Nawang sangat mencintai Rafli namun karena suatu hari Nawang tidur seranjang dengan Aiden kakak dari Rafli membuat kedua orang tua Aiden menikahkan dengan Nawang sering cekcok apakah rumah tangga keduanya akan bertahan atau akan cerai di tengah jalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo Di Makan Makanannya
Aisyah sejak tadi menangis sesenggukan gara gara di benci oleh Nawang, Rafli mencoba menenangkan Aisyah supaya tidak memikirkan semua perkataan Nawang.
Di tempat lain Arda baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya di balut handuk sebatas pinggang, tentu saja penampilan Arda membuat Renata meneguk ludahnya secara kasar, sungguh Renata terkesima dengan Arda walau pria itu tadi begitu kejam kepada Renata.
Arda menatap nyalang ke arah Renata, hal itu membuat Renata mengalihkan tatapannya ke arah lain, sungguh Renata tak menyangka otaknya menjadi mesum dan traveling gara gara tubuh Arda, berkali kali Renata menggeleng gelengkan kepalanya samar, untuk menghilangkan pikiran mesum yang berkelana di otaknya.
Arda mengatakan kepada Renata bahwa jangan berkata kepada orang bahwa Renata dan Arda sudah melakukan hubungan intim, setelah Arda memakai pakaian dan celana Arda langsung pergi meninggalkan apartment miliknya Renata.
Setelah kepergian Arda membuat Renata menangis sesenggukan, sungguh Renata tak menyangka Arda akan menjadi pria pengecut, bahkan dengan tega Arda menuduh Renata wanita murahan karena mau tidur dan melakukan hubungan intim dengan pria yang belum jadi suaminya.
Renata kira setelah Renata menyerahkan keperawanan dirinya kepada Arda akan membuat Arda mau tanggung jawab menikahi Renata jika Renata di nyatakan hamil, kenyataannya Arda malah menyuruh Renata menggugurkan kandungannya jika Renata hamil.
Malam harinya Rafli sengaja tidak pulang ke rumah karena Rafli tidur di apartement miliknya Rafli, saat makan malam Nawang tak melihat sosok Rafli di sekitarnya, di meja makan hanya ada Nawang, Aiden, dan kedua mertua Nawang.
Setelah makan malam selesai kedua orang tua Nawang berpamitan kepada Nawang untuk masuk ke kamar karena sudah mengantuk, Nawang membolehkan kedua mertuanya pergi ke kamar, sedangkan Aiden semenjak selesai makan langsung masuk ke kamarnya.
Nawang masih setia duduk manis di ruang tamu sambil menonton TV, lebih tepatnya Nawang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Rafli pulang ke rumah, sedanggkan Aiden di buat penasaran dengan tingkah Nawang karena semenjak menikah Nawang setelah makan malam langsung masuk ke kamar, malam ini untuk pertama kalinya Nawang masih duduk di ruajg tamu setelah makan malam.
''Rafli, kemana kenapa dia belum pulang ke rumah ? padahal biasanya jam segini Rafli sudah pulang ke rumah apa jangan jangan Rafli menghibur Aisyah, lalu Aisyah mengajak Rafli tidur di hotel dengan kamar yang sama, keterlaluan kalau Aisyah punya pikiran selicik itu memanfaatkan Rafli yang terlalu baik ke dia, gue yakin pasti Aisyah berpura pura sedih di hadapan Rafli gara gara gue melakukan kekerasan sama Aisyah, munafik banget Aisyah bilang ngga cinta sama Rafli, bahkan Aisyah selalu mendukung gue supaya mendapatkan Rafli untuk menjadi pacar gue, tapi setelah gue menikah sama Aiden malah Aisyah mendekati Rafli, bahkan Aisyah terciduk berduaan sama Rafli'' batin Nawang sambil meremas kedua tangannya.
Di tempat lain saat ini Rafli baru sampai di apartement miliknya, Rafli baru saja mengantar Aisyah pulang ke rumah, Rafli tak berniat pulang ke rumah karena malas bertemu dengan Nawang wanita yang sudah menyakiti hati Aisyah wanita pujaan Rafli.
Sebenarnya Aisyah menolak saat akan di antar oleh Rafli, karena Aisyah tak enak kepada Nawang, namun Rafli tetap memaksa mengantar Aisyah pulang ke rumah, bahkan Rafli mengancam kalau Aisyah tak mau di antar oleh Rafli pulang, Rafli akan mengomeli dan marah kepada Nawang, mendengar ancaman itu membuat Aisyah mau di antar pulang oleh Rafli.
