Seorang gadis membuka mata dengan perlahan dan menatap sekeliling untuk memastikan dirinya berada dimana. Matanya terbelalak kaget saat menyadari dirinya berada di rumah sakit.
"Astaga, apa yang terjadi sebenarnya? Gue belum mati?" tanya gadis itu dengan bingung.
Sangat mengherankan kalau dirinya masih hidup saat nekat menabrakkan diri di sebuah truk yang sedang melintas di jalan. Dan yang lebih mengherankan di tubuhnya tidak mengalami luka gores sedikitpun.
Penasaran dengan kelanjutan ceritanya langsung aja di baca gaes🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ana marisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Kiana kembali mengendarai motor untuk masuk ke halaman sekolah. Penampilan Kiana sangat menonjol membuat ia menjadi pusat perhatian. Bahkan para murid yang hendak masuk malah menghentikan langkah dan menatap ke arah Kiana yang sudah memarkirkan motornya.
Dari arah belakang, mobil jazz warna kuning tampak masuk di ikuti rombongan motor sport yang pengendaranya kompak memakai jaket kulit dengan lambang yang sama. Itu adalah geng Tiger.
Pengemudi mobil jazz itu adalah Alira, ia sudah keluar dari mobilnya di ikuti oleh seorang gadis berbando biru. Ia ikut menatap ke arah Kiana yang belum melepaskan helm.
Begitu juga dengan geng Tiger, pandangan mereka ikut tertuju ke arah Kiana, karena penampilan gadis itu yang menonjol sekali.
"Siapa tuh?" Bian bertanya sambil melepas helmnya.
"Nggak tau, murid baru mungkin." jawab Alan sambil mengedikkan bahunya.
Sedangkan Azam tengah mengerutkan keningnya. matanya menatap motor dan juga jaket yang di kenakan Kiana. Begitu sangat familiar.
"Azam, lepasin ini dong, aku udah coba dari tadi tapi gak bisa-bisa." pinta Elsa yang baru turun dari boncengan Azam dan berdiri di sebelah Azam sambil memegang pengait helm.
Azam menoleh dan melepaskan kaitan helm membuat Elsa tersenyum lebar seperti biasanya. Hal itu tidak luput dari pandangan Kiana. Membuatnya berdecak pelan.
"Tugas jemput cewek ya? Haha mau jadi ojek dianya." gumam Kiana, ia masih ingat perkataan Zara tadi jika Azam buru-buru berangkat karena ada tugas yang belum di kerjakan.
Kiana sangat risih sekarang, apalagi semua mata tertuju padanya. Ia menghela napas sejenak dan bersikap bodoh amat sebelum melepaskan helm yang sedari tadi ia kenakan.
Saat helm terbuka, rambutnya tergerai begitu indah di tambah angin yang menerpa membuat rambutnya berterbangan hingga menutupi wajah.
Ia mendengus kesal dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah hingga wajahnya terekspos membuat semua orang tercengang melihatnya.
"Angelina?!"
"Anjirr itu beneran Angel? Gue gak salah liat kan?"
"Aduh Mamaee, mengapa neng Angel sungguh mengkece sekali?"
"Kak Angel? Gue gak yakin itu beneran Kak Angel! Oh my..."
"Mengkeren sekali, kayak anak mapia-mapia gitu."
Suara riuh murid SMA Garuda terdengar setelah melihat perubahan dari seorang Angel. Gadis yang sungguh menjaga penampilan itu kini sangat berbeda.
Mendengar suara semua murid. Kiana berdeham sambil turun dari motornya.
Geng Tiger melotot kaget begitu juga dengan Azam yang terkejut melihat kehadiran Kiana yang membawa motor besar. Pantas saja ia merasa familiar.
"O em ji! Angel! Ini beneran lo?" Alira segera menghampiri Kiana, ia memutar-mutar tubuh gadis itu.
"Oh my God, mobil lo mana? terus sejak kapan lo bisa naik motor, apalagi motor gede kayak gini! Naik sepeda aja lo nyungsep di got! Ini, Ya Allah... Kalau jatuh gimana hah? Terus lo masuk rumah sakit, terus koma dan berakhir meninggal gimana? Lo kok gini sih? Lo mau ninggalin gue?" Alira berkacak pinggang macam emak-emak yang tengah memarahi anaknya.
Kiana hendak membalas ceramah Alira, namun ternyata sahabatnya itu malah melanjutkan ceramahnya kembali. Membuat Kiana menghela napas.
