"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 Mas Bayu dan ibu Datang
Selesai aku makan gantian mas bagas yang makan aku segera ke komputer kasir yang tadi di pesan kemudian aku masukan programnya kalau semua menu tetap di ketik tapi kalau yang ada barcode nanti tinggal scan biasanya produk dari pabrik yang sudah ada barcode nya aku berhenti sejenak untuk sholat ashar kemudian lanjut dan selesai saat magrib aku sholat dulu kemudian kami pulang bersama kami Sampai di apartemen sudah malam aku masih kenyang dengan makanan tadi jadi aku nggak makan malam aku hanya makan telor rebus aku sekarang mau tidur dulu karena tidak ada pekerjaan dari paman Hendra dia masih sibuk dengan penyidikan nya jadi belum minta bantuan lagi katanya kalau butuh nanti langsung telephon
Aku lanjut membuat produk digital dengan tema yang sama tentang rekayasa perangkat lunak alhamdulilah banyak peminatnya sampai aku ngantuk dan aku pun tidur di kamar ku dengan nyaman.
Aku bangun ketika subuh berkumandang aku sholat kemudian aku pakai pakaian olah raga mau jogging di daerah sini sambil ingin sarapan pecel dan belanja keperluan dapur kerena ibu mau datang bersama mas Bayu aku senang kali ibu datang ke sini tapi ibu kalau bepergian nggak bisa lama karena selalu ingat ayam ayam peliharaan nya.
Aku berlari kecil dan sekali juga jalan di sekitar apartemen aku berlari keluar ke jalan raya aku ingin membeli nasi pecel saja yang banyak sayurnya dan nasi sedikit aku makan di sana memang ada warung kecil yang jualan nasi pecel dan aneka lauk tiap pagi hari jam sembilan paling sudah habis aku pesan juga satu gelas teh hangat ada peyek nya juga selesai makan aku belanja buat isi kulkas aku beli sayur yng sudah di kemas dengan styrofoam di tutup plastik jadi kalau masak tingal di masukkan dan sudah ada bumbunya aku tidak beli banyak takutnya ibu kalau datang bawa oleh oleh makanan bayak aku juga beli beras saja biar enak kalau mau masak.
Aku pulang ke unit apartment ku kemudian aku masukkan kulkas belanjaan ku dan aku mandi siap siap mau kerja ke mbak Maura tak lama sudah sampai aku memencet bell pintu mbak Maura sendiri yang membukakan pintu
" Nis masuk dulu hari ini kita ke PT makmur jaya mereka menghubungi mbak perangkat lunak nya kena virus jadi kita suruh betulin" kata mbak Maura
" Siap mbak kita berangkat sekarang" tanya ku
" Iya nis bentar mbak make up dulu" kata dia aku duduk di ruang tamu bi Sumi datang
" Mbak minum apa" tanya dia
" nggak usah bi tadi habis minum teh manis" jawabku bi Sumi membawa paperbag di letakkan di meja
" Apa ini bi" tanya ku
" Kata mbak Maura suruh bawa bekal biar nanti nggk kelaparan" jawab bi Sumi sambil terkekeh
" Bibi lanjut kerja ya mbak" pamit bi Sumi aku menganguk
Tak lama mbak Maura sudah keluar dan mengajak aku berangkat dan tidak lupa kami membawa paperbag dari bi Sumi
" Itu pastel dan kroket kiriman mama tadi di bawa bi Sumi jadi aku bawa sekalian kalau mau makan saja" kata mbak Maura
" Nanti saja mbak buat makan siang" jawabku kami sampai di parkiran kemudian aku masuk mobil mbak Maura yang mengemudi sekitar satu jam kami Sampai setelah sampai lobi aku di persilahkan ke ruangan komputer. Yang ada di ruangan teknisi pusat komputer di sini terkena virus otomatis semua kena dan bagian keamanannya tidak mengatasi aku sama mbak Maura duduk berdampingan mulai bekerja memang ini agak rumit aku minta secangkir kopi hitam dengan gula sedikit biar bisa konsentrasi kalau lapar kami sudah bawa kue teknisi dan operator semua di sini membuka lap top ku di situ aku simpan banyak aplikasi anti virus jadi lebih enak nanti kalau di butuh kan kami hari ini bekerja keras ternyata virus nya lumayan sulit Sampai keringat ku menetes padahal di ruangan ber-AC ku kerjakan sambil minum kopi hitam habis satu cangkir aku ijin sholat dulu bergantian dengan mbak Maura aku memohon pada alloh semoga di berikan jalan selesai sholat aku kembali ke tempat tadi gantian Mbah Maura yang sholat aku makan pastel yang tadi di kasih bi Sumi biar buat ganjal perut karena bertempur dengan virus virus nakal, sekitar pukul dua siang alhamdulilah virus sudah bisa di berantas dan data bisa di pulihkan kembali mereka semua lega dan sudah bisa tersenyum aku juga memasang anti virus yang lumayan tahan banting tetapi pekerjaan belum selesai aku berhenti karena lapar jadi aku makan kroket dan pastel bersama mbak Maura para Operator berusaha mencari data yang sempat hilang aku dan mbak Maura duduk menghadap meja yang ada makanan untuk kami juga air mineral.
