NovelToon NovelToon
Sunyi Yang Berisik Season 2

Sunyi Yang Berisik Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Misteri / Horor
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: kucing samge

Jay menikmati hari-harinya yang tenang dan santai—kerja sama rumahnya dengan yayasan berjalan lancar, bersama Malakos dan makhluk dimensi lain. Namun kedatangan Rara mengubah segalanya: batas antar dimensi retak parah, dunia paralel hilang tanpa bekas, dan rumah serta Desa Wening akan ikut lenyap jika tidak dihentikan.

Terpaksa keluar zona nyaman, Jay menjelajahi Titik Diam di seluruh Indonesia dan bertemu orang-orang dengan cara pandang berbeda. Di perjalanan ini, dia menemukan rahasia buku tua yang selalu mengikutinya, serta hubungan kakeknya dengan sang pencipta.

Dengan sikap santainya yang khas, Jay harus membuktikan bahwa berguna tidak selalu perlu kerja keras. Ketika menghadapi sumber Titik Diam yang menyebabkan kekacauan, dia harus memilih: akhiri semua cerita agar tidak ada kehancuran, atau temukan cara agar semua dunia hidup berdampingan—sambil tetap punya waktu buat main game dan makan snack!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kucing samge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4: "KONFLIK YANG MEMBESAR" part 3

Setelah beberapa saat berbicara, sebagian anggota Pasukan Kebebasan mulai merenung. Wajah-wajah yang tadinya penuh dengan kemarahan kini mulai menunjukkan rasa ragu dan kesedihan yang mendalam. Beberapa di antaranya bahkan mulai menggeser badan, seolah ingin mendekat tapi masih merasa takut. Tapi pemimpin mereka, yang bernama Zora dengan bentuk lebih besar dan mengerikan, tetap tegas:

ZORA: "ƙꪖᡶꪖ ƙꪖꪑꪊ ꪑꪊᦔꪖꫝ, ᡶꪖᩏỉ ƙỉᡶꪖ కꪊᦔꪖꫝ ꪑꫀ᭢ꪊ᭢ᦋᦋꪊ ᡶꫀꪹꪶꪖꪶꪊ ꪶꪖꪑꪖ! ꪖᡶꪊꪹꪖ᭢ ỉ᭢ỉ ꫝꪖ᭢ꪗꪖ ꪑꫀꪑꪉꪊꪖᡶ ƙỉᡶꪖ ᡶꫀꪹƙꪊꪹꪊ᭢ᦋ—ƙỉᡶꪖ ỉ᭢ᦋỉ᭢ ꪑꫀꪹꪖకꪖƙꪖ᭢ ꫝỉᦔꪊᩏ ꪗꪖ᭢ᦋ కꫀꪉꫀ᭢ꪖꪹ᭢ꪗꪖ, ꪉꪊƙꪖ᭢ ꫝꪖ᭢ꪗꪖ కꫀƙꪖᦔꪖꪹ ꪑꫀꪶỉꫝꪖᡶ ᦔꪖꪹỉ ᧒ꪖꪊꫝ!"

Suaranya seperti guntur yang bergema di seluruh rumah dan halaman belakang, membuat tanah mulai bergetar dengan lebih kuat. Kulit tubuh Zora yang seperti daging membusuk mulai mengeluarkan lendir berwarna hitam pekat, dan cakarnya yang panjang mulai menusuk tanah dengan kekuatan yang membuat lubang-lubang kecil muncul di sekelilingnya. Mata yang menyala merah kini semakin besar, menyala lebih terang hingga hampir tidak terlihat bentuk lainnya kecuali cahaya kemarahan yang memancar darinya.

Tiba-tiba seluruh rumah mulai bergoyang dan cahaya merah menyala dari sumur belakang. Getarannya semakin intens hingga kursi kayu mulai bergoyang-goyang dan beberapa benda yang masih berdiri mulai tumbang ke lantai. Batas antar dimensi di sekitar rumah Jay mulai retak, terlihat seperti kaca yang pecah dengan garis-garis hitam yang menyebar ke segala arah. Dan bayangan dari berbagai dimensi mulai menyatu dengan dunia manusia—bisa dilihat pohon yang transparan dengan daun yang berkedip-kedip seperti mata, jalan yang melengkung tak masuk akal yang tampak muncul dari bawah tanah lalu menghilang ke arah langit, dan suara dari berbagai dimensi yang saling bertabrakan—suara tertawa anak-anak dari dimensi masa depan, tangisan makhluk dari dimensi yang hancur, bahkan suara musik dari dimensi yang hanya ada irama tanpa nada yang jelas.

