NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Camelia terbangun ketika mendengar keributan dari kamar gadis baru yang masuk ke lentera malam kemarin.

Banyak kembang yang mengatakan kalau gadis itu telah menggigit telinga tamu sampai lukanya sangat parah dan harus di bawa ke mantri malam itu juga.

Camelia keluar dari kamarnya dan mendengar suara teriakan dan tangisan, juga minta ampun dari kamar gadis itu.

"Gadis itu, dia melukai tamu, apa dia mau di siksa sampai mati?"

"Benar, setidaknya mati lebih baik, siksaan Gandara bahkan lebih mengerikan"

Camelia bergegas ke kamar Laila, tapi kamar Laila kosong, begitu dia melihat ke kamar gadis itu. Laila dan Hani sudah ada di sana, di depan pintu kamar gadis itu.

Laila memang sangat berhati baik, dia tidak tegaan pada orang baik. Tapi punya pikiran yang begitu licik pada orang jahat. Seperti itulah Laila.

Camelia hanya mengunjal nafas lelah. Laila terlihat begitu khawatir pada gadis itu. Seperti kemarin, dia begitu mencemaskan gadis itu.

"Kak, Hani, apa yang kalian lakukan?" tanya Camelia.

"Kasihan sekali Jelita, dia di cambuk sejak tadi. Dia pasti tidak bisa bangun untuk beberapa hari" kata Laila menunjukkan rasa kasihannya yang begitu besar pada korban dari ambisi dan keserakahan Gandara.

Camelia hanya diam, jika dia menjawab dengan sikap acuh. Laila pasti tersinggung.

Camelia memilih pergi dari sana, dia melihat Erma di luar ruangan. Pasti yang sedang menyiksa wanita itu Tari. Dan pasti itu tidak mudah baginya. Tapi kembali pada kenyataannya, kalau untuk mencapai tujuannya, Camelia memang harus lebih tidak punya hati dari Gandara, baru dia akan bisa mengalahkan Gandara.

Hani yang melihat Camelia pergi, juga mengikutinya.

"Camelia, salep yang bisa menghilangkan bekas luka itu, apa aku boleh minta?" tanya Hani pelan.

"Untuk Jelita?" tanya Camelia.

Camelia terdiam, dia bukan tidak mau memberikan salep itu. Tapi jika bekas luka gadis itu sembuh dengan cepat. Gandara pasti curiga. Tapi kalau dia tidak berikan, mungkin Hani akan sangat kecewa padanya.

"Sebentar aku ambil di kamar" kata Camelia.

Namun yang Camelia ambil bukan salep yang bagus, dia ambil yang biasa. Dia tahu, dua sekutunya itu memang baik. Itulah kenapa dua orang itu bisa jadi sekutunya.

Beberapa hari berlalu, Laila mengajak Camelia ke kamar Jelita karena gadis itu ingin mengucapkan terimakasih padanya.

Bagitu Camelia datang, gadis itu bersimpuh di depan Camelia berterima kasih atas salep yang di berikan juga atas makanan enak yang di berikan melalui Hani dan Laila.

"Makanan enak? bukankah makanan yang kita makan sama?" tanya Camelia.

"Tapi itu makanan paling enak yang pernah aku makan seumur hidup ku" kata gadis itu.

"Jelita sangat miskin, Camelia. Dia bahkan sering tidak makan" kata Laila dengan ekspresi sedih.

Tapi Camelia melihat tubuh gadis itu, tidak mirip seperti seseorang yang bahkan tidak bisa makan. Kulitnya memang kasar, tapi lebih berotot. Dia bisa menggigit tamu sampai terluka, itu bahkan dirinya tidak bisa lakukan.

Camelia terdiam, ketika Jelita kembali menangis.

"Aku ingin pergi dari sini kak, aku tidak mau di raba-rabaa seperti malam itu. Pria itu mencolok bagian bawahku" kata gadis itu sambil menangis.

Laila langsung mengusap punggung Jelita, dan Hani terlihat sedih. Hal itu adalah hal yang sama yang dia alami saat pertama kali kehilangan keperawanannya di tempat ini.

