Tahap Revisi 🙏
Jihan Shafira (22tahun)adalah seorang wanita yang Keras kepala,tangguh dan mandiri.Dia sudah bekerja di perusahaan Royal Garden selama 5th.Proyek yang dikerjakan nya tidak pernah gagal.
Namun,kesialan itu muncul ketika perusahaan milik tempat Jihan bekerja di ganti dengan CEO baru,yang super higenis,dan juga dingin.
Apakah Jihan akan bertahan di Royal? perusahaan yang telah membuat nama nya menjadi di kenal banyak orang,atau memilih mundur ketika di hadap 'kan dengan seorang CEO yang menurut nya super aneh.
Ikuti cerita Jihan ini sampai end!
Alur nya London-Inggris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBM-Demam
Arnav mendekati pintu kamar mandi,dan menempelkan telinga nya di daun pintu.
"Jihan !"
Tok..Tok..
"Jihan,apa Kamu di dalam ?"
Arnav sudah mencoba mengetuk pintu tersebut.Namun,tidak ada jawaban dari Jihan.
Ceklek !
Arnav mencoba membuka paksa pintu kamar mandi,dan ia hanya mengintip sedikit,tapi betapa terkejut nya Arnav saat melihat,Jihan yang berendam di dalam bathub dengan air yang sudah penuh di dalam bak tersebut.Bahkan kepala nya sempat terendam.
"Jihan!"
Arnav segera berlari,dan mengangkat tubuh Jihan,menuju kamar tidur.
Arnav menarik selimut untuk menutupi tubuh Jihan,lalu dengan mata yang tertutup Arnav mencoba menggantikan baju mandi Jihan dengan piyama.
Begitu selesai,ia segera mengeringkan rambut Jihan dengan hairdryer.
Menepuk pelan pipi Jihan beberapa kali untuk membangunkan nya.Tapi,hasil nya tetap nihil,Jihan tetap tidak terbangun.
Arnav segera memasukan obat dalam mulut Jihan,begitu melihat wanita ini tidak merespon panggilan nya.
Arnav juga membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Jihan,agar wanita ini dapat tidur dengan nyenyak.
"Dasar bapak Alien,Bapak itu orang aneh yang pernah ku temui,bapak sudah buat hidup Ku sial dari hari pertama bertemu,Alien,Bapak pantas di panggil alien!"Ucap Jihan dalam keadaan mengigau,Arnav yang mendengar itu hanya tersenyum.Sembari mengusap rambut Jihan yang menutupi matanya.
Tanpa sadar Jihan memegang tangan Arnav yang mengusap rambut nya,lalu ia memeluk tangan itu dengan erat,sehingga membuat Arnav tidak bisa gerak.
Karena melihat keadaan Jihan yang sedang sakit,Arnav membiarkan wanita itu memeluk tangan nya.Sehingga ia pun ikut tertidur di sebelah Jihan.
* * *
Keesokannya. . .
Jihan yang baru saja terbangun,ia segera mengucek matanya.Namun,betapa terkejut nya dia saat melihat pemandangan di depan nya.
Jihan segera menutup mulut nya,agar tidak berteriak.
'Ba-bagaimana,Kami bisa tidur satu ranjang,dan baju Ku!'
Jihan melihat piyama yang ia pakai,ia langsung bisa menebak kalau Arnav sudah menggantikan nya.
Tanpa membangunkan Arnav,Jihan segera pergi bersiap-siap untuk ke kantor.
Tiga puluh menit berlalu. . .
Tiba di kafe milik Al,Agnes juga berada disana bersama dengan Kevin,mereka sedang menikmati sarapan nya.
"Kata mu tadi,Kamu semalam demam,dan tidak sadarkan diri?tapi kenapa pagi ini cepat sekali sudah tiba disini?"Tanya Agnes,yang penasaran.
Jihan melihat Agnes dengan tatapan aneh di raut wajah Agnes,ia berasa sedang di interogasi oleh pihak yang berwenang,itu membuat Jihan gugup.
"Aku sudah lebih baik,tepat nya sudah sembuh!"Jawab Jihan,tanpa melihat ke arah Agnes.
"Aku dengar,Kamu dan Bos berhasil mendapatkan kerjasama dengan Tuan Lois,apa itu betul?"Sambung Kevin
"Benar!"
"Aaah,kamu memang ketua tim yang baik,dan tidak pernah gagal!"Seru Agnes dengan bahagia.
"Tapi,itu bukan Aku sendiri yang mengerjakan nya,proyek itu juga di bantu banyak oleh Pak Arnav.Dengan kata lain,kita masih kalah dalam taruhan nya!"Ungkap Jihan,Kevin kembali terlihat tidak bersemangat.
