NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

Mama sementara tunggu di lobi hotel. Mia sedang ke kamar mengambil tasnya.

"Bajunya disini saja sayang."

"Oke."

"Ade pamit ya sayang."

"Iya hati - hati ya istriku sayang. Pasti kamu yang menyetir, mama kelelahan."

"Ade baru pertama menyetir disini sayang."

"Nanti pakai google map aja."

Roy mencium istrinya sangat mesra. Sebelum istrinya pulang. Di lobi ada papa juga, namun mama Sisca cuek saja.

"Pa, ngak usah ke club malam ya. Jaga kesehatan."

"Iya anak papa."

Bapak Nico langsung memeluk anak mantunya. Mia dan mama Sisca sudah berada di parkiran hotel. Mia yang akan membawa mobil.

"Sayang, adek mau mangga itu."

"Biar papa yang beli."

Roy temani papanya membeli mangga sepuluh kilo buat Mia anak mantunya. Roy meletakan di bagasi mobil.

"Bilang papamu jangan sampe harimau betina di pegunungan ngamuk."

Ternyata sebelum Roy sampaikan papa Nico sudah mendengar dan dia hanya tersenyum.

"Sayang aktifkan vidio callnya sepanjang jalan."

"Iya sayang."

Mia dan mertuanya sudah dalam perjalanan pulang. Mereka ada mampir di saga membeli beberapa buah yang dia tinggali buat suami dan papa mertuanya. Waktu Mia istrinya Roy dan mamanya sampai di rumah, Roy merasa lega.

"Sayang kaka kegiatan dulu ya. Sampai ketemu sore di rumah."

Karena mama kelelahan, Mia yang masak makan malam buat mama dan suaminya yang rencana mau ke rumah. Mama bangun sore membuat rujak buat anak mantunya. Kebetulan bumbu rujaknya lengkap.

Sore hari Mia menikmati rujak kebanyakan hasilnya dia sakit perut menangis. Roy yang baru selesai kegiatan mendengar istrinya menangis. Dia kuatir.

"Kamu kenapa sayang???

"Sakit perut kaka."

"Makan apa tadi??"

"Rujak banyak."

Roy langsung di antar mobil hotel mau pulang ke rumah. Mama sudah pesan beli obat apa buat Mia istrinya.

"Kenapa buru - buru."

"Mia sakit pa."

"Sakit apa?? Ayo langsung bawa ke rumah sakit."

Akhirnya papa juga ikut ke rumah melihat anak mantunya. Mereka mampir membeli minyak kayu putih untuk mengosok perut. Juga alat kompres perut. Tiga puluh menit mereka sampai di rumah. Roy langsung lari ke rumah sedangkan papanya membayar mobil dan mengambil belanjaan.

"Sayang...."

"Kaka, ade makan rujak buah kebanyakan belum makan nasi."

"Kamu kaka hukum nanti, buat panik tahu." Roy langsung memeluk istrinya.

"Bumbu rujaknya enak, ade suka."

"Tetapi makan begitu harus makan nasi dulu."

"Iya. Maafkan ade."

Roy mengosok minyak kayu putih di perut istrinya dan langsung dia gendong dan duduk di pangkuannya.

"Jangan sakit sayang. Kaka takut tahu."

Setelah makan dan minum obat untuk sakit perut. Mia ketiduran. Dan Roy tidak mau mengganggu istrinya.

"Mia bagaimana sayang??"

"Dia tidur ma."

"Kamu makan sama papamu dulu. Biar mama yang jaga Mia."

"Kak Nico makan dengan Roy."

"Terima kasih mama Roy. Sudah lama saya tidak makan masakan kamu."

"Sayangnya saat ini juga tidak bisa, karena yang masak anak mantumu."

"Kalo Mia yang masak pasti enak."

Roy dan papanya makan. Selesai makan, Roy memberi baju dan celananya buat papanya kemudian dia mandi. Roy tidak mengijinkan pulang karena sudah malam, kamar tamu sudah disiapkan buat papanya.

Malam jam satu baru Mia bangun. Disebelahnya ada suami posesifnya yang tertidur sambil memeluknya. Mia membelai wajah suaminya, di tatap dengan senyuman.

"Kamu tahu sayang, dari dulu kamu itu idolaku. Kesukaan ku pada laki - laki hitam manis, membuat aku sangat bahagia memilikimu menjadi suamiku. I love you sayang."

"I love you too istriku." Mia kaget, ternyata suaminya merespon ucapannya yang sebenarnya tidak Mia harapkan. Roy langsung memeluk istrinya mau tidak mau Mia kembali dibuat tidur dalam pelukan Roy.

"Sejak kapan sudah jatuh cinta??"

"Sejak......."

"Sejak pandangan pertama kan."

"Percaya diri sekali."

"Kamu memang jodohku Maria Theresia Johan. Laki - laki hitam manis itu menawan to??"

"Sedikit."

