"Sekarang Kau sudah berani membangkang padaku! Aku ini masih suamimu!" Raungan amarah seorang Pria terdengar menggelegar di sebuah penjara bernama HAREM.
"Mulai sekarang kau bukan istriku! Aku akan menceraikanmu!"
LAZARUS... Tuan muda pewaris Perusahaan Corporation Foundation. Dingin, Angkuh, serta tidak boleh ada seorang pun yang boleh menolak semua kemauannya.
"Kau tau Lazarus?! Aku saat ini sangat luar biasa bahagia, hanya mendengarmu akhirnya akan melepaskanku darimu dan dari belenggu rantai rumah ini! Haha... " Angela dengan puasnya tertawa seakan dunia kembali padanya, sampai membuat Lazarus yang mendengar tawanya begitu murka.
NERAKA... Satu kata kehidupan yang selama ini Angela lalui.
Yuk ikuti ceritanya yang menguras emosi dan ketegangan, THE POWER OF WOMEN~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
"Ayo Angela... kau sudah siap menjadi istri yang sangat bahagia. Sehari saja kita menjadi sepasang suami-istri yang saling mencintai?" ucap lazarus sembari mengulurkan sebelah telapak tangan kepadanya masih dengan senyuman di bibirnya.
Angela terdiam terkesima, terhanyut oleh karisma seorang lazarus. Tangannya gemetar saat dirinya menyambut uluran tangan lazarus.
Sadar angela, ini hanya pura-pura. Kau juga bisa bersandiwara! Mengingatkan dirinya sendiri.
Lazarus membungkukkan tubuhnya, menggenggam erat tangan istrinya, menempelkan tangan Angela ke bibirnya lalu mengecup lembut punggung tangan istrinya.
"Kamu sangat cantik hari ini istriku, ijinkanlah suamimu ini membahagiakanmu hari ini. Ayo... " ajak lazarus menarik lembut tangan Angela menyelipkannya di lengkungan lengannya.
Mereka berjalan keluar dari kediamannya, saling melemparkan senyum, memasuki mobil yang sudah siap membawa mereka berdua pergi.
Tadi pagi Lazarus membuat kesepakatan dengan Ayahnya, dirinya akan menuruti semua kemauan ayahnya termasuk menikah kembali dengan syarat darinya, ayahnya tidak akan pernah menganggu kehidupan Angela lagi.
Setelah duduk bersebelahan di dalam kursi mobil, Angela menarik nafas dalam. Merasa canggung ia ingin mencairkan suasana. Baru saja dirinya akan bicara, terdengar suara serak lazarus memanggilnya.
"Angela... "
Angela terkejut mendengar suara lazarus yang sarat kesedihan, ia menepuk telinga kanannya takut dirinya salah mendengar. Penasaran ia memalingkan wajahnya kesamping, tapi dirinya hanya bisa melihat wajah samping kanan lazarus yang tampan, kepalanya sedang menunduk kebawah.
Angela memberanikan diri berbicara. "Lazarus... ada apa?"
Mendengar nada khawatir Angela, senyum samar menghiasi wajah menunduknya. Ia mengangkat kepalanya berbalik ke samping menatap istrinya. "Tidak ada apa-apa. Hanya saja kau sangat cantik hari ini, sampai aku tak rela mengakhiri semuanya. Haha... tenang saja aku hanya bercanda," ujar lazarus tersenyum, membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana.
"Dahimu kenapa?" Angela menyipit melihat luka di dahi lazarus.
"Entahlah, mungkin semalam tak sengaja terbentur," lazarus mengangkat bahu tak peduli.
Angela tak ingin bertanya lagi tentang lukanya. "Kita mau kemana lazarus?"
"Bukankah kau bilang pada Ibu susu, kalau kau ngidam ingin pergi ke Seaworld. Kamu ingin sekali melihat dunia bawah laut. Kita kesana dulu sekarang, lalu ke tempat es krim favoritmu. Setelahnya kita makan malam di restoran favoritmu, restoran yang sering kamu datangi dengan Ayahmu."
Angela ternganga tak percaya, ia hanya menceritakan semuanya pada Ibu susu lazarus, satu-satunya orang yang dirinya percaya di harem, tapi itu tanpa sepengetahuan lazarus. "Ka-kamu mengetahuinya?"
"Mengetahui apa? Kamu yang dekat dengan Ibu susuku atau tentang ngidamnya kamu?"
"Keduanya."
"Hm, keduanya aku baru tau baru-baru ini. Jika aku tau dari lama, menurutmu aku akan membiarkannya selalu membantumu keluar harem? Juga jangan merasa tak enak, meskipun ngidamnya kamu bukan tanggung jawabku, anggap saja kau berhutang sekali padaku," lazarus tersenyum aneh padanya.
Lazarus benar, jika lazarus tau dari awal pasti sudah terjadi sesuatu pada Ibu susu lazarus dan dirinya.
"Sudahlah, mari kita masuk. Lihatlah kita sudah sampai." menarik lembut telapak tangan Angela, lazarus menarik tubuh angela dari tempat duduknya, keluar bersama dari dalam mobil.