Keesokan harinya Nawang membuka kedua matanya, lalu Nawang mengucek matanya dengan kedua tangannya, Nawang menoleh ke arah sekitar, ternyata saat ini Nawang berada di kamar Aiden, namun seingat Nawang tadi malam dirinya masih berada di ruang tamu.
Nawang menggeleng gelengkan kepalanya saat Nawang menduga kalau Aiden yang membopong tubuhnya sehingga saat ini Nawang ada di ranjang milik Aiden, Nawang memeriksa keadaan tubuhnya, Nawang bernafas lega karena Nawang masih memakai pakaian komplit dan tidak telanjang bulat, artinya Nawang tidak di perkosa oleh Aiden.
Nawang menatap ke arah sekitarnya namun Nawang tak menemukan kenberadaan Aiden, kini Nawang beringsut menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh setelah itu Nawang akan ke ruang makan, Nawang harap saat ini Rafli sudah pulang ke rumah.
Dua puluh menit kemudian kini Nawang telah selesai mandi, bahkan Nawang sudah memakai pakaian lalu Nawang berjalan ke arah ruang makan, di sana kedua matanya Nawang hanya menangkap sosok Aiden sang suami dan kedua orang mertuanya, Nawang tidak melihat sosok Rafli.
Nawang mengumbar senyum paksa kepada kedua mertuanya, mama mertua Nawang menyapa Nawang yang membuat Nawang balik menyapa sang mama mertua.
Kini Nawang sudah menjatuhkan bobot tubuhnya di sebelah Aiden sang suami, sekarang Nawang semakin menyimpulkan bahwa Rafli tak pulang ke rumah karena Rafli menginap di hotel dengan Aisyah, kini Nawang mengepalkan kedua tangannya karena emosi.
''Nawang, ayo di makan makanannya'' ucap Stella sambil menatap ke arah Nawang, perkataan Stella membuat Marcel dan Aiden kompak menatap ke arah Nawang, sedangkan Nawang yang sejak tadi sibuk dengan duaninya alias sibuk melamun langsung membuyarkan semua lamunannya.
"Mama bicara apa ?" tanya Nawang sambil tersenyum canggung, Nawang tadi memang samar samar mendengar suara Stella namun Nawang tak mendengar dengan jelas perkataan Stella.
''Nawang, kamu kenapa ? apa kamu punya masalah ? apa Aiden belum bisa menerima kamu sebagai istrinya ? atau Aiden bahkan melakukan kekerasan sama kamu ? oh atau jangan jangan Aiden malah melakukan nikah kontrak dan menyuruh kamu menandatangani surat kontrak seperti adegan di novel ?'' cerca Stella dengan bertubi tubi, sementara Nawang tersenyum getir mendengar semua omongan Stella, sedangkan Aiden membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Aiden tak menyangka kalau Stella akan menuduh seperti itu, Stella merasa takut Aiden di perlakukan tidak baik oleh Aiden, apalagi Stella, suaminya Stella, dan Rafli bahkan kedua orang tua Nawang tahu kalau Aiden dan Nawang sebelum menikah selalu berantem dan selalu bertengkar kalau bertemu.
''Mama, jangan sembarangan nuduh aku bukan pria brengggsek yang tega menyakiti hati perempuan'' jawab Aiden dengan lantang.
''Apalagi perempuan itu Nawang, perempuan yang aku cintai'' lanjut Aiden dalam hati.
''Aiden, mama takut kamu melakukan kekerasan sama Nawang, soalnya kamu dulu sebelum menikah hobi bikin Nawang kesal dan emosi, bahkan kamu selalu ribut dan bertengkar sama Nawang dan kamu ngga mau ngalah sama Nawang'' bentak Stella sambil melototkan kedua matanya ke arah Aiden.
Aiden bungkam dan tak menjawab, sementara Marcel hanya menjadi pendengar saja, sedangkan Nawang saat ini menangis sesenggukan, hal itu membuat semua orang yang ada di meja makan kompak menatap ke arah Nawang.
satu ranjang tidur bareng atuhh 🤭
nawang juga maksa banget minta antar rafli
aman kan bangg rambutnya /Facepalm/