NovelToon NovelToon
TERNODA SEBELUM MENIKAH

TERNODA SEBELUM MENIKAH

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:459.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Gwiyomi Allura, wanita yang kesuciannya harus terenggut oleh pria yang tidak dikenal dan meninggalkannya begitu saja. Ia hancur dan kehilangan seluruh masa depannya saat dirinya dinyatakan positif hamil sebelum menikah.

Hingga uluran tangan Hazel datang dengan sukarela mau menikahinya meski tahu dirinya sudah ternoda.

Lantas, siapakah yang sebenarnya telah menghamili Gwiyomi?

******

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN SUBSCRIBE YA KAK UNTUK MENDUKUNG KARYA AUTHOR!

Follow Ig : putriaayu_98
FB : Putria R.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Seorang Anak.

"Hati-hati ya magangnya, ntar aku jemput."

Gwiyomi berusaha keras untuk tidak menggubris Hazel yang kini terang-terangan memasang senyuman lebarnya. Ia buru-buru turun dari motor lalu meninggalkan masuk kedalam tempat magang. Ia tidak boleh langsung luluh begitu saja hanya karena Hazel merayunya seperti itu.

Gwiyomi langsung masuk kedalam rumah sakit tempatnya magang, sudah tinggal seminggu lagi ia selesai magang, tapi Gwiyomi belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Jadi, saat itu juga Gwiyomi langsung mendatangi Rain di ruangannya.

Begitu Gwiyomi masuk, ia tertegun saat Rain duduk berselonjor seraya menatap lurus ke arahnya.

"Rain?" Gwiyomi mendadak gugup saat matanya bertatapan dengan mata Rain.

"Sudah puas membaca buku yang kau curi?" ucap Rain dingin.

Gwiyomi menelan ludahnya kasar, ia tidak percaya jika Rain tahu kalau ia telah mengambil buku pria itu. "Maaf, aku hanya ingin-"

"Katakan apa yang membuatmu begitu ingin tahu tentang hidupku?" sergah Rain sebelum Gwiyomi menyelesaikan ucapannya.

"Kau setuju aku wawancarai?" Tanya Gwiyomi tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya.

"Kalau aku menolak? Kau masih tetap akan memaksa ku 'kan?" sahut Rain melirik Gwiyomi dengan mata hitamnya yang kelam.

"Eh, sebenarnya itu hakmu sih. Aku hanya ingin membantumu saja, apa sekarang kau sudah merasa lebih baik?" kata Gwiyomi tidak enak hati saat Rain mengatakan hal itu.

"Aku tidak pernah baik," sahut Rain seperti biasa, cuek dan dingin.

"Ck, baiklah kalau begitu. Sekarang masih jam makan siang, bagaimana kalau kita makan dulu? Kau pasti belum makan 'kan?" kata Gwiyomi melihat jam ditangannya, ia merasa terlalu mendadak jika langsung mengintrogasi Rain langsung.

"Aku tidak berselera makan," kata Rain masih tidak merubah ekspresinya.

"Kalau begitu, kau temani saja aku makan. Semenjak hamil, aku jadi suka makan sekarang, ayo." Gwiyomi langsung menarik tangan Rain sebelum sempat pria itu menolak.

Rain sendiri tidak menolak saat Gwiyomi mengajaknya pergi, ia melirik perut Gwiyomi yang mulai terlihat menonjol.

"Sudah berapa bulan sekarang?" Tanya Rain secara spontan.

"Eh? Mungkin 4 bulan jalan," sahut Gwiyomi kaget saat Rain tiba-tiba bertanya seperti itu.

Mereka berdua lalu pergi kesebuah taman, disana Gwiyomi mengambil tempat duduk yang nyaman seraya menunggu makanan yang sudah ia pesan lewat online.

"Jadi, dia siapa yang kau maksud dalam catatanmu itu?" Tanya Gwiyomi membuka percakapan setelah cukup lama kebisuan antara keduanya.

"Ayahku," sahut Rain langsung saja.

"Ayahmu? Maksudmu kau membenci Ayahmu sendiri begitu?" Gwiyomi mengernyit, tidak menyangka jika orang yang dibenci oleh Rain adalah Ayahnya sendiri.

