NovelToon NovelToon
Battle Of Hunter

Battle Of Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Light Novel
Popularitas:82.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alfa-RZ

Sebuah tragedi dimana terbukanya pintu dungeon diseluruh dunia dan menyebabkan berbagai kekacauan dimana mana termasuk kota palu yang dilanda tsunami lima tahun lalu. Akibat kejadian ini banyak dungeon yang terbuka diseluruh dunia dan mengeluarkan monster yang menyerang manusia di bumi, terlebih lagi setiap senjata yang dikembangkan oleh setiap negara tidak berpengaruh besar pada monster tersebut.

Disaat itulah beberapa orang yang diberkati langsung memiliki kekuatan untuk menggunakan skill dari ebuah sistem yang dapat membantu umat manusia melawan monster, mereka disebut sebagai Hunter atau para pemburu.

Cerita ini berfokus pada Aron yang suatu hari mendapatkan berkat atau sebuah sistem Hunter yang membimbing nya untuk melawan monster. Bagaimana petualangan Aron selanjutnya? silahkan ikuti keseruan dan perjuangan dari Aron untuk mengumpulkan setiap kekuatan serta skill skill baru yang kuat.

...

Follow
IG: @reza_atmaja03
Pen Name: Alfa_RZ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfa-RZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 13, Dikepung Orc

Dungeon tetap

Pagi hari

Setelah beristirahat semalaman dan saling berganti jaga juga sempat menghabisi satu gerombolan Orc yang mendekat dan mengancam Camp mereka.

Paginya Aron segera membereskan tenda dan tempatnya sebelum kembali untuk berburu, jika dihitung dengan waktu diluar Dungeon maka sekarang diluar sedang gelap karena perbandingan waktu satu banding dua.

Mana Naviza juga telah yerisi penuh jadi mereka siap untuk kembali berburu untuk menambah penghasilan.

Aron memilih tetap disini untuk berburu dan menghabisi beberapa gerombolan Orc karena mereka sudah semakin terbiasa mengatasi serangan Orc.Tapi satu kesialan menjumpai mereka saat sedang berburu Orc malah mendapatkan kepungan Orc dari berbagai arah.

"Bagaiman sekarang?" Bertanya Naviza yang menempelkan punghungnya kepunggung Aron mencoba untuk tetap tenang.

"Jumlahnya sekitar lima puluhan jadi sebaiknya kita mundur, ada dua pilihan jika kita mundur kearah jalan keluar Dungeon dan menuju kearea monster lemah maka kemungkinan berhasilnya adalah tiga puluh persen karena disana terdapat lebih banyak monster." Jelas Aron mengawasi sekitar dimana para Orc masih belum menyerang.

"Lalu?" Bertanya Naviza.

"Arah kedalaman huatan terdapat lebih sedikit Orc jadi kesempatan untuk melewatinya adalah sembilan puluh persen tapi kurasa mereka sengaja mengarahkan kita kearah hutan jadi pilihlah." Jawab Aron memberi pilihan.

"Menurutmu apa kita bisa selamat jika memasuki hutan lebih dalam?" Kembali Naviza bertanya.

"... kemungkinan lima puluh persen berdasarkan data monster yang aku tahu dari postingan Association group." Aron terdiam sebentar sebelum menjawab.

"Jika kita keluar maka kemungkinan berhasil hanya tiga puluh persen tapi jika masuk maka keberhasilan kita adalah lima puluh persen menurutmu aku akan pilih yang mana." Naviza menetapkan jawabannya sambil menunjjuk kearah hutan.

"Baik bersiaplah mereka mulai menyerang kita akan berlari begitu hitungan ketiga." Aron mempersiapkan dua pedangnya dimana semua Orc tiba tiba menyerang bersamaan.

"Satu."

"Dua."

"Tiga!"

"Dark Bom!" Satu bola terlempar leurus kearah jalur yang akan Aron lalui bersama Naviza.

Aron dan Naviza langsung berlari kearah dimana letak ledakan yang membuka jalan mereka Naviza juga menambahkan dua bilah angin untuk membelah jalan meskipun tidak terlalu banyak membantu tapi itu memperhambat gerakan para Orc.

"Dark Bom!" Sekali lagi Aron meledakkan jalur didepannya untuk membersihkan.

"Dark Blade! Fire Sword!"

Aron menggunakan semua skillnya juga dibantu oleh skill peningkatan milik Naviza dan akhirnya mereka berhasil keluar dari kepungan Orc.

"Cepatlah Naviza!"

Aron berteriak dambil menarik tangan Naviza dimana mereka sudah berlari sekian jauh tapi para Orc masih tetap mengejar sedangkan Naviza sebagai Suporter tentu memiliki stamina yang kecil dan sudah kecapean berlari.

"Aku capek Aron." Naviza sudah sangat kesusahan dalam mengatur nafasnya.

"Ck tiada pilihan lain." Aron langsumg menggendong Naviza didepannya ala princes karena tidak bisa memapahnya dipunggung dengan tas yang dibawa Aron. "Silent Step!" Satu skill terucap dimana Aron memaksimalkan semua kecepatannya dan omen membuat kabut karena coldown nya sudah mencapai batas.

Aron meluncur dan menghilang dikedalamn hutan bersama Naviza dan Omen. Berkat kabut Omen 0ara Orc kehilangan jejak Aron.

"Uh! Sial huh huh huh.."

Aron langsung terduduk bersandar dipohon karena kehabisan stamina dimana Naviza masih berada dipangkuannya.

