"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."
Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.
Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.
Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.
apakah sang penguasa akan kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima
Cahaya matahari pagi menyentuh ujung-ujung daun sawi yang masih berembun, menciptakan pantulan cahaya kecil yang tampak seperti permata spiritual di mata siapa pun yang melihatnya. Di ladang jagung, pemandangan yang sangat tidak biasa masih bertahan sejak kejadian kemarin sore. Barisan pria yang mengenakan jubah hitam Sekte Gerhana Darah masih tertanam hingga pinggang. Elder Mo, yang biasanya dihormati sebagai leluhur yang tak tersentuh, kini memiliki seekor burung pipit yang hinggap dengan tenang di atas kepalanya yang botak. Burung itu tampak sangat nyaman, bahkan mulai mematuk-matuk sisa energi spiritual yang bocor dari dahi sang sesepuh agung.
Zhou Ji Ran keluar dari rumahnya sambil membawa sebuah keranjang bambu berisi bibit melon pahit. Ia mengenakan topi caping yang sudah agak robek di bagian pinggirnya, namun hal itu justru menambah kesan bahwa ia adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Desa Jinan. Ia melirik ke arah ladang jagung dan mendengus pelan.
"Pagi yang cerah, bukan? Elder Mo, aku harap kau tidak keberatan jika pagi ini aku mulai merambatkan tanaman melon ini di punggungmu. Struktur tulangmu cukup kokoh, jauh lebih baik daripada kayu penyangga yang kubeli di pasar tempo hari," ucap Zhou Ji Ran dengan nada santai seolah-olah ia sedang berbicara dengan teman lama, bukan dengan musuh yang baru saja mencoba meratakan desanya.
Elder Mo hanya bisa memutar matanya dengan susah payah. Mulutnya terkunci oleh segel tak terlihat, namun tatapannya memancarkan keputusasaan yang murni. Ia, seorang ahli Nascent Soul tingkat puncak, kini direduksi menjadi sekadar tiang penyangga tanaman sayuran. Ini adalah penghinaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri. Namun, di dalam hatinya, ia juga merasakan ketakutan yang tak terlukiskan. Energi yang menahannya di sini begitu absolut; seolah-olah seluruh hukum gravitasi di dunia ini telah ditulis ulang hanya untuk memastikan dia tetap berdiri di sana.
"Xiaoqi! Ye Hua! Kemari!" panggil Zhou Ji Ran.
Dua sosok wanita cantik segera muncul dari arah belakang rumah. Lin Xiaoqi membawa sebuah ember kayu, sementara Ye Hua—Sang Dewi Pedang yang biasanya tampil anggun dengan pakaian putih bersih—kini mengenakan apron kain kasar dengan beberapa noda tanah di lengannya. Ye Hua masih memegang seikat rumput liar yang baru saja ia cabut. Wajahnya yang dingin tampak sedikit memerah karena kelelahan fisik, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sejak ia mulai berkultivasi.
"Tuan Zhou, saya sudah menyelesaikan pembersihan di area utara. Rumput-rumput itu... mereka memiliki akar yang sangat dalam, hampir seperti mereka sengaja mencengkeram tanah dengan energi bumi," lapor Ye Hua. Suaranya masih terdengar kaku, namun ada nada hormat yang kini tulus.
Zhou Ji Ran mengangguk puas. "Itu karena tanah di sini mengandung esensi kehidupan yang padat. Rumput di sini pun ingin menjadi abadi. Tapi bagi seorang petani, keinginan mereka untuk hidup adalah gangguan bagi tanaman utama. Xiaoqi, ambilkan kotoran kuda yang sudah difermentasi. Kita perlu memberi nutrisi tambahan pada melon pahit ini agar mereka tumbuh dengan rasa pahit yang pas."
Lin Xiaoqi segera berlari menuju kandang kuda dengan riang. "Baik, Tuan!"
