NovelToon NovelToon
Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: oniya

"Aku menemukanmu, Si Culun pemilik ranjang terhangat."

Dusan Atlemose atau lebih akrab disapa Usan, Usan adalah seorang cassanova yang sangat suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Namun, dari sekian banyak wanita yang dicobanya, hanya satu yang dia cap sebagai wanita pemilik ranjang terhangat yang benar-benar dapat membuatnya merasa begitu puas. Wanita itu adalah Gadis Culun yang pernah dibelinya di sebuah pelelangan ilegal.

Cukup lama Usan mencari keberadaan wanita langka baginya itu. Tiga tahun berlalu, siapa sangka wanita itu datang dengan sendirinya dan menjadi partner kerjanya. Dengan kelicikannya, Usan ingin menjerat Desainer Seksi bernama Dasha Drace dalam jangka waktu yang lama, Usan akan menjadikan Asha sebagai wanita penghangat ranjangnya.

"Kamu tidak akan mampu menjeratku, Tuan. Akulah yang akan menjeratmu."

Usan tak tahu bahwa gadis culun yang dikenalnya dulu, sudah berubah menjadi rubah betina yang sulit dikalahkan. Ya, Asha kembali setelah berhasil mengubah takdirnya, dia kembali untuk membalaskan dendamnya.

Akankah Usan berhasil menjerat Asha ke ranjangnya? Atau malah Asha yang akan berbalik menjeratnya? Saling menjerat, akankah keduanya saling Terjerat?, dan berhasilkah Asha membalaskan dendam-dendamnya?


***

Harra Atlemose ❤️ Simone Atlemose

"Aku mencintai Kak Simone, titik." Arra.

"Meski bukan Kakak kandungnya, pantaskah aku untuknya?" Simone.

***

Sekuel Terjerat Dendam CEO Impoten❤️

Follow IG Othor di @Oniya_99🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 ~ Aku Akan Melindunginya

"Di mana Nenek?" tanya Asha mendesak pelayanannya.

"Kondisi Nenek kritis dan sudah di bawa ke ruang ICU, Nona," jawab pelayan itu dengan ekspresi sedihnya, sambil menatap Asha yang wajahnya semakin pucat. Sementara Usan masih setia berada di samping Asha, siap menangkap tubuh lemah itu bila saja Asha kehilangan kesadarannya.

"Kritis? ICU?" setelah mengucapkan dua kata itu, benar saja, Asha langsung terhuyung ke belakang dan jatuh pingsan dalam pelukan Usan. Usan langsung mengangkat tubuh lemah Asha ala bridal.

Usan membawa Asha masuk ke dalam ruang IGD yang kosong itu, Dokter yang ikut bersama bergerak cepat melanjutkan pekerjaannya yang semula tertunda, sedangkan Suster memeriksa denyut nadi dan lainnya.

"Bagaiamana keadaannya, Dokter?" tanya Usan ketika Asha sudah selesai ditangani.

"Untuk saat ini kondisi Nona sudah membaik, Tuan. Luka lecet di telapak kakinya akan kering paling cepat besok, hanya luka robek di kulit kepalanya saja yang akan membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh. Kabar baiknya benturan benda tumpul di kepalanya tidak mempengaruhi sistem saraf otaknya. Jadi, kondisi Nona baik-baik saja," jelas Dokter detail.

"Lalu, kenapa dia belum sadar?"

"Itu efek bius yang saya berikan, Tuan. Tadinya, saya khawatir Nona akan terbangun dan lari lagi seperti tadi. Jadi, saya memberikan bius dengan dosis cukup tinggi. Tapi, Nona akan segera sadar beberapa jam lagi," kembali Dokter menjelaskan dengan sabar, Usan pun mengagguk mengerti.

Setelah kepergian Dokter, Usan pun duduk di sebuah kursi yang berada di samping Asha—hingga tanpa sadar dia terlelap sambil menggenggam erat salah satu tangan Asha.

Beberapa jam berlalu, Asha pun mengerjabkan matanya perlahan. Cukup lama Asha terdiam menatap langit-langit ruangan serba putih itu. Asha ingat semua yang terjadi sebelum dirinya jatuh pingsan, Asha berusaha melepaskan tangan Usan yang menggenggam erat tangannya. Namun, genggaman Usan sangatlah erat membuat Asha kesulitan melepaskan tangannya.

