NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELARIAN DIRI DARI BADAI TAKDIR.

Mobil sedan mewah milik Damar melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi, menuju area kampus tempat Kirana berada. Begitu kendaraan itu berhenti sempurna di dekat area gerbang samping, Damar langsung turun tanpa memedulikan penampilannya yang sedikit berantakan pasca keributan di rumah Mirna. Langkah lebarnya membawa pria itu menyusuri koridor taman yang mulai sepi.

Dari kejauhan, netra tajam Damar menangkap sosok mungil yang sangat ia cintai sedang duduk meringkuk di atas bangku taman. Bahu Kirana tampak naik turun, bergetar hebat menahan isak tangis yang tak kunjung reda. Hati Damar berdenyut nyeri melihat pemandangan memilukan itu. Tanpa membuang waktu lagi, Damar langsung berjalan cepat dan berlutut di hadapan istrinya.

"Kiran," panggil Damar dengan suara baritonnya yang teramat lembut.

Kirana tersentak kaget. Ia mendongakkan wajahnya yang sudah sembap dan basah oleh air mata. Kehadiran Damar yang tiba-tiba di hadapannya membuat pertahanan Kirana runtuh total. Tanpa memikirkan apa pun lagi, Kirana langsung menghambur maju, mendekap erat leher suaminya dan menenggelamkan wajahnya di celah leher kokoh Damar.

"Ternyata... dalang kecelakaan maut tanggal lima belas April di masa lalu mungkin ada hubungannya dengan keluargaku sendiri," batin Kirana menjerit histeris di dalam keheningan.

Pikiran wanita itu merancau liar, merangkai benang merah dari ancaman kejam Tante Mirna beberapa saat lalu. Namun, Kirana hanya bisa memendam jeritan itu di dalam dada. Ia sama sekali tidak berani membuka suara atau menceritakan ancaman tersebut kepada Damar. Ketakutan bahwa Tante Mirna akan benar-benar mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya di jalan raya membuat lidah Kirana mendadak kelu. Ia tidak pernah tahu bahwa saat ini, wanita tua yang sangat ia takuti itu sudah mendekam di balik jeruji besi berkat tindakan cepat suaminya.

Damar mengusap punggung Kirana dengan penuh kasih sayang, merasakan detak jantung istrinya yang berdegup tidak keruan akibat tekanan mental. "Hei, lihat aku, Sayang. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa istri cantikku ini menangis sampai seperti ini, hm?"

Kirana hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kuat di dalam dekapan Damar. Bibirnya terkatup rapat, benar-benar terlalu takut untuk berbagi beban yang menghimpit jiwanya.

Melihat kondisi Kirana yang teramat tertekan dan trauma, Damar tahu bahwa lingkungan kampus tidak lagi aman untuk ketenangan jiwa istrinya. Ia menoleh sedikit ke arah Ricko yang berdiri siaga beberapa meter di belakang mereka.

"Ricko, temui pihak dekanat kampus sekarang juga. Urus surat izin dan ambil cuti akademik untuk Kirana selama satu minggu penuh ke depan," perintah Damar dengan nada dingin namun tegas.

Jika biasanya Kirana akan langsung protes keras dan menolak jika disuruh bolos kuliah, kali ini wanita itu hanya terdiam seribu bahasa. Kedukaan dan ketakutan telah melumpuhkan seluruh energinya. Kirana membiarkan tubuhnya dituntun oleh Damar, masuk ke dalam mobil dan membiarkan suaminya membawa dirinya pergi menjauh dari area kampus.

Damar memutuskan untuk membawa Kirana pergi jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Destinasi yang ia pilih adalah Kepulauan Seribu, tempat di mana sebuah vila pribadi miliknya berdiri kokoh di tepi pantai yang terisolasi.

Di sepanjang perjalanan menyebrangi lautan menggunakan kapal pesiar pribadi mewah, Kirana hanya diam membisu. Ia menyandarkan kepalanya dengan pasrah di dada bidang Damar, mendengarkan detak jantung suaminya yang berirama konstan sembari menatap hamparan air laut yang biru pekat. Seolah tahu apa yang berkecamuk di dalam kepala kecil istrinya, Damar mengeratkan pelukannya pada pinggang Kirana, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu.

"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, Kiran. Kau tidak perlu merasa takut lagi mulai sekarang," bisik Damar dengan nada yang teramat menenangkan, mengalirkan kehangatan mutlak ke dalam hati Kirana. "Sebab, tidak akan pernah terjadi hal buruk apa pun pada diriku."

Kirana tersentak pelan, langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap lekat sepasang manik mata legam milik suaminya.