RARA: "Mas Jay, cepat! Jika batas ini hancur, semua dunia akan berantakan dan tidak akan ada lagi hiburan apapun!"

Suara Rara terdengar terengah-engah dan penuh dengan ketakutan. Dia mencoba menggunakan tongkat perlindungan yang dia bawa untuk menutupi celah-celah retakan yang muncul di lantai, tapi tongkat itu hanya mengeluarkan cahaya redup yang tidak mampu menghentikan kerusakan yang semakin parah. Kala berdiri di sisinya, tubuhnya yang biasanya kokoh kini tampak goyah, sementara makhluk-makhluk dari dimensi lain mulai bergerak ke belakang, takut akan kehancuran yang akan datang.

Jay masih tenang, dia bahkan mengambil bungkus snack yang sudah terbuka dan mengambil beberapa biji keripik singkong dengan tangan yang tidak tergoyahkan sama sekali. Setelah mengunyah dengan santai, dia melihat ke arah Zora dengan tatapan yang tenang dan bilang: "Kalau kamu benar-benar ingin merasakan hidup yang sebenarnya, apa bedanya dengan kita yang juga hanya bagian dari cerita ini? Kita semua cuma hiburan buat orang lain kan?"

Suaranya terdengar jelas dan tenang di tengah kekacauan yang terjadi, membuat semua suara dan getaran seolah berhenti sejenak. Zora menatap Jay dengan mata yang masih menyala merah, tapi kini ada rasa kebingungan yang muncul di dalamnya. Jay kemudian berdiri dengan perlahan dan mengambil buku tua yang sudah kembali berada di atas meja. Dia membuka buku tua hingga halaman tertentu yang baru saja muncul—tulisannya menunjukkan bahwa Zora dulunya adalah makhluk yang bisa berinteraksi dengan manusia melalui seorang seniman yang tinggal di Desa Wening beberapa abad yang lalu. Tulisan-tulisan itu menyala dengan cahaya kuning keemasan, mengeluarkan gambar-gambar yang muncul di udara dengan jelas.

Terlihat gambar seorang seniman muda dengan rambut panjang yang sedang duduk di halaman rumah tua, dengan kanvas di depannya. Di sebelahnya berdiri Zora, tapi bentuknya jauh lebih cantik dan lembut—tubuhnya seperti kayu yang halus dengan bunga-bunga yang mekar di seluruh tubuhnya. Seniman itu membuat lukisan tentang Zora, tapi karena takut oleh orang lain, dia menyembunyikan lukisan itu, membuat Zora merasa terabaikan dan tersiksa. Gambar terakhir menunjukkan seniman itu yang sedang menangis di depan lukisan yang disembunyikan di bawah tanah, sementara Zora berdiri di belakangnya dengan bentuk yang mulai berubah menjadi lebih mengerikan akibat rasa sakit dan kesendirian yang dia rasakan.

JAY: "Lihat dong... kamu pernah merasakan hidup melalui karya seni kan? Itu juga bentuk hidup yang sebenarnya lho. Tidak harus mengambil tubuh manusia untuk merasakan hal-hal indah."

Jay menunjuk ke arah lantai di depan Zora. Saat itu juga, Zora melihat lukisan tua yang muncul dari celah lantai—lukisan yang menggambarkan dirinya bersama seniman itu, sedang melihat matahari terbenam. Warna-warna lukisan itu masih sangat jelas, menunjukkan matahari yang berwarna jingga dan merah, dengan langit yang penuh dengan bintang-bintang kecil yang menyala. Di sudut kanan bawah lukisan, ada tulisan tangan yang terbaca jelas: "Untuk Zora—saat-saat indah yang tidak akan pernah terlupakan."

Zora terdiam sejenak, matanya yang menyala merah mulai berubah warna menjadi jingga yang lebih lembut. Dia mulai menangis dan bentuknya jadi lebih lembut—lendir hitam yang mengeluarkan aroma amis mulai hilang, digantikan oleh kulit kayu yang halus dengan bunga-bunga kecil yang mulai mekar kembali. Suara tangisnya terdengar seperti gemericik air dan suara angin yang bertiup lembut, membuat seluruh ruangan menjadi lebih tenang.

ZORA: "Aku hanya ingin dikenali... ingin tidak sendirian..."

