NovelToon NovelToon
Tragedi

Tragedi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dendam Kesumat / Misteri / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: cilamici

Ditemukannya kerangka manusia di halaman sebuah rumah yang telah lama dikosongkan membuat heboh hingga diangkat ke berita nasional, dan menjadi jalan terbukanya kasus lama.

Jadi, kasus apa kira-kira? Hmm ayok kita intip...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Ular Berbisa

"Maaf Pak, hari ini ketua yayasan suaminya sedang sakit, beliau tidak bisa diganggu,"

Kata seorang pengurus yang ditemui Dadang di kantor yayasan di mana Dadang meminta tolong dicarikan seorang asisten untuk rumahnya,

Dadang tampak langsung kecewa, ia sengaja pulang cepat untuk bisa segera mengeluhkan soal Intan dan ingin mengembalikannya, tapi sayangnya ketua yayasan yang paling bertanggungjawab atas Intan justeru tidak ada,

"Hmm baiklah, saya mengerti, sampaikan saja nanti kalau orangnya saya berhentikan dan dia pergi sudah bukan salah saya,"

Kata Dadang yang kini diliputi emosi,

Para pengurus pun tampak kebingungan, selama ini mereka sepertinya juga sebetulnya tidak terlalu profesional menangani permasalahan yang terjadi pada tenaga-tenaga kerja yang mereka salurkan,

Dadang berdiri dari duduknya, membetulkan jas kerjanya lalu bersiap pulang,

Langit di luar sana sudah mulai terlihat dipenuhi anak-anak senja yang berlarian memenuhi sudut langit kota,

Sebentar lagi malam akan kembali datang, Dadang sungguh gelisah jika harus pulang saat ini, lalu kembali bertemu Intan,

Tapi...

Dadang masuk ke dalam mobilnya, sejenak ia duduk diam di balik kemudi, mencoba memikirkan apa sebaiknya yang kini ia lakukan,

Tidur di hotel saja kah?

Ah tidak, tidak!

Maryati mungkin menelfon ke rumah, jika ia tak ada, pasti Maryati akan khawatir,

Dadang tentu tak mau isterinya yang tercinta itu akan sakit lalu berdampak buruk dengan calon anak mereka di dalam kandungan,

Ah sebaiknya aku suruh saja Intan pulang ke kampung halamannya, setelah itu urusan dengan yayasan bisa kupikirkan kemudian. Begitulah akhirnya Dadang mengambil keputusan,

Dadang pun menyalakan mesin mobilnya, bersiap meninggalkan kantor yayasan di mana Intan disalurkan dari sana,

Tujuan Dadang tentu adalah pulang,

Ya pulang, ke rumahnya, di mana di sana kini Intan tengah menunggu setelah seharian diberi banyak saran oleh Masnah,

Saran untuk menjebak Dadang ke dalam perangkapnya, yang tentu saja sama sekali tak disangka oleh Dadang saat ini.

"Aku pasti bisa, tunggu saja Pak Dadang, kamu pikir kamu akan dengan mudah menolakku?"

Intan bergumam seorang diri pada pantulan bayangannya di depan cermin meja rias kamar utama di mana itu adalah kamar Dadang dan Maryati,

Intan, gadis itu tampaknya memang telah semakin dibutakan oleh perasaannya yang salah,

Jatuh cinta pada laki-laki yang tak seharusnya ia boleh damba, dan kemudian berlanjut menjadi obsesi yang sulit ia hentikan,

Ditambah rasa sakit dan terluka karena ditolak oleh Dadang bukannya membuat ia merasa malu dan memilih mundur, tapi sebaliknya, Intan justeru mengambil pilihan lain, yang tentu saja ini semua karena dukungan Masnah,

Intan tampak masih berada di depan cermin meja rias kamar utama, saat ia melihat sorot lampu mobil yang mendekati pagar rumah,

Dari jendela kaca kamar utama, pagar depan rumah memang bisa terlihat jelas,

Intan cepat melompat beranjak dari kamar utama, dadanya berdegup kencang, menanti dengan tak sabar kedatangan Dadang yang sudah ia harapkan sejak sore tadi,

Tidak ada telfon dari pihak yayasan untuknya, Intan yakin jika Dadang pasti hanya ingin menggertak dirinya saja,

Suara deru mobil Dadang kini telah sampai di depan rumah, sebentar lagi ia pasti akan turun dan segera masuk rumah,

Intan yang telah lama menanti kini kembali memastikan obat yang diberikan Masnah telah siap di sakunya,

Kali ini ia harus berhasil, dan ia yakin pasti akan berhasil.