"Mau ke mana, Sayang?" tanya Usan yang langsung terbangun kala merasa ada pergerakan di tangannya.

"Aku ingin melihat keadaan Nenekku, lepaskan!" Asha kembali berontak. Tak ingin Asha terluka, lagi dan lagi Usan mengalah dan membiarkan Asha turun dari ranjang.

"Aku akan mengantarmu untuk menemui Nenekmu, tapi aku mohon jangan terus melukai dirimu lagi," ujar Usan membantu Asha untuk melangkah.

"Yang terluka parah adalah kulit kepalaku, bukan kakiku. Aku masih bisa menggunakannya untuk berjalan sendiri," Asha menepis tangan Usan, kemudian berjalan sendiri walau terlihat kesulitan. Sedangkan Usan hanya dapat menghela napas kasar, Asha begitu keras hingga sulit dia tangani.

"Dokter," panggil Asha pada Dokter Xean yang lebih dulu mendorong pintu sebelum sempat Asha buka.

"Xean, ada apa?" tanya Usan langsung menghampiri Xean yang masih berdiri di ambang pintu. Usan mengerutkan alisnya kala Xean mengabaikan pertanyaannya.

Beberapa detik kemudian, barulah Xean menjawab tapi dengan menatap Asha sambil berkata. "Aku datang untuk menyampaikan berita duka tentang Nenek Dariyah,"

"Itu Neneku, di mana Nenekku?, tolong katakan kepadaku bahwa Nenekku baik-baik saja. Aku mohon Dokter, katakan kalau Nenekku baik-baik saja," pinta Asha seraya menggerak-gerakkan tubuh Dokter Xean.

Melihat Asha yang seperti itu, Usan berpikir tentang masa sesulit apa yang telah Asha lalui. Dirinya merasa bersalah karena telah menghancurkan masa depan Asha, telah merengut harta paling berharga bagi Asha. Andai dirinya tahu yang sebenarnya dari dulu, mungkin Usan tidak akan melakukan itu.

Hati Usan yang selama ini membeku tiba-tiba mencair. Usan ingin melindungi Asha, dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan apalagi menyakiti perempuan hebat seperti Asha yang kini menetap di relung hatinya.

Sebelum berkata, Dokter Xean memberi aba-aba agar Usan siap pada posisinya, karena berita yang ingin dia sampaikan mungkin akan membuat Asha begitu rapuh.

Usan pun mengambil posisi berdiri dibelakang Asha, memegang kedua bahu Asha agar tetap seimbang berdiri.

"Ayo Dokter! Cepat katakan kalau Nenekku baik-baik saja!" air mata sudah membanjir kedua pipi mulus Asha.

Xean menatap Asha iba, menarik napas dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Hal itu tentu membuat Asha semakin terisak karena pikiran negatif sudah memenuhi pikirannya.

"Nenek Dariyah telah ....

*

*

*

1
Fina Fitriani
bagus...
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🔥🔥🔥
Rizky Rahma Aulia Akbar
Luar biasa
💛💙💜🖤🤍
impoten,, lorix pasti impoten kan🤣
Bahari Sandra Puspita
karya yg bagus kakak..
masih baru mulai baca ini..
mau lanjut baca kisah2 lainnya..

semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berkarya.. 😘😍🤩🥰
Dyah Oktina
kayaknya kemudaan unk umur hampir 40 an
Dyah Oktina
aduh..kasihan usan.. 😁😁😆
Dyah Oktina
cantik asha.. thor 😁
Dyah Oktina
usan....usan ...😁😁😜
Dyah Oktina
sudah cinta mati dgn seseorang kah?
Dyah Oktina
asha itu badan & mukanya aslikah.. seperti boneka barbie
Dyah Oktina
bukanya tadi dr xean ya..kok jd dr adit.. bapaknya kan?
Dyah Oktina
Luar biasa
Kenzi Kenzi
bener2 cucok as-us....hehehe...cantik nya asha sepadan sama gantengnya usan
Kenzi Kenzi
asha...cantik,.....usan ganteeeeeenggg....
Pj Damay
sangat menghayati ceritanya, gk bertele² 👍
Luh Gede Ika Jayanti
Luar biasa
Widi Widurai
krn bagi dia sgtu udah banyak kali yaa.. pdhl harusnya buka harga tinggi dlu baru nego 😅
Nurlailan Fadilah
😆😆😆
Nurlailan Fadilah
yg mau dinikahkan usan dan asha nih sepertinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!