Simura Seorang pangeran yang diasingkan dinegeri asing karena difitnah saudaranya. Dia menonjol dalam bidang strategi dan politik namun disisi lain ada sebuah kekuatan magis didalam tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LukmanÆ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penawar Racun
Waktu adalah musuh utama. Lin Xiu ,Simura dan semua rombongan memacu kuda mereka tanpa henti, menembus fajar demi fajar hingga tiba di Desa Laonian. Di sana, mereka disambut oleh Bai Lu, sang Jagal Hutan Kematian. Begitu mendengar nyawa Kaisar di ujung tanduk, tanpa membuang detik, Bai Lu mengerahkan pasukan gerilyanya untuk memandu rombongan menuju jantung hutan terkutuk itu
Di tengah perjalanan yang menyesakkan, Simura berhenti sejenak untuk memetik beberapa tanaman liar yang tampak aneh. Ia meminta para tabib istana membawanya, namun mereka menolak dengan angkuh.
"Tumbuhan ini tidak ada dalam kitab pengobatan kekaisaran!" protes mereka.
Namun, satu gertakan dari Lin Xiu cukup untuk membuat mereka bungkam dan patuh pada perintah Simura.
Saat siang menyengat, Simura membagikan jamur liar kepada setiap orang. Banyak prajurit yang membuangnya diam diam, menganggap itu hanya sebuah lelucon. Namun Lin Xiu dan Bai Lu menyimpan jamur itu tanpa ragu. mereka yakin Simura tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.
Keheningan hutan pecah saat seekor Beruang Hitam setinggi sepuluh kaki menerjang. Makhluk itu memiliki kekuatan magis yang sanggup mengoyak formasi pertahanan dalam sekejap. Bai Lu segera mengambil alih komando, sementara Lin Xiu melesat dengan pedang rohnya, menebas leher beruang itu dalam satu gerakan fatal. Namun, itu barulah permulaan. Saat malam turun, ratusan Serigala Bertanduk mengepung mereka. Formasi tempur Lin Xiu goyah karena jumlah serigala yang tak masuk akal. Pasukan bercerai berai dalam kegelapan.
Di sudut lain, Simura terkepung bersama para tabib. Saat Kawanan serigala itu hendak menerkam, Simura tidak lari. Dengan tangan kosong, ia menjatuhkan satu serigala dengan satu pukulan telak. sisa Serigala menatap Simura dengan tajam. namun Ketika Simura membalas tatapan itu. Kawanan serigala itu lari tunggang langggang ketakutan. tatapan mata Simura yang tajam, mengintimidasi mereka. Para tabib hanya bisa ternganga, mereka sadar Simura bukanlah manusia biasa.
Sempat berpisah dengan rombongan, Simura mengajak para tabib menerukan perjalanan.Dalam pencarian jejak rombongan, Simura melihat cahaya biru misterius terpancar di balik semak berduri. Di sana, ia menemukan sebuah pedang setengah jadi dengan sarung kulit sederhana. Begitu jemarinya menyentuh hulu pedang, aura kebiruan yang sangat kuat beresonansi dengan aliran darahnya. Pedang itu seolah membisikkan sesuatu yang terkubur dalam ingatan. Tanpa memikrkan hal itu, Simura menyimpannya di keranjang obat.
Tak lama berjalan, Simura dan beberapa tabib mendengar suara denting baja. suara itu membawa mereka ke sebuah celah berbatu. Di sana, Lin Xiu dan Bai Lu sedang bertarung hidup mati melawan Kalajengking Iblis Raksasa. Cangkang makhluk itu sekeras baja hitam, membuat semua serangan magis membal menderita.
Tiba-tiba, Kalajengking itu menyemburkan kabut tebal yang menyelimuti seluruh area. Seketika, Lin Xiu dan Bai Lu merasa tubuh mereka lumpuh. Semakin mereka mencoba mengalirkan energi spiritual untuk melawan, semakin cepat darah mereka membeku.
Di saat maut mengintai, seberkas sinar keemasan membelah kabut. Simura melangkah maju dengan pedang biru yang baru ditemukannya. Aura naga emas kini menyelimuti bilah pedang itu, menciptakan pemandangan yang agung sekaligus mengerikan.
Kalajengking itu menyerang dengan capit raksasanya, namun Simura melayani setiap serangan dengan gerakan yang hampir tak terlihat mata. Dengan teknik pedang pertama yang diajarkan gurunya, Simura mengayunkan pedangnya.
"Tebasan Naga Langit!"
Cahaya emas meledak, membelah tubuh Kalajengking raksasa itu menjadi dua bagian sempurna. Perlahan Kabut beracun pun sirna.
Semua orang lemas tak berdaya. badan sedikit membiru akibat terlalu banyak menghirup kabut itu. Simura segera meminta mereka yang lumpuh untuk memakan jamur yang ia berikan siang tadi.
"Kabut itu adalah racun pembeku darah, Energi spiritual kalian justru menjadi bahan bakar bagi racun itu untuk menyebar. Jamur ini adalah penawarnya." jelas Simura sambil mengambil inti racun pada badan Kalajengking Iblis itu.
Bai Lu dan Lin Xiu hanya bisa tertunduk malu sekaligus kagum. Kekuatan Simura benar benar di luar logika mereka.
Malam itu, di perkemahan darurat, Lin Xiu menatap pedang di keranjang Simura. Pedang itu sangat mirip dengan Tian Ya, pedang milik Li Xiu. hal itu Lin Xiu tanyakan kepada Simura. Simura terdiam, membelai hulu pedang biru itu. Ia menceritakan bagaimana ia pertama kali bertemu Li Xiu di hutan ini. Lin Xiu mendengus kesal mendengar adiknya nekat masuk ke tempat berbahaya ini sendirian, Saat itulah Simura merasakan getaran yang sangat akrab. Seolah pedang ini telah menunggunya selama puluhan tahun untuk menyelesaikan sebuah janji yang belum terpenuhi.
(Bersambung)
"Setiap praktisi tingkat lanjut mempunyai pedang roh. bisa dari roh hewan magis maupun manusia. semakin kuat roh pedang semakin kuat pula kekuatannya."
semangat thor ✍️🤭😉🌹
kalo berkenan mampir juga ya thor😉🤭