NovelToon NovelToon
Pak CEO Pemikat Hati

Pak CEO Pemikat Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Setya

Hallo guys...

Selamat datang dikarya pertamaku...


PAK CEO PEMIKAT HATI


🌹Raka Aditya🌹
&
🌹Zara Paramitha🌹


"Maafkan saya, jika saya sudah terlalu dingin dan cuek ke kamu. Tapi saya janji, saya akan bersikap hangat kepada kamu dan saya akan berusaha membuat kamu jatuh cinta kepada saya," ucap Raka sambil memegang tangan Zara lembut.

"Emm, promisse?" ucap Zara sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke Raka.

Raka tersenyum senang. Ia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zara. "I'am promisse," ucap Raka sambil mengusap pucuk kepala Zara.

"Pak CEO ku memikat hatiku..." ucap Zara tersenyum memandang wajah Raka. Raka tersenyum mendengar ucapan Zara.


Jangan lupa Vote,Like and comennya yaa!!!!

Follow IGku : @nona.rul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan

Diperjalanan tak ada seorang pun baik Raka maupun Zara yang mengeluarkan suaranya. Mereka terhanyut dalam suasana hening dengan perasaan canggung yang menyelimuti mereka.

"Ekhm_ekhmm," Raka berdehem memecah keheningan.

Raka melirik ke arah Zara, namun tak ada reaksi dari Zara. Zara masih duduk diam dengan tatapan menghadap ke luar kaca mobil.

"Ekhmm_ekhmm," Raka berdehem lagi tapi kali ini dengan intonasi yang sedikit keraskan.

"Pak CEO sakit tenggorokan?" tanya Zara sambil menengok kursi kemudi disebelahnya.

"Memang jika saya berdehem itu menandakan jika saya itu sedang sakit tenggorokan?" Raka balik bertanya.

"Menurut mbah google sih gitu pak!" jawab Zara asal.

Mbah Google : Kamu itu berdosa banget thor, gue ngga tau apa-apa, kok dibawa-bawa sih.😑

Author : Sorry Mbah Google, ampun Mbah google.🙏😂

"Oh seperti itu nona!" ucap Raka.

"Ya elah pak, pake panggil gue nona segala. Panggil kaya biasa aja kali!" ucap Zara.

"Memang biasanya saya memanggil kamu dengan sebutan apa? Sayang?Pacarku? My Honey? Atau.." Raka menjeda ucapannya. Matanya melirik ke arah Zara.

Zara mengernyit heran. "Atau apa pak?" tanya Zara penasaran.

"Atau Sekertaris bawel, cerewet, galak, suka ngambek, dan gemesin yang bisa bikin saya jatuh cinta hahahah.." ucap Raka sambil tertawa menggoda.

"Gue ngga bawel apalagi cerewet ya pak dan ya gue juga ngga galak dan bukan orang yang suka ngambek!" ucap Zara tak terima dengan ucapan Raka.

"Yang bener, gue itu seorang yang baik hati dan tidak sombong, ramah dan juga rajin menabung. Kalo gemesin sih itu emang fakta," ucap Zara menyombongkan diri.

"Katanya ngga sombong, itu barusan kamu nyombongin diri kamu sendiri," ucap Raka.

"Tau ah debat sama pak Ceo itu gak ada finishnya. Dan GAK ADA FAEDAHNYA BUAT HIDUP!" ucap Zara menekan terakhirnya dengan kesal. Raka hanya terkekeh melihat raut wajah kesal Zara.

"Kamu kesal sama saya?" tanya Raka santai. Zara hanya diam menanggapi Raka.

Udah tau pake nanya lagi pak. Lo gak liat apa muka gue yang nahan kesel ini.

Batin Zara kesal.

"Kalau kamu diam berarti kamu memang sedang kesal sama saya. Jadi sekarang saya harus menghilangkan kekesalan kamu. Tapi gimana ya?" ucap Raka. Zara hanya memutar bola matanya malas, ia memilih melihat ke luar kaca mobil.

Raka menatap ke luar mobil. Ia melihat pedagang es krim di jalan. Ia tersenyum seperti menemukan suatu ide cemerlang, lalu memberhentikan mobilnya dipinggiran jalan.

Menyadari mobil yang ditumpanginya berhenti. Zara segera melihat kesamping, tapi kursi sampingnya telah kosong. Raka keluar dari mobil tanpa memberitahunya.

"Pak Ceo mau kemana?" tanya Zara agak berteriak melihat Raka sedang menyebrang jalan. Tapi Raka tak menjawab mungkin karna tak mendengarnya atau pura-pura tidak mrndengarkan. Yang pasti itu membuat Zara bertambah kesal pada Raka.

"Ngeselin banget sih pak CEO, gue ditinggal di mobil sendirian. Dipinggiran jalan lagi ntar kalo mobilnya diderek gimana?" gerutu Zara.

Beberapa saat kemudian Raka kembali ke mobil. Zara menyadarinya dan segera menghadap ke kursi kemudi Raka dan menatapnya tajam.

