NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33 Kegembiraan Arsen

Barra tercengang ketika Gatra mengajaknya untuk ke Singapore bersama Zea, Tari dan juga Arsen.

“Lo mau ke Singapore? Lo mau ajak Zea berburu diskon dan sekaligus mengajak Arsen liburan!” Barra kaget ketika Gatra mengatakan kalau dia akan pergi liburan dengan Arsen.

“Iya Barra, gue mau ajak Zea dan Arsen liburan”

“Tapi Lo bilang ke Zea, mau mengajaknya berburu diskon, astaga Gara Lo ada saja idenya” Barra menggelengkan kepalanya mendengar rencana dadakan sahabatnya itu.

“Gue juga dadakan dan spontan ketika mengatakan hal ini Barra! dan ternyata perempuan lebih kurang memang sangat tertarik dengan diskonan walaupun mereka punya uang lebih untuk belanja”

“Apa mungkin mereka merasakan sensasi lain ketika belanja barang bagus tapi dengan diskon yang cukup besar, astaga para wanita memang makhluk yang unik, sampai sekarang gue belum bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran mereka”

Gatra menjelaskan awal mula dia mengajak Zea pergi ke Singapore.

“Tapi Zea tau nggak kalau Lo akan mengajaknya ke Singapore, gue yakin kalau Zea tahu pasti Ia akan menolaknya” imbuh Barra.

“Makanya gue nggak bilang kalau kita akan berangkat ke Singapore Jumat sore, karena wanita dengan karakter seperti Zea, pasti akan menolak!” Gatra juga tahu akan hal itu makanya Ia tak memberi tahukan Zea, kemana mereka akan pergi.

“Cckk sudah mulai jalan pikiran Lo Gatra” sindir Barra sambil terkekeh geli tapi sejujurnya Barra senang dengan perubahan dalam diri Gatra.

“Sialan! Lo pikir selama ini kosong isi kepala gue” tuding Gatra dengan wajah kesal.

“Iya Lo agak sulit mengambil keputusan kalau mengenai mantan Lo itu, bikin gue naik darah!” umpat Barra

“Ha ha ha kalau saat itu gue lagi amnesia…” Gatra tidak menolak tudingan yang Barra katakan barusan padanya.

“Untung Lo bisa mengambil keputusan untuk bercerai, kalau nggak sampai hari ini gue akan jantungan terus melihat tingkah Lo “ Barra masih saja terlihat marah kalau sedang membahas mantan istri Gatra tersebut.

“Lo jangan terlalu benci sama mantan istri gue, nanti Lo dapat istri yang sifatnya mirip dengan perempuan manipulatif itu” sindir Gatra.

“Cooyy, amit amit! jauh jauh sana…gue nggak berharap hal itu menimpa hidup gue Gatra, bisa mati berdiri gue kalau sampai terjadi”

Barra mengetuk keningnya tiga kali setelah itu Barra mengetuk meja kerja Gatra, sambil mengatakan dijauhkan dari hal yang negatif itu.

“Ha ha ha makanya buruan menikah! cari wanita yang benar benar membuat hidup lo nyaman Barra!, jangan seperti gue cari istri yang hanya bisa menyakiti perasaan gue”

nasehat Gatra, Ia menyadari selama menjalin hubungan dengan Sarah sampai mereka berdua menikah banyak kesedihan dan luka yang Gatra rasakan.

Karena Gatra terlalu mencintai Sarah dan memanjakan mantan istrinya tersebut, sampai pada suatu ketika Sarah tidak menghargai dirinya lagi sebagai seorang suami, hanya karena dia marah hamil di saat yang tidak tepat.

“Gue trauma setelah melihat rumah tangga Lo Gatra..” sahut Barra

“Alasan jangan dibanyakin Barra..”

“Pasti papa dan mama yang menyuruh Lo bicara seperti ini pada gue kan” tebak Barra.

“Mau ikut kan Lo besok…” ajak Gatra mengalihkan pembicaraan mereka berdua.

“Gue ada kencan dengan….” belum selesai Barra bicara sudah dipotong oleh Gatra.

“Kalau Lo nggak sempat nggak apa apa, gue akan ajak James, Tari adalah tipe cewek yang James suka..” jelas Gatra dengan santainya.

“Lo jangan kenalin Tari sama si buaya darat itu, kasihan kalau Tari sampai jatuh ke tangannya, James sangat pintar merayu perempuan..” Barra tak setuju dengan ide Gatra yang ingin mengenalkan Tari pada pria yang sudah terkenal playboy itu.

