Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jambak
Aksara mengecek email masuk yang di haruskan untuk di baca dan di kirim kembali setelah di tanda tangan. Elea yang masih di ruang perpustakaan melihat buku menarik ingin sekali membaca nya. Dia mengambil kursi lalu menaiki dan mengambil setelah mendapatkannya dia kehilangan keseimbangan karna kursi yang di pijaknya sudah berumur. Elea teriak panik dan langsung di tangkap oleh rafi. Dag dig dug suara jantung elea kembali terdengar, mereka saling tatapan.
"Lain kali hati-hati."
Elea buru-buru berdiri merapikan rambut dan baju "ehh iya makasii udah nolongin." sambil tersenyum.
Suasana sedikit canggung buat elea karena orang yang dia suka kembali menolongnya lagi.
Rafi berjalan meninggalkan ruangan perpustakaan dan dia berpamitan kepada aksara karena ada yang perlu dia urus hari ini. Aksara meng iya kan.
Suara bel rumah berbunyi, elea yang sedang berjalan di tangga buru-buru membuka nya.
"Eloo ngapain disini ? berani-beraninya cewe kampung disini." Ucap vicky sambil mendorong elea yang membuat mundur beberapa langkah.
Vicky berusah mencari aksara "Aksara .... Beb kenapa cewe kampung ada disini sih."
Tidak ada jawaban dari aksara karena dia sedang fokus mengecek pekerjaaan.
Elea yang tidak bisa melawan kejahatan vicky hanya bisa pasrah. "Eh sini lo, ikut gue." Sambil menarik tangan elea dengan keras ke halaman samping yang ada kolam renang.
"Kenapa lo ada disini ? Hah ? Kenapa lo bisa berdua sama aksara di rumah ini ? Ada rencana apa lo disini ?." Vicky menunjuk muka elea sambil berjalan yang membuat elea melangkah mundur.
"Gue ga ada apa-apa ko, gue cuma mau balikin jaket aja udah."
"Hah jaket aksara, ko bisa di elo ? ngapain aksara minjemin jaket ke lo kampung ?."
"Malam itu gue kejebak di toilet gedung sekolah." sambil berjalan mundur dan berusaha tenang.
"Halahh ga usah alesan lo, gue ga mau tau lo harus jauhin aksara. Karena aksara itu milik gue ngerti lo?" nada marah semakin kencang.
"Bukannya lo ga jadian kan sama aksara, kenapa gue harus ngejauh ? Bebas dong kita sama-sama single." Elea menegaskan dengan muka melotot.
"Berani ya lo sama gue hah ? Denger yaa ga bisa ada yang milikin aksara selain gue. Dan lo harusnya tau diri lo itu siapa cuma cewe kampung yang pengen pacaran sama cowo konglomerat iya kan ?"
"Sebelum aksara mengumumkan dia pacar orang lain, gue berhak ada di samping aksara."
Victoria menarik rambut elea kencang dan mengatakan "Lu di kasih tau ngelunjak ya sekali lagi gue tegesin aksara bakal jadi milik gue, jadi elo harus jauhin aksara detik ini juga. Kalo lo ga mau lo liat aja apa yang bakal gue lakuin lebih daripada ini."
"Gue ga peduli vickyyyy, gue ga takut sama ancaman lo." berusaha melepaskan jambakan vicky.
Vicky yang mendengar itu tambah kesal, lalu mendorong elea yang sudah di ujung batas kolam.
Byuuurrr Byuuuuar suara air yang mencar. Tubuh elea terjatuh tenggelam. Dia kaget dan ga sempat berpegangan pada tangan vicky supaya bisa ikut terjatuh.
"Rasain lo, ini belum seberapa." Vicky langsung pergi keluar dan meninggalkan rumah itu.
Elea hampir kehabisan nafas, dia mengepakan tangannya ingin meminta pertolongan karena dia ga bisa berenang.
"To .. Toolll .... Toooolooooong."