"Apa alasanmu membencinya?" Gwiyomi bertanya kembali.

"Hanya ingin membencinya saja," jawab Rain sekenanya.

"Tidak mungkin kau membenci tanpa alasan Rain," tukas Gwiyomi tidak puas mendengar jawaban itu.

Rain kembali diam, ia menatap Gwiyomi lekat-lekat. "Jika ada orang yang pernah melakukan hal sangat jahat padamu dan menghancurkan hidupmu, apakah alasan itu cukup untuk membenci seseorang?" ucap Rain membuat Gwiyomi mengerutkan dahi ya semakin dalam.

"Menghancurkan hidup? Seorang Ayah tidak mungkin melakukan hal buruk seperti itu 'kan?" kata Gwiyomi masih tidak percaya.

"Dia menjadikanku seperti apa yang dia inginkan, bukan apa yang aku inginkan. Merusak semua mimpi yang pernah aku bangun hanya demi ambisinya. Aku selalu hidup dalam penuh kepura-puraan, selalu berusaha tersenyum meski aku sakit, bagaimana menurutmu? Apakah masih kurang alasanku untuk membencinya?"

Gwiyomi menutup mulutnya tidak percaya, ia menatap Rain pandangan yang sulit diartikan. Jika benar hal itu yang dilakukan Ayah Rain, artinya hidup pria ini memang sangat menderita sejak dia kecil. Dipaksa menjadi orang yang bukan dirinya selama puluhan tahun hanya demi sebuah ambisi, sungguh miris sekali Gwiyomi membayangkannya.

"Apa ini juga alasanmu memakai narkoba?" Tanya Gwiyomi hati-hati.

"Itu salah satunya," sahut Rain.

"Lalu siapa orang yang kau maksud keluarga lain?" Tanya Gwiyomi teringat akan catatan yang ditulis Rain dibuku itu.

Rain terdiam sesaat, ia mengulas senyuman sinis namun terlihat begitu kecewa dan penuh luka. "Dia menikah lagi tanpa sepengetahuan Ibuku, dan gara-gara ulahnya Ibuku meninggal," ucap Rain terdengar lebih amarah dan dendam.

Gwiyomi menutup mulutnya syok, ia hingga mundur kebelakang begitu kalimat itu terlontar dari mulut Rain. Gwiyomi yang melihatnya saja seolah ikut merasakan luka hati Rain. Ternyata dugaannya tentang alasan Rain sampai frustasi seperti ini bukanlah Jingga, melainkan hubungan keluarga yang toxic.

"Rain, aku turut bersimpati atas meninggalnya Ibumu," ucap Gwiyomi memberanikan diri untuk menyentuh tangan Rain untuk sekedar memberikan semangatnya.

Rain tersentak, ia menatap Gwiyomi yang memandangnya iba, Rain sangat benci tatapan mata itu, segera ia menarik tangannya dengan kasar.

"Jangan mengasihaniku!" Bentak Rain membuang pandangannya ke arah lain.

"Tidak Rain, aku hanya-"

"Sudahlah, sekarang kau sudah tahu semuanya dalam hidupku, apalagi yang ingin kau tanyakan? Jangan membuang waktumu dengan hal yang tidak penting," tukas Rain mulai kehilangan mood-nya.

"Ehm, satu pertanyaan lagi Rain," kata Gwiyomi harap-harap cemas saat ingin menanyakan hal itu.

"Katakan."

"Apa maksud simbol naga yang selalu kau tulis diakhir catatan?" Pertanyaan terkahir ini membuat Gwiyomi menahan nafasnya, ia hanya ingin tahu reaksi Rain saat ia menanyakannya.

Rain terkejut, tapi ia seorang aktor yang pintar menahan ekspresi wajahnya. Wajahnya tetap datar dan dingin hingga Gwiyomi tidak bisa menebak apa yang dipikirkannya saat ini.

"Bukan hal yang penting, waktumu sudah habis, mulai sekarang jangan pernah menemuiku lagi," sahut Rain mengakhiri percakapan siang itu lalu pergi meninggalkan Gwiyomi.

