NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Playboy

Sang Penakluk Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel ada di ig syifa_sifana

Kelanjutan dari novel Terpaksa Menikahi Mantan

Niat kembali ke tanah air untuk melanjutkan kuliah, namun malah menguakkan sebuah rahasia besar.

Pertemuan yang tak disengaja membuat mereka saling memusuhi karena sebuah kejadian yang memalukan. Bersumpah tak ingin mengenal malah terjerat sebuah ikatan.

Inilah lika liku sepasang kekasih yang mejilat air ludahnya sendiri.

Bila cinta sudah berbicara, seberapa hebat dan sombongnya kamu maka akan tunduk pada orang yang kamu cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran Kiano

Mereka masih asik kejar-kejaran. Tiba-tiba bau gosong menyebar ke seluruh rumah.

"Stop!" ucap Kiano menghentikan langkah Amel.

"Kenapa? Lo takut?" balasnya.

"Bukan itu dodol ... Eh, coba lo cium? Bau apa ini?"

Amel menyengir. "Masakan gue!" Amel tersadar dan berlari ke arah dapur. Kiano pun mengikutinya.

"Ya ampun! Makanan gue gosong," ucap Amel kecewa saat melihat makanannya gosong. Ia pun mematikan kompornya.

Kiano melihat makanan yang sudah gosong dan tidak layak dimakan.

"Ini semua gara-gara lo. Makanan gue jadi gosong," ucap Amel kesal.

"Kenapa jadi gue? Lo sendiri yang ngejar gue," balas Kiano membela dirinya.

"Terserah lo lah!" Wajah Amel terlihat murung, ia lepaskan celemek dan meletakkan di atas meja, lalu beranjak pergi melewati Kiano.

"Eh, lo ngambek?" tanya Kiano mengikutinya.

Amel tak menjawab, dia terus berjalan, menaiki tangga, dan menuju ke kamarnya.

"Amel, lo jangan ngambek gini dong!" Kiano terus mengikutinya.

Amel masih tak menjawab. "Lo jangan ngambek gini dong! Soal makanan itu bukan salah gue juga."

Amel meliriknya dengan sinis, lalu kembali berjalan.

"Ini anak ....o" Kiano semakin geram.

"Ok deh, soal makanan yang gosong itu biar gue yang ganti," ucap Kiano terlihat serius.

"Yakin?" Amel menoleh dan menatapnya.

"Iya. Nanti gue beli, bila perlu apapun yang lo mau gue belikan untuk lo," jawab Kiano.

"Beli? Gak ah!" Amel kembali jalan.

"Terus gimana dong? Gue gak bisa masak," ujar Kiano bingung.

"Usaha dong," sahutnya spontan.

"Gini deh, mending lo ganti baju sekarang, kita makan di luar!" titah Kiano.

"Gak mau," tolak Amel.

Bibi Sri tidak sengaja mendengar perdebatan mereka, ia pun datang menghampirinya.

"Nona, sebaiknya Nona terima aja ajakan Den Kiano," ucap Bibi Sri lembut.

"Aku lagi gak mood keluar, Bi," jawabnya.

"Kalau begitu, Nona temani Den Kiano di rumah, biar Bibi yang masakin lagi."

"Bener itu, Bi. Aku setuju," sahut Kiano tersenyum.

"Gak. Aku gak setuju," jawab Amel menggeleng kepala.

"Bibi masak aja, biar aku ngobrol dulu sama Amel," ucap Kiano menatap Bibi Sri, lalu menarik tangan Amel dan beranjak pergi.

"Lo ngapain tarik tangan gue?" Amel memukul tangan Kiano.

"Gue mau ngobrol sama lo," jawab Kiano terus menarik tangan Amel.

"Iya, tapi gak perlu tarik tangan gue juga kali," protes Amel. Kiano langsung melepas tangan Amel.

"Sebenarnya lo mau ngobrol tentang apa sama gue?" tanya Amel penasaran.

"Kita duduk dulu. Gak enak kalau ngobrol sambil berdiri kayak gini."

Amel menuntunnya ruang TV. Dia tidak ingin Kiano menelusuri rumahnya, jadi ia pikir ruang TV cukup untuk Kiano sebagai tamu baru di rumahnya.

"Duduk!" titah Amel. Kiano langsung duduk di sofa.

Amel pun duduk dan menatap Kiano dengan penuh tanya.

"Amel ... Euuu.. Lo serius gak sama hubungan kita?" tanya Kiano to the point.

"Maksud lo?" Amel mengernyit kening.

"Tadi kedua orangtua Farah datang ke rumah gue. Mereka minta gue tunangan sama Farah. Orangtua gue pun setuju dan maksa gue."

"Hmmm... Terus?" tanyanya santai.

"Gue gak sukalah sama dia, karena gue sukanya sama ..." Tiba-tiba lidah Kiano keluh saat menatap Amel.

"Sukanya sama?" tanya Amel penasaran sambil menaikan kedua alisnya.

"Euu... Gak." Kiano menjadi gaguk.

"Gak apanya? Ayo bilang lo suka sama siapa?" desak Amel.

"Enggak ... Gu–gue tadi salah ngomong," sahut Kiano semakin gugup dan tak berani menatap Amel.

"Lo bohong, kan? Ayo bilang lo suka sama siapa?"

"Gue suka sama lo," jawab Kiano spontan.

Amel tertegun. Jantungnya sudah berdetak kencang. Pipi putih seketika memerah seperti buah tomat. Amel sendiri masih bingung dengan perasaannya saat ini, apakah ia sedang jatuh cinta atau hanya sebatas angin lewat karena kepedean.

"Lo... Gak serius, kan?"

"Gue serius," jawabnya menatap serius.

Amel kembali tertegun dan matanya membelalak.

