Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Firasat Buruk yang Menyesakkan.
Pernyataan dari sang pelindung kosmik bergema hebat di dalam dimensi cahaya, memicu detak jantung Raja Nexalion yang kian berpacu cepat.
"Sesuatu yang hadir? Tunggu... apa maksudmu?!" seru Nexalion dengan dahi berkerut, menuntut penjelasan lebih detail.
"Ya, sesuatu yang sangat buruk akan terjadi tidak lama lagi," sahut Orbiter Ars, cahayanya bergejolak cemas. "Ini bukan lagi masalah atau konflik internal dari dalam Planet Nova. Melainkan eksistensi makhluk lain di luar kehidupan planet ini. Serpihan dari kekuatan kegelapan besar tersebut kini telah hadir dan menapakkan kaki di planet ini. Aku bisa merasakannya dengan jelas, Nexalion... Tetapi aku tidak tahu di mana posisi pasti mereka, dan siapa wujud makhluk itu sebenarnya."
Raja Nexalion tertegun, otaknya mencoba mencerna informasi yang melompati batas nalarnya. "Makhluk luar? Berarti... spekulasi itu benar, bahwa memang ada kehidupan lain di antara panggung bintang-bintang di luar sana. Tetapi kau bilang kekuatan kegelapan? Sepertinya tujuan makhluk asing ini adalah untuk menguasai planet kita?"
"Sepertinya lebih dari itu," balas Orbiter Ars dengan nada suara yang kian memberat. "Aku merasakan keserakahan yang tak terbatas. Mereka tidak hanya ingin berkuasa, tetapi mereka mungkin ingin menyedot dan mengambil seluruh inti energi kehidupan Planet Nova sampai habis tak bersisa."
"Ancaman ini sudah berada di luar kendali dan batas kemampuan umat manusia," desis Nexalion, mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Apakah benar-benar tidak ada cara untuk menghentikannya? Atau mungkin... kita harus segera mengerahkan seluruh pasukan untuk memburu dan menemukan entitas makhluk tersebut sekarang juga?"
"Entitas ini kemungkinan tidak hanya satu. Mereka akan membawa kawanannya kemari, atau bisa dibilang... sebuah pasukan tempur berskala besar. Oleh karena itu, aku harus membagikan sebagian kekuatan energiku kepada para manusia untuk bertahan."
Mendengar hal itu, Nexalion menyuarakan keheranannya. "Kenapa kau tidak bisa turun tangan dan melawan sendiri ancaman itu, Orbiter Ars? Kau adalah makhluk kosmik yang menciptakan tempat ini. Jika musuh ini adalah musuh kosmik, bukankah mudah saja bagimu untuk memusnahkan mereka?"
Orbiter Ars menggeleng perlahan. "Aku tidak bisa menggunakan kekuatan asliku di sini. Kalau aku nekat menggunakannya, itu sama saja dengan memicu kiamat instan bagi Planet Nova."
Entitas itu menjeda sejenak sebelum menjelaskan hukum alam semesta yang mengikatnya:
"Dahulu, aku membentuk Planet Nova ini dengan mengubah seluruh tubuh dan energi asliku, lalu menyebarkannya ke galaksi ini. Jika aku harus bertarung secara langsung, aku tidak bisa hanya mengambil sedikit fraksi dari energi tersebut. Aku dipaksa untuk berubah kembali ke bentuk manifestasi 100% ku. Itu sama saja dengan menarik kembali seluruh energi yang telah membentuk planet ini ke wujud semulaku."
"Kalau begitu... sama saja dengan dua kehancuran yang mutlak. Hanya berbeda dalam prosesnya saja," ucap Nexalion. "Apakah benar-benar tidak ada cara lain?"
"Aku tidak bisa melihat seberapa besar kekuatan mereka yang sebenarnya, tetapi aku akan menanamkan sedikit energiku kepada kalian semua sebagai modal untuk melawan," jawab Orbiter Ars.
"Namun ingat, jika kalian pada akhirnya tetap tumbang, terpaksa aku harus mengambil wujud 100% ku untuk menghancurkan mereka. Dan ketika aku mulai berubah ke bentuk sempurna itu, kemungkinan besar akan ada seorang manusia yang terpilih untuk menjadi wadah bagi kesadaranku. Aku telah melihat kilasan masa depan di mana kehidupan umat manusia akan tetap berlanjut, bersama si wadah yang akan menjadi penerus kehidupan di sisi lain panggung jagat raya."
Nexalion menegakkan tubuhnya, sorot matanya memancarkan keberanian seorang penguasa sejati. "Aku berharap opsi terakhir itu tidak akan pernah terpakai. Tetapi jika hari buruk itu benar-benar tiba... aku siap mengorbankan tubuh dan jiwaku sendiri untuk menjadi wadahmu, Orbiter Ars."
"Untuk pembagian kekuatan ini, aku akan menanamkan sebuah bola cahaya energi ke dalam tangan kananmu," ucap Orbiter Ars sembari mengulurkan pendaran cahayanya.
