NovelToon NovelToon
My Bad Husband

My Bad Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:680.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ira Puspita

Meskipun awalnya Arsen sempat menentang keras untuk di jodohkan oleh ayahnya dengan seorang gadis yang bahkan tidak ia ketahui seperti apa dan siapa?
Namun siapa sangka pernikahannya dengan gadis itu yang diketahui bernama Adara membawa banyak dampak positif bagi kehidupan Arsen


Bagaimana Lika Liku perjalanan kisah cinta Arsen dan Adara? yang berawal dari benci kemudian tumbuh menjadi cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps. 14

malam harinya...

Arsen keluar dari dalam kamar ia sudah siap akan berangkat bertemu calon Istrinya malam ini dengan menggunakan setelan kameja berwarna putih serta tuxedo dan celana berwarna abu-abu ia terlihat begitu sangat tampan dan berwibawa

kira-kira seperti inilah visualnya😁

tuan Aryo tersenyum puas dengan penampilan putranya

"bagus sekali putraku, kau sangat tampan sepertiku" kata tuan Aryo bangga

"tentu saja sama sepertimu karena aku anakmu ayah" kata Arsen lagi lagi hanya bergumam

"ayah tidak suka jika sedang berbicara tak di respon"

Arsen menarik nafasnya pelan "tentu saja ayah"

sepanjang perjalanan menuju rumah tuan Derry, Arsen hanya terdiam tatapan nya hanya tertuju ke jalan raya

................

Adara mengamati penampilan nya di pantulan cermin ia kini sudah berdandan sangat cantik

"bunda, dara kenapa sih kok jadi gugup gini bunn, perasaan Adara juga engga enak" Adara berkata jujur pada bunda nya

bunda Laura merasa khawatir dan kasian pada putri nya tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa

"dara percayakan sama bunda ya dara harus tenang" bunda Laura mengusap lembut rambut Adara

"bunda janji selama acara ini jangan jauh-jauh dari dara" raut wajah Adara terlihat sedih

"iya sayang bunda janji, dara jangan takut kan ada ayah, bunda sama kak Andra" bunda Laura meyakinkan

Adara hanya tersenyum mendengar perkataan bunda nya

tak lama kemudian terdengar suara mobil masuk ke kediaman tuan Derry

"assalamu'alaikum selamat malam tuan" sapa tuan Aryo

"wa'alaikumsalam Alhamdulillah cepat sekali anda sampai" jawab tuan Aryo

"hahahaha ini urusan yang sangat penting saya harus begitu semangaattt"

"terimakasih tuan silahkan masuk" tuan Derry mempersilahkan

"ini tuan saya perkenalkan putra saya Arsenio Pratama"

"wahh wahh saya baru tau kalo anda punya anak setampan ini"

"anda bisa saja tuan"

Arsen menyodorkan tangan nya untuk berjabat dan memperkenalkan diri pada tuan Derry "panggil saya Arsen om"

"panggil saya om Derry, panggil ayah juga tidak masalah bahkan lebih baik" tuan Derry tertawa kecil

Arsen hanya tersenyum kaku menanggapi perkataan tuan Derry

"tuh tamu nya sudah datang ayo kebawah" kata bunda Laura

"tapi dara takut bunda"

"sekarang dara tarik nafas dulu buang, tarik nafas lagi buang"

Adara menuruti instruksi dari bunda Laura ia menarik nafas nya dalam-dalam lalu buang begitu seterusnya sampai ia merasa tenang

"sekarang sudah tenang kan?" tanya bunda Laura

Adara hanya mengangguk

"ayo kakak" bunda Laura mengajak Andra yang sedari tadi hanya duduk memerhatikan adiknya

"heem" jawab Andra

Adara berjalan menuruni tangga ia terlihat sangat anggun dengan berjalan diantara bunda dan Kak Andra

kening Arsen berkerut ketika dari kejauhan ia melihat gadis yang tak asing baginya gadis itu terlihat sangat cantik dari biasanya

Arsen berkali-kali mengucek matanya ketika gadis itu berjalan semakin dekat dan semakin dekat barangkali ia salah liat

"apa yang kau lihat Arsen?" tanya tuan Aryo sambil melirik ke arah yang Arsen lihat

"sepertinya gadis itu tak asing dimataku ayah" jawab Arsen setengah tidak sadar ia menjawab pada ayahnya karena matanya masih fokus tertuju pada Adara

"apa kau mengenali gadis itu?" tanya tuan Aryo lagi namun tak dapat jawaban dari Arsen

"eh Lo" Arsen menunjuk ke arah Adara

Adara yang masih gugup langsung menatap ke arah Arsen dengan refleknya ia berkata "ah cowo monster"

bunda Laura meringis mendengar perkataan Adara

Arsen berdiri dari duduknya "ngapain Lo disini?"

