NovelToon NovelToon
Married To Mr CEO

Married To Mr CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.

Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.

Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 : Salah Arti

Sore itu, Pak Tyo terlihat fokus membawa mobil yang dikendarainya membelah jalanan yang begitu padat dengan lalu lalang kendaraan, telinganya harus rela mendengar ocehan Nic yang duduk di kursi penumpang. Dengan alasan untuk mempererat rasa persaudaraan lagi-lagi Nic terpaksa harus menjemput Evan di bimbingan belajar. Seri mangancam anak sulungnya itu dengan senjata andalan, yaitu perjodohan.

"Kalau kamu tidak mau membantu mama menjemput Evan, bantu mama dengan cara lain, besok pergilah kencan dengan.... "

"Hais... Oke baiklah aku akan menjemput Evan, berhenti memintaku berkencan dengan gadis-gadis pilihan mama. Merepotkan, kenapa mama tidak pergi keliling Indonesia lagi saja ha?" gerutu Nic.

"Anak kurang ajar! kamu ngusir mama?"

Nic menjauhkan ponsel dari telinganya, memandangi layar benda pipih dimana sang mama masih terus mengomel memarahi bahkan memakinya.

"Menyebalkan!" bisik Nic di dalam hati.

Ia tahu bahwa sang mama pasti sekarang sedang berkumpul dengan geng sosialitanya sampai tidak bisa menjemput Evan. Bukan tanpa alasan Seri meminta Nic menjemput sang adik, beberapa kali Seri dan Adam mendapat ancaman penculikan terhadap Evan, meskipun sampai sekarang tidak ada satupun dari ancaman itu yang menjadi kenyataan tapi tetap saja Seri merasa khawatir jika sang anak bungsu dijemput sopir sendirian.

Turun dari mobil setelah pak Tyo menepikannya di depan gerbang, Nic sukses mencuri perhatian gadis-gadis yang mengikuti bimbingan belajar di sana, rata-rata mereka masih duduk di bangku SMA, padahal bagi Nic sendiri penampilannya sekarang tergolong berantakan, kemeja putih yang tergulung sampai siku, kancing baju paling atas yang terbuka, sungguh Ia sedang dalam mode tak sempurna. Namun, bagi anak-anak ABG itu Nic terlihat sangat menawan.

Melihat Evan yang berlari keluar, Nic yang hampir berjalan masuk ke dalam langsung berpaling menuju mobilnya kembali, memperhatikan sang adik yang langsung menggeser tubuhnya sampai menempel ke pintu setelah masuk ke dalam mobil, Nic merasa curiga apalagi saat Evan tersenyum sambil melihat ke luar kaca jendela.

Memutar kepalanya, Nic melihat Mina yang sedang berdiri sambil menyesap minuman di dekat gerobak pedagang kaki lima sambil mengobrol dengan Kimi, mata Nic kembali melirik ke sang adik, sejurus kemudian Nic memandang keluar lagi ingin memastikan apakah benar Mina yang tengah Evan pandangi dari tadi.

"Eh anak pungut, lihat apa sih kamu?" goda Nic.

Evan bergeming, matanya masih terus memandang Mina bahkan saat pak Tyo sudah menekan pedal gas dan pergi dari depan bimbingan belajar itu. Evan yang biasanya marah saat dipanggil anak pungut oleh sang kakak pun terlihat santai tak menanggapi. Anak itu lalu duduk dengan benar menghadap ke depan, Evan tiba-tiba memegang dadanya lalu menghela napas dan sukses membuat Nic terheran-heran.

"Mintalah pengasuh baru ke mama dan papa, aku bukan pengasuhmu, Bi Ira mungkin lelah sampai tidak berniat kembali ke rumah untuk menjagamu," cicit Nic.

"Jangan salah, aku sudah minta ke mama tapi tidak diberikan, mama bilang Bi Ira masih ada urusan di kampungnya dan papa bilang aku harus merasakan kasih sayang dari semua anggota keluarga agar aku bisa tumbuh dengan baik supaya saat besar nanti aku tidak seperti kakak."

"Hei, memang aku seperti apa?" Mata Nic melebar, raut wajahnya terlihat kesal.

"Kakak rapuh kayak kripik kentang," ucap Evan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

*

*

*

*

*

*

Mina sudah hampir mematikan lampu kamarnya saat notifikasi Instagramnya berbunyi, mencoba mengecek Mina terlihat tersenyum simpul melihat postingan Gaga yang menyertakan namanya di caption-nya. Ya, semua ini hanyalah konten bagi Gaga, bagian dari sandiwara, sarana mencari popularitas dan pundi-pundi uang belaka.

Membalikkan badannya, Mina masih memandangi postingan Gaga dimana dirinya dan cowok itu menghadiri pesta di rumah Nic kemarin. Selama satu bulan menjadi pacar settingan Gaga, Mina baru tahu bahwa Gaga adalah anak broken home, mama dan papanya sudah berpisah sejak Gaga berumur dua belas tahun, mungkin ini lah yang menyebabkan Gaga menjadi seolah haus akan perhatian.

Lagi-lagi sebuah notifikasi muncul tapi kali ini dari aplikasi chat di ponsel Mina. Mata gadis itu membelalak lebar saat membaca pesan dari nomor yang dia beri nama bocah tua nakal.

Di dalam kamarnya Nic duduk bersandar pada kepala ranjang, Ia mulau menulis pesan untuk Mina.