"Kita akan merubah takdir buruk yang pernah kamu lihat di dalam pikiranmu itu bersama-sama," lanjut Damar dengan seulas senyuman tulus yang begitu menawan. "Mulai hari ini, kita berdua akan berbulan madu di pulau ini. Kita akan tinggal di sini bersama sampai melewati tanggal lima belas April yang sangat kau takutkan itu berlalu."

Mendengar penuturan suaminya yang begitu peka dan protektif, benteng pertahanan Kirana kembali goyah oleh rasa haru yang membuncah. Ia langsung memeluk tubuh tegap Damar dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.

"Aku berjanji padamu, Sayang. Tidak akan terjadi apa-apa pada diriku. Aku akan selalu ada di sampingmu," bisik Damar lagi dengan penuh kesungguhan sembari memberikan sebuah kecupan yang teramat lama dan penuh kasih sayang di puncak kepala Kirana yang tertutup jilbab.

Setelah beberapa jam menyebrangi lautan lepas, kapal pesiar mereka akhirnya bersandar di dermaga pribadi sebuah vila mewah bernuansa modern tropis di salah satu sudut Kepulauan Seribu. Angin pantai yang segar dan suara deburan ombak yang berirama tenang menyambut kedatangan mereka.

Di tempat pengasingan ini, Damar benar-benar membuktikan ucapannya. Ia mencurahkan seluruh waktu dan perhatiannya hanya untuk memanjakan Kirana. Dari pagi hingga malam, Damar selalu menciptakan momen-momen romantis yang tak terlupakan.

Sore harinya, Damar mengajak Kirana berjalan-jalan di sepanjang garis pantai berpasir putih yang bersih tanpa alas kaki. Mereka berjalan beriringan dengan jemari yang saling bertautan erat satu sama lain. Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, memancarkan semburat warna jingga yang keemasan di atas permukaan laut, Damar tiba-tiba berhenti melangkah.

Ia membalikkan tubuh Kirana agar menghadap ke arahnya, lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping sang istri. Dengan penuh kelembutan, Damar menyelipkan seuntai bunga kamboja putih di sela jilbab Kirana, membuat penampilan istrinya terlihat semakin cantik di bawah pendar cahaya senja.

"Terima kasih karena sudah mau menaruh rasa percayamu padaku, Istriku," tutur Damar dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh binar cinta yang teramat murni.

Kirana menatap wajah tampan suaminya, merasakan kebahagiaan yang begitu pekat merayap masuk, perlahan-lahan mengikis habis rasa takut yang selama ini menghantui hari-harinya. Di bawah perlakuan Damar yang begitu manis dan penuh kasih, Kirana bertekad di dalam hati untuk melupakan sejenak segala bayang-bayang kelam tentang tanggal 15 April. Malam itu, di dalam vila yang hangat, kebersamaan mereka kembali dilingkupi oleh gelora cinta yang romantis, mengunci takdir mereka berdua dalam sebuah janji suci yang kian tak tergoyahkan oleh ancaman apa pun.

1
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga
Nanik Arifin
si robot es unboxingnya masih tahun depan Thor ?
Aidil Kenzie Zie
🤣🤣🤣apa Ricko nggak paham tentang Operasi Bulan Madunya 🤭🤭🤭
Indri Almaidar
hummm
Indri Almaidar
aneh benar
Indriani Kartini
malu2tapi mau 🤣🤣🤣
Radya Arynda
akhirnya,,,bebas dari mimpi buruk
Lia siti marlia
semoga kebahagiaan kalian di berkahi tuhan 🤗🤗🤗
Radya Arynda
👍👍👍👍👍mantap,,,kalau bisa dekutu2 nya juga damar...
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪💪hancur kan semua manusia jahat💪💪💪💪
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
drama LG 🤭🤣
Elina thea
emang dasarnya Kirana masih bocil kali yah...makanya kekanakan dan ceroboh,dah tau jalan tapi gak liat kanan kiri...kalo dah kejadian baru DECH nyesel.
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
kirana mm bodoh tabrak saja, damar cari lagi
Lia siti marlia
aku pun kalau punya mertua sebaik mamah yenita pasti manut manut aja 🥰🥰🥰
Lia siti marlia
selamat yah kiran damar kalian akan jadi orang tua 🤗🤗🤗🤗
Pujiastuti
hamil ni kirana kan kak Author, kalau benar selamat buat kiran dan damar
Lia siti marlia
semoga kirana hamil 🥰🥰🥰
Radya Arynda
semangaaat semogah hamidun👍👍👍👍
Lia siti marlia
semoga saja kirana hamil🤭🤗🤗
Lia siti marlia
semangat kirana damar hempaskan badai yang menghantam dengan cinta kalian 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!