Ye Hua memperhatikan Lin Xiaoqi dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia kemudian menoleh ke arah Zhou Ji Ran. "Tuan, apakah benar-benar bijaksana membiarkan orang-orang ini tetap di sini? Jika ada sekte lain yang lewat dan melihat para ahli dari Sekte Gerhana Darah dijadikan orang-orang sawah, ini akan memicu kegemparan di seluruh benua. Mereka tidak akan melihat Anda sebagai petani, mereka akan melihat Anda sebagai ancaman bagi tatanan dunia."
Zhou Ji Ran berhenti menanam bibitnya, ia berdiri tegak dan menatap langit biru yang luas. "Ye Hua, tatanan dunia adalah sesuatu yang diciptakan oleh mereka yang takut akan perubahan. Bagiku, tidak ada bedanya antara seorang kaisar dan seekor ulat jika mereka mencoba merusak kedamaian rumahku. Jika dunia menganggapku ancaman, biarkan saja. Tapi selama mereka tidak menginjak sawiku, mereka bisa melakukan apa pun di luar sana."
Ia kemudian menunjuk ke arah Elder Mo. "Dan lagipula, lihatlah dia. Dia tampak jauh lebih berguna sebagai penyangga melon daripada sebagai pembunuh massal. Di sini, dia belajar nilai dari diam dan pertumbuhan. Bukankah itu esensi sejati dari kultivasi?"
Ye Hua terdiam. Kata-kata Zhou Ji Ran terdengar sangat sederhana, namun ia merasakan adanya filosofi mendalam yang mengguncang dasar pemahamannya tentang Dao. Selama ini ia diajarkan bahwa kekuatan adalah tentang dominasi, tentang bagaimana pedangnya bisa membelah apa pun. Namun di sini, ia melihat kekuatan yang digunakan untuk menciptakan kehidupan, untuk menjaga ritme alam yang paling dasar.
Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat terdengar dari arah jalan desa. Seorang pria bertubuh besar dengan pakaian resmi berwarna kuning tua muncul, diiringi oleh selusin pengawal yang mengenakan baju zirah lengkap. Pria itu membawa sebuah gulungan emas di tangannya dan memiliki aura otoritas yang sangat kuat. Ia adalah Zhang Wei, Utusan Khusus dari Ibu Kota Kerajaan Langit, yang bertanggung jawab atas urusan perpajakan dan pendaftaran wilayah baru.
Zhang Wei berhenti tepat di depan gubuk Zhou Ji Ran. Ia menyapu pandangannya ke seluruh halaman dan seketika wajahnya memucat. Ia melihat kuda-kuda Napas Api yang sedang disikat, ia melihat Ye Hua yang ia kenali sebagai Sang Dewi Pedang sedang memegang rumput, dan yang paling mengerikan... ia melihat barisan ahli Sekte Gerhana Darah yang tertanam di ladang.
"Ini... apa-apaan ini?!" teriak Zhang Wei dengan suara yang sedikit bergetar. Ia mencoba menjaga martabatnya sebagai pejabat kerajaan. "Siapa pemilik tanah ini? Aku adalah Zhang Wei, utusan resmi Raja! Aku di sini untuk melakukan audit wilayah dan menagih pajak yang tertunggak selama sepuluh tahun dari Desa Jinan!"
Zhou Ji Ran menghela napas, ia menyeka tangannya yang kotor dengan kain lap yang selalu tersampir di pundaknya. "Pajak? Aku baru tinggal di sini selama satu tahun. Dan setahuku, desa ini dianggap tanah tandus yang tidak masuk dalam peta kerajaan. Kenapa tiba-tiba kalian datang menagih pajak?"
Zhang Wei mencoba memberanikan diri, meskipun keringat dingin mulai mengalir di punggungnya. "Tanah tandus? Lihatlah tempat ini! Energi spiritual di sini begitu padat hingga rumputnya saja bisa dijual sebagai ramuan obat tingkat rendah! Dan kau... kau menawan para ahli dari Sekte Gerhana Darah? Ini adalah pelanggaran hukum kerajaan! Menawan warga negara tanpa pengadilan adalah tindakan pemberontakan!"
Zhou Ji Ran berjalan mendekati Zhang Wei. Setiap langkahnya terasa ringan, namun bagi Zhang Wei, setiap langkah itu seolah-olah adalah detak jantung raksasa yang siap menghancurkannya.
