Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menepis Semua Kata Hatiku Untuknya.
Larasati.
" bu...ko belum tidur?ibu gak bisa tidur?tiara merasa khawatir,sudah beberapa malam ini dia mendapati ibu yang selalu melamun dimalam hari,ketika semua penghuni rumah tertidur lelap,tiara selalu terbangun saat mendengar suara pintu kamar ibu yang terbuka dan disinilah ibu selalu terduduk melamun dimeja makan seorang diri.
" kamu kebangun nak?tanya ibu tersenyum saat tiara menghampiri dengan mengucek matanya menahan kantuk.
" tidur lagi saja,ibu gak apa apa kok,ucap ibu namun tiara menggeleng enggan tidur kembali.
" ara disini temani ibu aja..hoaaamm...,ucapnya meski masih menahan kantuk.
laras tersenyum menatap tiara sang anak gadisnya," yasudah ibu temani tidur ya,? laras bangkit dan mengajak tiara kembali kekamarnya untuk kembali tidur,dan tiara mengagguk menurut.
keduanya merebahkan diri di kasur berukuran single bad,laras yang memeluk erat tiara memberi belaian lembut di pucuk kepala sang anak,senyum dibibir laras terkembang saat tiara sudah kembali terlelap dengan tidurnya,sejenak laras menatap langit langit kamar,mengingat kembali akan ucapan Diman,salah satu mantan pegawai pabrik garmentnya dulu yang saat ini kembali bekerja denganya dan menjadi orang kepercayaan mas setyo di pabrik,
" bapak gak kepabrik bu sepertinya sakit,dua hari yang lalu juga dirumah,nanti kalau saya selesai disini saya mampir cek keadaan bapak ya bu, ucap diman disambungan telepon beberapa hari yang lalu dengannya,karena mas setyo jarang sekali membawa ponselnya,membuatnya harus selalu menghubungi diman sang asisten suaminya dipabrik namun betapa terkejutnya ketika mendapati berita tersebut,tadi selesai makan malam mas setyo sempat menghubunginya bercengkrama dengan anak anak namun dilihat dari wajahnya memang tak secerah dulu,laras tahu betul pekerjaan disana pasti akan menguras tenaga dan fikiran tak mudah membangun kembali apa yang sudah diujung kehancuran,dan yang laras khawatirkan adalah mas setyo memiliki riwayat penyakit jantung,namun mas setyo bersikukuh melarangnya untuk menemaninya disana, " kamu tetap disana bu,temani anak anak terutama ara,ayah gak apa apa disini ada banyak orang yang menemani ayah,ucapnya disambungan telepon namun tetap saja rasa khawatir menyelimuti dirinya,dan selalu berharap suaminya akan baik baik saja disana.
" bimo tutup dulu bukunya..!!,
" bima matikan tv nya dek,ayo sarapan dulu..!!
tiara selalu sibuk dipagi hari,menyiapkan keperluaran sekolah adik adiknya,dan terkadang ikut menyuapi sarapan untuk kedua adiknya,itu tiara lakukan setiap hari dimana kedua adinya ini selalu saja membuatnya terlambat kesekolah.
ibu keluar dari ruang dapur meletakan satu mangkuk besar nasi goreng untuk sarapan,dan sejurus kemudian bimo menutup bukunya sedangkan bima mematikan televisi dan ikut duduk dimeja makan,helaan nafas tiara lontarkan.
" lain kali kak ara aja yang masak bu,capek teriak teriak tapi gak didenger,kesalnya menatap kedua adiknya yang tertawa cekikikan.
ibu tersenyum mengelus pundak tiara lembut,
" sabar...anggap latihan,,
" latihan? tanya tiara heran.
" iya latihan nak...ucap ibu dengan senyuman jahilnya,namun tiara mengerucutkan bibirnya sebal, " ishh ibu..masih lamaaaaaaaaa kali ibu,,ngapain latihan coba,,gerutu tiara.
" ehh...kalau jodoh kita dekat bagaimana? gak boleh bilang gitu nak,nasehat ibu membuat tiara lebih memilih diam,baginya membahas hal hal yang berhubungan dengan lawan jenis/ masa depannya sangatlah sensitive,tiara selalu merona dan kikuk jika ibu sudah menggodanya.
" bu...ibu ayah telepon..!! seru bima meraih ponsel yang ibu letakan diatas meja ruang tamu,ibu meraih ponsel tersebut dan mengarahkan layar keatas,ibu sengaja berbalik memunggungi tiara,bima dan bimo agar semua bisa tertangkap dilayar kamera, " ayahhh....!!! teriak bima dan bimo di kursinya begitu antusias, " hai ayah.... ucap tiara ikut menyapa sang ayah disebrang sana, " habiskan sarapan kalian ya,biar gak telat nanti,ucap ayah menasehati, " oke oke yah..!! seru bima dan bimo kembali.
" ayah...gimana kondisinya?tanya ibu khawatir.
" ayah sakit bu?tanya tiara ikut khawatir.
