NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 二二

Cahaya matahari pagi menyelinap melalui jendela besar di ruang belajar kediaman Mo yang mewah. Suasana di sana sangat sunyi, hanya terdengar suara goresan pena di atas kertas dan detak jam dinding yang teratur. Di depan meja kayu yang besar, Xi’er duduk dengan punggung tegak, rambutnya diikat rapi ke atas, menampakkan leher jenjang dan wajah yang menunjukkan konsentrasi luar biasa. Di hadapannya, seorang guru sejarah senior bernama Pak Broto menatapnya dengan kekaguman yang sulit disembunyikan.

"Luar biasa Nona Lin. Anda baru saja merangkum tiga abad sejarah kolonial hanya dalam satu kali baca. Pemahaman Anda tentang strategi politik masa lalu sangat... tajam." puji Pak Broto sambil membetulkan kacamatanya yang sedikit merosot.

Xi'er tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat sopan, anggun, namun memiliki aura wibawa yang tenang. "Terima kasih Pak Guru. Ilmu sejarah bagi saya sama seperti mempelajari evolusi tanaman obat. Jika kita tahu akarnya, kita akan tahu mengapa buahnya terasa pahit atau manis hari ini. Semua hal di dunia ini memiliki sebab dan akibat yang saling mengikat."

Mo Yan, yang sedang memantau dari ruang kerja melalui monitor CCTV, sedikit terpana. Ia melihat Xi'er yang begitu penurut, mengangguk hormat setiap kali sang guru menjelaskan, dan tidak mengeluarkan satu pun kata-kata pedas. Mo Yan menyunggingkan senyum kemenangan yang tipis di bibirnya. Ternyata mendidiknya tidak sesulit yang kubayangkan. Dia hanya butuh metode yang tepat, pikirnya dalam hati dengan penuh rasa percaya diri.

Namun, kepercayaan diri Mo Yan menguap seketika saat malam tiba dan lampu-lampu kristal di ruang belajar mulai berpendar.

Sesi matematika dimulai. Mo Yan duduk di samping Xi'er dengan buku aljabar yang terbuka lebar. Ia sudah menyiapkan mental untuk menjadi mentor yang sabar bagi sang Tabib Agung, bahkan ia sudah menyiapkan beberapa camilan cokelat untuk merayu Xi'er jika gadis itu mulai jenuh.

"Baiklah Xi'er. Mari kita mulai dengan dasar variabel. Jika 2x + 5 \= 15, maka misi kita adalah mencari nilai dari si x ini." ucap Mo Yan sambil menuliskan angka-angka itu dengan tulisan tangan yang rapi dan tegas.

Xi'er menatap kertas itu seolah-olah angka-angka di sana adalah ulat bulu yang menjijikkan dan harus segera dibasmi. Ia meletakkan penanya dengan bunyi tak yang keras dan menopang dagu, menatap Mo Yan dengan tatapan menantang yang sangat berani. "Tuan kaku, aku punya pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada angka-angka malang ini."

"Apa lagi sekarang?" tanya Mo Yan, mulai merasakan tanda-tanda badai akan datang.

"Kenapa si x ini harus terus-menerus dicari?" tanya Xi'er dengan nada yang sangat serius, seolah sedang membahas masalah hidup dan mati. "Jika dia memang sengaja bersembunyi di balik angka dua, itu artinya dia ingin menyendiri dan tidak ingin ditemukan. Kenapa orang kota sangat gemar memaksa sesuatu yang ingin bebas untuk kembali ke dalam kotak perhitungan? Ini benar-benar melanggar hukum kebebasan alami!"

Mo Yan menarik napas dalam-dalam, mencoba menjaga detak jantungnya agar tetap stabil meskipun kepalanya mulai berdenyut. "Xi'er, ini matematika dasar. x hanyalah sebuah simbol untuk angka yang belum kita ketahui nilainya. Ini melatih logika berpikirmu agar bisa menyelesaikan masalah hidup yang jauh lebih kompleks nantinya."

"Logika?" Xi'er mendengus sombong. "Logikaku bilang, jika kau punya sepuluh botol ramuan dan kau memberikan dua pada pasien yang sekarat, kau punya delapan sisa untuk pasien lain. Itu adalah logika yang menyelamatkan nyawa! Tapi mencari x di dalam sebuah persamaan hampa ini? Ini seperti aku menyuruhmu mencari sebutir pasir berwarna biru di dasar samudra saat badai besar sedang mengamuk! Sangat tidak berguna dan membuang waktu berhargaku!"

Mo Yan memijat pelipisnya, merasa sabarnya sedang diuji hingga batas maksimal. "Pagi tadi aku melihatmu sangat patuh pada Pak Broto. Kau bahkan tidak mendebat sedikit pun saat dia menjelaskan tentang perang yang sudah berakhir ratusan tahun lalu. Kenapa sekarang, saat bersamaku, kau menjadi sangat sulit diatur dan penuh bantahan?"

Xi'er tiba-tiba tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat renyah namun penuh rahasia. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Mo Yan hingga aroma herbal yang menenangkan dari tubuhnya seketika menyerang indra penciuman sang CEO, mengacaukan fokus pria itu dalam sekejap.