Seketika, sebuah bola energi murni yang hangat melesat dan menyatu ke dalam telapak tangan kanan Raja Nexalion, meninggalkan tanda pendaran samar.
"Setelah keluar dari sini, kau harus segera pergi melintasi seluruh kerajaan yang berdiri di Planet Nova ini. Kau harus berdiri di tengah-tengah setiap daerah kerajaan tersebut, lalu angkat tangan kananmu tinggi-tinggi. Satu bola energi akan keluar dari tanganmu, menyebar luas, dan secara otomatis masuk ke dalam tubuh setiap manusia."
"Energi ini baru akan aktif dan bisa digunakan secara massal ketika Sang Entitas terburuk itu telah menampakkan dirinya. Di saat itulah, setiap manusia akan memiliki kemampuan untuk melepaskan kekuatan energi guna menyerang pasukan musuh."
"Namun, jika ada kerajaan yang menolak kedatanganmu atau tidak mempercayaimu, kau adalah satu-satunya manusia yang bisa mengakses energi ini secara instan tanpa harus menunggu entitas itu datang.
Perlihatkan saja kekuatan energi itu dengan mengayunkan bilah pedangmu ke arah yang kau tuju. Energi itu akan keluar memotong udara dan menghujam objek apa pun yang dilewatinya dengan radius sejauh 5 meter, tergantung dari besarnya tekad pengguna energi tersebut. Itu saja yang ingin kusampaikan, Nexalion. Cepat bergegaslah, keselamatan seluruh umat manusia kini berada di tanganmu!"
"Baiklah, Orbiter Ars," jawab Nexalion tegas.
Kesadaran Raja Nexalion tersentak kembali ke tubuh fisiknya. Ia melepaskan genggamannya dari bola cahaya di altar kuil, berbalik dengan tergesa-gesa, dan melangkah keluar dari dalam reruntuhan sungai.
Matahari ternyata sudah naik tinggi di atas kepala ketika Raja Nexalion melangkah keluar dari tabir tak kasat mata. Jenderal Grisha Lyin yang sedang mengawasi prajuritnya di camp segera berlari menghampiri sang raja dengan raut penuh tanya.
"Sudah siang saja ya... Baiklah, PASUKAN!" seru Raja Nexalion dengan lantang, suaranya menggelegar memecah keheningan hutan utara. "Kita harus bergegas sekarang! Rapikan tenda dan bersiaplah, tujuan kita selanjutnya adalah mendatangi seluruh kerajaan di Negeri Nova!"
Jenderal Grisha terkejut mendengarnya. "Maaf yang mulia, kenapa mendadak sekali? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana bersama sang penjaga?"
"Nanti akan kuceritakan semuanya di sepanjang perjalanan," jawab Nexalion cepat sambil menaiki kuda jantannya. "Sekarang, ambil perkamen dan buatkan aku surat perintah resmi untuk Menteri Ethan di istana. Perintahkan dia untuk segera menambah armada prajurit kita dengan membuka perekrutan prajurit baru secara besar-besaran!"
Raja mengatur napasnya yang memburu. "Alasan logisnya nanti akan kusampaikan sendiri ketika aku sudah pulang ke kerajaan. Dan beritahukan juga kepada menteri melalui surat itu bahwa kita kemungkinan akan pulang jauh lebih lama dari jadwal semula, karena kita harus mengitari seluruh kerajaan demi keperluan yang sangat mendesak."
"Baik, laksanakan Raja!" jawab Grisha tanpa membantah lagi.
Sang jenderal lalu menulis surat perintah tersebut di atas pelana kudanya, mencapnya dengan segel resmi, lalu memanggil dua prajurit berkuda tercepat.
"Kalian berdua, bawa surat rahasia ini secepat mungkin ke istana Central dan serahkan langsung ke tangan Menteri Ethan! Jangan sampai terlambat!"
"Siap, Jenderal!" Kedua prajurit itu segera memacu kuda mereka, melesat menuju ibukota.
Setelah mengirimkan pesan, pasukan besar itu mulai bergerak maju. Di sepanjang perjalanan berkuda membelah hutan dan perbatasan, Raja Nexalion mulai menceritakan secara detail mengenai ancaman kosmic, perang besar yang tak terhindarkan, hingga pembagian energi dari Orbiter Ars kepada Jenderal Grisha.
Pasukan Kerajaan Central kini bergerak dengan misi baru yang teramat berat. Mereka berpacu dengan waktu menuju kerajaan-kerajaan lain di Planet Nova untuk menyebarkan benih kekuatan energi, sekaligus membawa pesan mengerikan:
bahwa perang terakhir umat manusia akan segera pecah. Sebuah situasi yang teramat mengerikan, di mana manusia tidak lagi berhadapan dengan bangsa mereka sendiri, melainkan harus bertaruh nyawa melawan makhluk asing dari kegelapan semesta yang jauh lebih kuat dan mematikan.