NovelToon NovelToon
Ladylove Lord Noble

Ladylove Lord Noble

Status: tamat
Genre:CEO / Menantu Pria/matrilokal / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Pengawal / Tamat
Popularitas:157.8k
Nilai: 5
Nama Author: sofy adisty

#2 My Daddy

Damian Xe Axelle Defron, bangsawan tampan yang mengalami kecelakaan hebat yang membuat matanya buta sebelah kanannya. sebenarnya ia bisa membuat matanya melihat kembali tapi ia harus melakukan sesuatu sebelum membuat matanya kembali normal.

Kelly De Savillion, gadis cinta pertamanya. Kini ia menemukan gadisnya di waktu yang tepat namun dengan matanya yang cacat.

"Gadis kecil, kita bertemu lagi. apa kau merindukan ku?" ujar Damian.

"Dami?"

"Yes, i am,"

Namun kali ini pertemuan mereka menghadapi situasi yang sangat sulit. seorang pria yang terobsesi dengan Kelly salah satu musuh Damian dan juga merupakan bangsawan ternama Calvin Molive Defron, memiliki marga yang sama dengan Damian karena mereka masih memiliki hubungan darah. sangat terobsesi gila dengan Kelly, gadis manis milik keluarga Xander dan Xavellion.

"Oh Damn! You touched something you shouldn't, you bastard!" Damian murka

Calvin menyeringai. "Why not? I'm crazy about that woman."

"She's mine dammit!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13.

Damian menatap Kelly dengan menopang dagu sambil tersenyum tipis. Ia melihat Kelly yang sedang memakan kue kecil yang manis di hadapannya dengan begitu lahap.

"Kau seperti anak kecil Kelly," ucap Damian sambil membersihkan sisa makanan yang menempel di ujung bibir Kelly.

Kelly terdiam saat Damian mengambil sisa remahan kue dan Damian memakannya sambil tersenyum membuat Kelly menatap malu.

"A-apa yang kau lakukan?" tanya Kelly dengan wajah yang memerah.

"Membersihkan mulut mu yang kotor," ucap Damian dengan santai.

Kelly membuang muka dengan malu membuat Damian menyunggingkan senyum tipisnya. "Kau selalu menggemaskan Kelly," gumam Damian dengan nada kecil.

Kelly menatap bingung. "Kau bicara apa?" tanyanya. "Aku tidak bisa mendengarnya," sambungnya.

Damian langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak ada," ucapnya langsung.

Cklek'

"Aku menunggumu lama sekali sialan? Kapan kita akan berbicara?" tanya Dylan kesal.

Damian menoleh dengan malas. "Menganggu saja," balasnya.

Dylan mengacungkan jari tengah nya kearah Damian. "Kita harus bicara bodoh!" ucapnya sambil menarik tangan Damian.

Namun Damian langsung menepis tangan Dylan. "Aku tidak suka di pegang laki laki. Aku masih normal," ucapnya membuat Dylan menatapnya melotot.

"Fuck! Aku juga normal sialan!" teriak Dylan.

Kelly hanya terkekeh mendengar itu. "Pergilah," ucapnya pada Damian. "Kasihan teman mu menunggu dari tadi," sambungnya.

Dylan menatap berbinar. "Benar. Wanitamu saja paham dengan ku. Teman seperti apa kau ini!" protesnya," ucapnya kesal sambil menunjuk kearah Damian.

Damian menoleh lalu menghela nafas pelan. "Aku akan bicara sebentar. Kalau kau mengantuk tidur saja di ruangan ku. Aku akan segera kembali," ucapnya sambil mengecup kening Kelly. Dylan memutar bola matanya dengan malas.

Dylan mencibir kesal lalu Damian mendorong pundak Dylan dengan keras. "Cepat jalan! Kau lamban sekali!" ucap Damian.

"Astaga iya iya!" ucap Dylan kesal. "Jangan mendorongku sialan!" umpatnya.

"Aku akan segera kembali," ucap Damian pada Kelly.

Kelly hanya menganggukan kepalanya. "Iya baiklah," balasnya.

