Budayakan membaca❤️
'Gue akan pergi jika lo nyuruh gue pergi' _Alden Gavin
Raymond
'Sejauh apapun lo pergi,selama apapun lo hilang gue akan tetap menunggu' _Adelia Safarana
#
'Lo gak pernah sadar segila apa gue ngelihat lo sakit' _Devan Septian
'Gue tau perasaan lo itu nyata' _Giana Zafra
'Gue gak ngizinin lo pergi lagi' _Giofandi Zafrano
'Cinta tau kemana dia harus pulang'. _Sisilia Zeha
Penasaran ceritanya kan?? ikutin yokk:)
Novel baru aku:) mohon dukungannya^*^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda Tri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HSLS 14
Semenjak Dea menjadi kekasih Farel , sikap Dea menjadi hangat kembali seperti beberapa tahun yang lalu , tidak ada lagi Dea yang dingin , yang cuek , sekarang Dea lebih banyak bergaul daripada sebelumnya .
Hari ini Dea di jemput oleh Farel , sementara Dena sama Sasya sudah berangkat lebih dulu tadi . Beberapa saat kemudian mereka sampai di parkiran sekolah , banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka , ada tatapan senang , kagum , dan juga iri .
" Sumpah ya mereka semua kayak ga pernah liat orang pacaran tau gak. " ucap Farel .
" Yauda si biarin aja yang penting ga ganggu juga , yaudah yuk ke kelas. " ajak Dea .
Saat sudah sampai di depan kelas mereka di hadang Retha dan Naya .
" Eh pakek pelet apa lo sampek dapetin Farel. " ucap Retha .
" Palingan juga dia yang goda Farel duluan ." sambung Naya .
Dea tidak memeprdulikan ucapan Retha dan Naya , Dea menarik tangan Farel langsung masuk kelas . Dea menghampiri meja Bila kebetulan Bila duduk di belakang meja Dea dan Mala .
" Bil , lo kenapa sih? kok lo marah sama gw , kalo gw ada salah gw minta maaf ." ucap Dea .
Bila tidak merespon ucapan Dea , dia memilih bangkit dan keluar kelas , Dea membuang nafasnya kasar .
Pasti gara-gara Ares . Batin Dea .
Dea yang sedang melamun di mejanya tidak sadar sudah ada Farel di sana .
Pletakkk. Farel sengaja melempar buku ke tangan Dea .
" Ishhhh paan sih ngagetin aja kalau aku jantungan gimana. " ucap Dea .
" Habisnya ngelamunin apa sih sampe segitunya. " ucap Farel .
" Wait , sejak kapan semua barang-barang kamu pindah ke sini Mala mana?."
" Mala tuh di belakang duduk di samping Bila , mulai sekarang aku duduk di sini tidak ada penolakan ."
" Terserah deh ."
" Kamu belum jawab , ngelamunin apa sayang ." ucap Farel dengan lembut .
" Gini , Bila masih diemin aku gara-gara Ares , aku ada rencana sih buat mereka tapi aku izin kamu dulu . Aku mau nyamperin Ares di kelasnya tapi itu kalau di izinin sama k... "
" No ." jawab Farel singkat padat dan jelas .
" Ayolah sayang , aku gamau diem-dieman terus sama Bila ." bujuk Dea .
" Sayang kamu tau kan kalau aku ga suka di bantah ?. " ucap Farel .
" Sama Dena sama Sasya kok. " ucap Dea lagi .
Farel tidak menjawab ucapan Dea , dia lebih memilih keluar dari kelas . Dea hanya bisa menghela nafas .
Farel pergi menuju Rooftop dia sedang memikirkan Dea , bukan tanpa sebab dia melarang Dea menemui Ares , Farel sendiri tau kalau Ares suka dengan Dea , Farel takut Ares akan melakukan segala cara untuk merebut Dea .
Maaf sayang . Batin Farel .
Di kelas Dea ...
" De liat Farel ga. " tanya Fano
Dea tidak menjawab dia hanya mengedikkan bahunya acuh
Pada kenapa sih mereka berdua . Batin Fano
Dea mengeluarkan hp nya dan mengirim pesan singkat kepada Dena
[Adena : nanti istirahat kakak tunggu kamu sama Sasya di gudang belakang sekolah tanpa Fano ataupun Rendy]
[Kak Adelia❤️: Ayyyay captain]
Dea tidak membalas pesan terakhir Dena , dia melangkahkan kakinya ke kelas Ares kebetulan kelas Dea hari ini free sampai jam istirahat .
Tanpa Dea ketahui Farel melihat Dea pergi ke kelas Ares .
kenapa gak bisa nurut sih . Arghhhhh. Batin Farel
Farel pergi ke kelasnya membiarkan Dea .
Tok . Tok . Tok . . . Permisi
" Iya ada apa ." tanya bu Dini yang sedang berada di dalam kelas Ares .
