NovelToon NovelToon
SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.

"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.

Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.

"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.

"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.

Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.

Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CALON MANTU JADI PAHLAWAN

Ratih menebak nebak dimana tempat yang dimaksud Pak Setu. Pindah kampung sebelah dimana adalah kampung keluarga suaminya yang telah tiada.

"Ini kampungnya Juragan Supri, Mas" celetuk Ratih.

"Kamu gapapa kesini lagi? Gak trauma sama anak anak tirimu?" tanya Guntur.

"Hiks! Jangan sebut mereka anak tiri ku dong, Mas. Meskipun emang bener sih tapi aku lebih muda diantara mereka semua" jawab Ratih tiba tiba kesal.

"Hehe maaf maaf. Tapi beneran kamu gapapa? Kalau semisal kamu gak mau datang ke kampung ini, aku bisa nurunin kamu di warung depan situ buat nunggu aku" ujar Guntur menawarkan.

"Sok sok an mau nyari ayah sama abangku sendiri, kamu aja baru pertama kali mendarat disini" ejek Ratih.

"Eh jangan salah, calon suami mu ini adalah CEO yang mahir menyamar dan mencari seseorang" bals Guntur.

Mereka pun tertawa kecil hingga pada akhirnya masuk ke kampung Almarhum Juragan Supri.

Terlihat keramaian disebuah lapangan.

"Eh itu rame rame kayaknya ada acara desa" celetuk Guntur yang baru pertama kali datang ke kampung dan menemukan keramaian begini.

"Hmm ya itu keramaian orang main sabung ayam" ujar Ratih.

"Berarti ayah sama abangmu ada disitu?" tanya Guntur.

"Bisa jadi" jawab Ratih.

Guntur pun menghentikan motornya di pinggir keramaian.

Ratih turun dari motor dan Guntur memarkirkan motor.

Mereka berdua jalan menyelinap dalam keramaian. Ratih sudah memakai maskernya agar tidak langsung dikenali.

"Itu baju merah, ayahku, dan yang baju hitam, masku" lirih Ratih yang bisa langsung mengenali.

"Mereka judi lagi pake main beginian. Gak pernah kapok ya" balas Guntur yang juga berbisik.

"Hmmm, entahlah. Setelah kamu nikahi aku, aku bener bener pingin terlepas dari mereka. Jadi cepet nikahin aku ya" minta Ratih dengan kedipan menggoda.

"Beres! Dapet restu bapakmu, kita langsung nikah" ujar Guntur.

"AYAAAAAM GAK BERGUNAA!!" tiba tiba suara teriakan dari ayah Ratih nyaring berbunyi.

"Hahahhaa, halah halah, Dar Darto. Udah bener utangmu dah lunas eh kok malah mau nambah lagi loh" celetuk salah satu bapak bapak yang sepertinya jadi lawan Darto.

"Kamu curang ya? Masa main 3 kali, aku kalah terus?" curiga Darto.

"Heh jangan nuduh sembarangan! Ayamku emang jagoan di kampung ini, kamu aja banyak gaya" sahut pria yang dituduh oleh Darto.

"EMANG DARTO SUKA BIKIN ULAH! KALAH GAK MAU!" teriak seseorang.

"HEH!! KALIAN YANG CURANGI KITA KAN?" tuduh Reno, abang Ratih.

"JANGAN NUDUH SEMBARANGAN!! GIMANA BISA CURANG, AYAMNYA AJA GAK KITA PEGANG!" bela tim lawan Darto.

Keramaian semakin memuncak saat Reno tak bisa menahan marah dan hendak memukul pria yang menghinanya dan sang ayah.

Namun sebelum berhasil melakukan hal itu, dirinya dulu yang tersungkur di tanah. Hampir saja dikeroyok orang orang disitu, tapi Ratih muncul.

"BERHENTI!!" serunya.

Semua orang menoleh kearah sumber suara. Mereka pun tak percaya saat masker Ratih dilepas dan menampakan wajah wanita itu.

"Loh itu kan istri Juragan Supri? Ngapain kesini?"

"Dia Ratih, putrinya Pak Darto"

"Kalau keluarga Juragan Supri tau ibu tirinya disini, bisa makin rame"

Suara orang orang semakin rame.

Guntur berdiri di belakang Ratih.

"Nak, kamu datang" lirih Darto dengan raut muka terkejut.

"Aku sudah bilang ya sama Ayah dan Mas Reno, jangan main ginian lagi atau judi. Kenapa kalian gak kapok?" omel Ratih didepan banyak orang.

Darto terlihat bingung menjawab. Reno dibiarkan berdiri oleh bapak bapak yang hampir mengkeroyoknya.

