NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Perjamuan Terakhir di Bawah Naungan Pinus

​Api kecil berderak di tengah kesunyian hutan yang lembap.

Aroma daging kelinci panggang yang dibumbui garam kasar menyeruak di antara bau tanah basah.

Tian Shan duduk bersila, matanya tertutup setengah, seolah-olah ia sedang tidur dalam keadaan duduk.

Namun, siapa pun yang mengenal Sang Legenda Naga tahu bahwa dalam diamnya, ia sedang mendengarkan detak jantung setiap makhluk di hutan itu.

​Seorang pria dengan jubah kulit yang robek keluar dari balik semak.

Di pinggangnya tergantung dua belati perak yang melengkung, senjata khas seorang pembunuh bayaran dari klan bayangan.

Wajahnya penuh luka parut, dan napasnya berat—tanda ia telah mengejar Tian Shan selama berhari-hari.

​Tian Shan tidak membuka matanya. Ia hanya menggeser sedikit daging kelinci yang sudah matang ke sisi api yang kosong.

​"Duduklah," ucap Tian Shan datar. "Mengejar maut itu melelahkan. Kau butuh tenaga untuk melakukannya."

​Pria itu tertegun sejenak. Ia adalah pembunuh bayaran tingkat Pendekar Bumi puncak yang telah menghabisi ratusan target.

Namun di hadapan pria yang duduk tenang ini, ia merasa seperti seekor tikus yang sedang diajak makan oleh seekor naga.

Dengan tangan gemetar, ia duduk di seberang api, mengambil daging itu, dan mulai makan dengan rakus.

​Hening menyelimuti mereka selama beberapa menit. Hanya ada suara kunyahan dan kayu yang patah dimakan api.

​"Kenapa kau tidak membunuhku sekarang?" tanya pembunuh itu sambil menyeka lemak dari dagunya. "Kau tahu aku datang untuk kepalamu."

​Tian Shan membuka matanya perlahan. Pupil kelabunya memantulkan lidah api yang menari.

"Kenapa aku harus membunuh orang yang sedang lapar? Lapar adalah kejujuran terakhir seorang manusia. Saat kau lapar, kau tidak bisa berpura-pura menjadi pahlawan atau penjahat. Kau hanyalah raga yang ingin bertahan hidup."

​"Tapi aku dibayar untuk melenyapkanmu! Jika aku berhasil, aku akan kaya tujuh turunan!" teriak pria itu, mencoba membakar keberaniannya sendiri.

​Tian Shan menatap botol araknya yang tinggal setengah. "Kekayaan adalah beban yang dibungkus dengan sutra. Kau pikir perak akan mengisi kehampaanmu? Aku telah membantai kaisar dan meminum arak terbaik, namun di sini aku, masih duduk di hutan yang sama denganmu, masih merasa kosong yang sama."

​Pria itu terdiam, namun tangannya perlahan merayap menuju gagang belatinya. "Filosofimu tidak akan menyelamatkanmu, Legenda Naga. Di dunia ini, hanya kekuatan yang bicara."

​"Kekuatan?" Tian Shan mendengus pelan, sebuah senyuman pahit yang hampir tak terlihat muncul di bibirnya. "Kau tahu apa yang paling menyedihkan dari kekuatan? Semakin kuat kau, semakin sedikit hal yang bisa kau sentuh tanpa menghancurkannya. Aku mampu menumbangkan naga, tapi aku tidak bisa memegang bunga tanpa membuatnya layu karena energi pembunuh yang mengalir di nadiku. Itulah kutukan dari menjadi legenda."

​Pembunuh itu tiba-tiba berdiri, matanya dipenuhi kegilaan.

Ia merasa terhina oleh ketenangan Tian Shan. Baginya, Tian Shan bukan manusia, melainkan sebuah gunung besar yang harus diruntuhkan agar ia bisa merasa berharga.

​"Cukup bicara omong kosongmu!"

​Pria itu melesat. Belati peraknya berkilat di bawah cahaya bulan, mengarah tepat ke leher Tian Shan yang terbuka.

Itu adalah serangan tercepat yang pernah ia lakukan dalam hidupnya—sebuah serangan yang ia asah selama puluhan tahun.

​Namun, bagi seorang Pendekar Langit, gerakan itu tampak seperti lalat yang terjebak dalam madu.

​Tian Shan tidak berdiri. Ia hanya mengangkat dua jarinya dan menjepit bilah belati yang mematikan itu tepat di depan tenggorokannya. Suara ting yang nyaring bergema.

​"Kau melihat makanan, tapi kau memilih darah," ucap Tian Shan dengan nada dingin yang menusuk tulang. "Kau diberikan kesempatan untuk hidup satu malam lagi, tapi kau memilih untuk menjadi setitik debu di pedangku."

​Tian Shan memutar jarinya.

​KREK!

​Belati perak itu hancur berkeping-keping. Dengan gerakan lembut yang hampir menyerupai belaian, Tian Shan mendorong telapak tangannya ke dada pria itu.

Tidak ada ledakan besar, tidak ada suara keras. Hanya sebuah getaran Qi murni yang menghancurkan jantung sang pembunuh seketika.

​Pria itu terhuyung mundur, matanya membelalak tak percaya. Ia jatuh terduduk kembali di tempat duduknya semula.

Mulutnya mengeluarkan darah, namun wajahnya kini tampak tenang, seolah-olah semua beban hidupnya baru saja diangkat.

​Tian Shan menatap musuhnya yang kini perlahan kehilangan cahaya di matanya.

​"Kau ingin tahu apa pelajaran hidup yang paling berharga?" Tian Shan berbisik sambil merapikan sisa apinya. "Bahwa hidup tidak pernah tentang seberapa banyak orang yang kau kalahkan. Hidup adalah tentang seberapa sanggup kau menahan diri untuk tidak menjadi monster di dunia yang penuh dengan monster."

​Pria itu menghembuskan napas terakhirnya sambil tetap duduk tegak, seolah-olah ia masih mendengarkan kata-kata Tian Shan.

​Tian Shan berdiri, memanggul pedang besarnya, dan menatap mayat di seberang apinya.

"Bahkan dalam kematian, kau masih merasa lebih penuh daripadaku. Setidaknya, kau mati dengan sebuah keinginan. Sedangkan aku... aku hidup tanpa keinginan apa pun."

​Ia memadamkan api dengan sekali hentakan kaki, meninggalkan hutan itu kembali dalam kegelapan.

Sang Legenda Naga kembali berjalan, terbang menuju langit malam, mencari musuh atau guru yang benar-benar bisa memberinya jawaban—atau setidaknya, seseorang yang bisa membuatnya merasa sakit sekali lagi.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!