"Pak CEO abis darimana? Keluar mobil gak bilang-bilang dulu!" ucap Zara ketus.

"Kenapa? Kamu kangen sama saya?" tanya Raka menggoda.

"Diih jangan ke-GRan yah pak,gue kaga kangen sama pak CEO!" ucap Zara.

"Kalau bukan kangen apa? Rindu?" tanya Raka lagi.

"Gue kaga kangen ataupun rindu sama lo pak! Yang ada gue bosen liat tampang lo yang...." sebelum Zara menyelesaikan ucapannya Raka sudah memotong ucapannya lebih dulu.

"Tampan. Saya akui saya itu tampan Zara jadi kamu ngarang alasan kalau kamu itu bosen liat tampang saya padahal sih sebenernya dilubuk hati kamu yang paling dalam itu sangat sangat tergila-gila dengan ketampanan saya ini," ucap Raka percaya diri.

"Dan ya masalah kangen ataupun rindu kamu ke saya itu saya paham. Ya seperti kata Dilan lah Rindu itu berat kamu ngga akan kuat, biar saya saja. Saya ikhlas kok!" ucap Raka bertingkah ala-ala Dilan.

Zara terkesima dengan ucapan yang dilontarkan Raka padanya. Ia berpikir kemana hilangnya sikap cowo dingin, arogan, dan sombong dari seorang Raka.

Sejak kapan Pak CEO jadi Buchin Parah kek gini.

Batin Zara bertanya-tanya.

"Kamu kenapa diem aja? Benerkan ucapan saya barusan?" tanya Zara.

"Tau lah pak CEO ngeselin! Gue kan tadi cuman nanya Pak CEO pergi kemana trus main pergi aja ngga izin sama gue dulu. Kok pak CEO jadi jawabnya sampe ke kangen rindu gitu sih? Pake disambung-sambungin ama kata-kata Dilan lagi. Dasar CEO buchin! " ucap Zara kesal.

"Hmm iya iya. Tadinya saya mau izin pergi sama kamu, tapi berhubung kamunya lagi kesel sama saya. Ya udah saya asal keluar saja," ucap Raka santai.

"Oh gitu. Soo pak CEO barusan abis dari mana sih?" tanya Zara.

"Saya habis beli obat," ucap Raka.

"Obat? Obat apa pak? Pak CEO sakit?" tanya Zara sambil menempelkan punggung tangannya dikening Raka. Raka hanya terkekeh membuat Zara mengerutkan dahinya bingung.

"Saya tidak sakit Zara. Saya tadi pergi membeli obat kesal untuk kamu.Ini obatnya," ucap Raka sambil menunjukan plastik berisi es krim.

"Kata orang es krim ini bisa mengobati orang yang sedang kesal, jadi saya belikan es krim ini buat kamu biar kamu tidak kesal lagi kepada saya," ucap Raka. Mendengarnya Zara hanya diam sambil memanyunkan bibirnya membuat Raka gemas melihatnya.

"Jadi mau gak nih es krimnya?" tanya Raka.

Zara hanya diam. "Kalo ngga mau ya udah," ucap Raka sambil membuka es krim hendak memakannya, matanya melirik menatap Zara.

Zara segera merebut es krim yang hendak dimakan oleh Raka. Lalu ia memakannya.

"Pak CEO kalo udah kasih es krim ke orang lain jangan diambil lagi dong. Kaya ngga niat ngasih aja sih," ucap Zara sambil memakan es krimnya.

"Tadi katanya ngga mau? Terus sekarang main rebut aja!" ucap Raka mencubit pipi Zara gemas.

"Pak Ceo ngga peka sih jadi cowo. Kalo cewe diem aja atau bilang ngga mau itu artinya dia itu mau pak!" ucap Zara. Raka hanya terkekeh mendengarnya.

Raka segera melajukan mobilnya sedangkan Zara sibuk menghabiskan es krimnya.

"Pak CEO kita mau kemana sih?" tanya Zara sambil memakan es krim.

"Jalan-jalan," jawab Raka singkat membuat Zara menatap sebal.

"Gue tau kita mau jalan-jalan pak. Tapi pertanyaannya kita mau jalan-jalan kemana? Gak mungkin kan kita cuman muter-muter keliling kota aja?" tanya Zara.

"Memangnya kamu mau kita jalan-jalan kemana?" Raka balik bertanya.

"Astaga pak CEO, tadi kan pak CEO yang ngajakin saya jalan. Kenapa sekarang pak Ceo nanya sama saya mau jalan kemana!" ucap Zara dengan intonasi yang sudah sedikit tidak bersahabat.

Mendengar intonasi Zara yang mulai naik Raka menanggapinya dengan tersenyum. "Ok, saya mau ngajakin kamu nonton di Bioskop trus belanja di Mall lanjut makan di Restoran. Kita ke tempat kayak orang pacaran gitulah," ucap Raka.

"Pak CEO bilang dong dari tadi!" ucap Zara agak kesal.

