NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter Genius / Kehidupan di Kantor / Karir / Teman lama bertemu kembali / Dokter / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Ketika laki-laki itu menabraknya di lobby rumah sakit, Melisa marah-marah. Pria blasteran itu dipanggilnya 'Bambang' karena menumpahkan kopi di baju kerjanya, padahal tak ada sebaris pun kumis melintang diatas bibirnya.

Pun ketika pria itu memberinya sapu tangan untuk membersihkan tumpahan kopinya dia menambah julukannya menjadi manusia kuno prasejarah.

Dan ternyata sejam kemudian Melisa tahu, Bambang yang kuno itu adalah Boss-nya.

●●●●
Cerita Vincent yang ditolak ama Liana dan Gendhis dimari. Yukkk masuk 🤣🤣🤣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng

"Terima kasih." Dia kelihatan lega, dia sedikit membungkuk dan ikut duduk disamping Joshua.

Dan semua gadis disini menatapku dengan pandangan iri. Baiklah, keberuntunganku sedang bagus nampaknya hari ini. Atau karena aku sedang cantik.

"Saya belum pernah berkenalan secara pribadi dengan Anda Miss Melisa. Saya akan banyak perlu bantuan Anda."

"Ohh Dr Joshua, saya mengerti. Anda memegang bedah estetik. Pak Director dan Komisaris sudah bicara dengan saya Anda akan jadi bintang kita di bedah estetik. Bahkan bagian Marketing sudah mengontrak Anda jadi bintang iklan mereka..."

Dokter ini akan jadi banner bedah estetik kecantikan kami. Dewan Komisaris kami sudah setuju investasi besar buat peralatan dan sumber daya di unitnya. Dia bersedia di bawa kesini dari Korea. Aku berpikir dia pastinya punya cerita khusus tentang kesediaannya itu, bersedia meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Jakarta yang panas ini.

"Saya berusaha agar tak mengecewakan Bu Melisa." Dia bicara sambil sedikit membungkuk. Aku tersenyum, orang-orang Korea ini mereka memang punya attitude yang berbeda.

"Tak usah bersikap terlalu formal dengan saya, mari makan. Apa Anda kerasan tinggal disini."

"Disini banyak restoran Korea, banyak kominitas Korea saya rasa saya seperti tinggal di lingkungan saya dan makanan Indonesia sangat sesuai dengan saya." Dia menjelaskan sambil tersenyum.

"Ahh benar, banyak makanan Korea disini, bahkan pedagang jalanan pun sudah membuka stan makanan Korea." Joshua terlibat dalam pembicaraan kami.

"Anda benar, saya sendiri kaget bisa menemukan stand makanan korea di jalan-jalan." Dia tertawa.

"Saya boleh bergabung?" Satu lagi yang datang ke meja kami. Kali ini si Bambang.

"Dokter Vincent silahkan..." Astaga sekarang semua orang menatap ke kami. Para dokter ini, kenapa mereka berkerumun disini.

Dan Bambang dengan PD mengambil duduk disampingku, mengingatkanku tentang momen sandaran semalam. Aku pasti terlalu berani semalam, tapi dia tak nampak menjauhiku. Berarti aku tak melewati batasku.

"Dokter Joshua, bagaimana makanannya." Semua orang bertanya tentang makanan ke Dokter Joshua sekarang.

"Ini enak, saya tidak punya masalah." Para dokter itu bicara tentang makanan dan aku menikmati pembicaraan mereka. Sementara banyak mata menatap ke meja kami. Kumpulan lelaki single hot dan aku ada disamping mereka.

Pembicaraan ringan mengalir lancar, kebanyakan tentang dokter Joshua, dia bintangnya sekarang, karena terutama dia orang asing. Kami cukup banyak bertanya tentang bedah estetik yang menjadi bidangnya. Dan ternyata dia cukup punya skill komunikasi yang baik. Terlibat pembicaraan semeja dengannya menyenangkan. Dan jam makan siang itu berlalu dengan cepat.

"Saya ada meeting komite audit internal dengan Bu Melisa jam satu, saya harus kembali dulu." Dia mengingatkanku.

"Iya Dok, kalau begitu kami kembali dulu. Selamat siang semuanya, kapan kapan kita bergabung lagi..." Aku dengan sopan meminta diri.

Aku berjalan di samping Dokter Vincent kemudian. Masih diiringi dengan tatapan banyak orang.

"Rupanya kau sudah banyak membuat pertemanan disini." Aku menoleh pada Bambang.

"Membuat pertemanan?"

"Dokter-dokter single itu dengan rela berkumpul dimejamu." Ohh pertemanan. "Teman" dalam arti dia itu berbeda.