Paling tidak, dari apa yang diceritakan Masnah, sesuai pengalaman Masnah, rasanya Intan hampir sembilan puluh persen kini yakin tak akan mendapati Dadang menolaknya lagi.

...****************...

Dadang turun dari mobilnya, hujan sudah mulai kembali turun meski tak sederas kemarin malam,

Dadang sedikit berlari ke arah teras yang lampunya telah menyala, sebagaimana lampu-lampu di sepanjang komplek, pun juga lampu teras rumah-rumah tetangganya,

Dadang masuk ke dalam rumah langsung melewati pintu utama yang tidak dikunci,

Berbeda dengan lampu teras, lampu ruang utama terlihat dibiarkan mati karena memang lampu di sana hanya dinyalakan saat ada tamu di sore dan malam hari saja,

Dadang tampak menjinjing tas kerjanya menuju ruang dalam, yang tepat saat ia masuk, bersamaan dengan itu Intan tampak muncul dari arah dapur dengan segelas teh yang memang beberapa hari ini menjadi tugasnya menyediakan untuk Dadang,

Intan tampak menyunggingkan senyuman ke arah Dadang, dari sikapnya, tampak sekali ia begitu percaya diri saat ini,

Bahkan Dadang merasa jika gadis itu seperti telah lupa dengan apa yang mereka lalui semalam, padahal untuk Dadang sendiri, semua masih terasa sangat mengganggu,

Entah gadis macam apa sebetulnya yang kini ada di depannya, bahkan Dadang tahu gadis itu masih berusaha menggodanya lagi dengan membiarkan rambut panjangnya tergerai basah, ditambah daster batik terusan yang nyaris tanpa lengan dan juga hanya sepanjang lutut saja hingga memperlihatkan dengan jelas kemolekan dirinya,

Dadang membawa langkahnya masuk ke dalam kamar, di mana begitu masuk ia langsung merasa ada aroma wangi yang tak biasa ia cium di sana,

Aroma wangi itu membuatnya sedikit terganggu, seperti aroma yang memabukkan atau semacamnya,

Aroma apa ini? Batin Dadang sembari celingak-celinguk mencari asal wangi yang belum pernah ia cium sebelumnya,

Dadang tampak melepas jas kerjanya, lalu kemejanya pula, gerah tubuhnya seharian bekerja menuntutnya untuk segera mandi,

Tampak Dadang kemudian membawa langkahnya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya,

Dadang baru akan masuk ke dalam kamar mandi, manakala ia melihat botol air putih yang memang juga selalu di siapkan di atas bufet dekat TV yang ada di dalam kamar,

Dadang menghampiri botol air putih di atas bufet, mengambil salah satu gelas yang juga telah disiapkan di sana,

Tak ada yang aneh, sejak Dadang kemudian menuang air putih ke dalam gelas, lalu setelah itu meneguknya hingga habis,

Setelah minum, Dadang lantas kembali melanjutkan masuk ke dalam kamar mandi, yang tanpa Dadang sadari, begitu ia masuk ke dalam kamar mandi, Intan menyusul masuk ke kamar utama diam-diam,

Gadis yang sudah kehilangan akal sehatnya itu kini melangkah pelan ke arah bufet, memastikan air di dalam kamar yang telah ia siapkan saat tadi ia di kamar sendirian akan segera diminum oleh sang Tuan,

"Hanya butuh sebentar saja sampai obat itu bereaksi, jangan lupa aroma wewangian yang memabukkan juga harus bisa ia hirup agar efeknya semakin cepat,"

Pesan Masnah yang sepertinya sudah sangat ahli itupun kembali terngiang,

Intan tersenyum penuh arti manakala melihat air yang ia siapkan kini telah habis diminum Dadang,

Jelas di sana ada sesuatu yang ia masukkan, dan Intan kini tinggal menunggu hasilnya,

Dan...

Intan tampak menatap jam dinding kamar utama yang seharusnya bukan di sana ia berhak ada,

Setelah sekitar sepuluh menit menunggu dengan dada berdegup kencang, akhirnya Intan pun nekat membawa langkahnya mendekati pintu kamar mandi di mana di dalamnya sang Tuan berada,

Hari ini kau harus jadi milikku Pak. Batin Intan.

