NovelToon NovelToon
Cinta Dan Dendam.

Cinta Dan Dendam.

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:137.7k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di nyatakan tidak bersalah oleh hakim tidak membuat hidup gadis bernama Gracia Kanaya kembali tenang, sebab seseorang yang menganggap Gra adalah penyebab kematian sang adik tercinta tak membiarkan Gra hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyudahi hubungan.

Dari sorot mata Gilang, asisten Tiko sudah paham dengan apa yang diinginkan oleh tuannya itu. Tak lama kemudian, asisten Tiko pamit undur diri dari ruangan Gilang.

Sepeninggal asisten Tiko, Gilang pun mempelajari beberapa salinan dokumen penting milik perusahaan ayahnya Gracia. Jika di tanya bagaimana bisa Gilang mendapatkan salinan dokumen penting yang bersifat rahasia tersebut, tentu saja semua merupakan hasil dari kerja keras serta usaha yang dilakukan oleh asisten pribadinya sehingga salinan dokumen penting tersebut bisa berada di tangan Gilang.

*

Melihat keperluan pribadinya sudah hampir habis, Gra pun berniat pergi berbelanja ke minimarket terdekat. Berhubung ia hanya ingin membeli beberapa macam barang saja sehingga diperkirakan tak akan memakan waktu lama, Gra pun pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Gilang. Toh, jarak antara minimarket dan apartemen hanya sekitar seratus meter. Dengan menggunakan sepeda motor yang dibelikan Gilang untuk keperluannya berangkat kerja, Gra pun segera bergerak menuju minimarket.

Kurang dari sepuluh menit motor yang dikendarai Gra sudah tiba di pelataran minimarket. Setelah memastikan kendaraannya sudah terkunci dengan aman, Gra pun beranjak menuju pintu utama minimarket. Mengingat tujuannya datang ke tempat itu hanya untuk membeli keperluan pribadinya, tanpa membuang waktu Gra segera berjalan ke rak yang menyediakan keperluan khusus wanita.

Ditengah kegiatannya mencari Merk pembalut yang biasa ia gunakan, tiba-tiba Gra dikejutkan dengan suara bariton yang sangat dikenalinya, terlebih panggilan pria itu kepadanya.

"Sayang...."

Sontak saja Gra menolehkan pandangan ke sumber suara. Betapa terkejutnya gadis itu ketika menyadari keberadaan Rafa berdiri tak jauh di belakang punggungnya.

"Mas Ra_fa..." Suara Gracia terdengar berat dan juga terbata. Terlalu sibuk berurusan dengan Gilang membuat Gracia melupakan keberadaan kekasihnya. Tunggu, bukan ia saja yang lupa, tapi Rafa pun demikian, bukan? Sejak di restoran malam itu, Rafa tak pernah lagi menghubungi dirinya.

"Mas kangen banget sama kamu, Gra." Rafa hendak merangkul pundak Gra namun gadis itu malah menghindar. "Kamu kenapa sih, sayang?." Rafa tahu betul jika Gra tidak suka dengan adanya Kontak fisik berlebihan, tapi kalau hanya untuk sekedar merangkulnya, biasanya Gra tidak akan marah tapi kenapa hari ini Rafa merasa sikap Gra aneh.

"Malu dilihat sama orang, mas." Gra berdalih dan Rafa pun memakluminya karena faktanya saat ini cukup banyak pengunjung lainnya di minimarket tersebut.

"Gra, ada hal penting yang ingin mas bicarakan denganmu. Bagaimana jika kita mengobrol dengan ditemani secangkir teh!."

Awalnya Gra enggan menerima ajakan Rafa karena tidak ingin berlama-lama berada di luar tanpa sepengetahuan Gilang, tapi Gra juga merasa perlu bicara dengan Rafa, perlu untuk menyudahi hubungan mereka. Rafa sudah terlalu baik kepadanya, Gracia merasa sangat berdosa jika berlama-lama menggantung Rafa dengan hubungan tak jelas di antara mereka, hubungan yang pasti tidak akan pernah bersatu lagi. Jika Dulu hanya ada satu kendala yakni tidak adanya restu dari Omanya Rafa, tapi sekarang bukan hanya terhalang kendala Omanya Rafa lagi melainkan terhalang oleh hubungan rumit antara dirinya dan Gilang. Pada intinya Gra merasa hubungannya dengan Rafa harus segera diakhiri.

Di sebuah Cafe yang berada di seberang jalan, di sinilah Rafa dan Gracia berada saat ini. Rafa semakin merasa ada yang berbeda dengan sikap Gracia terhadap dirinya.

"Apa kamu baik-baik saja, sayang?."

"Aku ingin mengakhiri hubungan kita, mas." bukannya menjawab pertanyaan Rafa, Gra malah mengucapkan kalimat yang mampu membuat Rafa terkejut bukan main.

"Apa maksud kamu, sayang? Bukankah hubungan kita selama ini baik-baik saja, lalu kenapa kamu tiba-tiba ingin mengakhirinya?." Rafa berusaha untuk tetap tenang.

"Maafkan aku, mas, tapi aku benar-benar tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita." Tidak jauh berbeda dengan Rafa, Gracia pun berusaha menguasai diri, berusaha membendung air matanya. Bohong jika Gra sudah tidak mencintai Rafa karena faktanya perasaan cintanya pada pria itu masih sama, namun situasi dan kondisi mengharuskannya menyudahi hubungan diantara mereka. Ini adalah jalan terbaik, baik bagi Rafa maupun bagi dirinya sendiri, begitu pikir Gracia. Tidak mungkin ia meneruskan hubungan bersama Rafa sementara saat ini ia tinggal bersama Gilang bahkan pagi tadi ia sudah resmi dinikahi oleh Gilang. Walaupun menikah hanya untuk menghalalkan hubungan mereka Dimata agama, tetap saja sekarang ini ia bukan lagi wanita singel yang bisa menjalin hubungan dengan pria lain, selain suaminya.