Bocah tua nakal

[ Aku terkurung dalam lamunan

Menatapmu yang tak berkehidupan

Semesta menyanjungmu

Tapi apalah daya aku yang hanya upik abu

AF

Apakah ini tulisanmu? ]

Membaca pesan itu, Mina langsung menegakkan badannya, diambilnya boneka panda kesayangannya untuk dia peluk.

^^^Mina^^^

^^^[ om dapat dari mana? ]^^^

Bocah tua nakal

[ Om lagi? ]

^^^Mina^^^

^^^[ Ah maaf Kak, iya itu tulisanku, kakak dapat dari mana? ]^^^

Bocah tua nakal

[Dari dalam novel yang kita perebutkan di perpustakaan daerah, apa kamu tidak bisa teliti? sampai meninggalkan kertas didalam sebuah novel]

^^^Mina^^^

^^^[ Apa kakak mengirim pesan hanya untuk mengomel ke aku? ]^^^

Menyadari gadis itu marah, Nic sedikit melunak. Laki-laki itu menarik napasnya dalam-dalam sebelum kembali membalas pesan Mina.

Bocah tua nakal

[ Maaf, aku tidak sedang mengomelimu, aku hanya penasaran]

^^^Mina^^^

^^^[ Penasaran Apa? ]^^^

Bocah tua nakal

[ Arti dari tulisanmu itu ]

^^^Mina^^^

^^^[ Apa kakak benar-benar ingin tau? ]^^^

^^^Mina^^^

^^^[ Sebenarnya aku menulis itu karena memikirkan sesuatu setelah bertemu kakak ]^^^

Jawaban Mina sukses membuat pipi Nic bersemu merah dan tersenyum sendiri, bahkan rasa ketertarikannya ke Mina seolah tumbuh lagi.

^^^Mina^^^

^^^[ Aku sampai tidak bisa tidur karena perasaan aneh didadaku setelah bertemu kakak ]^^^

"Sial sial sial, apa maksudmu kamu jatuh cinta pada pandangan pertama kepadaku?" gumam Nic sambil membaca balasan pesan Mina.

^^^Mina^^^

^^^[Sebenarnya]^^^

"Cepat katakan kamu menyukaiku, cepat!" Nic mulai berbicara sendiri ke layar ponsel seperti orang gila.

^^^Mina^^^

^^^[Sebenarnya aku ingin punya mobil seperti yang kakak naiki hari itu ]^^^

"Apa?" Nic membelalakkan matanya tak percaya membaca kalimat balasan dari Mina, bak jatuh dari atas pohon kelapa, Nic merasa menjadi laki-laki tak berharga.

Setelah mendapat penjelasan dari Mina, Nic menutup mukanya dengan bantal, ada rasa aneh di dalam dadanya, Ia merasa geli-geli kesal mengingat penjelasan Mina akan tulisan yang dia tanyakan tadi.

Aku terkurung dalam lamunan.

"Aku merasa benar-benar tidak bisa untuk tidak memikirkan mobil kakak."

Menatapmu yang tak berkehidupan

"Benarkan kak? mobil tidak punya nyawa, mobil bukan benda hidup, mobil benda mati."

Semesta menyanjungmu

"Aku sengaia membuatnya hiperbola kerena aku yakin semua orang pasti ingin memiliki mobil seperti milik kakak."

Tapi apalah daya aku yang hanya upik abu

"Seperti aku yang juga ingin punya mobil seperti milik kakak, tapi aku rasa sampai matipun tidak akan mampu membelinya, mobil kakak berharga lebih dari dua miliar kan?"

Mina mengeryitkan dahi karena setelah memberi penjelasan kepada Nic, laki-laki itu tidak membalas pesannya lagi, sementara Nic yang masih menyembunyikan mukanya di balik bantal terlihat mulai tertawa, lama kelamaan ia mulai terbahak-bahak.

"Ya ampun, apa aku benar-benar suka dengan gadis polos itu, astaga Nicholas ada apa denganmu? yang dia maksud ternyata mobil."

"Astaga, aku Nicholas Sebastian Adam hargaku tidak sebanding dengan mobil dua miliar." Nic kembali tertawa, tapi jelas hatinya tengah menangis.

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

...LIKE...

...KOMEN...

...ADD FAV...

...BINTANG LIMA...

...ntar kukirim mobil kek punya Nic, di dalam mimpi wkwkwkwkw...

1
Evi Nopianti
Nicna... Kuliahnya akhirnya kelar juga, selamat ya... /Kiss//Kiss//Kiss/
Dewi Shandra
kacau
Dewi Shandra
😂😂😂😂😂
vit
bagus 😍😍
vit
Jd ttg nic yg anak kandung kedua ortunya nggak ada lanjutannya ya kk author?
Evi Yolanda
🤣🤣🤣 Thor novel mu menggemaskan .. semangat Thor
Ria Rifantiani
baca lagi dan baru ngeh klo novelnya kak na itu sambung menyambung menjadi satu,itulah karya kak na.
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii
suliana bru
suka
amihcint
katanya ortu nya nick kecelakaa meninggal ?
amihcint
hadir
Mulya Tuti
udah 3 kali baca
Novhye
Luar biasa
An'nazzyla Auria
sangat cocok bagi yang membaca
Mirna Verawati
mantappp !!
Lisstia
romantisnya mereka
Lisstia
si monica ampe di persiapkan duduk di sofa biar nyaman bergosipnya
Lisstia
segitu cintanya nic ke kamu mina
Lisstia
ngakak abis
Lisstia
mau ketemu skala gk segampang itu nic
Lisstia
bacanya maraton,terimakasih kak na,, novel kak na menghibur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!