Gwiyomi masih tidak puas dengan jawaban itu, jika memang bukan hal penting, Rain tidak mungkin selalu menggambar Naga di setiap akhir catatan. Untuk membuktikan jika Rain pelakunya juga sangat mustahil jika Gwiyomi tidak melihat leher bagian belakang Rain.

"Ck, kenapa sih aku seperti ini? Bukankah aku sudah mencoba menerima Hazel sebagai Ayah dari bayi ini? Kenapa aku harus mencaritahu tentang pria brengsek itu?" gumam Gwiyomi kesal sendiri dengan dirinya.

Daripada uring-uringan tidak jelas, akhirnya Gwiyomi memutuskan untuk pulang. Tugasnya disini sudah selesai dan ia tidak perlu menemui Rain lagi. Tapi entah kenapa seperti ada bagian dirinya yang tidak rela jika harus pergi begitu saja.

Akhirnya sebelum pergi, Gwiyomi membuka tasnya, ia mengambil gelang hitam yang pernah ia beli dulu. Ia lalu membawa gelang itu ke kamar Rain.

Tok Tok Tok

Gwiyomi mengetuk pintu kamar Rain pelan, tidak membutuhkan waktu lama untuk pria itu membukanya.

"Ada apalagi? Apa kata-kataku tadi kurang jelas?" ucap Rain ketus.

"Aku hanya ingin memberikanmu kenang-kenangan, jika tidak suka buang saja, " ucap Gwiyomi menyerahkan gelang itu ke tangan Rain.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Gwiyomi segera beranjak dari sana meninggalkan Rain yang mematung seraya menatap gelang ditangannya.

Happy Reading.

TBC.

1
Senja
hrs gwi menyelesaikan dulu masalahnya dg hazel. blm pisah kok uda jatuh cinta sm rain.
Senja
sesakit apapun hrsnya hazel tdk kasar ke istrinya. hazal juga hrs sadar kelakuannya selama ini ke gwi yg uda menghancurkan hdp gwi. klo gwi gak respek ke hazel bkn salah gwi.
Nani heri Upitarini
axel jg,knp udah tau anak SM rain,hrsx dijemput pulang dan diberi wejangan yg bener biar masalah slsai dan bisa melanjutkan hidup dgn LBH tenang dan aman
Nani heri Upitarini
qwiyomi bodoh,seharusx kl mau SM rain slsaikn dl masalah SM hazel,jelas hazel marahlah wong statusx msh istri...gmn sih knp g smart
Nani heri Upitarini
kebiasaan...pinjem baju tanpa celana...
Stevaflora Walukow
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih sudah membaca kakak ❤️❤️
total 1 replies
Reny Ervina
hazel memang umurnya lebih muda, tp fikirannya dewasa
Sunny Kwok
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih banyak kak 🥰
total 1 replies
Dini Lestari
jangan² hazel ayahnya ,jadi penasaran deh kak
Mimin Minasih
bagus
Lena Laiha
Aaah, sukaaaaa banget sama hezel
Lena Laiha
ceritanya keren.
Neng zahra
ninggalin kenangan dulu 😆
yanktie ino
ceritanya super kereeen

eyank kasih mawar cantik buat Gwi yaa
Juna Dong
luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terimakasih banyak kak 🥰
total 1 replies
komalia komalia
oenasaran sama isi surat nya,nikah rain sama gwi belum lama cuma anka aja yang banyak belum nyampe 10 tahun
Ig: @putriaayu_98: Rain produksi terus tiap tahun 🤭 btw suratnya pasti udah ketebak isinya gimana 😊
total 1 replies
komalia komalia
bibit unggul sekali jos langsung jadi hahhaha
komalia komalia
udah semua ku baca
komalia komalia
kasihan juga sama hazel biar bagai mana pun dia tetap ayah nya.dan dia sangat mencintai gwiyomi walau dengan cara yang salah.
komalia komalia
wajah hazel takut nya kalau keluar malah menganggu lagi 20 tahun waktu yang sangat singkat belum lagi potongan tahanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!