"Pelanggaran hukum? Mereka menyerang rumahku, merusak pagarku, dan mencoba membunuh asistenku," Zhou Ji Ran menunjuk ke arah Elder Mo. "Aku hanya memberi mereka pekerjaan sosial sebagai ganti rugi. Bukankah itu sangat adil?"
"Adil?! Kau menjadikan ahli Nascent Soul sebagai penyangga tanaman melon pahit!" Zhang Wei berteriak histeris. "Ini adalah penghinaan terhadap martabat kemanusiaan dan kekuatan kultivasi! Kerajaan tidak akan tinggal diam!"
Zhou Ji Ran menatap Zhang Wei dengan mata yang tiba-tiba menjadi sangat dingin. "Dengar, Tuan Pejabat. Aku punya banyak pekerjaan hari ini. Aku harus memberi makan ayam, membajak ladang, dan memastikan Ye Hua tidak memotong tangannya sendiri saat mencabut rumput. Aku tidak punya waktu untuk politik kerajaan. Jika kau ingin pajak, ambilah sepuluh butir telur ayam ini dan pergilah. Itu adalah pajak paling banyak yang bisa kuberikan untuk 'keamanan' yang bahkan tidak pernah kuterima dari kerajaanmu."
Zhou Ji Ran menyerahkan sebuah keranjang kecil berisi telur ayam yang masih hangat. Di mata manusia biasa, itu hanya telur. Namun Zhang Wei, yang juga seorang kultivator tahap Golden Core, merasakan energi yang terpancar dari telur-telur itu. Setiap butir telur itu memancarkan cahaya keemasan redup. Ini bukan telur ayam biasa; ini adalah Esensi Binatang Suci yang telah termutasi oleh energi di tempat ini! Satu butir telur ini nilainya setara dengan pendapatan satu provinsi selama setahun.
Tangan Zhang Wei gemetar saat menerima keranjang itu. "Telur ini..."
"Ambil dan pergi. Dan katakan pada Rajamu, jangan kirim siapa pun lagi ke sini. Desa Jinan adalah tempat yang damai, dan aku ingin tetap seperti itu. Jika ada yang datang lagi dengan gulungan emas atau pedang, aku tidak akan hanya memberikan telur. Aku akan memberikan mereka posisi permanen di ladang jagungku di samping Elder Mo. Apa aku jelas?"
Zhang Wei menelan ludah dengan susah payah. Ia melihat ke arah Elder Mo yang tampak menyedihkan, lalu menoleh ke arah Ye Hua yang kini menatapnya dengan tatapan peringatan. Ia tahu jika ia tetap tinggal, ia tidak akan bisa kembali ke Ibu Kota.
"Baik... baiklah. Pajak dianggap lunas untuk... untuk selamanya," ucap Zhang Wei terbata-bata. Ia segera berbalik dan memberikan isyarat kepada pengawalnya untuk mundur dengan cepat, hampir seperti mereka sedang melarikan diri dari medan perang.
Setelah utusan itu pergi, Zhou Ji Ran kembali ke ladangnya. "Dasar orang-orang kota. Selalu saja mencari keributan di pagi hari."
Lin Xiaoqi mendekat sambil membawa pupuk kandang. "Tuan, apakah Anda tidak takut mereka akan kembali dengan pasukan yang lebih besar? Kerajaan Langit memiliki jenderal-jenderal tingkat Soul Transformation."
"Biarkan saja mereka datang. Ladangku masih luas, dan aku masih butuh banyak orang-orang sawah untuk menakuti burung pipit di bagian timur," jawab Zhou Ji Ran sambil mulai menaburkan pupuk. "Lagipula, semakin banyak 'pupuk' spiritual yang kita tanam di sini, semakin subur tanah kita. Elder Mo dan kawan-kawannya adalah sumber pupuk yang sangat baik karena mereka terus-menerus menyerap energi alam dan melepaskannya kembali ke tanah lewat kaki mereka yang tertanam."