Ia jelas tak mau ditolak lagi. Tidak!

Intan lantas mengulurkan tangannya ke arah handle pintu kamar mandi, namun belum lagi ia sampai tiba-tiba saja pintu kamar mandi itu terbuka,

Tampak di sana laki-laki yang begitu ia dambakan telah berdiri dalam posisi yang begitu gelisah,

Intan sejenak merasa gugup tatkala Dadang menatapnya berbeda dengan tatapan sebelumnya,

Ah inikah yang dimaksud Masnah?

Jadi ini sungguh bekerja?

Belum lagi tanya dalam hatinya terjawab, Dadang telah lebih dulu tubuh Intan.

...****************...

1
Mega Arum
Luar biasa..
Amoy Ima
art nya pelakor,,cari masalah aja..
myumi
ini baru enak dibaca nda kepanjangan nda muter 2 cerita..bikin lg ya thor yg cerita nda kepanjangan lngsung tamat..🙏
Minartie
sispa ya nek



🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
gaby
Cerita yg singkat, padat, ada ngeri, ada sedih, ada emosi. Aq kasian sm Nenek Maryati, sy sbg emak2 mendukung perbuatan Nenek Maryati, yg saya sayangkan cuma satu, kenapa nenek ceroboh hingga ktangkep. Sosok seperti nenek Maryati menurutku pahlawan bagi keutuhan rmh tangga smua org.
karissa 🧘🧘😑ditama
dri awal slah ny dadang juga,wlaupun mksd ny baik sbg suami,tpi dgn tiba2 dtng orang buat bntu2 dirumah tanpa ada obrolan tnpa ada apa2 dlu dgn istri,tdak jga mematok umur yg lbh aman inilah yg trjadi KEHANCURAN yg nnti ny berbuntut DENDAM
karissa 🧘🧘😑ditama
salahnya intan,,hrus ny dgn tau kalo bkal plang kekampung tuh si pembantu sruh libur dlu,trserahlah mau plang ke yyasan kek atau kerumahny dlu kek
Ros Sita
penghianatan seorang suami akan sangat berdampak pada mental sang istri
Ros Sita
penghiatan seorang suami akan sangat berdampak pada mental si istri
estycatwoman
good
Habibie Raisa
andai saya diposisi mba mar pun mungkin akn sekalap itu
Habibie Raisa
si alan memang i ntan setan
Alzena Daria
ceritanya sederhana,gk terlalu panjang,tapi enak dibaca. ...keren Thor...
neng ade
kejadian yg menimpa nek Maryati dlu sangat membuat nya terluka wajarlah jika kalap karena melihat langsung pergumulan si suami dan ART nya padahal nek Maryati wkt itu sedang hamil dan kondisi kesehatannya pun sedang tak baik2 saja .. tp dia mampu melakukan pembunuhan itu hingga selama 20 thn akhirnya terkuak.. .
neng ade
Anggita dan bayi nya pasti mati ditangan nek Maryati.. misi selesai..
neng ade: semua akhir nya akan terkuak.. berita heboh tentang penemuan tulang belulang itu pasti akan mengejutkan semua orang .. nek Maryati udh mengakui nya .. betul nek wajah cantik harus nya jngn dibuat utk menggoda suami orang bahkan bkn hanya yg cantik dan muda aja tp memang dasar nya mental pengkhianat dan peselingkuh bnyk terjadi .. hanya sedikit yg bisa melampiaskan dendam seperti nek Maryati dngn cara membunuh para pelaku nya ..
total 1 replies
neng ade
Dan .. nek Maryati pun menepati kata2 nya yg membuat Anggita hrs menyusul Candra ..
neng ade
Ya utk sebuah pengkhianatan tak ada kata lain selain ingin pelaku nya mati dan nek Maryati tak harus bertindak lagi karena Candra keburu kecelakaan
neng ade
waduh .. jangan2 pacar nya Anggota itu suami nya Siska .. nenek udh punya feeling kali hingga menatap tajam ke arah Anggita ..
neng ade
Maryati itu nama nenek nya Siska ya thor . ini kah awal mula tragedi dlm kehidupan sang nenek ..
Cila Mici: aamiin... makasih makasih ya
total 3 replies
neng ade
ngeri ta liat isi koper nenek .. apa yg terjadi sebenar nya dngn nenek ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!