. Guratan kecemasan dan amarah yang luar biasa tercetak jelas di dahi pria paruh baya itu.

​Di depannya, Maria, istri keduanya sekaligus ibu kandung Talitha berdiri dengan melipat kedua tangan di dada, menampilkan wajah angkuh yang sama sekali tidak merasa bersalah.

​"Kamu benar-benar sudah gila, Maria!" bentak Lukas, suaranya menggelegar menembus dinding-dinding kayu ek di ruangan itu. "Langkah kaki Talitha ke Wilayah Maldav adalah bentuk bunuh diri! Dan kamu... kamu justru membiarkannya dengan memberikan tiket pesawat itu?!"

​"Tetapi Talitha harus mendapatkan penjelasan, Lukas!" balas Maria dengan suara yang tidak kalah melengking, matanya melotot tajam menatap suaminya. "Dia adalah tunangan Tuan Batara sejak awal! Seluruh aliansi bisnis kita dan klan The Inferno dirancang untuk menyatukan Batara dan Talitha! Tapi kenapa sekarang posisinya digantikan? Kenapa jalang kecil itu, Sonya... anak kandungmu yang berpenyakitan dan pembawa sial itu yang justru dinikahi oleh Tuan Batara?!"

​Lukas mengepalkan tangannya di sisi tubuh, menatap istrinya dengan pandangan muak. "Apa kamu pikir ini semua adalah keinginan Sonya? Bukan, Maria! Otakmu di mana, hah?! Kemarin malam Jevan datang ke sini dan memperjelas semuanya. Tuan Batara sendiri yang menginginkan Sonya untuk dibawa ke Maldav, bukan Sonya yang mengemis untuk pergi ke sana!"

​"Tidak mungkin!" teriak Maria, wajahnya memerah karena kedengkian yang sudah mendarah daging. "Tidak mungkin Tuan Batara buta dan lebih memilih menikahi rongsokan seperti Sonya! Talitha jelas lebih unggul dalam aspek apa pun! Dia cantik, dia berkelas, dan dia memiliki darah murni Munic yang sah! Sementara Sonya? Dia hanya anak dari mantan istrimu yang sudah mati, wanita lemah yang hanya bisa menyusahkan keluarga ini! Kau—"

​Plakk!!!

​Suara tamparan yang luar biasa keras memutus kalimat Maria. Telapak tangan Lukas mendarat dengan telak di pipi kanan Maria, membuat wanita paruh baya itu terhuyung mundur hingga pinggulnya membentur tepian meja kerja.

​Suasana mendadak menjadi sunyi senyap, digantikan oleh deru napas Lukas yang memburu kasar.

​"Sonya memang sakit, tetapi bukan berarti kamu bisa menghinanya sesuka hatimu di rumah ini, Maria!" desis Lukas, suaranya rendah namun sarat akan ancaman yang menekan. Selama bertahun-tahun dia diam melihat Sonya ditindas oleh Maria dan Talitha, namun menyeret keluarga mereka ke dalam lingkaran murka Batara Moretti adalah garis batas yang tidak bisa dia toleransi.

​Maria memegangi pipinya yang perlahan mulai memerah dan berdenyut sakit. Matanya menatap Lukas dengan pandangan tidak percaya bercampur kilatan benci yang mendalam. "Lukas! Kamu... kamu menamparku?! Demi anak haram itu, beraninya kamu menyakitiku?!"

​"Tutup mulutmu!" potong Lukas dingin. Dia membalikkan badan, enggan menatap wajah histeris istrinya. "Sekarang, sebaiknya kamu gunakan seluruh jaringanmu untuk mencari tahu kondisi Talitha di Maldav. Berdoalah kepada Tuhan agar anak kesayanganmu itu belum menyentuh atau melukai Sonya di sana. Jangan sampai... jangan sampai anak itu pulang ke Laviata hanya tinggal nama dalam kotak kayu."

​"Lukas!!! Kamu mendoakan anak kandungmu sendiri mati?!" teriak Maria histeris, air matanya mulai luruh karena rasa frustrasi dan ketakutan yang mendadak menyerang dadanya. "Kamu memang sialan, Lukas! Kamu ayah yang tidak punya hati!"

​Lukas tidak memedulikan makian itu. Dia tahu betul siapa Batara Moretti. Sekali harimau Maldav itu diusik, maka seluruh garis keturunan pelakunya bisa diratakan dengan tanah dalam semalam.