Ye Hua mendengarkan penjelasan itu dengan ekspresi wajah yang campur aduk antara kagum dan ngeri. Ia menyadari bahwa Zhou Ji Ran tidak hanya menghukum musuh-musuhnya, ia benar-benar mendaur ulang mereka untuk kepentingan ekosistem ladangnya. Ini adalah tingkat manipulasi energi yang belum pernah terdengar dalam sejarah kultivasi mana pun.
Siang harinya, suhu udara menjadi cukup panas. Zhou Ji Ran memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon dedalu besar yang tumbuh di pinggir sungai kecil di belakang rumahnya. Ia mengajak Lin Xiaoqi dan Ye Hua untuk ikut serta. Ia mengeluarkan sebuah teko tanah liat dan tiga cangkir kayu.
"Minumlah. Ini adalah teh daun bambu yang kuambil dari hutan belakang," ucap Zhou Ji Ran.
Ye Hua menerima cangkirnya dan menyeruput teh itu. Seketika, ia merasa seluruh kelelahan di ototnya menghilang. Lebih dari itu, ia merasakan pemahamannya tentang "Pedang Tanpa Bentuk" yang selama ini buntu tiba-tiba mendapatkan pencerahan. Teh ini bukan hanya sekadar minuman; ini adalah cairan pencerahan.
"Tuan... kenapa Anda memberikan ini kepada kami?" tanya Ye Hua dengan suara yang sedikit bergetar. "Ini adalah sesuatu yang bisa membuat para ahli di dunia luar saling membunuh untuk mendapatkannya."
Zhou Ji Ran menatap aliran air sungai dengan tenang. "Di mataku, ini hanya teh untuk penghilang dahaga. Ye Hua, masalah dengan kalian para kultivator adalah kalian terlalu terobsesi dengan 'kelangkaan'. Kalian menganggap sesuatu berharga karena sulit didapat. Bagiku, sesuatu berharga karena ia bermanfaat pada saat yang tepat. Sekarang kalian haus, dan teh ini menghilangkan haus kalian. Itulah nilai tertingginya."
Lin Xiaoqi mengangguk setuju. "Tuan benar. Di sini, segalanya terasa lebih nyata. Saya tidak lagi merasa harus bersaing dengan siapa pun. Saya hanya ingin memastikan Tuan puas dengan pekerjaan saya."
Zhou Ji Ran tersenyum tipis. "Bagus. Karena kau sudah bersemangat, setelah istirahat ini, kau harus membantu Ye Hua mencuci pakaian di sungai. Dan ingat, Ye Hua, jangan gunakan energi pedangmu untuk mengeringkan pakaian. Itu merusak serat kain. Gunakan tanganmu untuk memerasnya sampai benar-benar kering."
Ye Hua hanya bisa menghela napas panjang. "Baik, Tuan."
Saat mereka sedang menikmati teh, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari arah langit. Sebuah retakan ruang terbuka, dan sebuah kapal perang terbang raksasa dengan dekorasi emas dan perak muncul dari balik awan. Kapal itu memiliki bendera dengan lambang naga terbang—simbol dari Kerajaan Langit yang paling tinggi.
"Sepertinya utusan tadi tidak menyampaikan pesanku dengan cukup baik," gumam Zhou Ji Ran sambil meletakkan cangkir tehnya. Wajahnya tidak lagi santai; ada gumpalan awan kegelapan di matanya yang menandakan bahwa kesabarannya telah mencapai batas.
Seorang pria dengan jubah perang berwarna putih turun dari kapal tersebut, melayang di udara dengan tangan di belakang punggung. Ia adalah Jenderal Han, salah satu dari empat Jenderal Agung Kerajaan Langit. Kultivasinya telah mencapai tahap Soul Transformation tingkat menengah. Di belakangnya, ribuan prajurit elit berdiri siap di atas kapal.
"Siapa yang berani menghina utusan Kerajaan dan menahan para ahli dari sekte yang bernaung di bawah perlindungan kami?!" suara Jenderal Han menggelegar, menciptakan gelombang kejut yang membuat air sungai memercik tinggi.
