NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Kasih Sayang Seorang Kakak

Malam itu di rumah utama keluarga Almeera baru saja selesai dengan acara inti lamaran Adrian dan Nayara, masih terasa dipenuhi dengan suasana hangat meskipun acara lamaran telah selesai.

Suara tawa perlahan mereda ketika satu persatu keluar berpamitan untuk pulang, namun ada yang berbeda ketika fokus berakih ke salah satu sudut rumah. Ada percakapan yang belum selesai, Damar Almeera kini tengah berdiri kokoh bak gapura kabupaten didekat balkon.

Tangannya kini berada didalam saku celana dengan tatapan yang lurus kedepan, namun pikirannya tidak benar-benar berada disana.

" Adrian..." suara itu terdengar seperti panggilan dengan nada yang rendah.

" Iya, Kak Damar?" Adrian yang sedang berbincang dengan sang Ayah langsung menoleh pelan.

" Maaf, Om... Apakah boleh saya berbicara dengan Adrian sebentar?" Damar pamit sopan kepada Arkana.

" Ahh.. Tentu saja, silahkan" Jawab Arkana.

Setelah berpamitan kini Damar dan juga Adrian berjalan beriringan kearah balkon, udah malam semakin terasa lebih dingin namun suasana diantara mereka justru terasa hangat dengan caranya sendiri.

Suasana hening sesaat, tidak ada ucapan yang keluar dari mulut keduanya. Saat ini kondisi yang terjadi bukan lagi tentang sebuah keraguan tapi tentang sebuah kepastian.

" Sorry Ad, gue bukan tipe orang yang basa-basi. Jadi gue mau langsung to the point sama Lo " ujar Damar yang akhirnya membuka obrolan.

" Silahkan Kak, Saya akan mendengarkan apapun itu" Adrian menganggukkan kepalanya sopan.

Damar kini menatap wajah Adrian dalam dan lama, seperti seseorang yang tengah memberikan penilaian secara menyeluruh.

" Nayara... Adik bungsu gue itu bukan orang yang mudah. Dia terlihat kuat tapi sebenarnya dia yang paling banyak menyimpan seorang diri selama ini" Suara Damar terdengar sedikit tenang.

" Iya Kak, Aku tahu itu" Adrian tersenyum tipis tanpa memotong".

" Sebagai seorang Kakak, gue merasa gagal melindungi Nayara. Disaat dia disakiti, dikhianati bahkan disaat dia berada di titik terendah dalam hidupnya..." Damar mengehentikan ucapannya, sesaat menarik nafasnya dalam.

" Aku tidak berada disampingnya... Kevin"

Nama itu akhirnya kini keluar dari mulut Damar, Adrian sedikit terkejut namun tatapannya masih tenang.

" Aku tahu, Kak"

" Lo tahu?" tanya Damar yang kini mengernyitkan keningnya.

" Saya bahkan pernah bertemu dengannya, bahkan saya sudah tahu apa yang telah dia lakukan kepada Nayara" Suasana kini lebih dalam dan serius.

Damar kembali menatap Adrian lebih lama seolah tengah memastikan bahwa laki-laki yang baru saja melamar adiknya benar-benar paham dan mengerti.

" Kalau Lo tahu, berarti Lo juga tahu bagaimana hancurnya dia waktu itu?" tanya Damar.

Adrian tidak menjawab hanya tersenyum tipis dengan anggukan kepalanya.

" Dia tidak menangis didepan kami, tidak ada keluhan apapun yang keluar dari mulutnya sampai detik ini. Tapi Lo tahu? Justru itu yang paling menyakitkan " Ucap Damar sedikit lirih.

" Dia menanggung semua rasa sakitnya seorang diri, dan Lo tahu? Gue benar-benar melihat perubahan dari Nayara... Dari seorang anak yang hangat dan manis berubah menjadi seorang anak yang dingin dan bahkan menjaga jarak dari semua orang" Damar menundukkan kepalanya sedikit.

" Dia berhenti berharap, dan sebagai seorang Kakak aku benar-benar gagal" Damar kini tersenyum getir.