" ayah hanya kecapean aja,ucap ayah menenangkan sang anak yang tak tahu kondisinya.
tiara tersenyum dan melanjutkan sarapannya kembali,membiarkan ibu berbicara dengan ayah agar ibu tak lagi melamun ditengah malam karena mengkhawatirkan ayah begitu fikir tiara.
" ayah baik bu,nanti siang ayah mau cek kerumah sakit,doakan ya bu..ucap ayah dengan senyuman yang tak pernah luntur,mengisyaratkan bahwa kondisinya baik baik saja.
" ayah kerumah sakit sama siapa? Diman?tanya ibu masih terlihat jelas raut kekhawatirannya.
ayah menggeleng sesaat dan kembali tersenyum," bukan...tapi sama nak Putra,ayah sudah menolak tapi dia tetap memaksa ayah,dia bahkan sudah membuat janji dengan dokter disini,makannya siang ini ayah akan cek bersama nak putra.
" Putra ada disana lagi yah?kok ibu gak tahu? semalam ayah gak cerita.
tiara hanya mendengarkan tak ikut dalam pembicaraan orangtuanya,sesekali tiara ikut membantu menyuapi makan adik adiknya yang begitu lama menghabiskan sarapannya.
" iya bu,dia lagi ada proyek di surabaya jadi memang kadang harus bulak balik katanya biar cepat selesai,ayah juga gak cerita apa apa tapi diman yang bilang,begitu putra tahu langsung kesini nemuin ayah,hmmm jam sepuluh kira kira bu,bahkan semalam dia tidur disofa,gak mau pulang katanya khawatir kalau ayah ada apa apa,tuh liat kayaknya masih ngantuk,kesian sebenarnya semalam banyak nyamuk kamar tamu gak ada kasur,jelas ayah sambil mengarahkan layar kamera kearah kanan,memperlihatkan sosok pria yang terduduk diatas sofa dengan memainkan ponselnya.
mata tiara sempat menatap arah layar ponsel ibu,dimana ayah seperti menunjukan seseorang yang selama ini selalu membantu ayah disurabaya yaitu mas Putra,namun matanya teralihkan saat satu notifkasi pesan masuk diponsel tiara,senyum tiara terkembang mendapati pesan singkat,siapa lagi kalau bukan " *k**ak yudha*",gumamnya lirih hampir tak terdengar,menghentikan sarapannya sejenak demi membalas pesan yang sebetulnya sangat receh, " sudah sarapan? begitu isi pesan dari yudha,sangat receh.
" sedang sarapan kak " ,balas tiara.
" kapan kapan sarapan sama saya dan niko kamu mau? balas pesan singkat dari yudha,niko menjadi alat jual untuknya mendekati tiara,damned.
tiara mengulas senyum sesaat hendak membalas pesan tersebut namun dia urungkan saat mendengar daheman ibu yang mengejutkan,
" ekhhemm...ara,habiskan sarapanmu nak,bima dan bimo saja sudah selesai,tegur ibu kepadanya
tiara tersentak kaget,menatap ibu yang memicingkan mata memberikan tatapan jahil kepadanya,menoleh kekanan dan tidak mendapati sosok kedua adiknya itu," i..iya bu,,emm...ayah sudah selesai meneleponnya bu? tanya tiara kembali kikuk dan memulai menghabiskan sarapannya kembali.
" sudah...saat kamu senyum senyum sendiri didepan ponsel,ucap ibu mulai menggodanya.
" ishh ibu...teman bu,pipi tiara mulai merona,entah baginya terasa sangat memalukan,seperti kepergok melakukan tindakan aneh,ingin sekali dirinya segera berlari menuju teras rumah,menaiki motor maticnya dan segera meninggalkan ibu dengan tatapan menyebalkannya itu,
" iya teman,ibu tahu kok...pokonya ingat saat ini jangan kecewakan ayah dan ibu ya? ucap ibu yang mulai menasehati,dan tiara hanya menganggukan kepalanya tertunduk malu sambil menguyah sarapannya yang sepertinya sangat sulit ditelan,kata kata ibu seperti mengiatkannya bahwa jangan sampai terlalu terbawa perasaan yang semakin dalam atau terlalu mengikuti kata hati untuk selalu merespon pesan dari kak yudha,selain menyalah artikan perhatian kak yudha yang sebenarnya masih abu abu dan apa reaksi kedua orangtuanya jika mengetahui bahwa anaknya memiliki perasaan terhadap seorang pria dengan umur yang terpaut cukup jauh,sosoknya lebih cocok sebagai paman dan keponakan mungkin,tidak tidak ayah bisa sangat kecewa,bahkan mungkin bisa anfal,tiara menggelengkan kepala dalam lamunanya menepis semua kata hatinya.
laras hanya tersenyum simpul memperhatikan gerak gerik anak gadisnya itu,naluri seorang ibu pasti tahu betul apa yang difikirkan oleh anaknya tersebut,namun saat ini memang sekolahlah yang lebih utama,membebaskannya bergaul dengan siapa saja namun tidak untuk menjalin asmara seperti yang dilakukan kebanyakan anak anak diusia tiara saat ini,dan didikan keras sang suami juga menjadi faktor utama untuknya dalam ikut mendidik anak anaknya.