Zhou Ji Ran berdiri perlahan. Ia mengambil sebuah handuk kecil dan menyeka bibirnya. "Aku sudah bilang pada pria berkumis tadi untuk tidak kembali. Kenapa kalian sangat sulit untuk mendengarkan? Apakah telinga kalian tersumbat oleh emas dan kesombongan?"
Jenderal Han menatap Zhou Ji Ran dengan jijik. "Kau? Kau petani sombong itu? Aku tidak peduli trik apa yang kau gunakan untuk menipu Elder Mo. Di hadapan kekuatan Soul Transformation, kau hanyalah debu!"
Jenderal Han mengangkat tangannya, dan sebuah tombak petir raksasa terbentuk di langit, memancarkan energi penghancur yang bisa melenyapkan seluruh desa dalam sekejap. "Rasakan amarah Kerajaan Langit! Tombak Penghakiman Dewa!"
Tombak petir itu meluncur turun dengan kecepatan yang menghancurkan penghalang suara. Lin Xiaoqi dan Ye Hua segera bersiap untuk bertarung, namun Zhou Ji Ran melangkah di depan mereka.
"Istirahat kita berakhir lebih cepat dari yang kuharapkan," ucap Zhou Ji Ran.
Ia tidak menggunakan senjata. Ia hanya mengangkat tangan kanannya ke arah tombak petir yang jatuh dan melakukan gerakan memutar telapak tangannya seolah-olah sedang mengaduk adonan kue.
Seketika, tombak petir yang sangat kuat itu melambat, lalu mulai berputar mengikuti gerakan tangan Zhou Ji Ran. Energi penghancur yang masif itu tiba-tiba kehilangan taringnya dan berubah menjadi bola cahaya kecil yang jinak di ujung jari Zhou Ji Ran.
"Petir ini... lumayan juga untuk menyalakan api tungku," ucap Zhou Ji Ran. Dengan jentikan jari, ia mengirimkan bola petir itu kembali ke arah kapal perang terbang.
*BUMMM!*
Kapal perang raksasa itu tidak hancur, namun seluruh sistem energinya seketika mati total. Kapal itu mulai miring dan jatuh perlahan ke arah hutan di seberang desa. Sementara itu, Jenderal Han merasa seolah-olah seluruh kekuatannya telah diserap oleh vakum yang sangat kuat. Ia jatuh dari langit dan mendarat dengan tidak anggun di atas tumpukan jerami di dekat kandang kuda.
Zhou Ji Ran berjalan mendekati Jenderal Han yang sedang merangkak keluar dari jerami dengan wajah penuh debu. "Kau jenderal, kan? Bagus. Aku sedang butuh seseorang dengan stamina Soul Transformation untuk menarik alat penggiling gandum di gudang. Alat itu sangat berat, dan kuda-kuda itu terlalu malas untuk melakukannya."
Jenderal Han menatap Zhou Ji Ran dengan mata terbelalak. "Kau... kau adalah..."
"Aku adalah orang yang ingin menikmati tehnya dengan tenang. Dan sekarang, kau adalah pekerja baruku," Zhou Ji Ran menjentikkan jarinya, dan sebuah kerah energi muncul di leher Jenderal Han, mengunci seluruh basis kultivasinya. "Xiaoqi, bawa dia ke gudang. Berikan dia instruksi tentang cara mengoperasikan penggilingan. Jika dia menolak, jangan beri dia jatah makan malam."
Lin Xiaoqi tersenyum lebar. "Siap, Tuan!"
Ye Hua berdiri di sana, melihat bagaimana seorang jenderal agung dari kerajaan terbesar kini diseret oleh seorang gadis muda menuju gudang gandum. Ia menyadari bahwa di Desa Jinan, hirarki dunia benar-benar tidak berlaku. Hanya ada satu penguasa, dan penguasa itu hanya peduli pada efisiensi pertaniannya.
Malam itu, Desa Jinan menjadi lebih sibuk dari biasanya. Suara penggilingan gandum yang ditarik oleh Jenderal Han terdengar berirama, sementara di ladang jagung, barisan orang-orang sawah dari Sekte Gerhana Darah berdiri dalam diam di bawah sinar bulan.
