NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 ( Rahasia Yang Akhirnya Terbuka )

Sekitar satu jam Arven pun terbangun dari tidurnya.

Arven melihat Alena yang masih setia menunggunya.

Namun Arven merasa ada yang berbeda dari gadis itu, biasanya gadis itu akan memarahi dirinya atau cerewet.

Tapi kali ini Alena hanya diam, menatap lurus kedepan.

" Lo masih disini ? "

" Hmm "

Arven mencoba untuk duduk, walaupun kepalanya masih terasa pusing.

Arven melihat mata Alena yang sedikit sembab, bisa ia tebak jika gadis itu baru saja menangis.

" Lo kenapa ? "

Tanya Arven dengan khawatir

" Ga apa apa "

" Bohong "

Alena menoleh..

Namun entah kenapa Arven justru merasa takut dengan tatapan mata itu.

" Kenapa sih ? Gue takut lo gigit Al "

" Kenapa lo bohong sama gue, Arven "

Ucap Alena dengan suara yang sedikit bergetar

" Bohong ? Bohong apa sih Alena ? "

Arven masih bersikap dengan tenang.

" Lo bohong sama gue Arven "

" Lo bilang, lo.. "

Dada Alena mulai terasa sesak..

Bahkan air mata mulai kembali membasahi wajahnya.

Sedangkan Arven ia hanya diam, menunggu penjelasan dari Alena.

" Lo bilang lo baik baik aja, lo bilang kalau lo ga kenapa kenapa "

" Tapi ternyata semua itu bohong Arven "

Arven hanya diam..

Alena berdiri, ia langsung mengambil tasnya.

" Lo mau kemana ? "

" Mau pulang "

Segera mungkin Alena pun keluar dari ruangan Arven.

Arven membuka ponselnya, dan melihat beberapa pesan masuk dari Dokter Reza.

Kini Arven tau alasan dibalik Alena seperti tadi.

" Jadi, dia udah tau.. "

...

Alena mendatangi rumah sakit tempat Arven kemarin.

Ia harus bertemu dengan Dokter Reza, ia ingin tau semuanya tanpa ada kebohongan sedikitpun.

" Sus, ruangan dokter Reza dimana ya ? "

tanya Alena kepada salah satu perawat

" Ada di lorong sebelah kanan ya Bu "

" Baik sus, terimakasih "

Sesegera mungkin Alena pun pergi keruangan dokter itu.

Sebelum Alena masuk kedalam ruangan dokter itu, Alena mencoba menenangkan dirinya.

" Gue ga boleh emosi " ucap pada dirinya sendiri

Namun baru saja Alena hendak mengetuk pintu ruangan itu, pintu itu perlahan terbuka.

Seorang pria yang Alena bisa tebak, bahwa itu adalah Dokter Reza.

" Maaf saya sudah selesai praktek hari ini " ucap pria itu dengan lembut

" Saya kesini untuk bertanya tentang seseorang Dok "

" Siapa ? "

" Arven "

Dokter Reza terkejut saat mendengar nama itu.

" Maaf saya tidak bisa memberikan informasi mengenai pasien saya "

" Tapi saya ingin tau Dok, saya mohon "

" Saya harus tau apa yang terjadi dengan Arven, karena saya takut kehilangan dia Dok "

Mendengar hal itu, akhir Dokter Reza pun mengajak Alena untuk masuk kedalam ruangannya.

Alena menyiapkan dirinya untuk mendengar semua penjelasan Dokter muda itu.

" Arven sakit kan Dok ? "

Dokter Reza mengangguk singkat.

" Kanker otak "

Alena menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya pun mulai berkaca-kaca.

" Kanker Otak ? "

Alena mencoba meyakinkan

" Iyah, stadium tiga "

" Bisa sembuh kan dok ? "

" Sayangnya tidak "

Dada Alena seperti tertusuk pisau mendengar hal itu..

Alena tak bisa membayangkan, bagaimana tersiksanya Arven selama ini karena penyakit yang ia hadapi.

" Prognosis (peluang kesembuhan atau harapan hidup) bersifat sangat personal dan bergantung pada jenis sel kanker, lokasi tumor, respons pasien terhadap pengobatan, serta usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Angka statistik memperkirakan sekitar 40% pasien dapat bertahan hidup satu tahun atau lebih setelah diagnosis, dan sekitar 20% dapat bertahan lima tahun atau lebih. "

Dokter Reza mencoba menjelaskan kepada Alena.

" Dari tadi kita bicara, kamu belum mengatakan kamu ini siapa Arven ? "

" Nama saya Alena. Awalnya saya bukan siapa-siapa "

" Hingga suatu hari saya bertemu dengan Arven, dan menjalankan misi konyol "

" Saya harus membuat Arven jatuh cinta kepada saya, tapi Arven tidak mengizinkan saya untuk jatuh cinta kepada dirinya "

Dokter Reza mengangguk..

" Dan kamu berhasil, Alena "

" Maksud Dokter berhasil ? "

" Kamu berhasil membuat Arven jatuh cinta "

" Arven cerita sama Dokter ? "

" Tidak, tapi dia bilang kalau dia ingin hidup lebih lama untuk seseorang "

Alena hampir tidak percaya..

Tapi bagaimana jika memang itu benar ?

....

Malam hari Arven memandangi ponsel miliknya.

Sejak tadi Arven mengetik sesuatu untuk Alena, namun ia kembali menghapusnya.

Arven kembali mengetik

Lalu ia menghapusnya..

Hingga satu pesan pun muncul dari Alena.

[Alena : Lo mau chat gue apa sih ? ]

Arven menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung bagaimana Alena tau

[Arven : Engga ]

Tak sampai satu detik Alena pun membalasnya

[Alena : Lo ga pandai berbohong, Arven ]

[Alena : Jelas jelas dari tadi tuh roomchat lo, sedang mengetik ]

Arven sendiri baru tau mengenai hal ini, dan ia pun merasa sangat bodoh

[Arven : Ohh hehe]

[Arven : Gue ga tau]

[Arven : Gue cuma mau bilang soal progres lo hari ini]

[Arven : Nilai lo 5/10, karena lo marah marah terus hari ini ]

Arven bisa menebak jika Alena akan komplen, atau mungkin ia akan marah-marah.

[Alena : Gimana kalau gue gagal dalam misi 30 hari ini ? ]

Senyum Arven perlahan memudar

[Arven : Alena..]

[Alena : Gue mau tidur ya, selamat malam ]

Arven tak lagi membalas pesan itu, ia memilih untuk meletakkan ponselnya.

" Lo ga gagal Alena, lo berhasil "

" Bahkan lo berhasil sebelum waktunya selesai "

" Dan.. ini yang gue takut Alena "

........

Dikamar Alena tidak bisa menahan kesedihannya..

Selama ini dibalik sosok Arven yang dingin, menyimpan banya rahasia didalamnya.

" Gue gagal Arven "

Alena meletakkan ponselnya..

Pikirannya saat ini hanya tertuju pada Arven

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!