Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Setelah itu mobil pun melaju. Dan sempat mampir sebentar untuk menurunkan Mini di cafe tempatnya bekerja. Setelah itu mobil kembali melaju cepat ke apartemen Ken.
" Tuan saya langsung pulang ya," kata Mark setelah membukakan pintu mobil untuk Ken dan Syara.
" Ya Mark ...hati hati di jalan," kata Ken Setelah mereka turun
" Baik tuan muda, selamat malam. Nona selamat bulan madu," kata Mark, sehingga nyali Syara langsung menciut mendengar perkataan Mark yang sedang menggodanya.
" Ayo..." kata Ken langsung menarik tangan Syara
" Kak...." kata Syara kaget. Karna Ken langsung menyeretnya begitu saja untuk mengikutinya ke apartemen. Syara pun hanya diam, apalagi saat mereka masuk lift. Namun tidak bagi Ken. Yang sesekali melihat wajah Syara terlihat imut jika sedang tegang.
" Jangan jangan kak Ken .....?" kata Syara memikirkan sesuatu ..
Ting......
" Ayo....kenapa melamun," kata Ken langsung mengendong Syara saat pintu lift terbuka
" Kak. ...aku bisa jalan sendiri," teriak Syara yang sudah berada di gendongan Ken
" Terlambat, kenapa harus bengong di lift," kata Ken sambil menekan sandi nomor kamarnya. Dan menahan tubuh Syara dalam gendongannya agar tidak melorot.
Setelah pintu terbuka. Ken pun masuk. Pintu yang otomatis terkunci langsung menutup. Sedangkan Ken membawa Syara langsung masuk ke dalam kamar.
" Kak Ken apaan sih, Syara punya kaki sendiri buat jalan," kata Syara yang sudah di letakkan Ken ke tempat tidur .
" Jangan suka melamun, jika lagi sendiri. Bahaya, apalagi ketika di dalam lift. ," kata Ken sembari melepaskan kemejanya dan terlihat tubuh putih yang kekar dengan bentuk kotak kotak .Sehingga Syara langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
" CK....kenapa kau tidak tergoda," kata Ken tersenyum tipis. Sebab Syara malu melihat tubuhnya.
" Tidak ....." kata Syara yang hendak beranjak turun dari tempat tidur. Namun tangan kekar Ken langsung menangkap tubuh mungil itu
" Kak ..." pekik Syara kaget. Aku mau ke kamar mandi ," kata Syara. Merasakan darahnya berdesir cepat. Apalagi Ken memeluknya dengan bertelanjang dada.
" Kau mau menghindariku sampa kapan ?" kata Ken menahan dan memeluk tubuh Syara dari belakang
" Tidak...aku hanya ingin melihat lihat apartemen ini," kata Syara mencari alasan. Merasa tidak nyaman berada di dekat Ken
" Yakin...." kata Ken sembari mencium tengkuk. Syara yang berbau wangi sabun mandi.
" Kak...ih geli tahu," kata Syara yang berusaha. melepaskan diri dari Ken. Namun Ken hanya melonggarkan sedikit pelukannya. Lalu membalikan tubuh Syara.
" Kak ....." kata Syara kaget ketika tatapannya keduanya beradu.
" Tadi siang kenapa mengintip ku?" tanya Ken
" Aish ....mati aku," umpat Syara dalam hati
" Itu hanya untuk memastikan pak....eh kak Ken mengajar. Aku pikir kak Ken masih di kantor," kata Syara membuat alasan.
" Yakin....tapi kenapa pake mengintip, aku melihatnya dari kaca jendela," kata Ken menatap dalam mata Syara
" Sya.....dia mau apa??" kata Syara gugup dan ciut menatap mata pria di depannya.
" Lupakan......sekarang Syara mau ke kamar mandi," kata Syara yang merasa gugup di tatap Ken begitu lama.
" Cup ....." ciuman pun mendarat di kening Syara dengan pelukan Ken yang melonggar. Dan Syara pun cepat cepat pergi untuk masuk ke kamar mandi
Brak....
" Huh....dia ...bikin aku gugup aja sih. Mau apa tuh orang," kata Syara yang merasa deg degan. Karna Ken seperti sengaja ingin menggodanya.
Sedangkan Ken hanya tersenyum. Sambil melangkah ke lemari pakaiannya. Untuk mencari kaos rumahan. Dan mengenakan celana pendek.
" Anak ini ..sangat lugu. Tidak seperti Farah," kata Ken yang pernah melihat Farah ke bar bersama seorang pria. Namun Ken hanya mengawasinya dari kejauhan.
Cukup lama Syara di dalam kamar mandi. Entah apa yang dilakukannya. Setelah tenang Syara pun keluar. Dan mencari cari Ken. Namun suaminya itu tidak ada di kamar dan ruang tamu.
