Karena kesalahan yang dilakukan nya di masa lalu membuatnya harus menanggung semua nya di masa kini.
Bahkan dia harus merelakan angan dan cinta nya untuk menebus kesalahan nya.
Akira Insyira, gadis berusia 23 tahun itu harus rela menikah dengan Rizky Perdana, laki-laki yang menyimpan dendam untuknya demi menyelamatkan orang yang
dicintainya.
********
Love can be learn. Walau kadang kita sendiri tidak tau bagaimana cinta itu bisa datang. Dia datang tanpa kita punya waktu untuk belajar tentangnya.
#Akira Insyira
Manusia tidak akan menghargai sesuatu yang bergarga, jika dia tidak pernah merasa sakitnya kehilangan orang terkasih.
#Rizky Perdana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MrCo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SWEET REVENGE 14
"Kamu masak apa Dy?" Kira mendekati Aldy. Laki-laki itu buang muka, tangannya sibuk mengaduk isi kuali. Entah apa yang ada di dalam kuali itu namun tampak jelas bahwa itu bukan sayur.
"Entah!!" Jawab Aldy cuek.
"Ululululu. Ngambek nih ceritanya?" Usik Kira. Aldy masih buang muka.
"Kira, bantuin dong." Ucap Dani dengan wajah nya yang sok imut. Mereka berempat sama-sama berada di dekat kuali. Dan mereka berempat adalah orang yang tak pernah iri dengan kedekatan Kira pada semua Dosennya.
"Ini masak apa?" Tanya Kira
"Entah. Aku giling aja bayemnya abis itu goreng." Jawab Irman
"Giling? Wah gak beres." Ucap Kira terbahak-bahak
"Ini resep terbaru, Kamu aja yang gak tau." Ucap Irman asal.
"Ok ok. Tenda aku masak daging jadi aku bantu kalian masak sayur. Nanti kita bisa saling tuker. Gimana?" Tawar Kira
Keempat pria itu menganggukkan kepalanya dengan cepat. Kira hanya tersenyum melihat kelakuan para pria yang berada di hadapannya.
"Ada yang bisa kita bantu?" Tanya Dinda yang datang menghampiri bersama Eva dan Mina
"Ayo kita bantuin abang-abang kita ini masak. Biar ntar nggak mati kelaparan kalo ditinggal istrinya." Jawab Kira asal.
"Enak aja. Enggak lah. Yang ada tu kira bakalan bosen makan-makanan cepat saji." Jawab Dani
"Eleh. Liat dulu kantong nya, palingan juga seminggu paling lama." Saut Mina yang di tanggapi dengan tawa yang menggema.
Sudah hampir 1 semester menghabiskan waktu untuk belajar dan baru sekarang ada waktu untuk bertegur sapa. Bertemu dalam kelas pun tidak banyak yang bisa ngobrol terlalu lama karena tuntutan belajar.
Kelompok lain pun sama. Mereka menghabiskan waktu camping ini untuk menghibur diri setelah 1 semester dihabiskan untuk bergelut dengan buku.
Laki-laki maupun perempuan mereka tampak berseri-dan saling bertukar cerita.
"Kegiatan kita malam ini ice beraking dan api unggun. Supaya kota bisa lebih kenal dan akrab satu sama lain. Untuk api unggun akan disiapkan oleh para senior yang ada disebelah kanan saya." Jelas Amir.
"OMG!! Masa anak gadis disuruh nyiapin api unggun. Dasar gak punya perasaan." Ucap Diky dengan gaya tangannya yang dilembutkan membuat semua tertawa karena ulahnya.
"Anak gadis ya?" Ucap Amir dengan senyum nakalnya.
"Eh mau apa kamu? Aku teriak nanti?" Diky menyilangkan tangan menutupi dadanya
"Tergoda dengan parfum kamu." Usik Amir mendekat ke arah Diky
"Well, ini parfum mahal campur bau kelaki-lakian. Wangikan?" Diky langsung mengunci kepala Amir dan diletakkan di ketiaknya.
"Anj*ng bau banget ketiak lo!!" Ucap Amir melepaskan kuncian Diky
"How dare you. Aku pake deodorant mahal khusus perawan tau nggak!! Kamu laki-laki tau apa." Ucap Diky dengan suara manja khas perempuan. Semua yang mendengar hanya bisa tertawa melihat dua orang sahabat yang memang sering melakukan hal-hal konyol.