Suaranya sekarang sudah sangat lembut, seperti suara seseorang yang sedang menangis setelah bertahun-tahun menyimpan rasa sakit. Anggota Pasukan Kebebasan mulai mendekat ke arahnya, beberapa di antaranya juga mulai menangis dan bentuk mereka pun mulai berubah menjadi lebih lembut dan jelas. Udara yang tadinya berat dan penuh dengan rasa kemarahan mulai menjadi lebih ringan, meskipun retakan pada batas antar dimensi masih terlihat jelas dan terus menyebar perlahan.

Tiba-tiba semua makhluk dari berbagai Titik Diam yang sudah Jay bantu datang berkumpul di sekitar rumah. Mereka datang dari arah sumur belakang, dengan cahaya berbagai warna yang menyala terang—hijau menyala dari dimensi hutan, kuning keemasan dari dimensi bola cahaya, dan biru muda dari dimensi ikan terbang. Mereka membentuk lingkaran dan mulai menyanyikan lagu yang sama—suara yang lembut dan merdu yang terdengar seperti gabungan dari banyak suara yang berbeda namun tetap selaras. Setiap catatan lagu yang keluar membuat cahaya dari tubuh mereka menyala lebih terang, dan batas antar dimensi mulai pulih perlahan—garis-garis hitam yang tadinya seperti retakan mulai menyatu kembali, digantikan oleh cahaya bening yang membentuk pola seperti renda di udara.

Jay mengambil bungkus snack yang masih ada dan mulai berbagi ke semua makhluk yang ada di sekitarnya—baik dari Titik Diam maupun dari Pasukan Kebebasan. Malakos berdiri di sampingnya, tubuhnya kembali menjadi kabut hitam yang lembut dan mulai menyanyi bersama dengan yang lain. Rara dan Kala juga bergabung, menyanyi dengan suara yang merdu dan penuh dengan harapan. Di langit-langit rumah, lampu bohlam lama mulai menyala kembali dengan terang, sementara di luar rumah bulan bersinar lebih terang dan bintang-bintang mulai muncul dengan jelas di langit yang sudah tidak lagi tertutup awan hitam.

Zora mengambil satu potong kue yang mirip wingko babat dari yang diberikan Jay, lalu melihat ke arah lukisan tua yang masih muncul di udara. Dia tersenyum lembut, dan pada saat itu juga, bunga-bunga di tubuhnya mulai mekar dengan lebih indah. "Aku mengerti sekarang," ucapnya dengan suara yang lembut. "Hidup tidak selalu harus tentang berada di depan mata semua orang. Kadang kala, tinggal di dalam karya seni dan kenangan adalah bentuk keberadaan yang paling indah."

Semua makhluk mulai menyanyi dengan lebih merdu, dan batas antar dimensi di sekitar rumah Jay kini sudah pulih sepenuhnya—membentuk pelindung cahaya yang indah dan kuat. Udara menjadi segar dan hangat, membawa aroma bunga dan makanan yang lezat. Jay kembali duduk di kursinya yang sudah tidak lagi bergetar, mengambil kontroler game dan mulai menyalakan televisi. "Bagus deh, sekarang sudah aman kan?" katanya dengan nada yang kembali malas, sambil mengemil snack yang masih tersisa di tangannya. "Yuk kita lanjut main game aja, atau kalau kalian mau, kita bisa nonton film bareng juga. Aku punya snack banyak lho!"

1
EvhaLynn
Lari Mbak🏃‍♀️
EvhaLynn
oh pantesan🤭
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baik benar Jay
リズキ・サントソ
👍👍
リズキ・サントソ
santoso 🗿
T28J
gimana nyanyinya, hihihihihi....
Pengabdi Uji
tp klo g galak gpp jg
Pengabdi Uji
kumpulan paracenayang khh🫣
Pengabdi Uji
hmm pantess trnyta?emg ky spesial itu
Pengabdi Uji
hooh pantes ajaa ya trnyta g mngancam
Pengabdi Uji
ini knp dy?? apa di pngaruhi
Tati Hartati
keren banget kak
M. T🌻
keren thor👍
Jing_Jing22
Seperti reuni makhluk halus dan para tuannya.
Jing_Jing22
Cantik loh tulisannya.
Jing_Jing22
Kalau kamu kan udah terbiasa Jay berbeda dengan Dinda
Sishrye
takut nya kalau tetiba makhluk itu berubah jadi jahat
~SasMaya ✧
Thor, baca adegan ini .. jadi inget film Shinbi house ... pemberantas makhluk-makhluk
Sishrye: oh iya bener juga ya kak. btw aku juga sering liat film itu di net tipi😂
total 1 replies
~SasMaya ✧
aelah si Jay, cikinya pasti ga ketinggalan 😂
Mingyu gf😘
mereka ini orang jawa ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!