"Iya Iya jangan kesel gitu dong nanti cantiknya ilang loh," rayu Raka membuat Zara memelototkan matanya.

Pak CEO ngerayu gue? Ini sesuatu yang langka banget, bisa masuk daftar keajaiban dunia ngga ya?

Batin Zara.

"Kenapa mata kamu melotot gitu Zar?" tanya Raka melihat Zara memototkan matanya.

"Ehmm ngga papa kok pak CEO," ucap Zara memberikan senyum termanisnya.

Tak lama mereka pun sampai di depan sebuah Mall besar dikotanya. Raka segera memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil diikuti Zara.

Raka dan Zara melangkahkan kakinya menuju bioskop. Zara mendesis karna antrean tiket terlalu panjang. Ia terkejut ketika Raka menariknya menerobos antrean pembeli. Saat ini mereka sudah berada di Counter pembelian tiket.

"Film apa?" tanya Raka.

"Ehm terserah pak CEO aja deh!" jawab Zara.

"Horor mau?" tanya Raka lagi.

"Terserah!" ucap Zara.

Raka menyebutkan salah satu film horor dan ia segera membayar tiket lalu memegang tangan Zara. Ia menarik Zara menuju tempat pemesanan makanan.

"Tumben beli tiketnya ngga lama?Padahal tadi antreannya panjang banget pak?" tanya Zara penasaran.

"Saya tadi sudah memesan tiket lebih dulu lewat aplikasi yang kamu maksud waktu pertama kali kita nonton bareng. Kan waktu itu kamu sendiri yang bilang ke saya kalau mau ngajakin cewe nonton itu harus ada persiapan dulu!" jelas Raka.

Zara mengerutkan dahinya mencoba mengingat-ingat. "Oh iya gue lupa pak. Heee gue kira itu pertama sekaligus terakhir kali kita nonton bareng. Eh ternyata gue salah pak. Ini kedua kalinya kita nonton bareng," ucap Zara.

Raka dan Zara menuju tempat pemesanan makanan.

"Selamat siang kak. Eh ini kakak tampan yang dulu kalau ngga salah ya?" tanya karyawan Bioskop.

"Iya," Jawab Raka singkat.

"Mau pesan apa kak?" tanya karyawan itu lagi.

"Mau makan apa?" tanya Raka pada Zara.

Zara tersenyum manis. "Aku mau popcron caramel pak CEO!" ucap Zara sok manja sambil memegang lengan Raka mesra.

"Popcorn caramel dan 2 teh java!" Pinta Raka pada karyawan bioskop.

"Ok sebentar ya kak," ucapnya tersenyum manis membuat Zara memutar bola matanya malas.Ia tau kalau karyawan bioskop ini tertarik pada Raka saat pertama mereka ke Bioskop dulu.

"Terima kasih," ucap Raka mengambil makanan yang dipesannya tadi kemudian menarik tangan Zara menuju ke tempat teather.

Bersambung ...

Jangan lupa like and komennya yah sekalian sama Vote nya juga....

Follow Ig-ku : @nona.rul

Makasih.

1
Simon Petrus Tumika
mantap menarik
Pangeran Matahari
lanjut kk

mampir juga y ke cucu manja oma
Hidayatullah♡
kok cerita nya sma kayak * suami ku CEO ku*
cuma ganti nama pemeran nya sma judul nya aja yaa
Kartini Harahap
Kapan up lgi thor.... Penasaran gue
Syazleena Sainudin
KO
Flora
3 like dari Diikuti Makhluk Ghaib
lanjut 👍
Fitri Wulandari
Like sudh diberikan,semangat thor salam dari New Life
cappucino
like Uda parkir Thor.

kalau ada waktu maen-maen ya ke karyaku.
St Nurul NG
Semangat berkarya kak, sukses selalu buat kakak
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
up dong kak
@DetiE𝆯⃟🚀Hadiati
👍
Dinasti22
Hadir membawa like.
Semangat!!

Salam hangat dari :
• Viola dan CEO Tampan (On Going).
• My Beloved Spoiled Woman (Completed).

Mari saling mendukung karya satu sama lain 😉
Terima kasih 🙏🏻
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
kapan up lagi Thor?
Navizaa
lanjutt kak
cappucino
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
🌻Ruby Kejora
q datang mendukungmu thor. mari kita skg dukung. like blk karya ku ya

cinta rasa covid-19
the Thunder's love
Dahminar Minar
lama x up nya jd malas lah nunggunya masak udah 3hari g ada up upnya
PATRALOVA: Author abis kabisan paketan😭Maap yah. Maklum Autor masih sekolah belom punya pemasukan jadi belom bisa beli paket sendiri. Palingan nunggu kiriman dari pak mentri. Kok jadi curhat sih😅 Author minta maaf yang sebesar-besarnya deh🙏🙏 Maafin ya.
total 1 replies
Dahminar Minar
mn upnya thor kok lm x
Alifhatul Marziah
visual thor
Novi Handayani
La juta Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!