gadis cantik dari keluarga sederhana bernama Ayunda Maharani harus mengalami kenyataan pahit dalam hidupnya saat Ayunda menolak ungkapan cinta dari ayah sahabatnya bahkan gadis itu sampai di keluarkan dari sekolah.
Alfin Bastian laki-laki duda yang sangat terobsesi dengan Ayunda sehingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Ayunda namun sayang cintanya tetap tak terbalas oleh Ayunda membuat Alfin marah dan gelap mata. dia memperkosa Ayunda dan mengarang cerita seolah-olah Ayunda yang merayunya.
bagaimana nasib Ayunda setelah malam kelam itu? akankah ada keadilan untuknya? yuk kepoin ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyun Wanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14_hari parah hati
sudah dua hari setelah mengungkapkan perasaannya Alfin masih menunggu jawaban dari Ayunda ia tetap memberikan perhatiannya pada Ayunda namun Alfin merasa jika Ayunda sedikit berubah ia sebenarnya takut jika Ayunda memang mulai menghindarinya memikirkan hal itu membuatnya tida bersemangat untuk bekerja
"kenapa lagi kamu"tanya Jimmy sang asisten
"biasalah Jim masih galau karena Ayunda belum memberikan jawaban atas pernyataan cintaku"
"sabar bro mungkin ia memang sedang memikirkan secara matang jawabannya"
"tapi sepertinya ia berubah Jim nggak seperti biasanya"
"mungkin cuma perasaan kamu aja Al sudahlah positif thinking aja"
"iya" jawab Alfin sambil menanda tangani berkas yang di berikan oleh sang asisten
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
seperti biasa setiap istirahat Ayunda dan Vina menuju kantin untuk istirahat disusul dengan Zacky dan Candra mereka selalu duduk di tampar biasa mereka makan sambil ngobrol sekarang semua sekolah sudah tahu jika Vina sedang dekat dengan Candra karena mereka berdua selalu bersama di setiap ada kesempatan bahkan tak jarang Candra menunjukan perhatiannya pada Vina di depan umum, Candra juga akan marah bila Vina di dekati oleh laki-laki lain selain dirinya.
sikap Candra yang seperti itu justru membuat Vina merasa berharga untuk Candra memang benar kata orang jika lebih baik di cintai daripada mencintai karena di cintai kita akan di buat bahagia oleh orang yang mencintai kita namun sebaliknya jika kita mencintai itu artinya kita siap untuk terluka nantinya.
"ay kamu kenapa sih aku perhatikan akhir-akhir ini kamu sering melamun, kamu ada masalah jika ia cerita ma aku siapa tahu aku bisa bantuin"
"nggak ada Vin" bohong Ayunda
"beneran?"
"iya vin nggak ada"
"baiklah aku nggak akan maksa jika kamu nggak mau cerita"
"maaf Vin untuk yang satu ini aku nggak bisa kasih tahu kamu karena ini berhubungan dengan Dedy mu"ungkap Tiara dalam hati
"entar pulang sekolah kita jalan yuk ke mall nanti sekalian kita nonton film di bioskop"
"aku mah ngikut aja Vin selama ada kamu"sahut Candra
"huuu dasar tukang rayu" ucap Zacky
"biarin toh yang di rayu juga mau wlee " ucap Candra sambil menjulurkan lidahnya
"ay kamu bisa ikut kan?"
"maaf Vin aku nggak bisa"
"kenapa?"
"aku ada urusan lain dan ini lebih penting saat ini"
"yah nggak seru deh"
"sekali lagi maaf "
"nggak papa Vin kan masih ada aku yang siap nemenin kamu kemana pun kamu mau "
"dasar gombal " sahut zacky
"biarin "
"kamu mau kemana ay nanti biar aku antar "
"nggak usah kak aku bisa sendiri"
"tapi..."
