Bagi sebagian orang hal pertama yang terpikirkan saat mendengar kata ‘ibu tiri dan saudara tiri’ pastinya tergambar ibu tiri dan saudara tiri yang galak dan jahat sama seperti cerita- cerita dongeng yang sering di tonton dalam film kartun waktu anak- anak. Dan mungkin itulah yang ditakutkan Elisabeth.
***
“ Elisa, kenalkan ini Berta dan anaknya Ezra.”ucap George suatu hari.
“ siapa mereka, Dad?” heran Elisa.
“ ini adalah kekasih ayah dan anaknya, aku harap kalian berteman akrab, dia lebih tua darimu 3 tahun, jadi nantinya ia akan jadi kakak darimu dan Adrian.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 pertengkaran
Jam menunjukkan pukul 10 saat Nathan kerumah Elisa. Pria itu sedang meyakinkan Elisa agar mau meminta Ezra membantunya. Namun Elisa terlalu enggan meminta tolong pada Ezra, sudah begitu banyak dilakukan Ezra untuknya, tak mungkin ia meminta lagi kakak tirinya itu untuk membantu yang bukan menjadi masalahnya.
“ Nath, kau tahu, aku berusaha menghindarimu agar kau berubah, agar kau bisa berpikir dewasa, kenapa kau malah semakin tersesat dalam mengambil langkah? Kau ini sudah dewasa Nath.” ucap Elisa frustasi. Memijat pelipisnya yang terasa sakit.
“ kalau kau tidak mau, kita berakhir.” ucap Nathan lantang, ini adalah keputusan terakhirnya, ia merasa harus menggunakan cara ini untuk mengancam Elisa. Tentu ia tahu Elisa takkan mau, laki- laki itu yakin jika Elisa menyayanginya.
“ oke.” ucap Elisa tanpa ragu.
“ jika itu bisa membuatmu senang.”
Kelakuan Nathan membuat Elisa sedikit geram dan frustasi, selama ini Elisa sedikit menjauh agar Nathan berubah namun bukan berubah kini Nathan bahkan mengancam Elisa. Semua yang pernah di katakan Ezra entah mengapa terus teringingang di kepalanya, ia tak ingin lagi dimanfaatkan lelaki yang tak mau berubah meski berulang kali Elisa menasehatinya.
“ Elisa? Kau serius?” ucap Nathan tak percaya.
“ kau yang memintanya, Nath.” geram Elisa. Beruntung Ezra sedang berada di kantornya dan hanya ada kedua orang tuanya yang sedang berada di kamar mereka.
“ oke, aku pergi, aku akan mengembalikan barang- barangmu dan uangmu akan aku kembalikan.” ucap Nathan marah. Elisa tak habis pikir mengapa Nathan harus marah kepadanya, harusnya Elisa- lah yang marah.
“ apa karena laki- laki itu?” ucap Nathan tiba- tiba.
“ siapa?”
“ pria yang menjadi kakak tirimu, kau ada hubungan dengannya?” ucap Nathan menuduh Elisa.
“ Nath?” ucap Elisa tak pecaya jika Nathan akan menuduhnya.
“ aku hanya menganggapnya kakakku, Nath, tidak lebih, bagaimana kau bisa menuduhnya seperti itu?” geram Elisa. Baru akan menampar Elisa, Berta datang dan menawari minum Nathan.
“ Elisa, kau tidak menawarinya minum? Kau mau minum apa?” ucap Berta ramah, walau sebenarnya ia tahu duduk perkara yang sedang terjadi, itu yang membuatnya langsung kedepan menemui Nathan.
“ tidak Aunt, ini saya sudah mau pulang.” ucap Nathan yang hanya menatap Elisa yang terdiam. Nathan langsung meraih ponselnya untuk memesan Ojek online yang akan mengantarnya pulang.
“ kau tidak apa- apa?” tanya Berta melihat Elisa yang terdiam melihat kepergian Nathan.
