Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Untuk apa pak saga kesini terus?"
"Bukankah sudah ada pekerjanya sendiri?" Gerutu nadia.
"Apakah kamu takut aku akan melakukan itu di lingkungan sekolah?"
"Kamu tidak tau betapa aku sangat bingung cara menutupi ini"
"Ini sudah dua hari yang lalu..dan masih sangat kelihatan" ucap saga sembari menunjukkan bekas merah dilehernya.
"Lalu untuk apa sekarang kesini?"
"Untuk membalaaass..."
"Ehmmm.." belum sempat nadia menyelesaikan ucapannya saga sudah menyambar bibirnya.
Plak..
pukulan mendarat dipaha saga.
"Jangan seperti itu..bagaimana kalau ada yang melihat.." gerutu nadia.
"Mobil ini tidak tembus pandang,jadi meskipun aku melakukannya disini,tidak akan ada yang tau.." ucap saga dengan mimik wajah seperti ingin menelan bulat-bulat mangsanya.
"Tidak!"
"Aku akan keluar sekarang.."
"Aku belum selesai,kamu bisa meminum ini!" Saga menyodorkan sebuah botol kecil berisi obat.
"Vitamin!" Ucap nadia begitu melihat label dari botol tersebut.
"Itu hanya botolnya,aku tidak ingin orang lain curiga kamu meminum obat.."
"Dan itu obat pencegah kehamilan.."
"Apakah harus seperti ini!" Tersengar suara lirih nadia.
"Efeknya tidak akan membuat buruk tubuhmu.."
"Begitu kamu mulai berhenti mengkonsumsinya tubuhmu akan seperti semula.."
Setelah obrolan serius mereka selesai nadia hendak keluar dari mobil saga,
Tapi ia baru ingat bahwa pagi tadi dia lupa meminta uang saku,dan tidak bawa dompet.
"Bolehkan aku.." ucap nadia dengan menengadahkan tangannya kearah saga.
"Apa!"
"Aku lupa bawa uang,dan aku lapar"
"Sudah berani minta kamu!" Ucap saga yang kemudian menyerahkan dompetnya ke nadia.
"Wahh banyaknya.."
"Ini aja cukup" nadia hanya mengambil dua lembar pecahan lima puluh ribu'an.
"Kalau ga sama kamu aku ga bakal berani.."
"Mintalah keorang yang kamh temui di mall tempo hari itu!" Kini nada bicara saga terdengar kesal.
"Hahaha itu kakaku.."
"Apa kamu cemburu.."
"Katakan saja..duda tua ini sekarang telah terjerat cinta anak sma.." goda nadia.
Bukannya membuat nadia keluar saga justru mengunci pintu dan menarik tubuh nadia kedalam pelukannya.
"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun.." ucap saga lalu melumat bibir mungil nadia dan tangannya pun mulai meremas payudara nadia.
********
"Darimana aja si?"
"Dicariin juga.." ucap andin.
"Pinjam sisir,rambutku berantakan!"
"Tadi ada omku di depan,jadi aku nemuin dia sebentar dan dikasih ini.." nadia memperlihatkan uang yang ia minta dari saga.
"Waahhh..traktir nih.."
"Ini sisirnya,buruan.."
"Lumayan 10 menit.."
Nadia pun menyisir rambutnya lalu berjalan bersama andin untuk ke kantin.
Namun di tengah perjalanan nadia terhenti begitu melihat vino yang tengah bermain basket seorang diri.
"Nih sana ke kantin.." ucap nadia kemudian memberikan selembar uangnya untuk andin.
"Haii vin.." sapa nadia.
"Nad.."
"Sedang apa?"
"Tadinya mau ke kantin,tapi barusan lihat kamu disini!"
"Ngapain main sendiri"
"Galau,abis lihat cewek yang aku suka keluar dari mobil seseorang!"
Nadia terdiam mendengar ucapan vino,ia tidak menyangka bahwa vino melihat dirinya keluar dari mobil saga.
"Vin.."
"Aku gapapa kok,bukan kah aku juga udah berkata,kalau pun kamu sudah ada pasangan,aku gapapa menjadi yang kedua.."
"Vino.."
"Jangan seperti itu.."
"Kenapa?"
"Jangan seperti itu apa! Jangan aku menjadi orang kedua atau jangan karna kamu memilih orang itu?"
"Vino apa sih!"
"Sekarang kamu jawab pertanyaan aku.."