" Mohon maaf mengganggu bu , saya ada perlu sama Ares . " ucap Dea sopan .
Mendengar namanya di panggil Ares mengangkat kepalanya , betapa terkejutnya dia melihat Dea yang sedang menatapnya .
" Ares silahkan ada yang mencari kamu. " ucap bu Dini .
Ares keluar kelas mengikuti langkah Dea .
" Nanti jam istirahat gw tunggu di gudang belakang sekolah ." ucap Dea to the point .
" Ada apa De kok tiba-tiba gini ." tanya Ares . Dea tidak menjawab pertanyaan Ares dia memilih pergi tanpa menoleh ke Ares .
Mungkin ini jalannya gw sama Dea . Batin Ares
Sesampainya di kelas Dea melihat Farel sudah pindah ke meja belakang berkumpul dengan Fano dan Rendy . Tanpa menegur Farel Dea duduk di kursinya dan memasang earphone sambil mendengarkan lagu .
" Lo ada masalah apa sama Dea Rel ." tanya Fano
" Tadi gw larang dia untuk ketemu Ares tapi masih aja di langgar. " ucap Farel lesu .
" Emang ada urusan apa Dea sama Ares ?." kali ini Rendy yang buka suara .
" Mau ngelurusin masalah Bila. " jawab Farel .
" Kenapa lo ga ikutin mereka aja entar ." usul Fano .
" Iya bener tuh Rel , pasti kan nanti ada Dena sama Sasya juga. " sambung Rendy .
Farel hanya mengangguk merespon ucapan teman-temannya .
Jam istirahat ••••••••
Dea mengajak Mala untuk keluar kelas sebentar .
" Gw harap lo bisa bawa Bila ke gudang belakang sekolah , gw mau ngelurusin salah paham ini , di sana pasti sudah ada Ares. " ucap Dea dan langsung pergi .
Mala yang tau masalah kedua sahabatnya ini langsung mengerti dan mengajak Bila ke gudang belakang sekolah . Diam-diam Farel , Fano , Dan Rendy mengikuti Mala dan Bila , mereka takut akan ada hal yang tidak di inginkan .
Di gudang belakang sekolah .......
Ares sudah ada di dalam bersama Dea dan Dena . Ares yang tidak mengerti hanya mengikuti permainan Dea . Sementara Sasya menunggu Bila di depan . Saat Mala dan Bila sudah sampai di depan gudang , Bila mengernyit heran kenapa ada Sasya .
" Kak Bila di dalem ada yang mau ketemu sama kakak. " ucap Sasya .
Bila tidak menjawab dia langsung masuk ke dalam dan medapati Dea dan Ares di sana , Bila yang merasa sakit hati melihat mereka langsung berbalik ingin pergi tapi sebelum itu Dena mendorong Bila untuk duduk dan Dena segera kekuar dari gudang itu .
" Eh Sya lo tungguinn kak Dea di sini , gw kebelet mau ke toilet dulu. " ucap Dena .
" Apa perlu gw anter Den "
" Emang lo pikir gw bocah yang apa-apa harus di temenin. "
" Yaudah si sans aja gosah ngegas. "
Fano dan juga Rendy melihat perdebatan Dena dan Sasya , sementara Farel memikirkan Dea yang masih di dalam bersama Bila dan Ares .
Di dalam gudang ...
" Ini maksudnya apa De ." tanya Ares
" Apa maksud semua ini. " tanya Bila dengan dingin
" Gw tau kalian itu sebenarnya saling suka tapi kalian gengsi mengakuinya kan . Ares lo itu cuma terobsesi sama gw , lo itu sebenarnya suka sama Bila , dan Bila lo tenang aja gw sama sekali gak suka sama Ares karena di hati gw cuma Farel dan hanya Farel. " ucap Dea dengan lancar .
Bila yang mendengar ucapan Dea menjadi gugup karena Dea bisa mengetahui perasaannya . Sementara Ares tidak kaget sama sekali karena memang benar ucapan Dea , tapi Ares tidak punya cukup banyak keberanian untuk mengungkapkannnya pada Bila .
" Selesain masalah kalian berdua dulu , Dan buat lo Bila gw harap besok kita udah jadi sahabat lagi , gw pergi. " ucap Dea seraya melangkahkan kakinya pergi .
Setelah kepergian Dea , Ares dan Bila saling pandang . Tanpa mengucapkan apa-apa Ares langsung memeluk Bila , Bila yang mendapatkan perlakuan itu langsung membalas pelukan Dea .
" Mulai sekarang lo milik gw , jangan pernah mencoba pergi dari hati gw. " ucap Ares . Bila hanya mengangguk dan mengajak Ares untuk keluar dari gudang itu .
Terimakasih Adelia. Batin Ares dan Bila .
.
.
.
Happy Reading guys ;)
ap