Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.
Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.
📌 Note :
1. Jangan plagiat
2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca
3. Selamat baca bagi yang mau
4. Jangan lupa like, komen, dan follow
5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)
THANK YOUUU🤍
《 va_jiyoon 》
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
《 14 》 Putra Mahkota Tianxuan
...~ happy reading ~...
...♧♧♧...
"Aku juga bisa membocorkan tentang Qinglou mu ini, bukan kah nantinya itu akan menjadi keuntungan ku. Lalu menurut mu, apa yang akan terjadi nantinya, aku atau kau yang akan terkena dampak besar nya?" ucap Zhang Gu Yue.
Mo Yichen menatap pria di hadapan nya dengan geram, sebenarnya siapa pria kecil itu? berani-berani nya dia mengancam dan bertindak tidak sopan seperti ini.
"Jika aku tertangkap, aku juga akan menyeret mu bersama ku, tuan kecil, kau juga tidak bisa lepas begitu saja" ucap Mo Yichen memandang remeh Zhang Gu Yue.
"Tidak semudah itu Pangeran, aku bisa saja mengatakan bahwa aku dipaksa oleh mu. Dan aku bukan seseorang yang bisa kau anggap remeh" ucap Zhang Gu Yue kembali menormal kan suara nya menjadi suara asli nya sebagai seorang perempuan.
Lagi-lagi Mo Yichen terkejut. Pria di depan nya ini ternyata seorang gadis? siapa sebenarnya gadis yang begitu berani ini. Dengan gerakan cepat, Mo Yichen hendak melepaskan cadar yang menutupi wajah Zhang Gu Yue, namun Zhang Gu Yue sendiri dengan mudah membaca pergerakan Mo Yichen sehingga dapat menghindar tepat waktu dan dia pun beberapa kali menangkis tangan Mo Yichen yang tetap memaksa nya membuka cadar itu.
"Siapa kau!!" geram Mo Yichen.
"Sudah ku katakan, kau tidak perlu mengetahui siapa aku. Lakukan saja apa ucapan ku. Ku dengar kau sedang mencari Tabib Gong bukan?" jawab Zhang Gu Yue tenang.
"Katakan dimana dia!" desak Mo Yichen langsung merubah sikap waspada nya dan berganti dengan tatapan penuh keputusasaan.
"Aku juga tidak tau, tapi aku memiliki akses untuk menghubungi nya. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? kau, bantu aku memusnahkan pasukan bayangan itu dan jika berhasil, aku akan mencoba menghubungi nya" ucap Zhang Gu Yue.
Mo Yichen merasa bimbang, di satu sisi ia sangat membutuhkan informasi tersebut dan untuk urusan pasukan bayangan itu bukan lah hal yang sulit, justru hal itu memberi keuntungan bagi nya. Namun di satu sisi ia tidak bisa mempercayai seratus persen gadis di depan nya ini.
"Tabib Gong, tidak semudah itu menemukan beliau, Pangeran" ucap Zhang Gu Yue saat merasa jika Mo Yichen mulai ragu.
Mo Yichen menggertakkan gigi nya, menatap lawan main nya lalu berucap, "Baiklah, satu minggu, tunggu kabar baik ku. Tapi beri aku kepastian mengenai ucapan mu itu, Nona"
"Apa ini cukup?" tanya Zhang Gu Yue sembari memberikan pita biru muda dan sepasang anting milik nya.
"Kau sedang mempermainkan ku hah?!" ucap Mo Yichen meninggikan suara nya, ia merasa gadis di depan nya ini sedang mencoba membodohi nya.
"Hamba tidak berani, Yang Mulia. Tapi percaya lah, jika kau membawa dua barang ini dan bertanya pada Kaisar maupun pejabat Jianrou, mereka akan mengenali Tuan kedua barang itu"
"Lokasi mereka ada di hutan selatan, tepat di dekat perbatasan Jianrou dan Tianxuan. Tempat di mana langit bersandar pada permukaan yang tak bernama, dan kenangan merah jambu berjatuhan satu per satu dari ranting yang rapuh, temui aku di sana satu minggu lagi" ucap Zhang Gu Yue lalu bangkit dan meninggalkan Mo Yichen yang menatap punggung sempit itu hingga perlahan menghilang di balik pintu.
"Yang Mulia" panggil pengawal bayangan Mo Yichen yang muncul dari kegelapan.
"Ikuti gadis itu" ucap Mo Yichen berwajah dingin.
"Baik"
Di jalan, Zhang Gu Yue sudah merasakan ada seseorang yang mengikuti nya, dia pun tersenyum semirik. Mengandalkan kemampuan nya dulu saat dirinya masih menjadi seorang Jendral Perang, Zhang Gu Yue pun sedikit mempercepat langkah nya. Lalu dalam sekejap, gadis itu sudah hilang dari pengawasan pengawal yang dikirimkan Mo Yichen untuk mengikuti nya.
"Sial!" umpat nya lalu pergi.
Zhang Gu Yue keluar dari salah satu titik kegelapan dan menatap pengawal bayangan itu. Sebenarnya ia ada di sekitar sana, bahkan Zhang Gu Yue bisa melihat dari tempat nya bersembunyi pengawal rahasia Mo Yichen itu berjalan kesana-kemari mencari nya.
Langit di atas sudah mulai menunjukan tanda-tanda matahari akan segera muncul. Karena semua urusan nya di luar sudah selesai, Zhang Gu Yue pun kembali ke Kediaman Salju milik nya.
Benar, Zhang Gu Yue di kehidupan sebelumnya adalah seorang jendral wanita pertama yang berhasil memukul mundur lawan nya dengan telak. Namun karena kebodohan cinta nya, seorang jendral itu justru berubah menjadi permaisuri yang lemah dan berakhir tragis di tangan suami dan adik nya sendiri.
Baru saja Zhang Gu Yue akan memejam kan matanya, tiba-tiba ada sebuah burung merpati putih bertengger di jendela kamar nya. Mau tak mau ia pun kembali bangkit, meraih secarik kertas di kaki burung tersebut, lalu memberinya makanan kering sebelum kembali menerbangkan burung tersebut.
Zhang Gu Yue membuka secarik kertas itu dan membaca nya.
Xiaoyue
Ada banyak kejahatan akhir-akhir ini, jaga diri mu baik-baik
...♧♧♧...