Sekitar jam empat aku sholat ashar dulu bersama mbak Maura dan selesai sholat aku kembali ke ruangan tadi mbak Maura menghadap bosnya aku masih menunggu operator karena masih ada kesulitan yang harus aku jelaskan aku duduk di kursi yang ada di pojok sambil mengawasi mereka sekitar jam lima mbak Maura mengajak kami pulang
" Nis itu mbak sudah transfer untuk kerjaan hari ini dan kemarin yang dari paman belum kerena paman belum dapat bayaran kasusnya masih berjalan" kata mbak Maura
" Terima kasih mbak, Rekening ku semakin gendut saja jadi bingung ini penjualan produk digital juga jalan pelan tapi pasti dengan perlahan menambah pundi pundi rupiah ku" jawabku dengan sombong
" kamu semakin kaya saja bahkan bisa lebih kaya dari aku" kata mbak Maura
" Jangan seperti itu mbak aku nanti jadi sombong kalau jadi orang kaya baru" jawabku sambil terkekeh
" kamu makan apa nis" kata mbak Maura
" Aku tadi makan kroket sama pastel masih kenyang aku nanti makan sama ibu dan mas Bayu saja mereka pasti bawa makanan dari kampung" jawab ku
" pasti enak semua bagi dong" Kata mbak Maura
" Nanti setelah magrib aku undang makan di unit ku ya" kata ku
" ok aku juga ingin berkenalan sama ibu mu" kata mbak Maura
kami berpisah di lift karena mbak Maura masih naik ke atas ya di apartemen ini yang atas adalah unit yang mewah kalau malam bisa duduk di balkon sambil melihat pemandangan kota kalau tempat ku yang biasa saja atau yang paling sederhana tapi ya lebih baik dari pada kontrakan ku sebelumya
Aku masuk ke unit ku dan kulihat mas bayu duduk di ruang tamu sedangkan ibu di dapur sedang memasak ku cium punggung tangan nya
" Bu apa kabar bawa makanan apa" tanya ku
" Bawa ayam kampung bumbu Ingkung bawa ayam ungkep juga bawa telor ayam kampung". Kata ibu
" Aku mengundang mbak Maura makan di sini Bu ada apa saja kalau belum lengkap aku pesan" kata ku
" Itu aku tadi beli beras juga" kata ku
" Ibu bawa beras juga ibu ingin agak lama kumpul kalian di sini semua ayam ibu jual sebagain ibu sembelih bawa kesini telor ibu bawa semua buat kamu nggak apa apa kan ibu lama disini kumpul sama kalian" kata ibu
" Ya Anisa senang sekali tapi nggak apa apa kan kalau Anisa sering tinggal kerja" tanya ku
" Ya nggak apa apa lah nak Bayu juga belum mulai kuliah" kata ibu
Hem aku senang banget di tunggu ibu di sini apalagi pasti sering di masakan kan aku senang banget.
Bersambung