"Lu gak mandi ya dik?" Tanya Amir
"Kain basahan aku ketinggalan. Aku gak bisa mandi kalo gak bawa kain basahan. Aku kan anak gadis." Ucap Diky masih dengan gaya yang lentik.
"Ih Najis!!" Amir mendorong tubuh Diky agar menjauh darinya.
"Buat yang lain, Kalo ada yang belom mandi, mandi dulu. Jangan jadi kayak dia ini. Jam 9.30 malam kita kumpul disini lagi buat api unggun. Pastiin semua nya sudah hadir dan api unggun nya udah siap." Tegas Amir.
"Kira, Kamu mau mandi?" Tanya Mina
"Ho'oh. Usah lengket banget rasanya badan aku." Jawab Kira
"Gak mau nunggu habis acara aja?" Tanya Mina lagi
"Gak usah deh. Aku takut kecape'an nanti terus ketiduran." Jawab Kira
"Hmmm. Aku ikut deh."
"Ya udah ayok."
Dinda dan Eva pun mengekori. Takut kalo mandi malem-malem kattanya jadi mereka memutuskan untuk pergi mandi bersama.
Selesai mandi dan bersiap, Kira keluar dengan berpakaian lengkap dan langsung menghampiri Mina dan Dinda yang telah menunggunya.
Setelah berberes sedikit di tenda masing-masing, semua berkumpul di dekat api unggun. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, Laki-laki dan perempuan. Kelompok laki-laki diketuai Amir dan yang perempuan diketuai Lilyana.
"Kita camping ini gak terlalu rame, cuma 1 bis. Jadi kita bisa agak santai buat kegiatan kita disini. Malam ini kita gak mau kalian keletihan. Kita mau kalian istirahat yang cukup malem ini karena besok kita mulai kegiatan kita. Kita tidur jam 11 ya." Ucap Lilyana mengawali acara.
"Jadi untuk acara malam ini kota Ice Beraking aja. Supaya kita bisa lebih kenal satu sama lain. Mulai dari kanan saya. Kenalkan nama, umur, kelas, alamat dan apapun yang mau ditambahin juga boleh." Lilyana toleh ke arah Dani.
"Nama saya Ahmad Ramdani. Umur saya 23 tahun. Kelas management. Tinggal di Bandung." Ucap Dani memperkenalkan diri.
Masing-masing memperkenalkan diri hingga tiba giliran Kira
"Nama saya Akira Insyira biasa dipanggil Kira. Umur 23 tahun. Kelas bisnis. tinggal di sukabumi." Ucap Kira.
"Tambah 1 lagi tentang kamu Kira." Pinta Lilyana
"Saya anak pertama dari 3 bersaudara." Sambung Kira
"Oh pantesan galak. Kakak pertama." Usik Dani.
'Emang muka aku galak ya?' Batin Kira
Selesai Mina memperkenalkan diri, Lilyana dipanggil Amir yang berada agak jauh dari api unggun.
"Tunggu bentar ya. Nanti kita sambung lagi." Ucap Lilyana lalu beranjak menghampiri Amir.
Entah apa yang dibincangkan mereka Kira tidak memperdulikannya. Api yang tengah membara di tengah gelapnya malam lebih menarik baginya.
"Oke semua minta waktunya sebentar." Amir menepuk-nepuk tangannya meminta perhatian. Semua langsung menoleh mendengar suara Amir. Semua terdiam melihat orang uang berdiri disebelah Amir namun tidak dengan Kira. Mata Kira tidak berkedip menatap orang disebelah Amir
"Ini Rizky. Seharusnya kita panggil dia abang Rizky, karena dia lebih tua dari kita semua. Jadi, dia akan mewakili pihak dosen untuk memantau kegiatan kita disini selama kita disini." Ucap Amir
Kira merasa ketakutan ketika pandangan bertemu dengan mata Rizky.
'This's the worst nightmare I've ever get' Batin Kira
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.
Mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dalam novel saya karena saya masih belajar.
Terima kasih
by Emaknya Queen mampir nih kak
Semangat terus Kak Author
dukungan like sudah mendarat 🤗
salam dari Barryneald