​Sementara itu, di lantai atas Gedung Utama Mansion Moretti, keheningan menyelimuti kamar tidur utama yang luas.

​Entah berapa lama Sonya tertidur. Ketika kesadarannya perlahan-lahan kembali, hal pertama yang dirasakannya adalah rasa kantuk yang teramat sangat dan tubuh yang terasa sangat berat, seakan-akan ada sesuatu yang besar dan kokoh sedang menindihnya, mengunci pergerakannya.

​Sonya membuka kelopak matanya yang terasa lengket dengan perlahan. Pandangannya yang masih agak kabur langsung menangkap pemandangan sebuah lengan kekar yang dipenuhi otot padat sedang melintang di atas dadanya. Lengan itu berada dalam posisi tengah memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat erat, menyalurkan kehangatan yang konstan.

​Sonya menunduk sedikit untuk melihat kondisinya sendiri. Jantungnya berdesir hebat ketika menyadari bahwa dia masih berada dalam kondisi yang sama seperti sebelum dia kehilangan kesadaran, dia hanya memakai pakaian dalam saja, sementara sosok pria di belakangnya, Batara Moretti, sedang tertidur dalam posisi bertelanjang dada. Kulit dada bidang Batara yang dingin bersentuhan langsung dengan kulit punggungnya yang kini sudah mulai mendingin.

​Sonya menarik napas pendek, mencoba menahan kepanikan yang mendadak menyerang. Dengan sangat hati-hati, dia menggerakkan tangan kirinya untuk menyingkirkan lengan kekar Batara dari atas dadanya. Namun, baru saja dia menggeser tubuhnya sedikit, sebuah sentuhan benda asing di punggung tangannya membuat dia tersentak.

​Sonya menoleh dan baru menyadari bahwa sebelah tangannya, tangan kanannya kini dalam kondisi terinfus. Sebuah selang kecil transparan mengalirkan cairan bening dari botol medis yang menggantung di tiang besi sebelah ranjang, menancap rapi di pembuluh darahnya.

​Apa aku tidur seharian? batin Sonya dengan bingung, menatap langit-langit kamar yang temaram.

Ya."

​Sebuah suara bariton yang berat dan serak khas orang baru bangun tidur mendadak terdengar tepat di belakang telinga Sonya, membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika. Sonya langsung menegang kaku, tidak berani menggerakkan seujung jarinya pun kala mendengar suara khas suaminya.

​Sonya memang tertidur seharian penuh. Lebih tepatnya, Batara sendiri yang memerintahkan dokter pribadi klan untuk memasukkan dosis obat tidur dan penenang tingkat tinggi ke dalam cairan infusan Sonya. Pria itu sengaja melakukannya agar istrinya yang memiliki tubuh rapuh itu bisa beristirahat lebih lama dan memulihkan traumanya tanpa perlu merasakan sakit akibat sisa-sisa siksaan Talitha tadi pagi.

​Setelah Batara selesai memberikan pelajaran yang berdarah kepada Talitha di ruang isolasi bawah tanah, pria itu langsung membersihkan tangannya, berganti pakaian, dan kembali ke dalam kamar pribadinya. Meskipun beberapa jam yang lalu suhu tubuh Sonya telah kembali normal berkat dekapannya, tetapi Batara tetap memilih untuk tidur di sampingnya, memeluk tubuh mungil itu dengan erat seperti di awal seolah takut mangsanya akan melarikan diri jika dia melepaskannya.

​Cengkeraman tangan Batara di pinggang Sonya semakin mengerat, menarik tubuh gadis itu tanpa jarak hingga bokong Sonya menempel sempurna pada area sensitif pria itu.

​"Kemana?" tanya Batara singkat. Nada suaranya dingin, tanpa intonasi, namun sarat akan interogasi yang mengintimidasi.

​"A-Aku... i-ingin ke kamar mandi, Tuan," ucap Sonya dengan suara yang sangat pelan dan terbata-bata karena takut. Tenggorokannya terasa sangat kering seperti padang pasir.

​Tanpa mengeluarkan kata-kata balasan, Batara langsung menyibak selimut tebal beludru hitam yang membungkus mereka dengan satu gerakan kasar. Dia bangun, lalu dengan mudahnya mengangkat tubuh mungil Sonya ke dalam gendongan ala bridal style, mengabaikan fakta bahwa selang infus bergoyang mengikuti pergerakan mereka. Batara membawa tiang infus itu dengan satu tangannya yang lain, melangkah lebar menuju kamar mandi mewah yang terletak di sudut kamar.