"please kak aku ingin pergi sendiri"
"baiklah"
mereka melanjutkan makan dengan diam
Zacky sesekali melihat ke arah Ayunda melihat wajah yang terlihat sedang menyimpan masalah dan kegundahan hatinya Zacky ingin memberikan bantuan namun Ayunda seakan menolaknya Ayunda sangat pandai untuk menolak secara halus setiap bantuan yang diberikan oleh Zacky
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
meeting sedang berlangsung di ruang rapat mereka sedang membahas produk yang dihasilkan oleh perusahaan di bulan ini tiba-tiba notifikasi pesan masuk di ponsel Alfin
"om nanti temui aku di taman tengah kota jam 2 siang"pesan dari Ayunda
seakan mendapatkan air di Padang pasir itulah gambaran perasaan Alfin saat ini.
ia segera menyelesaikan meeting nya karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang bahkan Alfin bergegas pergi meninggalkan ruang meeting tanpa tahu evaluasi nya, Alfin menyerahkan semuanya kepada Jimmy.
Jimmy paham jika sang bos sekaligus sahabat sedang terburu-buru untuk menemui ayunda
mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena tak sabar bertemu pujaan hati. hanya dalam waktu 30 menit Alfin sudah sampai di tempat mereka janjian Alfin duduk di bawah pohon sambil mengirimkan pesan kepada Ayunda
"aku sudah sampai ay dan duduk di kursi taman dekat pohon" isi pesan Alfin untuk Ayunda
"iya om aku sedang perjalanan ke situ" balas pesan dari Ayunda
cukup lama Alfin menunggu Ayunda ia merasakan resah dan gugup
Alfin berjalan kecil di sekitaran bangku bahkan terkadang ia juga duduk hal itu dilakukan untuk mengurangi rasa gugupnya
dari kejauhan Alfin melihat sosok gadis yang di cintai nya berjalan mendekati
"maaf om lama "
"nggak papa aku rela kok untuk nunggu kamu"
"makasih"
"ada apa ay kamu ajak aku ketemuan?"
"aku akan kasih tahu jawaban aku hari ini om"
"benarkah "ucap Alfin dengan raut yang bahagia
"iya om"
"sampaikan lah ay karena aku ingin tahu jawaban kamu"
"sebenarnya om Al itu tampan, kaya, baik pula pasti banyak wanita yang mendambakan om saat ini,jadi sebaiknya om memilih diantara mereka om jangan jatuhkan pilihan hanya untuk wanita seperti ku om. aku hanya wanita miskin yang tak pantas bersanding dengan om Al "
"kata siapa kamu tak pantas dan satu hal yang harus kamu tahu kalau aku tak pernah memandang status "
"iya om aku tahu itu tapi aku yang ngerasa bahwa aku tak layak dengan om Al"
"ay jangan bicara seperti itu "
"hufff" menghembuskan nafas panjang untuk menghilangkan rasa di hatinya
"sebelumnya ayu minta maaf om karena ayu nggak bisa jadi kekasih om Al "
"apa alasannya apa karena kamu takut aku tak serius jika itu yang kamu takutkan maka aku akan langsung menikahi mu secara diam-diam dan akan aku umumkan pas kamu sudah lulus "
'bukan itu om permasalahan nya"
"lalu apa masalahnya?"
"aku tak mungkin menerima cinta dari om Alfin karena aku ingin fokus pada sekolah ku dan cinta tak bisa di paksakan '
"jadi kamu menolak ku ay"
"maaf om aku nggak bisa dan permisi aku harus pulang"
berlari kecil Ayunda meninggalkan Alfin yang seorang diri di taman. Alfin yang mendengar isi hati Ayunda merasa kecewa selama ini belum pernah ada wanita yang menolak Alfin baru kali pertama Alfin mendapatkan penolakan hal ini benar-benar melukai harga dirinya. berjalan gontai menuju parkiran setelah itu masuk mobil dan melajukan mobil menuju kantor dengan hati yang hancur dan emosi
hingga akhirnya meninggakan Jim dan elena dgn mengunci ruangan dari luar.
cakep nih ceritanya 😀👍
makin seru ceritanya jangan lama-lama ya buat updatenya
semangat ya thor.