agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyalamatan 2
mereka bertatapan mata seakan mensiratkan "hati-hati" keduanya mengangguk, dan berjalan berjinjit agar tak menimbulkan suara, mereka masuk ke dalam gudang, gudang itu memiliki dua lantai, lelah mencari dilantai bawah tapi tak menemukan apapun, mereka mengendap-endap di tangga menuju lantai dua, begitu sampai tangga atas terakhir mereka melihat kedua orang yang masih tidur dalam keadaan mabuk, "itu pasti penjahatnya" bisik agler yang hanya dijawapi oleh anggukan agam.
"mari kita periksa kamar itu" lirih agam, "berjalan mengendap-endap mereka tiba dipintu dekat preman itu, "pintunya dikunci" bisik agler, melihat sekitar kunci terlihat menggantung disaku celana salah seorang penjahat, "agam menunjuk kuncinya disana", agam berhasil mendapatkan kuncinya walau sempat ada ketegangan karna salah satu dari penjahat itu mengigau.
"cepat buka bunda pasti didalam, pintu berhasil dibuka, pelan-pelan pintupun terbuka, "bunda" lirih keduanya, wajah pucat badan menggigil sang bunda terlihat mengenaskan, "bunda bangun, bunda bangun" agam memeriksa dahi bundanya
"bunda demam tinggi" ucap agam menatap adiknya, "bagaimana cara kita membawa bunda kak" ucap agler panik, tenanglah " aku mengirim pesan pada aunty sisi, sebentar lagi dia tiba, agam menenangkan adiknya.
bagaimana dengan mereka jika terbangun melihat kita, agampun melihat kedua orang yang tertidur lelap diluar pintu, " kemarikan tas ranselnya, agampun mengeluarkan tali minyak makan dan kelereng, kita ikat kaki mereka, agam menyodorkan minyak pada agler "siramkan dilantai buat minyak ini mengelilingi mereka, walau mereka bisa bangun tapi kemudian mereka akan terpeleset setidaknya itu akan menghambat mereka" agler hanya menggangguk patuh menjalankan perintah sang kakak.
tak lama kemudian terdengar suara mobil, pertanda auntynya telah tiba dan pada saat yang sama penjahat itu terbangun, matanya samar-samar menatap kedua bocah yang tak jauh darinya, "hah kenapa ada bocah disini" apa ini mimpi "diapun menggeleng-gelengkan kepalanya" tapi tetap saja dia masih melihat dua orang bocah sontak saja matanya terbuka lebar.
"ternyata benar yang di lihatnya, tangannya mengguncang temannya, dan ditepis kasar "kenapa kau mengganggu tidurku" teriak seorang penjahat yang belum bangun itu " cepatlah bangun kenapa bisa ada dua anak kecil disini" ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya dari kedua bocah kembar itu.
mana mungkin disini ada anak-anak, "cepat buka matamu bodoh" dia menempeleng kepala rekannya, akhurnya diapun membuka matanya menatap rekannya "mana anak kecilnya" dia mengikuti arah telunjuk temannya, matanya berkedip beberapa kali, kemudian menatap kembali ketemannya, mata mereka seakan saling berbicara bahwasannnya mereka harus menangkap kedua bocah kecil itu, mereka hendak bangkit tapi karna kaki yang terikat mereka kembali terjatuh.
kedua bocah itu menatap tenang keduanya, mereka membuka ikatan kaki mereka dan hendak menangkap si kembar tapi lagi-lagi apes mereka terjatuh karna lelehan minyak di sekitar mereka.
sial!! kenapa kalian merepotkan sekali, terdengar langkah kaki terburu-buru menaiki anak tangga.
jangan bergerak, beberapa polisi telah tiba dan mengacungkan senjata pada kedua orang itu, merekapun mengangkat tangan tanda menyerah, tapi mata mereka memindai kedua bocah dwngan tatapan sinis, polisi membawa mereka kemobil patroli.
wajah aunty sisi memerah karna menahan kesal, anak nakal "tidak bisakah kalian menunggu aunty", sudahlah aunty tunda marahnya cepat bantu kami bawa bunda" ucap agam datar
"is anak ini" gerutu sisi, pak tolong bantu sahabat saya, mari kita bawa ke mobil. seirang polisi mengangkat lea dan membawanya ke mobil.