​Batara membawa Sonya masuk, lalu mendudukkannya di atas kloset duduk yang tertutup.

​Mendapatkan perlakuan yang begitu tiba-tiba, wajah Sonya seketika memerah padam hingga ke ujung telinganya. Dia merasa sangat malu dan canggung, mengingat kondisinya yang saat ini hampir telanjang bulat di depan pria yang menatapnya dengan pandangan sedingin es itu.

​"Tu-Tuan... bisakah tu-tunggu di luar?" cicit Sonya, kedua tangannya bergerak refleks menutupi bagian dadanya yang terekspos.

​Batara berdiri kokoh di depannya, menatap Sonya dari atas ke bawah dengan pandangan datar tanpa ekspresi yang biasa dia tunjukkan. "Lakukan saja," ucap Batara pendek, suaranya bergema di dalam kamar mandi yang luas itu. "Semua bagian tubuhmu sudah aku lihat. Tidak ada yang perlu disembunyikan."

​Mendengar jawaban yang begitu frontal dan kaku, Sonya hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya yang kini sudah semerah tomat.

​Namun, alih-alih keluar, Batara justru melangkah menuju area shower yang dibatasi oleh kaca transparan. Tanpa rasa canggung sedikit pun di depan istrinya, Batara melepaskan celana panjang hitamnya yang tersisa, melemparkannya ke keranjang pakaian kotor, lalu memutar keran dan menyalakan shower. Pria itu mulai mandi di depan Sonya, membiarkan guyuran air dingin membasahi rambut hitamnya dan mengalir melewati lekuk-lekuk otot tubuh atletisnya yang sempurna.

​Hawa panas yang aneh mendadak langsung terasa menjalar di sekujur tubuh Sonya. Matanya yang semula ingin berpaling, entah mengapa seolah terpaku pada pemandangan di depannya.

​Di-dia mandi di depanku... batin Sonya, jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
oh ternyata Ibu Yooka yang menjadi pengasuh Batar, pantes aja jalau dia paham sama sifat Batara
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Astaga Batara kamu tega banget sih jadi cowok mentang2 di takuti seenaknya ajs sama perempuan, apa kamu gak kasihan sama Sonya yang ketakutan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
pantes aja si Jenna kasar banget ternyata dia punya obsesi terhadap bosnya sendiri
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Talitha harusnya kamu tuh berfikir kenapa orang memilih Sonya, harusnya kanu jadikan pelajaran bukan malah hidup dengan kedengkian
Muft Smoker
kak jgn sampe deeh si batara tdur sama thalita ,,
kasihan Sonya gx pnrh bahagia ,,
lgan si Sonya lemah amat kak ,,
kasih kekuatan super kek si Sonya ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 😭😭😭😭😭😭
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ladalah Jenna masih ada disana kirain sudah dibuang jauh jauh dan ini Sonya kau terlalu lemah sekali kapan kau jadi kuat dan berani 🤔😔😔
SENJA
yaelaaah lemah banget lu kan isteri mafia, hadeeeh berubah dikit kek
SENJA
kirain jena udah dipecat hadeeh
SENJA
jangan terpedaya batara si lacur lagi sandiwara
SENJA
lacur emang lah kau sampah 😤
RANDI Satriandi
tuhh kan.. bener plot twist. ternyata Sonya udh duluan donor darah
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: 🤣🤣🤣🤣 tau aja
total 1 replies
RANDI Satriandi
kok curiga saya.. Sonya abis donorkan darah untuk jevan diam².. biasanya othor yang satu ini bikin plot twist/Applaud//Applaud/
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/iya gitu
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
berani bersikap kurang ajar seperti ini, karena iri hati kah 😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
air mata buaya Betina 😑 penuh kepalsuan
Muft Smoker
kak bikin aj dstu mati lampu ,, ad sosok penjaga yg postur tubuh ny sama dg batara ,, yg masuk menggantikn batara ,, pas udh beres lampu nyalah ,, syik syak syok gx tuh si thalita ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😑 masa pakai darah Thalita, nnti makin besar kepala diaa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
harusnya gak perlu panggil tuan 🤭🤭
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
gak perlu takut lagii, kmu istri Batara, harusnya mreka yg takut sama kamuu
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
pantas saja ada musuh di balikk selimut 😑
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Batara kena jebakan kahh ini? 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!