"Tapi apa alasan kamu sampai ingin mengakhiri hubungan kita, Gracia? Mas juga butuh penjelasan. Bukankah kita sudah sepakat berjuang bersama-sama untuk mendapatkan restu dari Oma." Rafa berpikir alasan Gra menyudahi hubungan mereka karena penolakan Omanya.

"Sekali lagi maafkan aku, mas." setelah mengucapkan permintaan untuk kesekian kalinya, Gra bangkit dari duduknya kemudian berlalu meninggalkan Rafa yang masih tidak terima dengan keputusan sepihak Gracia tersebut.

"Gra...." Setelah meletakkan dua lembar uang kertas berwarna merah di atas meja, Rafa segera menyusul Gracia keluar dari cafe. Ya, meskipun belum sempat menikmati hidangan, setidaknya mereka telah membuat pesanan sehingga Rafa tetap meletakkan uang di atas meja.

Baru beberapa langkah keluar dari cafe, Gra merasa tangannya ditarik oleh seseorang yang memaksanya masuk ke dalam mobilnya.

"Mas Gilang..." Jantung Gracia langsung berdebar tak menentu. Pasalnya, saat ia keluar tadi tidak meminta izin dari pria itu.

Bukannya merespon seruan Gra, Gilang justru memandang ke arah Rafa yang terlihat seperti sedang mencari keberadaan seseorang.

"Jadi alasan kamu keluar tanpa izin, hanya untuk menemuinya?." Tanya Gilang seraya menuding ke arah Rafa dengan dagunya. Tatapan pria itu nampak datar dan itu semakin membuat tubuh Gra gemetar ketakutan.

"Mati aku." Batin Gra.

"Tidak mas. Tadi aku hanya ke minimarket untuk membeli ini dan tanpa sengaja bertemu dengan mas Rafa." Untungnya saat ini ada barang belanjaan di tangan Gracia sehingga Gra bisa mencari alasan. Sebenarnya bukan alasan sih karena faktanya memang demikian, bukan.

"Minimarket ada di sana, bukan di sini." kata-kata Gilang terdengar sinis, seperti orang yang sedang cemburu.

"Sumpah mas, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan mas Rafa, dan alasan kami berada di cafe ini karena aku ingin menyudahi hubungan di antara kami, itu saja." Gracia berharap Gilang mengerti, mengingat pria itu pun tahu hubungan yang terjalin diantara ia dan Rafa.

"Motorku ada di parkiran minimarket, mas." Kata Gra dengan hati-hati saat Gilang mulai melajukan mobilnya.

"Aku akan menyuruh Tiko untuk mengambilnya nanti." jawab Gilang tanpa menoleh pada Gracia.

Dret....dret....dret....

Ponsel Gilang bergetar pertanda seseorang sedang melakukan panggilan. Gilang menyambungkan perangkat ponselnya ke perangkat mobil untuk menerima panggilan, sehingga suara seseorang diseberang sana terdengar jelas oleh Gracia.

"Anda di mana tuan? Saya sudah tiba di cafe begitu pun dengan klien, tuan."

"Batalkan saja meeting untuk hari ini, saya sedang ada urusan!." tanpa mendengar balasan dari asisten pribadinya tersebut Gilang langsung menyudahi panggilan telepon.

Ya, tadinya niat Gilang mengunjungi cafe tersebut untuk keperluan meeting bersama kliennya. Tetapi baru saja hendak memarkirkan mobilnya, secara tidak sengaja ia melihat Gra keluar dari cafe dengan langkah tergesa. Gegas Gilang turun dari mobilnya dan memaksa Gra masuk ke dalam mobil.

1
Dysha♡💕
gilang ga juah beda sama pemerkosa adiknya yumi,tumi di perkosa karena dia yg Muali duluan (karma)lah Gilang sa aja kaya yumi
Marwah Jay
seru banget thor.. buat cerita lagi yg bagus kaya gini...sukaaa😍😂🤣
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh......duo racun lagi kelimpungan 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️
Uba Muhammad Al-varo
Gilang balas dendam mu salah sasaran, Gilang harus nya kamu langsung hajar Yogi karena memang Yogi yang salah buat Yogi babak belur sampai burungnya nggak bisa bangun, supaya Yogi jera dan sadar dari kesalahannya 👿👿
Mega Ahmad
Alhamdulillah setelah memalui pahitnya kehidupan, akhirnya saling mengungkapkan perasaan😍

selanjutnya penasaran dg kisah Rafanessa😘
Mega Ahmad
nyesek banget lho 😭
Mega Ahmad
Mengsedih aku Thor 😭
insyaallah akan ada pelangi setelah hujan Gra 😘
Marwah Jay
ada ceritanya rafa yaa...
Uba Muhammad Al-varo
Gracia Kanaya........😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
Gracia Kanaya ternyata hidup mu menyedihkan punya ayah sakit,ibu tiri dan adik tirinya jahat ke kamu, sekarang hidupmu jadi sasaran dendam nya Gilang,ada apa sebenarnya dalam hidupmu itu Gracia 🤔🤔🤔🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
bagus 👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
Gilang....... ternyata dendam nya masih berkobar 🤔🤔🤔
Siti Solikah
semuanya bahagia
Siti Solikah
🤣🤣🤣
Siti Solikah
senangnya aku
Siti Solikah
bagus banget novelnya thor
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
untungnya Rafa sudah mencintai Vanessa sebelum diketahui Vanessa adalah kakaknya grace
Siti Solikah
mewek thor
Siti Solikah
ayo diselesaikan dulu masalahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!