Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14 - MENYENANGKAN
Beberapa Minggu telah berlalu sejak janji yang Edward buat kepada Miranda. Edward mulai sering di rumah dan mengurangi kegiatannya di Pub untuk menghamburkan uang dan bertemu teman nya. Miranda berfikir, jika Edward mengurangi aktivitas nya, sebenarnya Edward adalah suami yang sangat baik.
Pagi hari nya mereka akan menghabiskan sarapan bersama. Lalu Edward pergi bekerja hingga pukul delapan malam. Saat Edward pulang ia akan segera makan malam bersama dan tidur bersama Mira bahkan terkadang kedua nya melakukan aktivitas suami istri mereka tanpa sungkan lagi. Mira mulai terbiasa dan Edward merasa hari - hari nya penuh berkah.
Mira sering merasakan pusing kepala dan mual beberapa hari ini. Meski Mira bekerja di rumah nampak nya kesehatan nya harus mulai terjaga. Mira pun meminta bantuan Violet untuk menemani nya ke rumah sakit.
"Selamat Nyonya, Anda telah hamil, usia kandungan anda memasuki tiga Minggu" Ucap Dokter yang memeriksa nya.
Tangan Mira mengambil hasil tes itu dengan gemetar. Violet semakin kasihan dengan teman nya. Violet pun membawa Mira ke kota pelabuhan untuk menenangkan diri sejenak.
"Katakan lah Vi, Aku tahu kamu menahan diri mu sejak tadi" Mira tahu bahwa Violet menahan diri untuk tidak mengatakan apapun kepada nya.
"Mir, kenapa kamu ceroboh begini? Edward itu tidak akan pernah membahagiakan mu! Edward akan menyakiti hidup mu, kenapa kamu malah memberikan diri mu kepada nya?"
"Awal nya aku tidak ingin Vi, Edward memberikan ku minuman yang membuat ku tergoda kepada nya"
"Apa? Sialan dia! itu sama saja pemerkosaan!!"
"Bukan begitu Vi, aku juga menginginkan nya tanpa ku sadari, bukan berarti saat itu aku tidak bisa melawan, tapi aku juga menginginkan nya, karena itu dia" Mira telah memikirkan nya berulang kali.
Maaf dan kesempatan yang Mira berikan kepada Edward serta membiarkan Edward melakukan hal itu kepada nya. Karena itu Edward Mira membiarkan hal itu. Jika itu lelaki lain, Mira pasti akan mendorong nya dengan sekuat tenaga.
"Oh Mira, Aku tahu secinta apa kamu kepada nya, tapi tetap saja....Ini salah ku, seharusnya aku tidak pernah meminta mu ke rumah ku saat itu setidaknya kamu tidak perlu bertemu dengan Edward dan mengenal nya"
Violet selalu merasa bahwa pertemuan mereka juga adalah perbuatan dari nya juga.
"Vi jangan salah kan diri mu, Edward ingin berubah, mungkin pernikahan kami bisa berubah"
"Lalu bagaimana dengan perceraian kalian? Mira sekarang kamu sedang mengandung"
"Kami memutuskan tidak akan bercerai...."
"Apa?! Dasar Gila!!"
"Vi.... Edward berjanji kepada ku, bahwa ia akan berubah, meski dia tidak tahu apakah dia mencintai ku atau tidak tapi dia berjanji tidak akan menemui wanita lain dan akan memperlakukan ku dengan baik"
"Edward berjanji? Tidak biasa nya? Aku bahagia jika kamu bahagia, Aku akan mendukung apapun keputusan mu Mira tapi jika terjadi masalah segera kabari aku, Aku akan datang kapanpun yang aku bisa"
Hal yang tak pernah Mira sesali seumur hidup nya adalah bertemu Violet dan memiliki wanita ini sebagai sahabat nya. Violet selalu ada dalam suka duka hidup nya dan mendukung nya sebisa mungkin.
******
Edward pulang cukup awal hari ini, ia pulang sebelum jam makan malam tiba. Para koki dan pelayan kelabakan melihat tuan rumah mereka pulang lebih awal dan menunggu makan malam nya.