Zhou Ji Ran duduk di terasnya, memandangi langit malam. Ia tahu bahwa tindakannya hari ini telah secara resmi menyatakan perang terhadap Kerajaan Langit. Namun, ia tidak merasa khawatir. Baginya, setiap musuh yang datang adalah peluang untuk mendapatkan tenaga kerja gratis.
"Tuan Zhou... apakah Anda benar-benar akan menjadikan mereka semua pekerja?" tanya Ye Hua sambil membawa piring berisi buah-buahan yang baru dipetik.
"Tentu saja. Kenapa harus membuang-buang energi untuk membunuh ketika kau bisa memanfaatkan mereka untuk sesuatu yang produktif? Dunia ini butuh lebih banyak petani dan lebih sedikit prajurit," jawab Zhou Ji Ran sambil mengambil sepotong buah apel. "Dan kau, Ye Hua. Besok kau akan mulai belajar cara membuat keju dari susu kambing. Aku dengar teknik pedangmu bisa membantu dalam memotong gumpalan susu dengan sangat halus."
Ye Hua hanya bisa tersenyum pasrah. "Saya akan berusaha sebaik mungkin, Tuan."
Di kegelapan malam, di sebuah tempat yang sangat jauh, di puncak Gunung Dewa yang tertinggi, seorang pria tua dengan rambut putih panjang membuka matanya. Ia merasakan hilangnya aura Jenderal Han secara tiba-tiba. Di depannya, sebuah cermin air menunjukkan gambaran samar tentang sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh aura yang begitu kuat hingga cermin itu mulai retak.
"Siapa sebenarnya pemuda itu...? Kekuatannya... rasanya sangat akrab, namun mustahil bagi seseorang untuk memiliki otoritas setingkat itu tanpa bantuan dari 'Sistem Surga'..." gumam pria tua itu.
Ia tidak tahu bahwa sistem yang ia maksud sudah hancur berkeping-keping, dan pria yang ia awasi adalah alasan di balik kehancuran itu. Zhou Ji Ran, sang mantan pemilik sistem, telah memutuskan bahwa daripada memerintah multisemesta, ia lebih suka memerintah sebuah ladang sawi dan melon pahit. Dan siapa pun yang mencoba menghentikannya, hanya akan berakhir menjadi bagian dari dekorasi pertaniannya.
Roda nasib terus berputar, dan meskipun Zhou Ji Ran mencoba untuk hidup santai, dunia terus saja menyeretnya kembali ke panggung utama. Namun, kali ini ia tidak memiliki sistem untuk memberinya instruksi. Ia hanya memiliki keinginan untuk melindungi rumah kecilnya, dan bagi seorang pria yang pernah menaklukkan ribuan dunia, keinginan itu adalah kekuatan yang paling berbahaya di seluruh alam semesta.
"Tuan, Jenderal Han sudah menyelesaikan sepuluh karung gandum. Apakah dia boleh beristirahat?" teriak Lin Xiaoqi dari arah gudang.
"Berikan dia segelas air dan suruh dia lanjut sepuluh karung lagi! Kita butuh banyak tepung untuk stok musim depan!" sahut Zhou Ji Ran.
Ya, ini adalah jenis kehidupan yang ia inginkan. Penuh dengan kerja keras, tawa, dan tentu saja, sedikit drama dari para kultivator yang tidak tahu diri. Dan perjalanan panjang ini baru saja dimulai. Seiring dengan pertumbuhan tanaman di ladangnya, kekuatan dan pengaruh Zhou Ji Ran juga mulai tumbuh secara perlahan, menarik perhatian entitas yang lebih besar dari sekadar kerajaan fana. Namun bagi Zhou Ji Ran, selama ia masih bisa melihat matahari terbit dari teras rumahnya, segalanya akan baik-baik saja.
Besok adalah hari untuk menanam padi, dan ia sudah merencanakan peran apa yang cocok untuk Elder Mo dalam proses pengairan. Kehidupan di Desa Jinan tidak pernah membosankan, dan bagi sang mantan pemilik sistem, itulah hadiah terbaik yang pernah ia terima.