"Sedikit !!!??? Menipu lagi." Mia tersenyum. "Aku pacar ke berapa??" Mia berpura - pura menghitung. Roy pikiran mulai kacau.

"Mungkin satu?? Kalau saya?? Jujur ya kaka."

"Kamu yang kedua. Pertama sama - sama lulusan IPDN, namun kita beda keyakinan."

"Putus karena beda keyakinan???"

"Iya orangtuanya tidak menyetujui."

"Kamu cinta sama dia??"

"Dulu, sekarang sudah ada kamu yang aku cintai."

Mia cemburu, ternyata dia yang kedua. Setelah mendengar apa yang suaminya katakan Mia langsung bangun. Namun Roy kembali menarik tubuh itu. Mia memberontak. Roy mencium bibir istrinya sangat dalam dab bernafsu. Mia terus memberontak. Dengan tenaga yang Roy punya tanpa menyakiti istrinya yang sedang cemburu. Roy yang rudalnya sudah siap, dengan muda memasuki mulut rahim istrinya.

"I love you. Hanya kamu sayang. Itu masa lalu." Roy menyatakan perasaannya sambil terus melakukan gerakan untuk penetrasi rudalnya ke mulut rahim istrinya. Kecepatan semakin kencang. Roy melepas bajunya dan istrinya sampai tak ada sehelai kain pun menutupi tubuh mereka.

Terdengar suara desahan keluar dari mulut istrinya Mia. Membuat adrenalinnya semakin meningkat. Dan mereka sama - sama mencapai puncak kenikmatan. Roy melepas serum ajaibnya kedalam mulut rahim istrinya. Dia mencium kening serta bibir istrinya.

"Terima kasih sayang."

"Mantan pacarmu yang berbeda keyakinan ada dimana sekarang??"

"Mia stop ya. Dia itu masa lalu."

Mia menangis, karena seperti biasa, Roy tidak perna memanggil dia dengan sebutan namanya, biasanya sayang atau adek. Mia ke kamar mandi. Roy mengejar dalam keadaan sama - sama bugil.

"Maafkan kaka, sayang." Roy memeluk dan mencium.

"Kaka berubah."

"Kaka tidak mau masa lalu di ungkap lagi."

"Ade hanya mau tahu, siapa tahu dia ada di sekitar kamu."

"Dia juga pegawai negeri di pegunungan namun dia kepala distrik."

Roy mengendong tubuh istrinya dan diduduki di meja wastafel. Rudal Roy kembali masuk kedalam mulut rahim Mia. Roy tetap mencium istrinya dibawa tubuh itu yang sudah menyatu di shower dan diselesaikan dibawa guyuran air hangat. Mia mendesah panjang tanda dia telah mencapai puncak. Begitu juga dengan Roy yang sudah kembali memasukan serum terbaiknya, benih - benih cintanya.

"Itu hukuman, karena membuat kaka panik sore tadi. Kenapa makan rujak sebaskom sebelum makan nasi."

"Enak rujaknya, ini kali pertama adek makan."

"Sekarang perutnya gimana???"

"Sudah enakan." Roy kembali mengosok minyak kayu putih di perut istrinya.

Sudah hari terakhir suaminya Mia dan papa mertuanya kegiatan di kota ini. Dan kemarin malam, Roy tidak kerumah karena kegiatan terakhir. Pagi ini Mia, bagun pagi namun mukanya pucat sekali.

"Sayang kamu sakit??"

"Ma, Mia rasa tidak enak badan. Dan mual."

"Kita ke rumah sakit. Ikut mama."

Mia yang lemas hanya mengikuti mama mertuanya. Mama Sisca sudah menghubungi Roy memberitahukan keadaan Mia. Giliran Mia yang akan di periksa. Waktu dokter memeriksa, mama Sisca melihat ada yang berbeda dari raut wajah dokter.

"Bagaimana keadaan anak mantuku dok??"

"Mers Sisca, sepertinya menantu ibu harus di periksa ke dokter kandungan." Dokter umum ini menghubungi dokter Sandra. Dan Mia diperiksa kembali. Waktu di USG, ternyata benar ada mahluk hidup. Roy sudah tiba di rumah sakit bersama papanya, mendengar Mia ke rumah sakit mereka panik. Roy dan papanya menuju ruangan yang di tunjuk, didalam ada Mia yang terbaring.

"Sayang......???"

"Kaka ,Adek hamil!!"

Roy langsung mencium dan memeluk istri. Terdengar suara bersyukur dari papa Nico. Roy dan Mia ditemani papa dan mamanya Roy berkonsultasi dengan dokter Frans, dokter kandungan yang memeriksa Mia, perihal besok mereka akan kembali ke tempat tugas.

"Kandungan ibu Mia kuat, namun saya akan memberi vitamin dan obat penguat janin. ada yang di minum dan disuntikan."

Roy bersukacita dan dia langsung menghubungi mertuanya di Kalimantan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!