"Tidak apa-apa,yang terpenting Kamu tidak di pecat,dan masih bisa bekerja,tidak perlu di pikirkan lagi,soal peraturan itu!"Tegas Agnes,memegang tangan Jihan,Agnes tersenyum saat melihat senyuman di wajah Jihan.
"Pasti Arnav tidak meninggalkan mu dalam keadaan demam semalam ?"Timpal Al yang baru saja meletakkan minuman di depan Kevin,Jihan tercengang,langsung menoleh ke arah Al.
"Bagaimana Kak Al tau?"Jihan mengerutkan dahinya.
"Aku tau banyak tentang dia,dalam pintar dalam menjaga dan merawat orang yang berada di sisi nya,apalagi orang seperti Kamu !"Cetus Al,lalu pergi meninggakamn meja mereka.
Agnes dan Kevin menatap Jihan,dengan tatapan penuh intimidasi.
"Ada apa?"Tanya Jihan saat melihat ekspresi teman nya itu.
"Iya,Aku akui,memang sih,Pak Arnav tidak seburuk yang Kita bayangkan !"Sambung Jihan.
"Eeeemm!"Agnes mengangguk sembari menggoda Jihan.
"Sudah-sudah ayo lanjut sarapan !"
Jihan dan yang lain,langsung melanjutkan sarapan pagi mereka,agar segera bisa ke kantor sebelum jam 08:00 pagi.
Kriing...
Kriing...
Kriing...
Handphone milik Jihan berdering,itu Arnav yang menelpon nya.Agnes mengintip saat ponsel tersebut berada di atas meja.
"Kenapa Pak Arnav menelpon mu?"Tanya Agnes,Jihan menggelengkan kepalanya,ia sendiri tidak tahu ada masalah apa.
"Jihan,pulang sekarang juga!"Titah Arnav,dengan nada suara yang begitu tinggi,sehingga membuat Jihan terkesiap dan langsung berdiri.
"Ada apa?"Agnes melihat Jihan yang langsung berdiri,setelah mengangkat panggilan masuk.
"Aku harus kembali ke apartemen!"
Jihan langsung berlari meninggalkan kafe Al.
"Ada apa?"Tanya Al,saat melihat Jihan yang lari meninggakamn kafe nya.
"Tidak tau,begitu selesai mengangkat panggilan masuk,ia segera pergi!"
Al yang menatap bayangan Jihan yang sudah berlalu dan hilang dari pandangan nya.
Dengan tergesa-gesa,Jihan berlari ke arah apartemen nya,ia takut sesuatu telah terjadi dan membuat Bos nya itu marah.Apalagi tadi pagi Jihan ingat kalau mereka tidur satu ranjang.
"Hoosss"Jihan menghela nafas nya di depan pintu apartemen.
Ceklek !
Jihan membuka pintu apartemen,ia melihat Arnav yang berdiri di dekat sofa,dan di sisi lain ada seseorang yang sedang duduk dengan santai di sofa.
Jihan terkejut saat melihat Pria yang duduk di atas sofa,dengan begitu nyaman,diatas pangkuan nya ada seekor kucing milik Jihan yang di bawa oleh Pria itu untuk menemui nya.
"Sayang Ku!"Ucap Pria itu,yang berdiri dan berjalan ke arah Jihan,dengan merentangkan kedua tangan nya.
Jihan membulatkan mata nya saat melihat pria itu berjalan ke arah nya,lebih -lebih disana masih ada Bos nya.
Arnav menatap pemandangan itu dengan kesal,karena Jihan sudah berani melanggar aturan kantor dan juga aturan apartemen yang telah di sepakati oleh nya.
Pria itu memeluk Jihan dengan erat,bahkan ia tidak membiarkan Jihan bernafas dengan benar.
"Meow..meow.."Suara kucing,yang membuat Arnav semakin kesal.
"Kau melanggar aturan Jihan!"Ucap Arnav dengan tegas,terdengar begitu dingin dan menakutkan.Jihan membulatkan matanya.Melihat Arnav yang berlalu ke arah kamar nya.
"Siapa pria itu?"
"Dia Bos Ku!"
"Bos?"
Jihan mengangguk nya.
"Peraturan apa yang dia maksud?"
"Peraturan,di kantor kami tidak boleh pacaran atau menikah kalau masih kontrak disana,terus tidak boleh bawa tamu ke apartemen,dan bawa piaraan !"
"Haah?kenapa kedengaran nya begitu konyol?"Ujar Pria ini lagi.
"Konyol?"Seru Arnav yang kembali lagi,dengan pakaian kantor nya.
"Iya!"Sahut Pria yang baru saja memeluk Jihan.
"Jihan,Aku menunggu mu di ruangan Ku,segera datang ke kantor,jika tidak Kamu tau apa konsekuensi nya!"Tegas Arnav lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
singgah sini.👍
Permulaan yang baik
trimakasih thor 🤗
siap" patah hati nii