Mereka berdua berjalan masuk kedalam dengan saling bergadengan tangan, seperti para pasangan lainnya disana. Seperti pacaran yang belum pernah mereka jalani. Lazarus sengaja tidak menyewa khusus gedung hanya untuk Angela, ia ingin hari ini istrinya bertemu dengan orang-orang diluar harem. Membuat Angela merasa bebas, menjadi dirinya sendiri.
Benar saja, ia melihat Angela yang kegirangan. Setiap berjalan tiga langkah lalu berhenti menepuk nepuk tangannya ke kaca akuarium besar. Melambaikan tangannya ke ikan-ikan di dalam sana, tersenyum bahagia.
"Lazarus lihatlah! Ikan itu mulutnya panjang, wah aku baru pertama kali melihatnya! Lihat lazarus! Ikan itu warnanya seperti emas, itu... Itu... lihat ikannya sangat besar! Wah," Angela terkagum-kagum.
"Apakah dulu kamu belum pernah kesini?" tanya lazarus penasaran.
"Tentu saja pernah, tapi sekarang berbeda. Aku melihatnya bersamanya," jawab Angela tersenyum, sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Itu bayi kita Angela, terimakasih... kebahagiaanmu hari ini akan selalu ku ingat! Lazarus ikut bahagia.
Berkeliling selama hampir dua jam membuat kaki Angela kelelahan. Lazarus segera membawanya pergi dari sana, menuju tempat berikutnya toko eskrim favoritnya.
Setelah sampai disana, mereka berdua duduk berseberangan. Lazarus tak pernah melepaskan pandangannya dari wajah Angela, memandanginya menikmati es krim kesukaannya.
"Kenapa dari tadi kau melihatku? Apa ada es krim menempel di wajahku?" tanya Angela yang merasa kurang nyaman dipandangi lazarus.
"Hm entah, sepertinya ada sedikit nempel disudut bibirmu. Kenapa kau makan seperti anak kecil? Rasa blueberry, apakah enak?" Lazarus mengangkat satu alisnya terkesan meledek.
Tangan Angela sibuk membersihkan bibirnya, takut masih ada yang menempel di wajahnya seperti anak kecil dan kembali diledek lazarus. "Masih ada?"
"Masih, sini aku bersihkan. Nanti semut banyak datang padamu, wajahmu sudah cantik begini. Nanti ditambah tempelan es krim di wajahmu malah jadi manis," lazarus mengedipkan sebelah matanya, memajukan tubuhnya, menahan kepala Angela dengan sebelah tangan lalu mencium bibirnya.
Kedua bola mata Angela membulat, jantungnya memompa darahnya semakin kencang berdebar tak karuan. Sudah lama bibirnya tidak merasakan lembutnya bibir lazarus, ujung lidah lazarus sedikit menerobos ke dalam mulutnya membuat tubuhnya seketika bergetar.
Lazarus mengakhiri ciumannya, menarik tubuhnya melewati meja, mengembalikkan ke posisi semula. Bibirnya ia usap dengan jari jempolnya, masih merasakan manisnya sensasi ciumannya pada istrinya. "Angela, kau baik-baik saja?" seketika cemas melihat wajah istrinya berubah pucat. "Apa aku terlalu memaksamu? Maaf aku... " merasa tak enak hati.
Angela menggeleng, menahan mulutnya lalu bangkit dari duduknya dan berlari ke arah toilet.
Lazarus kaget, segera mengikuti Angela, para pengawal ikut ribut saling berlari di belakangnya. "Angela... " mengetuk pintu bilik toilet, lazarus ingin masuk.
"Hoekkkk... hoekk... ahh... tunggu a-ku sebentar... "
Lazarus terus menggedor pintu toilet tak sabar menunggu, "Tidak! Buka sekarang! Ada apa?"
Tak selang berapa lama Angela membuka pintu, berjalan lesu dengan wajah pucatnya. "Tidak apa-apa, ini sudah biasa bagi wanita hamil. Hanya saja tadi saat kau tiba-tiba menciumku, bau tubuhmu membuatku mual," angela bicara tanpa banyak berpikir.
Wajah Lazarus seketika memerah, entah harus bagaimana menjawab Angela. "Apa karena aku bukan ayahnya, bayi itu tidak suka aku menciummu! Huh!" tak bisa berkata-kata, lazarus asal ucap lalu merangkul tubuh Angela. "Kita pulang saja. Kalian! Cepat siapkan mobil," perintahnya kepada pengawal.
Semua pengawal yang berjejer rapi menunggu diluar toilet, segera bergegas pergi.
Angela mendengar celotehan lazarus barusan, ada perasaan tak enak saat lazarus mengatakan yang dirinya kandung bukan anaknya.
Kenapa perasaanku tak enak begini? Apakah sikap pura-pura lembut dan penuh perhatian lazarus hari ini padaku membuatku terpedaya? Tidak! Sadarlah Angela! Hei dia seorang lazarus! Kesalnya pada diri sendiri hampir saja terpedaya pesona lazarus.
*
-------Bersambung
💞Hai para readers sayang, setelah membaca jempolnya klik suka ya, ditunggu juga komennya agar saya lebih semangat melanjutkan ceritanya, makasih 🥰
cucok sm babang laz