" Mana dia ?" kata Syara berjalan pelan mencari sosok Ken. Dan ketika hendak berbalik
Bug.....
" Kak ..bikin Syara kaget saja," kata Syara kaget Ketika Ken tiba tiba sudah berdiri didepannya. .
" Mencari ku?" tanya Ken
" Itu.....tadi aku pikir kak Ken pergi," kata Syara gugup. Karna Syara berdiri persis didepan dada bidang Ken yang sudah berpakaian santai
" Ayo belajar di depan," kata Ken yang berbalik dan Syara pun mengikutinya. Sembari melangkah ke ruang tamu. Lalu Syara pun mengambil bukunya. Sedangkan Ken duduk di sofa sembari menyalakan televisi dengan suara kecil
" Apa sudah membuat perbandingan?" tanya Ken, saat Syara memeriksa kertas kertas laporannya.
" Belum," jawab Syara
" Lalu apa sudah di buat kajian dan kerangkanya agar lebih mudah," tanya Ken lagi
" Itu baru mau Syara tanyakan," jawab Syara sembari melirik suaminya itu. Yang matanya fokus ke televisi.
" Selesaikan dulu bab pertama baru kak Ken bantu ," kata Ken.
" Hmm...." jawab Syara hanya dengan deheman, lalu membuka laptopnya. Karna memang siang tadi sebagian barangnya sudah ia titipkan Syara. Ketika Ken selesai mengajar untuk pulang ke apartemen
Syara pun mulai fokus pada tugasnya. Sesekali ia melirik Ken. Yang asyik menonton pertandingan sepak bola. Membuat Syara bosan dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
" Kenapa, sudah mengantuk ," kata Ken saat melihat Syara duduk bersandar sambil berpikir.
" Sedikit...tapi ini belum selesai," kata Syara. Sehingga Ken beranjak dari duduknya mendekati Syara dan duduk di sampingnya.
" Ini sudah bagus, tinggal mengerjakan bab dan penjelasannya saja. Apa kau sudah membaca buku yang kak Ken berikan kemaren? " tanya Ken sembari memeriksa dan membaca tugas Syara.
" Belum....." kata Syara pelan
" Huh....." kata Ken yang melihat Syara begitu lemas seperti orang yang sudah mengantuk
" Tidur lah kalau sudah mengantuk," kata Ken melirik Syara. Syara pun mengangguk pelan dan memejamkan matanya. Hingga tampa sadar Syara sudah terlelap di kursi. Ken yang membuat tugas Syara hanya menggelengkan kepalanya. Setelah semuanya hampir selesai, Ken menyimpan datanya. Dan menutup laptop Syara dengan hati hati.
" Biar sisanya dia yang kerjakan," kata Ken merapikan buku dan laptop Syara. Lalu berdiri dan mengangkat tubuh Syara perlahan, membawanya masuk ke kamar tidur
" Anak ini memang mudah lelah setiap kali kebanyakan pikiran," kata Ken membaringkan tubuh Syara pelan. Lalu menyelimutinya. Dan ikut berbaring di sebelah Syara.
***********
Paginya ketika alarm berbunyi Syara terbangun. Namun Ken sudah tidak ada di kamarnya.
" Astaga sudah jam 7 " kata Syara kaget bergegas beranjak dan masuk ke kamar mandi. Tak lama Syara keluar dan mencari kopernya untuk mengenakan pakaian.
Di meja terlihat makanan yang sudah siap dengan segelas susu dengan. Kertas kecil bertuliskan
**Kak Ken ke kantor, jangan lupa sarapan **
" Huh....kenapa aku bisa sampai tidur lelap sih ," kata Syara yang tadi malam merasa ia dan Ken sedang berada di ruang tamu.
" Aish tugas ku...." kata Syara cepat cepat duduk dan memakan sarapannya. Sembari merapikan penampilan dan pakaian nya. Setelah itu Syara ke ruang tamu untuk mengambil tas dan laptopnya.
" Aku selesaikan di perpus saja nanti," kata Syara yang melihat ke jam dinding. Takut ia terlambat masuk kelas kedokteran. Lalu melangkah ke arah pintu dan menekan nomor sandi pintu. Syara pun keluar sambil menelpon Taxi. Lalu masuk dan keluar lift, Sambil berjalan cepat ke arah parkiran.
" Mudahan tidak telat," kata Syara menunggu Taxi datang. Tak lama Taxi pun menghampiri Syara. Syara pun cepat masuk dan duduk tenang.
" Pak kampus.AB " kata Syara
" Ya mba," kata si sopir kembali melakukan taxi nya meninggalkan halaman apartemen.
Sesampai nya di kampus. Syara langsung membayar argo dan bergegas turun menuju kelasnya.
" Syara..... panggil seseorang membuat Syara berhenti dan menoleh.
" Kak Gee ...!!!" kata Syara kaget melihat seniornya itu.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?