"Tuan kaku, Pak Broto adalah seorang ahli yang aku hormati sebagai tamu di rumah ini. Sebagai seorang Tabib Agung, aku memiliki standar etika yang tinggi. Aku harus menjaga martabat dan kesopananku di depan orang asing yang berilmu." bisik Xi'er dengan kilat jenaka di matanya yang indah. "Tapi kau? Kau adalah orang yang sudah melihatku mengamuk, melihatku mencuri cokelat di laci kerjamu, bahkan melihatku hampir meledakkan dapurmu. Untuk apa aku berpura-pura menjadi murid teladan yang membosankan di depan pria yang sudah tahu semua kegilaanku?"

Mo Yan tertegun sejenak. Ada rasa hangat yang aneh sekaligus geli saat mendengar bahwa Xi'er merasa cukup nyaman untuk menjadi dirinya yang paling asli di hadapannya, meskipun itu berarti ia harus menghadapi sifat keras kepala gadis itu setiap malam tanpa henti.

"Jadi kau menganggapku sebagai orang dalam yang tidak butuh sopan santun, begitu?" tanya Mo Yan dengan suara yang sedikit lebih rendah dan dalam.

"Aku menganggapmu sebagai batu asahan. Kau keras, tapi kau bisa membuat pikiranku tetap tajam meskipun kau sangat menyebalkan." balas Xi'er asal, sambil kembali mencoret-coret kertas matematikanya. Bukannya menghitung, ia justru menggambar rasi bintang kuno di samping angka x. "Lihat, daripada mencari x yang malang, bukankah lebih bermakna jika kita menghubungkan titik ini dengan Bintang Penunjuk Arah? Ini adalah perhitungan kuno untuk menentukan waktu paling murni saat embun pagi bisa diambil untuk obat jantung."

Mo Yan hanya bisa bersandar di kursinya, menyerah untuk sementara waktu. Ia memperhatikan bagaimana Xi'er menjelaskan hubungan antara angka, alam, dan energi dengan penuh semangat. Meskipun cara berpikirnya sangat tidak ortodoks bagi kurikulum sekolah, Mo Yan menyadari bahwa Xi'er memiliki kemampuan analisis yang luar biasa jenius. Ia tidak hanya menghafal, ia mengaitkan pengetahuan itu dengan semesta yang ia pahami.

Tiba-tiba, A-Chen masuk ke ruangan sambil membawa selembar kertas gambar yang penuh dengan warna-warni krayon yang cerah. "Kakak! Paman Mo! Lihat gambarku!"

Xi'er mengambil gambar itu dengan lembut. Di sana terlihat tiga sosok manusia yang digambar dengan garis-garis sederhana namun penuh perasaan. Sosok tinggi besar dengan kursi roda (Mo Yan), sosok kecil berambut panjang (Xi'er), dan sosok paling kecil yang melompat riang (A-Chen). Mereka bertiga sedang berdiri di depan sebuah rumah megah dengan banyak tanaman herbal yang subur di sekelilingnya. Yang membuat Mo Yan terpaku adalah tangan sosok tinggi dan sosok berambut panjang itu digambarkan saling berpegangan tangan dengan sangat erat.

"Wah, A-Chen gambarmu sangat bagus! Detail bunganya sangat mirip dengan aslinya." puji Xi'er, namun pipinya perlahan merona merah saat matanya tertuju pada detail tangan yang bergandengan itu. "Tapi... kenapa Paman Mo memegang tangan Kakak seerat ini?"

A-Chen tersenyum polos, menampakkan deretan gigi kecilnya yang putih. "Karena kalau tidak dipegang kencang-kencang, Kakak pasti akan lari ke hutan lagi mencari akar pahit dan menghilang! Paman Mo harus menjaga Kakak supaya keluarga kita tetap bersama di rumah ini!"

Mo Yan berdehem keras, berusaha keras menutupi rasa canggung yang tiba-tiba menyerang dadanya. Ia mengambil gambar itu dan menatapnya dalam diam selama beberapa saat. "A-Chen benar. Kakakmu ini sangat sulit diatur dan suka menghilang tiba-tiba. Dia memang butuh seseorang yang bisa menahannya agar tidak tersesat lagi di labirin kaca dunia ini."

Xi'er segera merebut buku matematikanya kembali dengan gerakan cepat, menutupi wajahnya yang kini sudah merah padam sampai ke ujung telinga. "Sudah! Berhenti bicara omong kosong yang tidak masuk akal! Tuan kaku, cepat ajarkan aku cara memindahkan angka lima itu melewati jembatan sama dengan ini! Aku ingin segera menyelesaikan siksaan angka ini agar bisa tidur dengan tenang!"

Mo Yan terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar sangat tulus dan hangat. Ia kembali mendekat, bahunya bersentuhan dengan bahu Xi'er, lalu ia mulai membimbing tangan kecil gadis itu untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal. Malam itu, di bawah pendar lampu ruang belajar yang temaram dan hangat, perdebatan tentang variabel x dan y berubah menjadi sebuah simfoni kecil tentang dua jiwa yang mulai belajar untuk saling memahami, meskipun dilakukan dengan cara yang paling nyeleneh dan penuh dengan omelan pedas.

Xi'er menyadari, di balik angka-angka dingin yang dipaksakan Mo Yan padanya, ada sebuah upaya tulus untuk mengangkatnya dari jurang ketidaktahuan dunia modern. Dan Mo Yan menyadari, bahwa di balik sifat mengeyel Xi'er sebagai seorang Tabib Agung, ada kecerdasan murni yang sanggup mengubah dunianya yang kaku dan membosankan menjadi jauh lebih berwarna dan penuh kejutan.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!