Camelia menghela nafas kembali.

"Siapapun yang sudah sampai di tempat ini, seperti kak Laila dulu mengatakan padaku. Tidak akan bisa keluar kecuali sudah menjadi mayat" kata Camelia.

Jelita semakin menangis.

"Kenapa kamu malah membuatnya takut" kata Laila.

"Itu kenyataan kak" kata Camelia.

"Setidaknya jangan katakan padanya, dia akan ketakutan lebih dari ini" kata Laila yang sepertinya sangat kasihan pada Jelita.

Camelia yang merasa kalau dia masih membantah maka Laila akan marah memilih untuk mengalah.

"Baiklah, aku minta maaf karena mengatakan itu. Tapi memang untuk bertahan kamu harus menjadi kembang yang berguna di sini. Kak Laila pintar meracik minuman, dan Hani pintar memijat, belajar lah dari mereka supaya kehidupan mu di sini lebih baik" kata Camelia.

"Camelia benar, lagipula kami sedang..."

"Kak Laila, katakan yang seharusnya dikatakan, dan tidak perlu mengatakan yang seharusnya tidak boleh di katakan" sela Camelia yang langsung menarik lengan Hani untuk keluar dari kamar itu.

Laila langsung terdiam, dia hampir saja mengatakan pada Jelita tentang rencana mereka untuk menyingkirkan Gandara. Dan merebut lentera malam untuk di jadikan tempat yang lebih bermanfaat daripada sebuah rumah bordill.

"Apa kak?" tanya Jelita pada Laila sambil mengusap lembut lengan Laila.

"Sedang merencanakan untuk permainan baru di panggung lentera malam. Kamu istirahat saja, malam ini kamu masih bebas dari panggung. Kami akan keluar" kata Laila yang langsung keluar menyusul Camelia dan Hani.

"Aku minta maaf, aku hampir mengatakan..."

Laila masuk kamar Hani, karena Camelia dan Hani masuk ke sana. Tapi belum selesai Laila mengatakan kalau dia minta maaf karena sudah hampir keceplosan mengatakan rencana mereka.Camelia meletakkan telunjuk tangannya di bibirnya.

"Jangan katakan tentang rencana panggungnya kak, nanti tidak seru!" kata Camelia yang tentu saja membuat Laila dan Hani bingung.

Tapi Camelia langsung menggunakan matanya untuk memberi isyarat pada kedua temannya, kalau di dekat pintu ada yang sedang menguping.

Laila lantas melihat ke arah pintu, benar sekali ada sebuah kain berwarna putih bergaris. Itu biasanya di pakai Erma.

Hani malah terkejut dan membuka lebar mulutnya. Lalu dia sadar dan menutup mulutnya yang terbuka itu dengan tangannya sendiri.

Mata Hani masih melotot, ternyata mereka di awasi.

"Ah... iya iya. Jangan katakan rencana panggungnya, atau Erma dan Tari pasti akan menggagalkannya. Kita kan cuma mau seru-seruan saja" kata Hani selanjutnya.

Setelah bayangan dari pintu dan kain itu tidak terlihat lagi. Hani sampai duduk bersila di lantai sambil memegang dadanya

"Hampir saja" kata Hani.

"Kak, mulai sekarang kita harus lebih hati-hati dengan apapun yang kita katakan dan lakukan" ucap Camelia memperingatkan Laila.

Laila mengangguk paham, dia menyadari kesalahannya. Hanya karena kasihan, dia hampir saja mencelakai dirinya dan dua rekannya.

Sejak saat itu Jelita terus berusaha mendekati Camelia, dia bilang ingin belajar merias diri secantik Camelia. Tapi hal itu malah membuat Camelia curiga, bagaimana seseorang yang tadinya sangat ingin pergi dari lentera malam, malah ingin menjadi kembang yang paling cantik di sana.

"Pikiranmu berubah dalam waktu singkat?" tanya Camelia.

"Iya kak, aku pikir apa yang kakak katakan benar. Setidaknya aku harus hidup lebih baik!" kata Jelita yang semakin membuat insting waspada Camelia meningkatkan radar kewaspadaannya secara alami.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!