Sambil menunggu makanan datang, Edward mencari keberadaan Mira. Edward pun langsung tahu bahwa Mira pastilah berada di ruang santai dan menyeduh teh nya sambil menonton. Saat sampai di ruang santai tepat seperti dugaan nya.
"Hehe" Edward terkekeh melihat tebakan nya yang benar.
"Kau sudah pulang?"
"Ya, selesai lebih awal dari biasanya"
Edward membuka lengan nya mengharapkan Mira akan memeluk nya.
"Ciuman selamat datang nya mana?" Edward ingin Mira mencium nya seperti biasa.
Mira mendekati Edward dan sedikit malu - malu lalu mencium bibir Edward dengan pelan. "Selamat datang sayang" ucap nya.
Inilah yang Edward bilang hari penuh berkah. Ketika pulang istri nya menyambut ia dengan senyuman dan ciuman manis, bahkan wajah malu Mira juga terlihat menyenangkan. Dan saat malam nya Edward bisa memeluk istri nya untuk tidur dan menggunakan ranjang yang sama. Edward berharap hari - hari nya ini tak akan pernah berakhir.
"Aku pulang" Balas Edward segera memeluk Mira. Tubuh kecil Mira sangat melekat pas dalam tubuh nya.
"Edward, aku ingin berbicara" Ucap Mira dengan pelan.
"Bicaralah"
"Aku serius!"
"Oh baiklah"
Akhirnya kedua nya pun duduk di sofa. Edward menunggu Mira berbicara tapi Mira malah mengeluarkan sebuah kertas dalam laci meja di depan mereka.
"Apa ini? Hadiah? Sertifikat tanah? Tidak mungkin....Kau masih mau bercerai?!!" Edward marah memikirkan kemungkinan itu adalah surat cerai.
"Aku hamil" Jawab Mira pelan.
"Apa?!" Edward segera membaca kertas itu. Kertas berisi hasil laporan pemeriksaan Mira. Hamil tiga Minggu.
"Aku ingin memeriksakan kesehatan ku, karena aku tidak enak badan beberapa hari ini, Aku meminta violet menemani ku"
"......" Edward masih terpaku dengan hasil tes nya.
"Aku tahu kau mungkin tidak menyukai aku hamil karena masa lalu mu, tapi aku tidak akan menggugurkan anak kita, jika kamu ingin aku menggugurkan nya....."
"Apa kau gila?!!!"
"Aku tahu kau mungkin tidak percaya dan benci terhadap hal ini tapi ini sungguh anak mu, Aku tidak pernah memberikan tubuh ku selain pada suami ku"
"Aku tahu" Jawab Edward pelan. "Aku tahu hal itu"
"Kalau gitu aku harus bagaimana? Kau akan menyuruh ku menggugurkan nya? Jangan gila!!
"Kau itu yang gila!! Aku bahkan belum menyuruh mu melakukan apapun!! Jangan suka berfikiran sesuka hati mu!!"
"Lalu aku harus bagaimana?!!"
"Ya lahir kan!!"
"Apa?! Edward barusan kamu bilang apa?!"
"Lahir kan lah! Kita akan membesar kan nya bersama"
Mira tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Ini seperti mimpi bagi nya.
"Ku kira, ku kira kau akan menyuruh ku menggugurkan nya dan kau tidak percaya ini anak mu, Ki kira kau juga akan membenci anak ini karena dia anak ku"
Tiba - tiba Edward meneteskan air mata. Mira kelabakan, baru kali ini Edward bersikap begini, terlihat sangat rapuh dan murni.
"Kali ini, sungguh anak ku, aku terkejut bukan karena aku tidak percaya pada mu, Tapi aku terkejut karena kali ini benar anak ku, bukan anak orang lain, tapi darah daging ku" Mira baru sadar arti dari diam yang Edward berikan pada nya.
"Ya sweet heart, ini anak kita, kamu ayah nya"
"Miranda, Terimakasih telah sabar kepada ku"
"Sebelum itu kita buat dulu perjanjian"
-bersambung-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