Dylan melambaikan tangannya ke arah Kelly dan mendapat pukulan keras dari Damian di kepalanya. "Sakit," ringisnya.

Damian menatap tajam. "Cepat jalan bodoh!"

...◇◇◇...

Damian menatap dokumen yang di berikan Dylan lalu membacanya satu per satu. Ia pun mendengus lalu kembali melemparkan dokumen tersebut di atas meja.

"Kapan kau memasukkan Calvin ke penjara?" tanya Dylan.

Damian duduk di kursinya. "Secepatnya. Karena aku tidak akan membiarkan iblis itu ada di sekitar Kelly," ucapny sambil mengepalkan tangan.

Dylan mengangguk setuju. "Aku tidak percaya kalau kau berkencan dengan anak kesayangan tuan Xavellion dan anak angkat tuan Xander," ucapnya. "Dan aku juga tidak percaya kalau Kelly secantik itu," sambungnya mendapat tatapan tajam dari Damian.

"Aku bisa merobek mulutmu kalau kau masih terus berbicara di hadapan ku!" ancam Damian.

Dylan memutar bola matanya dengan malas. "Terserah. Aku malas berdebat," ucapnya sambil mencibir kesal. "Posesif sekali. Aku berdoa agar Kelly tidak kabur darimu," sambungnya membuat Damian melirik tajam.

"Aku butuh bukti yang lebih kuat lagi untuk membuat Calvin tidak bisa membantah tuduhan yang di berikan," ucap Damian.

Dylan tampak berpikir. "Aku bisa mencarinya dengan bantuan teman ku. Jangan khawatir tentang itu," ucapnya mendapat anggukan kepala Damian.

"Secepatnya aku membutuhkan bukti itu," ucap Damian.

Dylan mengacungkan kedua ibu jarinya. "Tenang saja. Kau bisa andalkan aku. Jangan lupa dengan bayaran mahalku," ucapnya membuat Damian mendengus.

"Terserah," balas Damian malas.

"Ngomong ngomong kapan kalian menikah?" tanya Dylan penasaran.

Damian mendengus. "Apa kau fikir mudah untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua itu?" tanyanya kesal.

Dylan tertawa lepas. "Astaga! Sudah kuduga akan begitu. Mereka tidak akan membiarkan putrinya menikah dengan mudah," ucapnya membuat wajah Damian menjadi masam.

Dylan menepuk pundak Damian. "Aku akan memberikan mu semangat," ucapnya sambil menatap meledek.

Damian menepis tangan Dylan. "Enyah kau!"

Dylan tertawa kecil. "Aku hanya bercanda. Jangan lesu begitu," ucapnya.

"Pergi jauh jauh dariku!" ucap Damian kesal.

"Jahat sekali," ucap Dylan.

Damian mengambil vas bunga dan akan melemparkannya. "Jangan membuat drama disini sebelum kepalamu aku pecahkan dengan vas bunga ini!" ucapnya kesal.

"Kejam sekali astaga!"

...◇◇◇...

Damian menatap Kelly yang tertidur di atas sofa, padahal ia sudah bilang jika Kelly bisa tidur di tempat lain tetapi malah memilih untuk tidur di sofa dari pada ruangannya.

Damian menggelengkan kepalanya lalu melepaskan jas yang ia kenakan dan meletakkannya di atas tubuh Kelly dengan perlahan.

"Selamat tidur Kelly," bisik Damian sambil mengecup kening Kelly.

Damian berjalan menuju meja kerjanya dan kembali sibuk dengan dokumen di hadapannya sambil sesekali mencuri pandang menatap Kelly yang tertidur pulas.

"Seperti anak kecil," gumam Damian.

Brakk'

Damian terperanjat dari tempat duduknya saat pintu ruanganya di dobrak dengan keras begitu pula Kelly yang tadinya tertidur lelap langsung terbangun dengan wajah mengantuknya.

"Damian anakku!" teriak seorang wanita yang sudah berumur namun tetap terlihat energik.

Damian memijat pelipisnya saat melihat ibunya masuk dengan begitu semangat, ia pun menoleh kearah Kelly yang sedang mencoba membuka matanya yang masih mengantuk.