"astaga, Lo gapunya petanyaan yang sesuai logika selain pertanyaan kaya gini? ini tuh rumah gue! seharusnya gue yang tanya sama Lo kenapa kok Lo ada disini?" crocos Adara

"suka-suka gue dong" jawab Arsen sekenanya

"tunggu dulu, kalian sudah saling kenal?" tanya tuan Derry yang heran dengan interaksi anak-anak yang ada di depan nya yang seperti nya benar mereka sudah saling kenal

"ini tuh ayah, ini nih cowo yang dulu ngotorin baju dara terus engga tanggung jawab abis itu malah marah-marah sama dara pulaa" adu Adara pada ayahnya

semua yang ada disitu terkejut mendengar pengakuan Adara terlebih ayah Derry dan Andra

"Oohh jadi Lo? Lo si br**g**k yang berani nyakitin Adik gue itu?" tangan Andra mengepal, wajahnya terlihat merah padam

"Andra, Andra kamu tenang dulu" tuan Derry mencoba menenangkan putranya yang sudah dikuasai amarah

"jadi ini ayah? ini orang yang mau dinikahkan sama adik Andra, Andra ga akan pernah merestui dia ayah!!" andra meninju tembok yang ada di sampingnya berkali-kali kemudian ia berlari ke lantai atas rumahnya

"maafkan putra saya tuan" kata tuan Derry yang tidak enakan dengan sikap Andra

"ohh iya tentu tidak apa-apa tuan saya sudah mengerti"

"jadi bagiamana Arsen, apa benar yang dikatakan Adara?" tanya tuan Aryo pada putra nya

"itu emang benar om semua emang udah bener-bener terjadi sesuai dengan ceritaku tadi" Adara cepat-cepat menjawab sebelum didahului Arsen

"salah dia ayah suruh siapa jalan dipinggiran comberan kan jadi kena lagian disini juga bukan sepenuhnya salah Arsen"

"gue engga salahh! salah Lo tuh lahhh bawa mobil ngebut-ngebut dasar cowok monster!!" sengit Adara tak terima

"salah Lo lah suruh siapa jalan lambat udah tau di situ ada comberan malah di deketin dasar Mak Lampir" Arsen tak mau kalah

"maksud Lo siapa hah Mak Lampir? gue? enak aja Lo! bunda sama ayah udah bagus-bagus ngasih nama gue Adara Fradella malah Lo panggil Mak Lampir" Adara berkata penuh penekanan

"gue ga nanya nama Lo Lampir!"

Adara mendengus kasar, sebisa mungkin ia tak mengeluarkan marah nya yang sudah penuh

"sudah-sudah jangan debat lagi, sekarang kalian semua duduk dulu" perintah tuan Derry

Arsen dan Adara menurut ia duduk dengan kompak

"ngapain Lo ikutan duduk disitu? ini tuh kursi rumah gue, gue ga terima di dudukin sama Lo!" bentak Adara

"dara, gaboleh gitu sayang engga baik, bunda engga pernah ngajarin dara kaya gini loh" tegur bunda Laura

Adara diam mendengar perkataan bunda nya "maaf bunda" kemudian ia mendelik tajam ke arah Arsen sedangkan Arsen hanya memasang wajah cool nya

1
Nur
lanjut thor
Nur
lanjut thor
Nur
asyik Thor lanjut
Teti Kaka Hotimah
lanjut thor
Teti Kaka Hotimah
mulai konplik, bentar thor d episode berapa ya lupa lagi adara pakai kerudung kok sekarang d buka lagi
Pera Wati
lanjut seru de
Marcelina Birana
keren
Ana Ogi
mantap cerita x..
Cinta Pandiangan
aku udah boomlike ya 🤗🤗🤗
Cinta Pandiangan
hai ka mampir ni semogaselalu sehat dan gantung lama ceritan nya🤗
Hayati Nufus
kp dara belagu amat ga ngertiin k suaminya katanya pake kerudung tapi hak suami aja dia maunya ga mau dipegang2
Hayati Nufus
kesel sama bahasa kasar arsen
Hayati Nufus
buat arsen buru2 bucin thor sama dara
Santi Nazriel
lanjut
Amy Mayda
lanjut thor
Yuyu Supriatin
lanjut doooong🙏
Lasmi Astuti
saya suka ceritanya ,semangaaat thor
Yati Prayitno
keren...alur ceritanya 👍
Lasmi Astuti
saya ska ceritanya
Rizka Crewet
hhhh nyesel udh bca dr awal. eh pas lgi serux mlh yg bikin novel ngilang 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!