"Nadia!"
"Apakah kamu mau jadi pacarku?"
"Vin.."
"Jawab nad!"
Nadia berlari meninggalkan vino,
Ia merasa obrolan mereka kini hanya ada emosi.
"Aku tidak mau kalah dengan ego.."
"Saga juga tidak memberiku kepastian tentang hubungan ini.."
"Lalu jika ada yang menyatakan perasaan kepadaku dan akupun tertari dengannya kenapa tidak!"
Nadia pun mengirim pesan kepada vino.
"Kita akan ngobrol lagi kalau suasana sedang baik.."
Ting "aku akan menunggumu di parkiran sekolah.."
Ting "maaf tadi aku emosi.."
Nadia membaca balasan pesan dari vino,dan mengiyakan ajakan vino.
Hari ini nadia ijin tidak mengajar les aldo,ia berasalan bahwa dirumahnya tengah kedatangan saudara jauh,dan dirinya harus menemui saudara tersebut.
Setelah jam pulang sekolah tiba,nadia menghampiri vino yang masih berada di dalam kelas.
Terdengar samar-samar beberapa temannya vino berbisik bahwa nadia menghampirinya.
Vino yang tampak sumpringah langsung menghampiri nadia,
Ia berjalan tepat disebelahnya menuju parkiran motor.
"Mau kemana kita?" Tanya nadia ketika sudah berada di jalan.
"Kita ke taman kota saja.." ucap saga.
"Aku ga nyangka loh masih ada tempat seperti ini di jakarta.."
"Mana bagus banget,adem.." puji nadia.
"Apakah ada penjualnya juga?"
"Tentu ada!"
"Siapa yang memberitahumu kesini!"
"Atau jangan-jangan kamu pernah kesini sebelumnya bersama cewek lain.."
"Cewe lain itu ga pernah ada,kamu yang pertama nad.."
Nadia terdiam mematung,matanya berkeliling menyapu seisi taman tersebut.
"Vin.."
Vino tidak menjawab panggilan nadia,ia justru mengambil sebuah kotak berisi beberapa batang benda kecil berwarna putih dan menyalakannya menggunakan korek.
"Aku sudah lama seperti ini!"
"Tapi aku tidak aneh-aneh.."
"Emm..gapapa kok..sudah bukan rahasia umum lagi..bahkan anak-anak dibawah kita juga sudah banyak.."
"Mau kita bahas sekarang!" Ucap vino yang kini menatap tajam wajah nadia.
"Aku ga tau tentang perasaanku sendiri vin.."
"Jujur aku dulu pernah merasa tertarik denganmu,tapi itu dulu.."
"Dan aku ga tau sekarang bagaimana perasaanku itu.."
"Aku merasa nyaman di dekatmu,tapi aku juga hanya seperti sedang mencari hiburan.."
"Jadi kamu menganggap aku hanya hiburan sesaat!"
"Tidak,bukan itu maksudku.."
"Kamu selalu datang tiba-tiba yang membuatku berfikir oh mungkin ini takdir,tapi takdir tidak semudah itu.."
"Dan perasaanku ke kamu belum sepenuhnya bisa dibilang suka.."
Vino menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
"Nad.."
"Aku tau.."
"Cinta memang tidak bisa dipaksa,cinta juga bukan mainan.."
"Kata cinta juga bukan hanya ucapan,tapi aku yakin aku bisa membuatmu merasa nyaman,karna pada dasarnya rasa nyamanlah yang akhirnya akan menumbuhkan rasa cinta.."
"Mengapa saga tidak bisa berkata seperti vino,bahkan dirinya memanggilku sayang hanya saat kita sedang.." bathin nadia.
Sesaat ia mengingat dan membandingkan saga dengan vino.
"Vin.."
"Nadia.."
"Aku ga peduli dengan apa yang saat ini kamu rasakan..intinya aku punya rasa tertarik denganmu,dan aku mau kamu jadi pacarku nad.."
"Bisa kamu kasih kesempatan itu"
Nadia mengangguk mendengar pernyataan vino,ia merasa dirinya tengah dilamar dihadapan banyak orang yang membuatnya tidak bisa menolak.
"Aku akan memberimu kesempatan!"
"Asal!"
"Asal apapun itu yang penting kamu mau.."
Vino bangkit dari duduknya langsung memeluk nadia yang masih duduk.
"Makasih nad.."