"Mom, kau mengejutkan nya," ucap Damian.

Elyn, ibu tiri Damian lebih tepatnya istri kedua dari ayahnya. Damian memiliki dua ibu dan satu ayah. Ibu kandungnya adalah Reyna merupakan istri pertama ayahnya. Namun Reyna, ibu kandungnya ini sedang sibuk dengan hari tuanya berjalan jalan di seluruh tempat yang menyenangkan.

Elyn menoleh menatap Kelly dengan penasaran. "Who, boy?" tanya nya.

Kelly mengusap matanya sembari menguap kecil. Damian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Mine mom," ucapnya.

Elyn menatap terkejut, ia pun berjalan cepat dan duduk di samping Kelly dengan tergesa-gesa. Ia menyentuh kedua pipi Kelly dan menggerakannya ke kanan dan ke kiri.

"Kau kekasih anakku? Anak se cantik ini?" tanya Elyn tidak percaya membuat Damian me dengus kesal.

"Si-siapa kekasih siapa?" tanya Kelly dengan mulut mengkerucut karena Elyn memegang kedua pipinya.

"Kau Kelly," ucap Damian. Kelly melirik Damian dengan bingung.

"Ak-khu?" tanya Kelly. Wajah Kelly memerah, sejak kapan mereka jadi sepasang kekasih?

Damian terkekeh. "Mom, kau menyakitinya," ucap nya.

Elyn langsung melepaskan tangannya. "Maafkan aku. Aku tidak menyangka wanita secantik ini jadi kekasih anakku," ucapnya dengan malu malu.

"Jadi maksud nya aku jelek?" tanya Damian dengan tatapan kesal.

Elyn tertawa kecil. "Tidak juga. Hanya orang bodoh yang berkata seperti itu," ucapnya.

Kelly menatap Damian meminta penjelasan. "Sejak kapan aku kekasihmu?" tanyanya.

Damian tersenyum tipis, ia mengangkat bahunya. "Sejak pertama kita bertemu," ucapnya.

"Aku tidak sekalipun menganggapmu hanya teman biasa Kelly," sambung Damian. Elyn menatapnya dengan tatapan penuh arti.

"Kau sudah aku anggap kekasihku walaupun kau belum memberikan jawaban apapun sampai saat ini. Dan aku tidak menyukai penolakan apapun Kelly,"

...◇◇◇...

...TBC...

1
Susi Andriani
dan cinta juga bisa membunuhku😍😍😍
Aghitsna Agis
tjor gimana kelanjutan dami sm kellyna
yesi suhendri
buat season 2 nya kak
Mimi rachmah
seandainya karakter Kelly seorang yg mandiri dan pinter bela diri pasti tambah seru... disini Kelly terkesan lemah...
Tira Aneri
suuukaaa
Rahmayani kautshar
lha si kakak ditungguin dari kemaren belom muncul juga ini....🙏🙏
Atik Marwati
keren abis bikin penasaran
Atik Marwati
deg degan
Herni Marianty
sangat bagus
Rahmat
extra part siiiap qu tggu jangan lama thor baru up
Yuli Yanti
eh thor tega bener sekali nya up lngsung tamat ja,oke lah tak tunggu ekstra part nya
evita19
aku baru selesai baca Kelly kecil lanjut kesini kirain udah tamat gak sabar pengen baca kelanjutannya, ternyata masih on going, nabung chapter dulu biar puas baca, semangat kk 💪
apiii
Selamatkan dami thor🥲
Githa Anggraeni
dan papa ter posesif jatuh pada Xander🤣🤣
Githa Anggraeni
lucu bgt dami
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁𝓑𝔂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
kapan konflik nya🤔🤔🤔🤔
masa Damian hanya tau bucin doank
qu pikir bakal langsung perang saudara gitu
Uri
menegangkan
Uri
duh semangkin menengangkan
Randa kencana
Ceritanya sangat menarik
Yuli Yanti
thor kmu kmna ja sih ko bru up? udh ini jangan ilang lgi ya thor,soal nya cerita bgs
sofy: iya hehe aku gak ilang lagi kok maaf ya buat nunggu🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!