"Ha–haha... Lo pasti bercanda, kan?" sambung Amel memaksa untuk tertawa.

"Gue gak lagi bercanda. Gue benaran suka sama lo," jawab Kiano semakin serius.

Amel semakin terkejut dengan pengakuan perasaan Kiano padanya.

"Gue serius dengan hubungan kita. Apa lo juga serius?" tanya Kiano kembali.

"Euu..." Amel semakin bingung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Kiano menatap Amel penuh harap. Amel semakin bingung dengan perasaannya saat ini.

"Gu–gue ..."

"Gue mohon, terimalah gue!" pinta Kiano memohon.

"Iya, tapi ..."

"Yes. Akhirnya gue punya hubungan yang serius dengan lo," ucap Kiano tersenyum bahagia.

"Gak mau gue. Nanti gue dikejar sama pacar-pacar lo di luar sana," tolak Amel dengan alasan logis.

"Gue putusin mereka sekarang juga," ucap Kiano mengeluarkan ponselnya. Dia langsung mengetik sebuah pesan dan mengirimkan kesemua kontak pacarnya.

"Ok. Udah. Gue udah putusin semua pacar gue," ucap Kiano tersenyum lega.

"Gimana caranya lo putusin pacar lo?" Amel semakin bingung dengan tindakan Kiano.

"Ini," tunjuk Kiano.

Hubungan kita cukup sampai disini. Kita putus.

"What? Lo cuma sms ke mereka?" pekik Amel kaget.

"Iya dong. Biar lebih cepet," jawabnya santai.

"Astagfirullah." Amel menepuk jidatnya. Ia tidak habis pikir dengan lelaki yang berada si sampingnya saat ini.

Bibi Sri datang menemui mereka. "Nona Amel, Den Kiano, makan siangnya sudah siap!"

Kiano langsung bangun dan pergi ke ruang makan. Amel pun mengikutinya.

Kiano tanpa sungkan, duduk di kursi meja makan, lalu mengambil makanan yang ingin dimakannya.

"Gue makan dulu, ya," ucap Kiano mengambil sendok dan menyantap makanannya.

"Lo gak makan di rumah?" tanya Amel sambil duduk.

"Gak. Kan gue udah bilang, gue kesal sama orangtua gue. Gue keluar dan langsung kesini," jawabnya sambil makan.

"Lo bocah banget sih," ucap Amel menyelanya sambil mengambil nasi.

"Terserah lo lah. Biarpun gue bocah, yang penting lo cinta kan sama gue?" sahutnya penuh percaya diri.

"Idih, Narsis banget sih jadi cowok? Lagian siapa juga yang cinta sama lo?" ucap Amel berdusta.

"Jangan bohong. Gue tau lo itu suka sama gue. Hanya saja lo gensian," balas Kiano cengengesan.

"Terserahlah. Percuma gue debat sama lo," ucap Amel mengalah.

Mereka berdua menikmati makan siang mereka sampai kenyang.

Allahu akbar Allahu akbar ...

"Sudah dzuhur. Ayo kita shalat!" ajak Kaino menatapnya.

Amel menganggukkan kepala dan beranjak pergi bersama dengan Kiano.

Amel sempat dibuat kaget dengan Kiano, meskipun ia terlihat bar-bar, tapi dia masih ingat pada penciptanya.

Sangat jauh dengan ekspetasinya selama ini. Kepribadian Kiano ini mampu memberi nilai plus di hatinya Amel. Hatinya terketuk saat Kiano mengimaminya shalat, meskipun suara bacanya tidak terdengar keras seperti shalat magrib, isya dan subuh, tapi keberaniannya dalam menegakkan shalat sekaligus menjadi imam sungguh menyejukkan hati Amel.

Shalat berakhir dengan salam dan ditutup dengan doa. Kiano membalikkan tubuhnya dan menjulurkan tangannya ke hadapan Amel.

Amel menyambutnya dan mencium tangannya.

"Bukankah kita seperti pasangan suami istri?" Amel terkejut dan segera melepaskan tangan Kiano. Ia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya saat ini.

1
Momed Wullur Dzaky
oq
Egik
Lumayan
Nispu Wati
Thor jadi kiano sama Amel,atau kiara
Itu bersaudara.
Tarwiyah Nasa
Fans Rico Mera hadirrr
YuWie
baju muslimah gaul itu yang seperti apa jal 🤔
buk e irul
padahal kangen banget ma kiano 😍😍😍
buk e irul
sehat sehat terus ya cah ayu Syifa 😘
buk e irul
kenapa yang bagus bagus pindah ke sana hiks hiks hiks
abc
kalo kisah ini menimpa another kayanya seru
Anonim
sangat menarik
Ridha Tamara
siska bilang kesalahan kecil ??? hello... yg sepemikiran dengan siska...masih waras ???😁
"honey and bee" panggilan itu mengigatkanku pada seseorang, seseorang yg tidak pernah mungkin kumiliki, seseorang yg kumiliki dengan wktu yg singkat, dan juga yg paling menoreh luka paling dalam.
"honey and bee" adalah panggilan paling terkesan in my life.
panggilan itu, aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang.
jika aku merindukannya aku sangat berdosa, tp apa yg harus aku lakukan? maafkan aku tuhan, i really miss him:')
aku cuma syg marisa, disini dia korban keegoisan, peluk online marisaaa
jujur, disini marisa hanyalah korban, dan aku kasihan!
Tri Haryani
ini mah besty
mamah cantikk
rico sm mera aja thor
mamah cantikk
hohoho jalang teriak jalang
mamah cantikk
kpn ketauannya sih udh g sabar lg nih
mamah cantikk
apa kabar tmn² kampus 2K ya koq ngilang gtu ja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!