"Terus seragam lo di mana Angel sayang? Gila, gue capek-capek jaga penampilan lo biar selalu memukau, ini kenapa malah lo ubah kayak laki-laki sih? Astaga...." cerocos Alira panjang lebar membuat Kiana mendengus kesal.
Sudah bukan rahasia lagi jika seorang Alira Arisanti sangat posesif terhadap hal yang menyangkut Kiana sang sahabat.
"Udah ceramahnya?" tanya Kiana sambil mengangkat sebelah alisnya. "Kalau udah, temenin gue ganti seragam." lanjut Kiana, ia menarik tangan Alira untuk menemaninya ke toilet, namun Alira tak kunjung mengikuti langkahnya.
"Bentar dulu." tahan Alira sambil berdecak dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ternyata yang di ambil adalah parfum dan juga hand sanitizer yang terisi di botol kecil.
"Buat apaan tuh?" tanya Kiana, ia melotot saat Alira menyemprotkan kedua cairan itu ke seluruh tubuhnya.
"Biar nggak ada kuman yang nempel." ucap Alira.
"Besok jangan bawa motor lagi, lo suruh antar supir atau bareng suami. Oh iya gue tahu, Azam pasti ninggalin lo kan?" tebak Alira tepat sasaran.
Kiana hanya mengedikan bahunya acuh. Lain dengan Alira yang menoleh ke geng Tiger yang masih asik menonton tingkah mereka. Wajah Alira langsung berubah datar, ia langsung menghampiri geng itu dan bersedekap dada tepat di depan motor Azam.
"Lo kalau jadi suami harus bertanggung jawab sama istri! Kalau sahabat gue jatuh dari motor gimana hah? Belum puas lo udah buat dia masuk rumah sakit sampe wajah yang selama ini gue bantu rawat selama ini jadi lecet?" Alira marah-marah sama Azam, membuat semua orang tercengang. Berani sekali ia pada Azam.
Mengenai pernikahan Azam dan Angel, memang tidak di rahasiakan. Semua murid telah mengetahuinya. Begitu juga dengan guru, semua ini karena ulah Zain selaku pemilik sekolah.
"Dan lo!" Alira menunjuk ke arah Elsa yang kini sudah menunduk. "Mau jadi bibit pelakor hah? Udah tau kalau Azam udah nikah, masih aja gatel! Murahan banget tau nggak!"
"Alira!" Ringga membuka suara saat mendengar ucapan tunangannya.
Alira terkekeh kecil. "Mau bela cewek ini? Ck! Dasar lo sama Azam nggak ada bedanya, Ga, sama-sama bodoh! Nih rasain..." Tanpa di duga, Alira menyemprotkan hand sanitizer ke arah Elsa dan juga geng Tiger. "Biar kuman nggak nempel." ucap Alira lalu berbalik menghampiri Kiana yang tengah bersandar di body motor.
"Keren, kenapa hanya di semprotin gitu sih? Padahal gue berharap lo nonjok mereka satu-persatu." ucap Kiana yang menatap malas ke arah geng Tiger yang tampak murka dengan apa yang di lakukan Alira.
"Kuy, pertunjukan pagi ini udah selesai, sekarang temenin gue ganti seragam." ucap Kiana, ia menarik tangan Alira untuk mengikutinya.
"Tunggu sebentar." Alira menahan tangan Kiana lagi, kemudian menoleh ke arah gadis yang datang bersamanya.
"Woy permen, sini lo!" panggil Alira pada gadis itu.
"Siapa tuh?" tanya Kiana.
"Sepupu gue, namanya Loli Milkita." jawab Alira, Kiana hanya mengangguk singkat.
"Unik juga nama lo." ucap Kiana pada Loli saat ketiganya sudah berjalan berbarengan, masih jadi pusat perhatian murid-murid lain.
"Oh ya jelas dong, nama Loli itu emang mengkeren sekali." balas Loli sangat pede. Kiana terkekeh, ia pikir gadis itu pendiam.
"Gue Angelina Kiana Putri, panggil Kiana aja. Ini juga buat lo Al, mulai sekarang panggil gue Kiana, Bukan Angel." pinta Kiana.
"Baiklah." ucap keduanya.
Kiana tersenyum puas dengan jawaban dari Alira dan Loli. Sesuai dengan keinginan dirinya.
*****
dan kiana sama rayyan aja.. cocok🤭😁