“Ya habis mau gimana lagi Barra, lagian Tari kan sudah dewasa pasti dia bisa menilai siapa James sebenarnya, semua tergantung Tari” ungkap Gatra

“Gue ikut pergi ke Singapore bersama Lo..” sahut Barra dengan cepat, Ia tak akan, membiarkan Tari di rayu oleh James.

“Ha ha ha ternyata Lo punya rasa juga pada Tari…” sindir Gatra, Ia memang sudah melihat gelagat dari Barra kalau dia tertarik dengan kepribadian tari yang selalu ceria dan sedikit cerewet.

“Gue hanya nggak mau Tari bergaul dengan pria yang bernama James Itu” sanggah Barra, Ia membuat alasan yang menyebabkan Gatra makin yakin dengan perasaannya kalau Barra tertarik pada Tari sahabat Zea.

“Oke siap Barra…” sahut Gatra sambil menahan tawanya.

“Jangan berpikiran aneh Lo Gatra, gue hanya kasihan dengan Tari” Barra yang nggak mau di ledek oleh Gatra, segera memberikan alasannya.

“Iya gue tahu Barra, Lo nggak perlu memberikan alasan pada gue” seloroh Gatra sambil tersenyum tipis.

“Cckk gue harus bikin alasan untuk membatalkan kencan gue dengan yang lain” Barra yang kesal dengan Gatra mengumpat pelan.

“Cari alasan yang masuk akal Barra, agar pulang liburan Lo nggak di tendang sama wanita yang sekarang sedang dekat dengan Lo” sindir Gatra

“Eh Lo tahu nggak kalau suaminya Zea masih berusaha mencari keberadaan Zea, dan informasi yang didapatkan, suaminya belum menikah dengan selingkuhannya” Barra mengalihkan pembicaraan mereka pada masalah Zea dan Ryan.

“Gue nggak mau melihat Arsen kecewa..” ucap Gatra

“Lo apa Arsen..” goda Barra, hanya lemparan kertas yang menjawab candaan dari Barra.

***

“Papa…Asen sudah rapi pa, ayo kita belangkat “ teriak Arsen yang berjalan bergandengan tangan dengan pengasuhnya.

“Wah anak papa ganteng banget…” goda Gatra ketika melihat Arsen yang sangat bersemangat untuk pergi liburan.

“Iya dong pa kan kita mau pelgi sama Miss Zea…” sahut Arsen membuat Gatra tersenyum lebar, Ia seolah melihat putranya itu akan pergi berkencan dengan pujaan hatinya.

“Arsen senang sayang..” tanya Gatra sambil mengusap kepala Arsen dengan lembut.

“Bahagia papa..” jawaban Arsen seketika membuat Gatra terdiam, Ia melihat kerinduan dimata Arsen akan kasih sayang dari wanita yang disebutnya mama.

“Ayo kita pergi…” ajak Gatra, Ia nggak berlama lama lagi di rumah, karena mereka akan segera terbang ke negara Singapore.

“ayo papa…” sahut Arsen.

Kemudian mereka masuk ke dalam mobil segera menuju bandara, Zea dan Tari sudah di jemput oleh Edo yang diperintahkan oleh Gatra.

Tidak berapa lama Gatra dan Arsen beserta Lia pengasuhnya Arsen sudah berada di bandara, disana ternyata sudah menunggu Zea dan Tari dan juga Edo.

“Miss Zea….” panggil Arsen, Ia berlari menghampiri Zea yang tersenyum lebar melihat Arsen.

“Anak pinter…” sahut Zea dan mereka saling berpelukan seolah sudah lama tak bertemu, pemandangan itu membuat mereka yang ada disana menjadi terharu dan saling pandang sambil melempar senyum tipis.

“Kita mau pelgi libulan kan?” tanya Arsen

“Iya, papa yang ajak kita pergi liburan, Arsen senang?” Zea membenarkan kalau mereka akan pergi liburan, dan itu ide dari Gatra.

“Papa baik ya, telima kasih papa…” Arsen mengucapkan terima kasih pada Gatra.

“Sama sama sayang, Arsen anak papa yang paling baik dan pinter” puji Gatra mengusap kepala Arsen dengan sayang.

“Kita berangkat sekarang?” ajak Barra

“Ayo uncle Balla…” terikat Arsen, hari ini Arsen yang paling semangat

Dan semua nya menuju pesawat yang sudah menunggu mereka semua dari tadi, dengan menaiki pesawat pribadi Gatra, mereka terbang menuju negara tetangga Singapura.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!