“ Aku tidak apa- apa, Mom, aku mau tidur saja, kepalaku sakit.” ucap Elisa menghembuskan nafas kasar. Ia tak habis pikir dengan kelakuan kekasihnya, atau mungkin kini mantan kekasihnya.
Di dalam kamar Elisa merenung. Awal pertemuan mereka hingga Elisa tertarik pada Nathan.
Awalnya tidak lebih dari pertemuan kebetulan, ia bertemu dengan Nathan yang satu angkatan dengannya namun beda jurusan di salah satu kelas. Awalnya Elisa membenci Nathan, terlihat jelas jika ia seorang Player dan hal itulah yang membuat Elisa sedikit menjahuinya. Namun seiring ia kenal dengan Nathan, ternyata ia pria yang supel dan humoris, membuat Elisa langsung tertarik dengan Nathan, tak heran, Elisa adalah pribadi pendiam sehingga baginya seorang humoris bisa selalu mengisi harinya dengan tawa. Dan saat itu ia masih belum mengetahui jika Nathan sedang berkencan dengan Helena.
Diantara pilihan teman satu jurusan atau dengan Nathan, Elisa memilih Nathan, dan hari- harinya yang penuh dengan teror Helena di mulai. Wanita itu bahkan pernah kerumah Nathan saat Elisa di rumah Nathan dan membuat keributan. Dan saat Nathan memilih Elisa entah mengapa mulai muncul bunga di hati Elisa dan membuat Elisa semakin menyayangi Nathan. Namun saat Nathan kehilangan kedua orang tuanya, pria itu mulai berubah, ia mulai kembali menjadi penikmat nicotine, mulai menyalahkan Elisa karena tidak bekerja, bahkan kerap meminta Elisa melunasi bunga pinjaman Nathan dengan dalih uang hasil kerjanya habis hanya untuk makan dan juga menjadi modal.
‘ tok- tok.’ suara ketukan pintu kamarnya membuyarkan lamunnya.
“ siapa?” tanya Elisa.
“ Kak Ezra? Sudah pulang?” tanya Elisa yang melihat Ezra sudah pulang meski belum waktunya ia pulang kantor.
“ mommy menelponku, ia mengatakan kau ada masalah dengan Nathan.” ucap Nathan, tampak wajah khawatirnya. Melihat perhatian Ezra- Elisa tersenyum.
“ aku tidak apa- apa, kak. Entah mengapa aku tidak sedih waktu ia meminta putus dariku.” ucap Elisa jujur. Tampak nafas lega terdengar dari mulut Ezra.
“ kakak pulang hanya karena aku ada masalah dengan Nathan? Bagaimana pekerjaan kakak?” heran Elisa.
“ ya, aku ijin dari kantor.” ucap Ezra sebagai alasan.
“ bagaimana kalau kita jalan- jalan, hanya berdua, untuk menebus kesalahanmu, gara- gara kau, aku jadi harus ijin dari kantor.” ucap Ezra yang tentu saja itu hanya alasan, sebenarnya ia ingin membuat perasaan Elisa menjadi lebih baik.
“ ehem. Aku akan ganti baju. Kakak juga gantilah.” ucap Elisa hendak berlalu melihat lemarinya.
“ kenapa? “ ucap Ezra heran.
“ aku tidak mau pergi kalau kakak memakai baju serapi itu.” ucap Elisa menyilangkan lengannya di dada besarnya.
“ oke.” ucap Ezra membuka jas- nya. Elisa yang melihat Ezra menggerutu namun masih melakukan apa yang diminta Elisa membuatnya tertawa kecil.
harusnya yang jadi Elisa itu song hye Kyo
Helena lebih cocok yg jadi Elisa karena pelakor heheheh
song hye kyo lagii...
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
Aku datang membawa 10 like untukmu,
mampir juga yuk ke karyaku yg berjudul "Before you go"
Mari kita saling mendukung kak^^