"Kau terlalu memasakan diri Aron." Tegur Naviza memberikan skill heal pada Aron walaupun skill tersebut hanya untuk memulihakan luka setidaknya itu masih dapat mengatur nafas Aron dan meningkatkan sedikit staminanya dengan nafas yang teratur.

"Terima kasih."

"Ya tapi sekarang kita harus memikirkan bagaimana cara keluar dari sini." Ucap Naviza melihat sekitar.

"Kita masih memiliki arah tapi monster disini mungkin akan sangat merepotkan jadi lebih baik beristirahat dulu untuk memulihkan stamina." Ucap Aron mengeluarkan sebotol air dari penyimpanannya dan meminum stengahnya.

Naviza pun sama karena dia juga membawa air dipenyimpanannya.

Setelah istirahat yang cukup lagi lagi Omen bereaksi seperti akan ada mosnter yang mendekat. Aron yang melihat itu segera memberi tahu Naviza untuk segera berberes dan berjalan menuju keluar Dungeon.

Aron membiarkan Omen yang memimpin jalan setidaknya Omen memiliki penciuman yang lebih peka dan dapat menghindari gerombolan monster.

Perjalanan mereka cukup lancar hingga akhirnya Omen berhenti dan memasang sikap untuk bertarung. Aron berspekulasi bahwa mereka tidak punya pilihan lain selain melewati jalur ini tapi juga disini terdaapat beberapa monster.

"Didepan ada monster aku akan menyergap kamu cover aku."

Aron segera menggunakan silnet step untuk melihat kedepan dan benar saja didepannya terdapat satu tim serigala angin yang sedang bertarung dengan serigala taring.

Aron memutuskan untuk memanggil Naviza untuk bersembunyi dan menunggu hasil dari pertarungan tersebut walaupun Aron sudah menebak siapa yang akan menang karena serigala taring lebih unggul dalam pertarungan dari pada serigala angin yang hanya unggul dalam kecepatan.

Setelah pertarungan yang lama dan satu persatu serigal angin tumbang tapi tidak ada yang learikan diri dsn Aron cukup salut pada sikap kesatria serigala angin itu. Walaupun begitu pihak dari serigala taring tentu juga memiliki banyak kerugian seperti luka atau beberapa yang mati sehingga hanya menyisahkan lima ekor serigala itupun dalam keadaan terluka.

Aron tidak melewatkan kesempatan tersebut dan satu lemparan ranting kayu berhasil menarik perhatian serigala kearah berlawanan sehingga Aron langsung menikam serigala yang paling berada dibelakang.

Setelah membunuh satu serigala taring yang lain pun langsung berbalik menerjang Aron. "Aku tidak tahu jika serigala lupa akan penciumannya saat sedang dalam keadaan bertarung." Komentar Aron.

Memang betul serigala memiliki penciuman yang tajam tapi Aron sudah berada disemak semak bersama dengan Naviza selama mereka bertarung tapi mereka tidka menyadarinya.

Cara menyerang serigala taring yang langsung menerjang kearah Aron adalah menggunakan taringnya yang ingin lamgsung menggigit tapi itu menguntungkan Aron karena satu tangannya terangkat masuk kedalam mulut serigala.

"Dark Bom!"

Kepala serigala tersebut langsung meledak yang lain langsung menyerang dari samping kiri dan kanan untuk mengalihkan perhatian Aron dan satu lagi dari depan menerjang kearah Aron seperti tadi.

Tapi Aron tidak memperdulikan kedua sisi kiri dan kanan karena keduanya langsung terhempas begitu mereka melompat kearah Aron dan Aron berhasil meledakkan satu kepala serigala didepannya lagi.

Dua serigala tadi diserang oleh Naviza dan Omen. Kedua serigala tersebut berhasil terhempas karena sedang berada diudara dan tidak memiliki pijakan sehingga sedikit dorongan saja sudah dapat menjatuhkannya walaupun belum mati.

"Fire Sword."

Aron tidak menunggu kedua serigala itu bangkit dan segera menusuk kearah dadanya untuk membunuhnya.

"Naviza! Cepat bantu aku membereskan drop itemnya sebelum bau darah ini memancing monster yang lain!" Teriak Aron kearah Naviza dan dia mulai mengumpulkan drop item serta core.

Cepat mereka membereskan semua keperluan lalu melanjutkan perjalanan dimana Aron terus mengisi mananya menggunakan Core karena tidak ingin kehabisan mana. Walaupun Aron yakin tidak akan kehabisan mana kecuali dalam keadaan terkepung.

1
King_KratuM
mc bocah penurut aduhh
Adryan Eko
next
Adryan Eko
lanjoot.. agak di teliti aja next nya bosku,
ex : tanda baca seperti koma, titik, spasi dll.. typo nya juga agak kurangi ya.. hehe
Ayaka Shaqueena
next
setianto67
semangat thor
setianto67
semangat
setianto67
1 komentar
setianto67
lanjut komen
setianto67
1 komen
setianto67
1 komens
setianto67
1 komen
Zul Khaidir
ip
Tommy Oktavia
ditunggu....
Zul Khaidir
up
RAI
gimana ya kalau fire sword di alirkan mana kegelapan , apakah api nya akan jadi amateras🗿
do-thats
semangat thor
Dan T Reki
4 lanynya ni
B_A
ntar ketemu rimuru mati kau
J e a l y n_
katana mas?
小弟
Aron terlalu suka bawa beban, buat apa ikut kan navi, jadi beban saja. cukup omeng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!