"Well, mungkin karena aku memang baik hati, cantik dan menawan." Aku menjawabnya asal, karena aku merasa cantik hari ini. Baju bunga-bunga peach ini memberikan efek yang iluminasi yang sempurna. Dia tertawa.

"Baiklah, karena kau cantik dan menawan hari ini. Bagaimana kalau makan malam." Apa dia mencoba menggodaku dengan makan malamnya.

"Hmm, tidak... Aku masih harus jadi hakim dan juri pengadilan audit hari ini. Sementara ini akhir pekan. Setelah ini aku mau pulang dan beristirahat. Kalau tidak aku perlu suntik botok lebih cepat karena terlalu banyak stress. Padahal aku berusaha tidak mendapatkan konsultasi dokter Joshua Woo.."

Aku berbicara terlalu nyaman dengannya dan dia berusaha tidak tertawa melihatku. Kurasa aku mulai nyaman menjadi temannya, dan aku tahu itu berbahaya.

"Ohh ya ngomong-ngomong apa hasil audit komite. Kau sudah tahu?"

"Hmm... ada pelanggaran SOP dari satu dokter. 2x oleh orang yang sama , dan ya kepala unit berusaha melindungi pelanggaran ini. Komite etik ikut dalam sidang ini ada sangsi soal ini. Di rumah sakit ini ternyata ada gossip soal mereka, tapi kita tidak tahu, orang yang dilindunginya itu mendapat referensi kenaikan cepat. Kepala unit akan kena sangsi." Intuisiku ternyata benar.

"Maksudmu dia melindungi karena semacam affair pribadi."

"Sepertinya begitu. Nanti auditor yang akan menjelaskannya di sidang sekalian sangsi dari komite."

"Ohhh..."

"Kau perlu ikut karena audit ini permintaanmu. Tapi tanggung jawab sudah beralih. Jika kau tak mau ikut kau bisa pulang, kau akan terima laporan tertulisnya. Tak apa... " Dia tiba-tiba menjadi baik. Bambang ini apa dia terpengaruh oleh kebersamaan kami semalam.

"Aku perlu ikut... Karena aku yang melaporkan."

"Baiklah, itu keputusanmu. Semoga kau tak perlu konsultasi ke dokter Joshua." Dia membuat candaannya sendiri padaku. Aku tertawa. "Mau makan malam? Traktiranku..." Dia tetap berusaha sekali lagi.

"Tetap tidak, bye. Ketemu di ruang meeting." Aku mendengarnya menghela napas saat aku berbelok meninggalkannya.

Term teman ini berbahaya untukku. Dia anti komitmen. Komitmennya adalah pekerjaannya.

Aku tak mau menjadi temannya, mengharapkan lebih dari teman, lalu menjadi kecewa, lalu tiap hari harus menghadapinya disini. Aku harus melindungi hatiku sendiri dari pesonanya.

💝💝💝💝

Hai Girls besok tanggal 1 MEI semua Vote , Hadiah di novel ini yaaa. Dukung aku yaaa

Jangan lupa klik jempolnya 🥰🥰🥰 Makasih

1
Maria Ulfah
buku nya mak othor selalu bagus dan keren-keren 👍👍👍👍
Mei Saroha
meleleh nihh baca kisah Bambang Melisa...
aku padamu kk othor
Lulu
luar biasa keren
💜Ilalang Senja💜
Author...Jempolan...teruslah berkarya..
Sarange ... Author
💜Ilalang Senja💜
Kamsahamida... Author....Sarange..
Novee Lim
Andreas & sandra tidak adakah kak margaret?
Ria Nilasari
Luar biasa
Ria Nilasari
Lumayan
Jessica
Luar biasa
Sunaryo Sunaryo
Biasa
Sunaryo Sunaryo
Kecewa
Gita mujiati
Luar biasa
V-hans🌺
mukanya terlalu tua untuk umur 30 apa lagi blasteran kyak umur 40 malah 🙏
Bakul Lingerie: blesteran kan ang gitu kak, muka mereka boros. nanti menginjak 50 mukanya bakal begitu2 aja, mereka keliatan muda
total 1 replies
Anita Candra Dewi
menurutku wajah dr andreas kek org india, apa krn brewokan ya
ms. yati74
Luar biasa
Puspa Ayundari
Nt lama lama gultik kalo aturan nya nggk bikin nyaman penulis...😔
Nurul Kistianti
Luar biasa
Serevina Simanjuntak
luar biasa...bale lg baca novel ini
GegeSter
hihihi.. maap leo.. bukan minggir.. tapi lebih cakep erwin diliat dari kamera 360 nya juga..
u itu terlalu perpect, ga ada unsur badass nya 🤣
legira
aku suka semua novel mu kak .yg paling favorit itu l hate my bos..😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!