"Kamu datang, Tih" sapanya.

"Mas juga gitu, kenapa gak kapok hah? Aku sudah melakukan banyak hal untuk membayar semua hutang kalian. Tapi kenapa kalian begini lagi? Rumah udah kalian gadaikan ? Terus kalian mau tinggal dimana hah?" kesal Ratih.

Darto dan Reno diam.

Tapi karena harga diri seorang abang, Reno tidak terima diomelin sang adik didepan banyak orang.

"Oh kamu kesini hanya ingin menagih bantuanmu hah? Kamu kesini cuma mau hina ayah sama abangmu didepan banyak orang?" serang Reno.

Ratih merasa diserang padahal jelas jelas yang salah siapa.

"Kalau kamu gak ikhlas bantu kita, ngapain bantu! Biarin aja aku sama ayah dipenjara!" lanjut Reno.

"Mas Reno, kamu benar benar yaa.." kesal Ratih yang merasa disalahkan.

"Katakan apa tujuanmu kesini hah?" serang Reno lagi.

Ratih menghela nafas panjang. Mau tidak mau ia harus segera mengenalkan Guntur meskipun dengan penampilan penyamaran. Jika tidak menyamar dan mereka tau siapa Guntur sebenarnya, pasti akan dimanfaatkan.

"Aku kesini izin untuk minta restu ayah agar bisa menikahkanku dengan Mas Abi" ujar Ratih sambil menarik Guntur yang sebelumnya di belakang dirinya untuk berdiri disampingnya.

Semua orang lagi lagi terkejut saat melihat pria seperti apa yang akan dinikahi janda dari Juragan kampung mereka itu.

"Coba lihat, habis dapet juragan eh langsung dapet pria miskin begitu"

"Hidup Ratih memang penuh kejutan"

"Bagaimana bisa Ratih bisa menerima pria jelek dan terlihat miskin itu?"

Bisik bisikan orang menilai Guntur terdengar.

Darto dan Reno menatap Guntur dari bawah keatas dengan tatapan tidak suka.

"Kamu siapa ?" tanya Reno.

"A..aku..Abi...perkenalkan saya A..bi..pria yang ingin..menikahi putri dari Pak Dar..to" jawab Guntur gagap.

Semakin tidak sukalah ayah dan kakak Ratih melihat Guntur.

"Ayo kita bicarakan di kontrakan ayah aja" ajak Darto.

"Heh..jangan kabur dulu..bayar kekalahanmu" ucap seorang pria yang menahan Darto saat hendak pergi dari kawasan permainan ayam sabung.

"Be..berapa yang..perlu dibayar?" tanya Guntur balik, ia ingin jadi pahlawan kesiangan bagi calon mertuanya.

"Kamu mau bayar? Gini dong calon mantu terbaik. 750 ribu" jawab pria lawan main Darto.

Guntur langsung mengeluarkan dompetnya tanpa ragu.

"I..ini" ucap Guntur sambil mengulurkan uangnya.

"Gini dong. Gak pake ribet. Kamu harus berterima kasih sama mantumu, To" ujar pria tersebut.

Darto tersenyum acuh lalu pergi dari tempat keramaian diikuti oleh Reno lalu Ratih dan Guntur.

"Wuih keren juga ternyata. Kelihatannya aja gak punya duit, tapi ternyata pria gagap itu punya duit"

"Mantu Darto kali ini boleh juga"

"Ck..mungkin kalau dia tau calon ayah mertuanya suka judi dan main sabung ayam, bakal kabur kali ya"

"Semoga aja Darto sama anak laki lakinya bisa tobat. Kasian Ratih kalau harus nanggung utang utang mereka"

Celetukan orang orang pun bervariasi menilai pemandangan keluarga Ratih.

Setelah kekalahan Darto tadi, kini dilanjutkan permainan sabung ayam selanjutnya.

Sedangkan, Darto sudah kembali bersama anak anaknya serta Guntur ke kontrakan.

Kamar hanya berukuran 2x3, dihuni oleh Darto dan Reno. Aroma tidak enak menyeruak keluar saat pintu kamar dibuka. Ternyata memang kedua laki laki itu tidak bisa mengurus diri. Banyak botol bekas minuman beralkohol, putung rokok dimana mana, baju berserakan, dll.

Ratih sampai tidak jadi masuk kamar kontrakan ayahnya tersebut.

"Kita ngobrol diluar aja, Yah. Didalam terlalu berantakan" minta wanita itu dan Darto setuju.

Mereka berempat pun duduk di depan kamar dengan alaskan tikar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!