Angin makan berhembus pelan seolah tengah membawa keheningan diantara mereka, Adrian yang sejak tadi mendengar ucapan dan ungkapan sang calon kakak ipar dengan penuh keyakinan kini mencoba mengeluarkan suaranya memecah keheningan.

" Kak Damar... Saya tidak akan bilang kalau saya bisa menghapus masa lalu Nayara, karena luka itu bagian dari Perjalanan hidupnya" Adrian mengangkat wajahnya menatap Damar.

" Tapi Kakak bisa pegang ucapan Saya, bahwa Saya akan memastikan satu hal... Mulai saat ini dan kedepannya Nayara tidak akan lagi merasakan sakit" Suara Adrian melembut.

" Saya tahu dia perempuan yang mandiri dan kuat, tapi saya juga tahu bahwa yang dia butuhkan adalah seseorang yang tetap tinggal secara utuh" Adrian tersenyum tipis.

" Dan Saya pastikan bahwa Saya tidak akan pernah pergi dari hidup Nayara, dan tidak akan pernah membuat Nayara merasa sendirian lagi dalam menghadapi apapun " kalimat itu sederhana tapi terasa sangat tegas.

" Nayara boleh diam tapi Saya akan tetap ada, Nayara boleh menjauh tapi saya tidak berhenti mendekat... Dan itu sudah saya buktikan dengan perjalanan perjodohan ini" Lanjut Adrian.

Tatapan mata Damar kini sedikit berubah menjadi lebih lembut dan tenang, bahkan untuk pertama kalinya Damar tersenyum kecil .

" Kalau suatu hari dia kembali takut?" tanya Damar.

" Saya akan pegang tangannya" Adrian menjawab langsung.

" Kalau dia ingin berlari?" lagi Damar bertanya seperti seseorang tengah memberikan ujian.

" Saya akan kejar"

" Dan jika dia menangis diam-diam?" Damar kembali bertanya seolah belum merasa puas.

" Aku akan menemukannya, memeluknya dan menggantikan air mata dengan senyuman bahagia " jawaban Adrian terdengar jelas dan tidak berlebihan.

" Kalau begitu... Tolong jaga Adikku" Damar mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Adrian.

" Dengan hidupku, aku akan menjaganya dan memastikan bahwa hanya ada kebahagian yang akan menemani hari-harinya" jawab Adrian.

Hening kembali namun kali ini suasana lebih penuh dengan kepercayaan. Seorang Kakak akhirnya bisa melepaskan adiknya kepada seorang laki-laki yang akan menjaganya.

Ini bukan hanya sebuah perjodohan tapi karena ia benar-benar memilih.

1
SANG
Semangat
SANG
Lanjut/Rose//Rose/
SANG
Lanjut dek
SANG
Bintang lima aku kasih dek👍
SANG
Karena novel ini sangat menarik, makanya aku kasih bintang lima. Moga tamat.
SANG: Masama dek👍/Rose/
total 2 replies
SANG
Semangat dek👍
SANG
Makin tambah mendebarkan
SANG
Bunga menyusul/Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir dicerita yang ini🤗
SANG
Tak kasih bunga /Rose//Rose//Rose/Biar tambah semangat
SANG
Iklan untukmu dek👍
lLy trililly
ah seru lanjut dong ka ampe mrka punya Adrian junior ma nayya mini
Almeera: Kakakk Ily terimakasih banyak sudah berkenan mampir di karya sederhana ini 🥲🥲🙏❣️
total 1 replies
SANG
Like juga untukmu dek. Biar tambah semangat.👍
SANG
Aku kasih iklan untuk mu dek, ya👍
SANG
Bunga untukmu dek/Wilt//Wilt//Wilt/
Santai Dyah
bner ini perjodohan yang di trima dengan ihklas ngak kayak kehidupan lainnya
Santai Dyah
Andrian bener-bener cinta tuh
Santai Dyah
Smoga cinta mereka bisa segera menyatu
Santai Dyah
cinta selalu membuat orang bahagia meskipun dengan perhatian dari hal-hal kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!